
Disebuah jalan seorang wanita terlihat panik saat menerima telfon bahwa suami tercintanya sedang sakit.
Hani terlihat buru2 mendatangi rumah sakit bersama sang sahabat.
Reka bersedia menemani wanita itu lantaran ia sedang libur bekerja.
" Kamu yg tenang napa Han " Tegur Reka melihat Hani tak sabar.
" Aku khwatir Rek,Vero sakit " Kata Hani panik.
" Iya aku tau,kita udah mau deket kok " kata Reka gemas.
Hani masih tak tenang,gadis itu terlihat begitu mengkwatirkan sang suami.
10 menit kemudian mereka sampai,Hani langsung berlari masuk kedalam.
Reka menghela nafas panjang dan ikut masuk.
Mereka langsung menuju ruang perawatan.
" Dimana kamarnya ?" Tanya Hani kebingungan.
" aku tanya dulu " Jawab Reka.
Lelaki itu bergerak cepat menanyakan kepada suster dan diarahkan menuju ruangan yg ditunjuk.
Hani kembali berlari dan saat pintu terbuka terlihat para tahanan terbaring meringis dibrangkar masing2.
" Vero " Ucap Hani terbelalak.
Reka masuk kedalam dan mengernyit.
" Apa yg terjadi ?" Tanya Reka kepada Suster.
" Mereka keracunan makanan " Jawab Suster.
" Apa !" Pekik Reka kaget.
" Kami juga gak tau ada apa dan kenapa bisa keracunan " Balas Suster.
Reka mengangguk paham meski tak paham juga.
" Kamu kenapa Vero ?" tanya Hani melihat suaminya pucat.
" Hani " Ucap Vero kaget
" Kenapa gini ? Mana yg sakit ?" Tanya Hani panik.
" Kamu kesini sama siapa ?" tanya Vero tak menjawab pertanyaan Hani.
" sama gue " Sahut Reka mendekat.
Vero mengangkat sedikit kepalanya dan melihat sahabat Hani tersebut.
" Kamu yg membawa Hani kesini ?" tanya Vero.
" Iya,dia kayak orang kesurupan dirumah " Jawab Reka malas
Vero melihat sang istri dan dibalas tundukan kepala oleh Hani.
" Aku gak papa " kata Vero lembut.
" Aku takut " Balas Hani
Vero tersenyum,lelaki itu merangkul Hani membuat wajah Hani mendekat kearahnya.
Reka membuang muka,pria itu tau apa yg akan Vero lakukan.
" Astagfirullah " Ucap seseorang membuat semua orang kaget termasuk Hani dan Vero.
Vero yg ingin membisik Hani langsung tak jadi saat maniknya melihat seorang gadis melotot kearah mereka.
" Tania " Ucap Vero melotot.
Terlihat disana juga ada Denis dan Miska memasuki ruangan.
" Vero kamu gak papa ?" Tanya Miska mendekat.
" Gak papa Kak " Jawab Vero.
__ADS_1
" Kenapa bisa keracunan ?" Tanya Miska heran.
" Aku gak tau,cuma makan habis itu malah kejang2 " Jawab Vero mengingat.
" Aku keluar dulu " Kata Denis pamit.
Lelaki itu berjalan keluar dengan wajah tenang.
Reka diam melihat orang2 yg perduli kepada Vero.
" Kakak siapa ?" tanya Rania yg berdiri disamping Reka.
Reka menoleh dan mengernyit melihat gadis yg cukup ia kenal tersebut.
" Pura2 bodoh apa emang gak inget ?" tanya Reka mengernyit.
" Hah ?" Kata Tania kaget.
" Tania sini " Kata Miska memanggil sang putri.
" Iya Ma " Jawab Tania sopan.
Gadis itu mendekati ibunya dan mendapat bisikan sesuatu.
Reka masih diam melihat gadis tersebut dengan wajah aneh.
Reka merasa ada yg berbeda,gadis yg ia lihat tempo lalu berubah menjadi asing menurut lelaki itu apalagi dengan jihab salurnya.
" Nih anak udah insyaf apa gimana ?" Gumam Reka pelan.
" Aku keluar dulu ya Kak " Kata Tania pamit kepada Vero dan Hani.
Keduanya mengangguk pelan,Tania melewati Reka dengan senyum tipisnya dan tundukan sopan.
Reka makin bingung,sungguh ia merasa gadis itu sangatlah berbeda.
Tak mau mengganggu,Reka keluar ruangan dan melihat Denis sedang bicara dengan salah satu Dokter.
Lelaki itu menunggu dikursi sambil mengeluarkan ponselnya.
" Jadi dia bisa kami bawa pulang ?" tanya Denis serius.
Denis mengangguk paham,lelaki itu pun langsung bergegas menuju kamar.
" Tolong kamu siapin barang Vero ya " Kata Denis kepada Reka.
" Mau pulang Om ?" tanya Reka.
" Iya,dia diberi waktu 1 minggu " Jawab Denis.
Reka mengangguk paham,lelaki itu celingak celinguk dan langsung menarik tangan Tania yg kebetulan lewat depannya.
" Ehh mau diapin nih ?" Pekik Tania syok.
" Temenin aku " Jawab Reka menyeret gadis itu.
" Mau kemana Kak ?" Tanya Tania bingung.
Reka tak menjawab,lelaki itu terus menarik tangan Tania membuat Tania kebingungan.
Tiba di depan Rs,Reka langsung meminta barang2 Vero dan keduanya pun diarahkan menuju Sel karna memang belum sempat berbenah.
Tania bersembunyi dibelakang Reka melihat para tahanan yg sehat2 sedang menatap kearah mereka.
" Bang,sel Vero dimana ya ?" tanya Reka kepada salah satu tahanan yg sedang bersantai.
" Disana " Jawab Tahanan tersebut.
" Bisa minta tolong gak Bang ?" tanya Reka cengengesan.
" Ambil sendiri lah " Kata pria tersebut kesal
" Gak bisa Bang,gak ada yg jaga,kasihan sama nih bocah " Kata Reka menunjuk Tania yg memegang baju belakangnya.
Tahanan itu melihat Tania dan menghela nafas panjang.
" Ya udah lo tunggu disini " Ucap pria berbaju orange tersebut ketus.
Reka mengangguk dan tersenyum kecil.
__ADS_1
" Duduk disini " kata Reka kepada Tania.
Tania mengangguk dan duduk disamping lelaki itu.
Reka melihat Tania dengan wajah bingungnya,sungguh lelaki itu heran dengan sikap gadis yg ia kenal garang tersebut.
Tania melihat sekitar,gadis itu terlihat takut dengan para tahanan yg berkeluyuran.
" Sejak kapan Hijrah ??" Tanya Reka melihat kedepan.
" Hah ?" kata Tania kaget.
" Kamu berhijab " Ulang Reka.
Tania mengernyit mendengar ucapan pria itu.
" Aku....
" Itu dia " Potong Reka bangkit.
Pria tahanan tadi membawa tas hitam mendekati Reka.
" Ini semua Bang ?" tanya Reka.
" Iya " Jawab pria tahanan itu tenang.
" oke Bang,makasih " kata Reka mengambil tas tersebut.
Reka pun berbalik badan,belum sempat melangkah lelaki itu menarik baju belakang Reka membuat Reka kaget.
" Kk kak " Ucap Tania gemetar.
Reka berbalik badan dan memasang tampang tenang.
" Kenapa Bang ?" Tanya Reka.
Tania kembali bersembunyi,gadis itu terlihat begitu takut berada disana.
" Ada rokok gak ?" tanya pria tahanan itu tenang.
" Hah ?" kata Reka kaget.
" Gak ngerokok Bang " jawab Reka.
" Masa iya lo gak ngerokok,cemen amat " kata lelaki itu berdecih.
Reka menelan ludah kasar dan melirik gadis disampingnya yg ternyata melihat Reka juga.
" Iya Bang,gak baik buat pernafasan " jawab Reka.
" Heleh,bagi duit aja kalo gitu " kata lelaki itu malah memalak.
Reka mengangguk,pria itu mengeluarkan dompetnya dan melihat isi didalam sana.
" 100 ribu ya " kata Pria tahanan tanpa malu.
" Gak ada Bang,cuma 30ribu nih " kata Reka menunjukkan uang recehannya.
" Ck,kere amat lo " cibir napi itu.
Reka terkekeh geli,pria itu tetap menyodorkan uang tersebut.
" Mau gak ? Kalo gak mau ya udah " Tawar Reka.
" iya ya " kata napi itu dengan wajah cemberut menerima.
Reka melirik Tania,gadis itu sudah pucat pasi melihat interaksi Reka.
Napi langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih,Reka mulai berjalan meninggalkan Tania yg masih melongo.
" Aaa kakk tungguin " Pekik Tania berlari.
Reka bukannya menunggu malah menjahili gadis itu berlari dengan kencang keluar dari pekarangan.
" Kakakkkkkkkkk....." Pekik Tania panik.
Reka tertawa ngakak berhasil membuat gadis penakut itu kelabakan.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.