Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sekolah


__ADS_3

Disekolahan Vero,seorang gadis cantik saat ini sedang menjadi pusat perhatian,semua mata memandang kearah Laura yang berjalan tenang.


" Mana lagi tuh bocah " Gumam Laura kesal.


Gadis itu terpaksa datang lagi ke sekolah Vero untuk kedua kalinya,sebenarnya Laura tak mau lagi tapi apa daya orang tuanya tak bisa mewakili.


" Cari siapa Neng ?" Tanya seorang murid laki2 yang menatap Cila genit.


" Ada Vero ngak ?" Tanya Laura to the point.


" Vero siapa Neng,nama saya Jon " Kata pria itu malah ingin bersalaman.


" Yaelah ni bocah,dikiranya aku mau kenalan apa " Cibir Laura pelan.


" Hehe sorry Neng,saya mau kenalan aja hehe " Kata pria itu cengengesan.


Laura memasang wajah malas,ini lah salah satu hal yang dibenci gadis itu.


Laura merasa semua murid2 disekolah Vero genit2 dan tak pandang bulu.


" Duh ngak sempet,cepetan kasih tau dimana Vero " Kata Laura garang.


" Waduhhh,cantik2 hoby mingkeng ya " Ujar pria itu ngeri.


Laura berdecak dan berlalu dari sana.


Si pria tersenyum miring dan berlari menyusul gadis incarannya.


Laura celingukan mencari bocah yang membuat dirinya bisa berada disana sekarang.


" Verooooo " Panggil Laura melihat pria yang ia kenali sedang duduk santai diatas motor parkiran..


Pria itu menoleh dan terkejut.


" Kakak " Pekik Vero langsung turun dan berlari menghampiri saudaranya.


" Ish,Kakak kemana aja sih lama banget " Hujat Vero kesal.


" Whattt !!! kamu yang dimana aku cariin dari tadi" Hujat balik Laura.


" Heheh,aku nongkrong disana " Kata Vero cengengesan.


" Haisstt cepetan napa,Kakak mau kuliah bentar lagi " Kata Laura berusaha sabar.


" Iya2,ayo ikut aku " Kata Vero menarik tangan Laura.


Gadis itu pun sedikit berlari mengimbangi langkah Vero yang lebar.


Semua mata melihat mereka,layaknya seorang pasangan Vero merangkul mesra lengan Laura.


" Issst jauh2 napa kamu bau keringat " Kata Laura menoyor kepala Vero yang bersandar di bahunya.


" Hehe biar cwek2 disini cemburu " Kata Vero cengengesan.


Laura memutar bola mata malas dengan kelakuan adiknya ini.


Vero sangat manja,bahkan lelaki itu lebih manja kepada Laura dari pada ibunya sendiri.


Karna menurut Vero,Cila seperti emak2 yang kalau marah tak berhenti,beda dengan Laura yang banyak sabar,paling jika tak tahan lagi gadis itu akan menangis mengurung diri dikamar.

__ADS_1


Kini mereka sudah tiba diruang kepala sekolah.


Vero dan Laura mulai menciut melihat orang tua murid berkumpul disana.


" Duduk sini Kak " Kata Vero membersihkan tempat duduk untuk Laura.


Gadis itu mengangguk dan duduk tenang.


" Saya walinya Vero " Kata Laura sopan.


" Oh,iya Mba silahkan duduk " Kata Kepala sekolah ramah.


Laura tersenyum mengangguk.


" Baiklah,karna semua sudah berkumpul maka kita mulai saja " Kata Kepala sekolah tegas.


Semua orang mengangguk.


" Duduk yang bener " Tegur Laura kepada Vero yang banyak gerak.


" Kursinya ngak enak " Kata Vero pelan.


Laura menghela nafas berusaha sabar.


" Begini Bu,saya mengundang ibu dan bapak kesini untuk memberitahu bahwa anak2 ini membuat masalah " Jelas kepala sekolah.


" Anak saya ngak salah Pak,dia bilang anak itu yang memulai duluan " kata seorang ibu2 menunjuk Vero tajam.


" Enak aja,anak ibu tuh yang main tonjok duluan " Kata Vero tak terima.


" Eh kamu jangan kurang ajar ya sama saya,dasar ngak ada sopan santun " Hujat wanita itu geram.


" Ibu yang kurang ajar,datang2 malah nuduh saya yang bukan2 " Ujar Vero garang.


Suasana seketika langsung ramai,Laura menganga melihat kelakuan Vero yang tak takut siapapun.


" Harap tenang Bapak ibu,Vero,Dimas berhenti !" Kata kepala sekolah tegas.


" Lepasin ngak baju gue !" Bentak Vero kesal bajunya di tarik.


Pria itu melepas kasar baju sekolah Vero dan duduk ditempatnya.


" Ya ampun " Gumam Laura menutup wajahnya malu.


" Ishhh,kusut dah baju baru aku,padahal baru seminggu Mama beliin " Gerutu Vero kesal seraya merapikan bajunya.


" Sabar sayang,jangan main emosi dong,Kakak malu nih " Kata Laura hampir menangis.


" Dia yang mulai Kak " Gerutu Vero.


Laura mengangguk pasrah dari pada membuat masalah semakin riweh.


Mereka pun kembali melanjutkan obrolan,Vero dan Dimas dinyatakan bersalah,jika sekali lagi mereka berulah maka kedua pria itu tak bisa mengikuti ujian kelulusan.


Sebagai sanksi nya Vero harus membayar sejumlah uang untuk damai dengan pihak keluarga korban,karna Vero ternyata mencetak luka yang cukup serius di tubuh Dimas.


" Maaf ya Kak,nanti aku ganti " Kata Vero menggaruk kepalanya gatal.


" Ganti pake gigimu,kerja aja ngak " Kata Laura kesal setengah mati.

__ADS_1


Uang sakunya habis membayar denda,jika tak begitu Vero dipastikan akan dilaporkan ke pihak berwajib dan Laura tak mau sampai itu terjadi.


" Terus gimana dong ?" Rengek Vero frustasi.


" Ngak tau,uang kakak udah habis nih buat naik taxi pasti kurang " Kata Laura mengkrucut.


" Duhh,mana bentar lagi aku ada ulangan harian lagi " Gumam Vero ikut bingung.


" Oh,coba Kakak telpon Mama atau Papa aja minta kirim duit " Ide Vero.


" Pulsa Kakak juga habis,mana lupa bawa dompet yang biasa lagi " Kata Laura makin frustasi.


" Ck,gimana sih pengusaha kok lupa bawa dompet " Cibir Vero.


" Ck,minta lah uang jajan mu nanti Kakak ganti dirumah " Kata Laura menadahkan tangannya.


" Hah,terus aku gimana ?" Tanya Vero kaget.


" Haissstt,kamu kan bisa minjem dulu sama teman mu nanti,cepetan ih Kakak mau berangkat nih dah telat " Kata Laura memaksa.


Vero terlihat berpikir keras,tak banyak uang yang ia punya karna Cila akhir2 ini sangat pelit,bahkan pria itu disuruh bawa bekal saking pelitnya.


" Tapi Kak aku cuma punya 15 ribu nih " Kata Vero merogoh saku celananya.


Laura merampas uang itu dengan cepat menghitung.


" Astaga mana uangnya seribuan lagi " Kesal Laura menghitung uang pecahan seribu dua ribu.


" Hehe,tadi beli bensin,terus Mas nya ngasih uang kembalian gitu " Cerita Vero.


" Ck,ya udah lah dari pada ngak ada,Kakak berangkat dulu " Kata Laura berbalik badan.


" Kak " Panggil Vero.


Laura berhenti melangkah dan menoleh kebelakang.


" Makasih ya,maaf aku selalu nyusahin Kakak " Kata Vero tersenyum lembut.


" Hm,emang selalu nyusahin kan " Kata Laura malas.


" Hehe,iya juga sih,tapi nanti aku janji aku bakal selalu lindungin Kakak dimana pun berada " Kata Vero serius.


Laura terkejut dan gadis itu berusaha tenang masih dengan wajah datarnya.


" Belajar yang bener,Papa cari uang bukan buat bayarin rumah sakit orang " Kata Laura tegas.


" Hehe iya,Kakak hati2 dijalan ya " Balas Vero cengengesan menggaruk rambutnya.


Laura kembali menghadap depan dan mulai berjalan.


Gadis itu tersenyum kecil,meski Vero sangat menjengkelkan tapi dia anak yang baik dan sangat pengertian pikir Laura gemas.


Dengan langkah pasti,Laura pun keluar dari area sekolah.


" Itu Kakak Vero,cantik ya " Kata seorang pria menunjuk Laura yang berjalan ke depan gerbang.


" Hm,aku cari infonya dulu baru kita eksekusi " Kata pria lain melihat Laura tajam.


Mereka pun tersenyum penuh kebencian melihat Laura yang menyetop taxi..

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA


__ADS_2