Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Akhir baru


__ADS_3

Berbarengan dengan hasil perjuangan Hani yg tak mengecewakan,ditempat lain seorang lelaki terlihat mondar mandir didepan pintu ruangan rumah sakit.


Yap,Yuna melahirkan,pagi tadi rumah dibuat heboh karna wanita itu mengaduh sakit perut.


Cila yg sebulanan ini cuek kepada menantunya,kali ini tak bisa membiarkan Yuna berjuang sendirian.


" Tenang Ver,Dokter sedang berusaha " Ucap David tenang duduk diruang tunggu.


" Apa aku tidak bisa masuk ? aku gak tenang disini " kata Vero kesal.


" Kau bisa masuk asal tenang,kau diusir karna bikin kerusuhan membuat semua orang gak fokus " jawab David gemas.


" Aku hanya panik Pa " Kata Vero membela diri.


" Dan rasa panik itu bikin dokter pengen tendang kamu keluar " Balas David.


Vero mengkrucut,lelaki itu kembali mandar mandir didepan ruangan.


Justin yg dari tadi menunggu dipojokan merasa tergelitik dengan perselisihan mertua dan iparnya tersebut.


David masih bisa melawak disaat genting pikir Justin.


" Huh kenapa aku gak tenang ya ?" Gumam Vero mengusap kepalanya.


Lelaki itu tak jadi bekerja hari ini,Vero sangat takut dan parnok.


Tadi ia disuruh Dokter keluar karna dianggap menganggu,jadilah Cila yg masuk untuk menemani menantunya yg sedang berjuang dengan maut.


" Yankk " panggil seseorang berlari dilorong.


Semua orang menoleh dan mendapati Laura bersama putranya mendekat.


" Kenapa kamu bawa Boy kesini ?" tanya Justin langsung bangun.


" Mama sama Papa gak ada dirumah,jadi aku gak berani cuma nitipin sama Amat " jawab Laura dengan wajah panik.


" Aduhh jangan disini,banyak kuman nanti Boy sakit " kata David ngeri.


" Kakek " panggil Boy menegur.


" Sini sama Papa aja,kalian tunggu disini " Kata David bangun.


Boy merentangkan tangannya,Laura pun menyerankan bocah itu kepada sang Papa.


" Awasin tuh si Vero awas lepas " kata David menepuk bahu Justin.


" Emang aku kera apa !" Kata Vero kesal.


" haha " David tertawa geli,Boy yg merasa lucu ikut menertawakan Om nya.


" Sialan !" Umpat Vero gemas.


" Sudah2,jangan marahan " kata Laura menegur.


" Papa tuh cari masalah " kata Vero mengkrucut.


Laura menggeleng pelan.


Vero dan David persis seperti ayah dan anak yg tak akur.


Ada saja persoalan keduanya meski terkadang sangatlah absurd.


Ketiganya duduk diruang tunggu,Justin juga tak ikut kerja hari ini karna ia menjadi supir.


Tadi David tak ada dirumah dan Cila tak berani menyuruh Vero memakai mobil karna wanita itu takut mereka bukan pergi kerumah sakit melainkan akhirat.


Cila belum siap untuk mati.


Didalam ruangan,Cila menghela nafas panjang.

__ADS_1


Ia melihat secara langsung proses persalinan menantunya.


Yuna tak bisa melahirkan secara normal,wanita itu harus menempuh jalan ceasar demi kselamatan keduanya.


" yg kuat ya Nak " Ucap Cila lembut mengusap keringat Yuna.


Wanita itu sadar dan melihat Cila nanar.


Ntah apa yg Yuna rasakan saat ini,wanita itu menangis sedih menatap mertuanya yg terlihat khawatir.


" Makasih Ma udah nemenin aku " Ucap Yuna serak.


" Iya " Jawab Cila tersenyum.


Dokter terus beraksi,beberapa menit kemudian bunyi tangisan terdengar.


Cila mengintip sedikit dan wajah harunya tak bisa dibendung saat bayi mungil penuh darah itu diangkat ke permukaan.


" Cucuku " Ucap Cila bahagia.


Yuna melihat bayinya sejenak,dan langsung jatuh pingsan.


Cila yg tau menantunya tak sadarkan diri sontak heboh.


Para suster menenangkan Cila yg begitu takut.


" Gak papa Bu,semua akan baik2 saja " Ucap perawat memberi perhatian.


" Apa dia akan selamat ?" tanya Cila ngeri.


" iya,kondisi pasien hanya kurang tenaga jadi dia pingsang " Jawab suster.


Cila mengangguk pelan,Dokter mengakhiri operasi dengan sangat sempurna.


Bayi mungil perempuan itu bergerak saat diserahkan kepada Neneknya.


" Halo anak manis,welcome word " Ucap Cila lembut.


" Bu,bayinya jangan dibawa kabur dulu ya " Ucap Dokter ngeri melihat keantusiasan Cila.


" Cm iya Dok,cuma mau pamer doang dikit " Balas Cila enteng.


Dokter mengangguk,Cila dibantu keluar oleh suster.


Diluar terlihat sudah ramai.


Ada Denis ternyata juga ikut menunggu kelahiran ponaannya.


" Wah2 sudah launching " Ucap Denis terkekeh.


" Iya,coba Ma lihat wajahnya " Kata Laura tersenyum.


" Nih " Kata Cila memamerkan cucu perempuannya tersebut.


Semua orang melihat,bayi kecil itu meringkuk dengan nyaman didalam bendongan.


" Apa ini anak ku ?" Tanya Vero nanar.


" Apa dia terlihat seperti anak tupai ?" Tanya Cila gemas.


" Mama ih " Kata Laura menegur.


Cila terkekeh,pertanyaan putranya begitu konyol membuat jiwa usil Cila tak terbendung.


Vero berdecak kesal,kedua orang tuanya begitu membuat lelaki itu ingin meledak.


Laura memperhatikan bayi itu bersama suaminya.


" Dia sangat manis " Ucap Laura terharu.

__ADS_1


" iya Yank,sekilas mirip kamu juga " Balas Justin terkekeh.


" Haha mana ada " kata Laura menampar gemas lengan suaminya.


Mereka semua tertawa bahagia,Vero menjadi bulan2an massa apalagi Denis memberi banyak ceramah kepada lelaki yg baru jadi seorang ayah tersebut.


Ditempat lain,seorang gadis menangis bahagia melihat namanya masuk kandidat yg lolos seleksi.


Ucapan syukurt tak henti ia lantunkan setiap saat.


Beberapa polisi senior memberi ucapan kepada gadis itu.


Manik Hani melihat sekeliling seolah mencari seseorang yg penting baginya.


" Kakak dimana ya ?" Gumam Hani mengernyit.


Gadis itu berjalan sendiri sambil membawa map yg mmebuat hatinya gembira.


Hani membelah jalanan,beberapa anggota baru terlihat menangis haru dengan orang tua mereka.


Senyum kecil Hani tampakkan,ia ikut merasa bahagia meski tak bisa merasakan hal yg sakral tersebut.


Gadis itu terus berjalan hingga diparkiran Hani melihat pria yg sudah menolongnya berbicara dengan seseorang.


Hani mendekat lagi dan pura2 tidak kenal.


Pria muda yg sangat mengenal Hani melihat gadis itu dengan mata melototnya.


" Jadi gimanan Niel,kamu sudah siap ?" tanya pria dewasa yg cukup tua.


Daniel diam,maniknya terus melihat Hani yg pura2 mencari sesuatu disana.


" Nial sangat mencintai kamu,Papa bingung juga kalau kalian gak sampe menikah " ucap pria itu menghela nafas.


" Pa " Panggil Daniel serius.


Hani menoleh,keduanya berpapasan dan Hani membuang muka lagi.


" Ya aku akan menikahi Nial " jawab Daniel menghela nafas.


Deg...


Manik Hani melotot,gadis itu sungguh dibuat tak percaya dengan apa yg ia dengar.


" Kau yakin ?" Tanya pria bernama Joko tersebut.


" Ya " Jawab Daniel mengangguk.


" Baiklah,kalau begitu kau pulang lah dulu kerumah orang tua mu dan diskusikan ini " Titah Joko tegas.


Daniel mengangguk setuju,Joko menepuk bahu calon menantunya dan berlalu pergi.


Kini tinggallah Hani dan Daniel yg berada disana.


Daniel menghela nafas panjang,lelaki itu mendekat dan tersenyum kecil.


" Selamat gadis cantik,akhirnya kamu bisa lolos " Ucap Daniel menyodorkan tangan.


" Iya Kak makasih " Balas Hani ikut tersenyum.


" Nanti Kakak tunggu di kos ya " Ucap Daniel mengusap kepala Hani.


" Iya Kak " Jawab Hani setuju.


Lelaki itu pun berlalu,mereka tak bisa berlama2 karna Daniel takut ada yg memperhatikan mereka.


"Huhh kasihan sekali Kak Daniel,dia kurang lebih seperti diriku dulu tak punya kebebasan dalam memilih hidup " Ucap Hani merasa kasihan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2