Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bincang


__ADS_3

Dirumah seorang pria terlihat kelimpungan mencari sosok gadis yg ia tingga beberapa waktu lalu.


" Hani kemana ?" Gumam Reka dengan keringat dijidat.


Gadis itu menghilang tiba2,Reka yg pulang dengan membawa 2 bungkus nasi goreng sungguh dibuat panik bukan main.


" Ya Tuhan,kemana anak itu apa dia diculik lagi ?" Gumam Reka bingung.


Seisi rumah sudah ia jajahi bahkan dalam lemari pun Reka cari tapi tetap tak menemukan gadis bernama Hani tersebut.


" Apa dia keluar ya ? Tapi keluar kemana dengan keadaan seperti itu ?" Gumam Reka bingung.


Sudah 10 menit ia mencari dan menunggu tapi Hani belum juga ditemukan.


" Apa aku telfon polisi ya ?" Gumam Reka mulai tak sabaran.


Pria itu berjalan keluar dan melihat sekitar.


Rumah kontrakannya cukup ramai karna disamping rumah yg lain sedang ada anak2 nongkrong.


" Kayaknya kalo di culik gak mungkin deh,pasti Hani teriak dan orang2 menolongnya " Gumam Reka mulai berpikir keras.


Lelaki itu menarik nafas panjang,ia harus tetap tenang.


Tak lama sebuah mobil memasuki pekarangan.


Manik Reka merasa silau begitupun anak2 yg sedang nongkrong melihat kearah mobil mewah itu semua.


" Siapa itu ?" Gumam Reka pelan.


Mobil makin merayap mendekat hingga berhenti didepan rumah.


Seorang pria keluar dari pintu depan,Reka mengernyit seperti pernah melihat lelaki bugar tersebut.


Pintu belakang terbuka,nampaklah wajah gadis yg Reka cari beberapa menit yg lalu.


" Hani " ucap Reka terbelalak.


Hani turun dari mobil dengan senyum canggungnya.


Gadis itu mendekat begitupun pria yg membukakan pintu untuknya.


" Kamu dari mana aja ?" tanya Reka langsung kesal melihat sang sahabat.


" Maaf Rek aku pergi gak bilang kamu dulu " Jawab Hani tak enak.


" Ini siapa ?" tanya Reka menunjuk Aktam.


" Dia em kerabatnya Vero " Jawab Hani.


" Vero ?" Ulang Reka kaget.


" Iya,perkenalkan nama saya Aktam " Ucap Aktam mengulurkan tangan.


Deg....

__ADS_1


Manik Reka seketika terbelalak,nama itu begitu ia kenal dan sangat populer ditempat ia bekerja.


" Pak Aktam " Ucap Reka sopan.


Aktam mengernyit,Reka menyambt tangannya dengan wajah sopan dan terhormat.


Lelaki itu tidak terlalu kenal dengan Reka bahkan mungkin tidak tau bahwa Reka adalah anak buah Justin yg sering mampir ke perusahaannya.


" Maaf kami tidak izin dulu " Ucap Aktam tak enak hati.


" Iya Pak gak papa,saya kira dia hilang " Balas Reka tersenyum canggung.


" kami yg membawanya " Kata Aktam tersenyum.


Tin...


Suara klakson terdengar,semua orang berbalik badan dan Aktam diam menghela nafas melihat wajah Reno yg menatap mereka datar.


" Ya udah,em saya permisi dulu " Kata Aktam pamit.


" Gak masuk dulu Pak ?" tawar Reka.


" Nanti saja terima kasih " jawab Aktam tersenyum.


Reka mengangguk pelan,Aktam pun pamit undur diri.


Pria itu mendekati mobil dan langsung mendapat semprotan dari Reno.


" Lama amat sih Tam " Cibir Reno.


" Kek orang nganter pacarnya pulang aja ketemu bapaknya " Kata Reno lagi.


" Hehe masih cocok ya Pa ?" Goda Aktam terkekeh.


" Coba aja " Jawab Reno santai.


" Beneran Pa ?" tanya Aktam girang.


" Paling nanti kamu dihajar Arshad sama Azura " Jawab Reno terkekeh.


" Azura gak bakal tau Pa,kan dia udah sibuk sama suaminya hehe " kata Aktam terkekh.


" Oh jadi kamu punya niatan mau menduakan menantu ku ?!!!" Tanya Reno melotot.


" Eh em gak Pa aduhh " kata Aktam panik.


" Awas kamu ya,kamu yg berbuat terus 1 rumah yg diamukin " Ancam Reno..


" Hehe gak berani Pa,nanti aku di smackdown sama Bunda " Kata Aktam ngeri.


Reno tersenyum smirk,dari semua banyak wanita dirumah besar hanya Nisa yg mereka takuti bahkan Reno pun tak berkutik dengan istri tercintanya tersebut.


Anak dan Bapak itu pun pulang,untuk saat ini Reno belum banyak bertindak karna pergerakan mereka juga sedang diintai pihak berwajib.


Reno dan David belum memakai kekuasaan mereka,bukan tanpa alasan,pihak berwajib mulai ingin merusuki kegiatan Reno n the Genk karna ada beberapa laporan bahwa keluarga lelaki itu punya rahasia besar yg bisa dibilang melanggar hukum.

__ADS_1


Didepan rumah,Reka berkacak pinggang melihat sang sahabat.


" Kemana aja tadi ? Kenapa gak bilang aku kalo kamu bakal sama mereka ?" tanya Reka tajam.


" Aku aja gak tau Rek,mereka tiba2 datang kesini mau ajak aku bicara " jawab Hani jujur.


" Bicara apa ? Kamu jangan asal keluar Han,bahaya " Kata Reka ngeri.


" Aku awalnya juga takut Rek,tapi denger nama Vero aku kayak yakin aja mereka orang baik " Balas Hani menunduk..


Reka menghela nafas,pria tadi memang bukanlah orang jahat tapi Reka masih saja khwatir gadis itu dicelakai oleh orang lain.


" Maaf Rek,nanti aku gak gitu lagi " kata Hani merasa bersalah.


" Ya udah ayo masuk,kamu udah makan belum ?" tanya Reka mencoba tenanh.


" Belum,mereka tadi nawarin aku makan juga tapi aku inget kamu pasti beliin aku makanan dirumah " Jawab Hani mengkrucut.


Reka tersenyum kecil,salah satu sifat Hani yg ia sukai adalah gadis itu bisa menghargai orang lain.


" Iya aku beliin nasi goreng,mending kita makan dulu sambil ngobrol " Ajak Reka merangkul Hani.


" Iya " Jawab Hani tersenyum.


Keduanya pun masuk lebih dalam dan membuka bungkusan makanan.


Memang benar tadi Reno menyuruh Hani makan bahkan sempat body shaming karna melihat badan Hani yg kurus dan tak ideal baginya.


Bahkan Reno tanpa ragu mengatakan bahwa Vero suka gadis montok membuat Aktam ingin menghilang saat itu juga karna malu.


Tapi Hani tak mengambil hati malah tertawa geli karna baginya Reno sangatlah receh dan apa adanya,mengingat Cila juga tak kalah receh dan absurrd.


Hani menceritakan semua yg telah terjadi termasuk usulan Reno yg meminta ia menikah dengan Vero.


" Aku sebenarnya juga pengen minta kamu buat jadi saksi Vero Han " kata Reka menatap gadis itu.


" Aku harus gimana Rek,apa yg harus aku jelaskan nanti didepan hakim ?" tanya Hani bingung.


" Ya jelasin aja apa yg terjadi dan kamu harus meyakinkan mereka bahwa Vero benar " jawab Reka.


" Kamu tau saat itu aku sudah sangat pasrah,jika harus kembali ke masa lalu dan melupakan semuanya aku gak masalah lagi " Kata Hani pelan.


" Han,kamu udah sejauh ini,jangan pernah kembali kesana apapun yg terjadi " Kata Reka tegas.


" Semua orang menyalahkan aku Rek,semua orang yg berhubungan aku selalu sial " Kata Hani lagi.


" Heiii " Tegur Reka tak suka.


" Kamu juga kan,berada didetik ini tidaklah mudah,kamu banyak menghadapi berbagai rintangan " Ucap Hani nanar.


" Aku gak menyesal Han,aku suka menghadapinya sama kamu,kita sama2 apapun yg terjadi " Kata Reka menepuk bahu Hani.


" Menurut kamu jika aku menikah dengan Vero,apa semuanya akan berakhir ?" tanya Hani sendu.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2