Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mall


__ADS_3

Hari menuju malam,Serkan pamit pulang lantaran ia sudah lama meninggal anak dan istrinya dirumah.


" Kalian yg akur ya " Ucap Serkan tegas.


" Iya Kak " Jawab Alexi paham


" Suci,nanti kalo Papa sama Mama kamu berkelahi,kasih tau paman ya " Kata Serkan kepada Suci.


" Siap Paman,nanti aku lapor " Jawab Suci semangat.


" Oke,ayo tos dulu " Ajak Serkan.


Suci mengangguk,keduanya pun bertos ria.


Alexi memutar mata,pria itu kini dalam pantauan sang anak yg suka mengadu.


Salsa hanya diam dengan senyum kecil,ia merasa cukup bahagia karna kakak iparnya begitu perhatian.


Serkan memang sosok pengganti,kalau kemarin mereka takut dengan Romi,kini posisi itu diambil alih oleh anak pertama pria tersebut.


" Ya udah,aku pulang dulu " Kata Serkan memasuki mobilnya.


" Hati2 paman,nanti main kesini ajak Sutar sama Adek ya " Kata Suci melambaikan tangan.


Serkan mengangguk tersenyym.


Mobil sedan lelaki itu pun berlalu.


" Ayo masuk " Ajak Alexi.


" Lex " Panggil Salsa.


" Didalam aja " Balas Alexi mengerti.


Salsa mengangguk pelan,Alexi masuk duluan bersama Suci yg sudah berlari.


" Huh aku harus jujur sama Alexi,aku gak boleh sembunyiin apapun dari dia " kata Salsa yakin.


Dengan langkah berani,wanita itu masuk kedalam rumah.


Dijalan,Serkan menelfon Histy.


Lelaki itu terlihat khawatir dengan keadaan anak dan istrinya apalagi sang bungsu sedang sakit.


Heningg...


Belum dijawab,Serkan melihat sesekali sambil fokus berkendara.


" Halo " Sapa seseorang.


" Halo,kamu dimana ?" tanya Serkan.


" Dirumah " Jawab Histy.


" Adek gimana ?" Tanya Serkan lagi.


" udah mendingan " Jawab Histy.


" Sutar mana ?" tanya Serkan teringat.


" Dia lagi jalan sama Sania " Jawab Histy.


" ya udah aku langsung pulang,mau nitip gak ?"


" Gak usah Mas,langsung pulang aja kami kesepian " Jawab Histy lesu.


Tut


Panggilan terputus,Serkan tancap gas menuju rumahnya.


Sesampainya disana,lelaki itu bergegas masuk dan terdiam melihat Histy dan anak bungsu nya sedang menonton tv.


" Kamu kembali " Ucap Histy tersenyum lebar.


Serkan mendekat,lelaki itu tanpa babibu langsung memeluk Histy.

__ADS_1


" Ehh kamu kenapa ?" tanya Histy kaget.


" Gak papa,aku kangen " Jawab Serkan makin mengeratkan pelukan.


" Iuhh,tumben "Balas Histy memutar mata.


Serkan melepaskan pelukan dan berbaring dipaha wanita itu.


" Apa sih ?" tanya Histy bingung.


" Gak papa,emang gak boleh aku gini ?" Tanya Serkan mengkrucut.


" Ya gak papa sih " Jawab Histy terkkehe.


" Cup..


Lelaki itu mengangkat kepalanya dan mencium bibir sang istri.


" Ihhh Mas " kata Histy melotot.


Serkan mengulum senyum dan kembali melakukan aksi tersebut.


Histy tertawa geli,wanita itu merasa aneh dengan sikap manja dan alay suaminya.


" Malu diliatin adek ih " kata Histy menunjuk anak mereka yg duduk sambil memegang palu mainan.


" Waduhhh,buat apa tuh Dek ?" tanya Serkan melotot.


" Buat pentongin Papanya yg nakal sama Mama " Jawab Histy.


" Hahah,ya gak boleh dong,nanti memar gimana ?" Kata Serkan mengkrucut.


Bocah perempuan itu tersenyum,ia pun merangkak mendekati Serkan.


Serkan duduk tenang dan mempersilahkan anaknya duduk dipangkuan.


" Anak Papa udah sehat belum ?" tanya Serkan mencium gemas.


" Belum Paa,masih meder " Jawab Histy dengan menyerupai suara aanknya..


" Uluh2 kasihannya,Abang Sutar pergi main ya ?" Tanya Serkan lagi.


" Iya,ditinggal Sutar pergi main sama Sania,cape aku denger dia ngomel2 terus mau keluar " Kata Histi kesal.


" Kemana mereka ?" tanya Serkan khawatir.


" Gak tau tuh,Sania belum kirim lokasi " Jawab Histi.


" Hmm ya udah,nanti aku tanya " Kata Serkan menenangkan


" Dah sana mandi,kamu bau acem " Usir Histi.


" Masa sih ?" Tanya Serkan mengendus keteknya.


" Iuhhh Papa jorok ya Dek " Kata Histy geli.


Bocah perempuan itu ikut merinding geli membuat Serkan sangat gemas.


" Ya udah deh,Papa mandi dulu,Mama mau ikut gak ?" tanya Serkan mengangkat sebelah alisnya.


" Maksudnya ?" Tanya Histy melotot.


" Temenin Papa mandi dong " Rengek Serkan.


" Mas " Pekik Histy memberi kode.


Serkan menoleh keanaknya dan naas bocah kecil itu mendengar obrolan dewasa tersebut.


"Gak papa ya Nak,cuma temenin mandi doang " Kata Serkan melabuhi.


Bocah itu mengambil palu lagi dan memukul kaki Serkan.


" Hahahahaha " Serkan langsung tertawa ngakak dengan tingkah anaknya.


Stamina lelaki itu kembali On,ia merasa dunianya sangat berwarna saat ini.

__ADS_1


Ditempat lain,seorang gadis terlihat mulai lelah dengan keaktifan adiknya.


" Sutarr ayo pulang,Kakak laper nih " Kata Sania jengah.


" Nanti Kak,aku belum " Jawab Sutar asik bermain kuda mainan.


" Heh mau sampe kapan,ini udah malam loh,nanti Papa kamu pulang " Kata Sania ngeri.


Sutar diam seketika,bocah itu melihat sang kakak dan menghela nafas.


" Ya udah ayo " Kata Sutar mengalah..


Sania tersenyum cerah,bocah lelaki itu pun mendekati Kakak angkatnya dan mengambil tas Sania.


" Ayo Kak,kita cari makan dulu " Kata Sutar tersenyum.


Sania ikut tersenyum,keduanya pun berjalan keluar dari area permainan..


Sebenarnya Sania sangat malas untuk keluar rumah,tapi melihat Sutar gabut dan ngomel2 membuat gadis itu tak tega.


Keduanya memasuki sebuah restoran yg ditunjuk Sutar.


Langkah Sania terhenti saat maniknya melihat seseorang..


" Ya Tuhan " Ucap Sania pelan.


" Kenapa Kak ?" tanya Sutar mendongak.


Sania menarik tangan Sutar dan mencari tempat duduk sedikit jauh.


" eh bentar itu hmpp....." Ucap Sutar tergantung takkala mulutnya langsung dibekap Sania.


" Jangan berisik,cepat jalan " Kata Sania menggeram.


Sutar mengangguk,mulut bocah itu pun dilepas.


Sutar diam sambil maniknya melihat kearah bangku lain.


" Ayo pesan " Titah Sania sedikit ketus.


Sutar kembali mengangguk kecil.


Keduanya pun memesan makanan,ntah mengapa darah Sania terasa panas.


Gadis itu terlihat marah dengan apa yg ia lihat kali ini.


" Ck,emang gak bisa dipercaya !" Batin Sania emosi.


Seorang pria duduk nyaman bersama 1 orang gadis berhijab,keduanya terlihat sama2 bahagia menghabiskan makanan didepannya.


" Kak " Panggil Sutar hati2.


" Iya " Jawab Sania berusaha tenang.


" Itu Om Juna kan ?" tanya Sutar hati2.


Sania mengangguk tersenyum.


" Dia sama siapa Kak ?" tanya Sutar lagi.


" Gak tau,udah kamu makan aja " Jawab Sania mengalihkan.


" Bukannya dia mau nikahin Kakak ya,tapi kenapa sama orang lain ?" Tanya Sutar lagi.


Sania melihat adik angkatnya,bahkan bocah sekecil itu pun heran dengan sikap Juna saat ini.


" Gak,siapa bilang mau nikah sama Kakak " Kata Sania terkekeh.


" Ih kemarin itu aku denger loh,Om Juna bilang sama Mama kalo mau sama Kakak " Kata Sutar mengingat.


Sania diam tak menjawab,memang benar Juna pernah bicara seperti itu tapi kenyataannya tak sesuai harapan,padahal Sania sudah berusaha memantaskan diri menerima lelaki itu.


" Nanti aku adu sama Mama,Om Juna jahat sama Kakak " Kata Sutar kesal.


Sania tersenyum kecil,gadis itu merasa terharu dengan sikap perhatian adik angkatnya tersebut.

__ADS_1


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa vote,Like coment ya.


__ADS_2