Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Debat


__ADS_3

Dijalan seorang gadis terlihat mengantri disebuah warung makan.


Siang ini Hani akan mengunjungi Reka dirumah sakit karna sudah berapa hari ia meninggalkan lelaki itu.


" Ini yg gak pedes Neng " Ucap ibu2 menyerahkan pesanan.


" Makasih Bu " Jawab Hani menerima dengan senyum lebar.


Setelah mendapatkan apa yg ia mau,gadis itu keluar dari warung.


Hani berjalan kaki menuju rumah sakit karna lokasinya sangatlah dekat.


Gadis itu selalu memakai jaket untuk menutupi seragamnya,biasanya Hani lebih memilih ganti baju selesai bertugas tapi karna keadaan mendesak membuat gadis itu tak punya banyak waktu lagi.


dengan riang Hani berjalan seorang diri dikoridor.


Harinya begitu ceria,Hani sangat menanti akan bertemu dengan sang Sahabat.


Saat ruangan Reka sudah terlihat gadis itu menambah langkah kakinya dan membuka pintu.


Hani masuk kedalam dan terkejut melihat Reka tak sendirian.


" Han " Ucap Reka melihat Hani dipintu.


Pria didepan Reka menoleh dan terkejut melihat gadis yg ia kenal berada diruangan yg sama.


" Om Denis " Ucap Hani melotot.


" Kamu disini ?" tanya Denis mengernyit.


" Iya Om,aku mau ketemu Reka " Jawab Hani mendekat.


" Jadi kamu teman pria ini ?" tanya Denis menunjuk Reka.


Hani mengangguk kecil.


Gadis itu menaruh nasi bungkus yg ia beli dinakas,Denis sedikit mundur melihat pergerakan gadis tersebut.


" Kamu kenal Om itu ?" tanya Reka pelan.


" Iya,dari mana kamu kenal dia ?" Tanya Hani balik.


" Gak kenal " Jawab Reka menggelng.


Hani kembali melihat Denis dan tersenyum kaku.


Gadis itu merasa ada yg aneh dengan kedatangan Denis apalagi kedua lelaki itu tak saling kenal.


" Oh iya Han,Om mau tanya sama kamu nanti boleh ?" tanya Denis tenang.


" Tanya apa Om ?" tanya Hani mengernyit.


" Perihal teman mu ini " Jawab Denis.


Reka menunjuk diriny dan melotot kaget.


" Saya gak ngapa2in Om suer " Kata Reka mengangkat 2 jarinya.


" Emangnya kenapa dengan Reka Om ?" tanya Hani bingung.


" Dia bawa kabur Rania " Jawab Denis.


" Hah !" Pekik Hani terbelalak.


" Ya Tuhannn,bukan saya Om,saya aja sakit disini gimana mau bawa gadis keras kepala itu kabur ?" tanya Reka gemas.


Denis diam memperhatikan Reka yg memasang wajah serius dan terluka.

__ADS_1


" Iya Om,Reka ini bukan pria nakal apalagi sampe bawa anak gadis orang " kata Hani membela.


" Iya " Kata Reka mengangguk cepat.


" Tapi Rek..." Ucap Hani teringat.


" Apa ?" tanya Denis dan Reka bersamaan.


Hani menelan ludah kasar melihat Reka yg menunggu jawaban.


" Em anu em gadis yg kamu bilang itu bukan Rania kan ?" tanya Hani hati2.


" Hah gadis yg mana ?" tanya Reka melotot.


Denis kembali memasang aba2 ingin menghajar Reka.


" itu yg kamu bilang " Kata Hani ngeri.


" Ya bukan lah Han,aku gak tau Rania itu siapa " kata Reka ketus.


" Oh syukurlah " balas Hani menghela nafas.


" Jadi kamu beneran gak kenal sama anak saya ?" Tanya Denis tajam.


" Nggak Om " Jawab Reka serius.


Denis melirik Hani,gadis itu mengangguk membela Reka.


" Jadi siapa yg pacarnya Rania ?" gumam Denis bingung.


" Emang Rania udah punya pacar ya Om ?" tanya Hani hati2.


Denis diam tak menjawab.


Hani tersenyum kecil,terlihat sekali wajah lelaki dewasa didepannya begitu menyayangi sang putri hingga rela mengorbankan nama baiknya.


Reka diam tak mengubris,Hani masih mencoba tenang meski ia ingin tertawa.


Denis keluar dengan sejuta rasa malu dimukanya,pria itu salah orang meski tadi Rania sudah memberitahu,tapi jiwa kepo dan rasa sayangnya kepada sang anak membuat Denis tak puas,ia ingin mencari tau lebih agar anaknya tak salah jalan.


Sepulang Denis,kini tinggal Hani dan Reka yg masih dalam 1 ruangan.


" Huhhh bisa gila aku lama2 " Gumam Reka menghela nafas lega.


" Gimana ceritanya Om Denis bisa kesini nuduh kamu ?" Tanya Hani kepo.


" Kamu kenal bapak itu ?" tanya Reka mengernyit.


" Iya,dia adiknya Mama Vero " jawab Hani tersenyum.


" Om Vero ?" Ulang Reka terbelalak.


Hani mengangguk kecil.


" Astaga kenapa bisa ?" tanya Reka begitu terkejut.


" Lah mana aku tau Rek,itu urusan kalian " Jawab Hani santai.


Reka berbaring dengan kepala yg mulai sakit.


Kedatangan Denis tiba2 tadi sungguh membuat jantungnya meloncat apalagi pertanyaan menyudut Denis membuat urat nadi Reka terasa nyut2an.


Walaupun tak bersalah tapi Reka merasa begitu trauma,pria itu belum pernah bermasalah dengan orang tua seorang gadis,apalagi gadis asing yg tak ia kenal sama sekali.


Reka menceritakan kronologi,Hani mangut2 mengerti dan terkadang tertawa lucu melihat expresi Reka yg menampakkan wajah kesal.


2 sahabat itu menghabiskan waktu bersama mereka dirumah sakit,Hani begitu merindukan Reka,gadis itu dengan senang hati merawat Reka yg membutuhkan dirinya.

__ADS_1


Dirumah sakit lain,seorang pria terlihat termenung menatap sang ibu yg sedang melakukan perawatan.


Beberapa hari ini pikiran Daniel tak kunjung lancar,semua masalah menumpuk diotaknya membuat lelaki itu sulit berpikir lancar.


Berat badannya pun menyesut mengingat Daniel tak nafsu makan sama sekali.


Tok tok...


Suara pintu diketuk,Daniel berbalik badan dan tersentak melihat seorang wanita masuk bersama kereta dorong bayi.


Daniel diam memperhatikan wanita itu yg tersenyum kepadanya.


" Hay " Sapa Nial mendekat.


Daniel masih diam tak membalas.


" Maaf baru bisa berkunjung sekarang " Ucap Nial pelan.


" Ibu apa kabar ?" tanya Nial lagi.


" Apa yg kau mau ?" Tanya Daniel dingin.


" Maksud mu ?" tanya Nial mengernyit.


" Tidak usah sok polos didepan ku,katakan dan keluar dari sini !" Ucap Daniel ketus.


" Daniel " Kata Nial lirih.


" Aku muak melihat mu,sudah puas membuat keluarga ku menderita ?" tanya Daniel tajam.


Nial diam melihat tatapan membunuh lelaki tersebut.


" Aku sudah menawarkan kebahagiaan untuk mu,tapi kau menolak ku hanya karna serpihan debu ?" Kata Nial tersenyum miris.


" Yg kau sebut serpihan debu itu bisa membuat aku menjadi orang normal !" Jawab Daniel tajam.


" Kau normal,lihat ini anak kita dia begitu merindukan Papanya " Kata Nial menunjuk bayi mungil dalam kereta.


Daniel melihat bayi itu dan naas bayi tersebut tersenyum manis seolah menyapa pria itu.


Hati Daniel terenyuh,memang dalam semingguan ini dirinya belum melihat sang anak karna otaknya masih sibuk memikirkan hal lain.


" Dia perempuan Kak,bagaimana jika suatu saat nan....


" Tutup mulutmu !" Bentak Daniel tertahan.


Nial langsung terdiam dengan expresi kagetnya.


" Jangan pernah membandingkan dia dengan mu " Kata Daniel tegas.


" Aku ibunya " Balas Nial tenang.


Daniel menyugar rambut kasar,sungguh pria itu sudah mencoba bersabar tapi melihat Nial membuat emosinya meledak2.


" Aku akan bertanggung jawab untuk anak ku,kita berpisah baik2 jadi jangan ganggu aku lagi !" Kata Daniel tegas.


" Aku tidak mengganggu mu sayang,aku hanya mencoba mencabut rumput liar dilahan ku " kata Nial terkekeh.


" **** !" Umpat Daniel kesal.


" Bagaimana,haruskah kita membersihnya bersama2 ?" Ajak Nial terkekeh.


" Sekali lagi kau menyentuhnya,kau dalam masalah besar !" Ancam Daniel tajam.


" Jika kau menyentuh ku,kau beruurusan dengan anak mu !" Tantang Nial.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2