
Seharian Sofia berada dirumah Hani,beruntung Hani libur hari ini jadi dirinya bisa santai.
Gadis kecil itu terlihat nyaman,mereka memasak bersama didapur kecil.
Hani bingung mau memberi makan apa gadis mungil tersebut.
" Ini apa Te ?" Tanya Sofia menunjuk benda ditangannya.
" Itu bawang bombay " Jawab Hani.
" Buah ?" Tanya Sofia lagi.
" hm itu lebih ke sayur " Jawab Hani lagi.
" Oh boleh dimakan ya ?" Tanya Sofia semangat.
Hani mengangguk,detik berikutnya pekikan Sofia terdengar.
" Aaaaa rasa apa ini ?" Pekik Sofia meludah kelabakan.
" Astaga kenapa dimakan ??" Tanya Hani ikut kaget.
" Uek uek " Sofia memuntahkan benda tersebut dari mulut.
" Astaga anak ini " Kata Hani merebut bawang tersebut.
" Kamu pikir ini buah apa " Gumam Hani heran.
Sofia masih menuntahkan isi mulutnya yg terasa aneh.
Hani mengambil minum dan memberikan kepada gadis itu.
Setelah cukup tenang baru lah Hani melanjutkan acara masaknya.
Sofia diam memperhatikan,gadis itu sedikit takut dengan raut wanita yg berjarak sangat jauh.
" Kamu mau makan sayur kan ?" tanya Hani menoleh.
" Mau Te,kata Mama sayur baik untuk pencernaan " Jawab Sofia.
" Oh sering ya Mama masak ?" tanya Hani pelan.
Sofia mengangguk asal.
Hani menghela nafas,meski rasa aneh saat ini begitu ia rasakan tapi gadis itu berusaha tetap tenang.
Hani terus melanjutkan pekerjaannya,hari ini ia masak ayam tepung dan sayur lodeh.
Sofia menunggu sampai mengantuk,tak ada yg bisa ia lakukan karna takut Hani marah.
Gadis itu duduk memperhatikan hingga tertidur dipojokan.
Hani yg sibuk sendiri tak menyadari bahwa anak mantannya sudah mengantuk dan lapar.
Saat semua ayam sudah tergoreng dan sayur sudah masak gadis itu menoleh dan terkejut.
" Ya ampun dia tidur ?" Ucap Hani melotot.
Sofia berbaring di lantai tanpa alas apapun.
Hani menghela nafas dan duduk sejenak.
Hani melihat wajah lugu Sofia dengan tatapan sendu.
Senyum kecil terlintas dibibirnya,jika ia dulu menikah dengan Vero mungkin Hani akan punya anak sebesar Sofia sekarang.
Tapi gelengan kepala cepat ia lakukan karna itu hanyalah hayalan semata.
Hani mendekati Sofia dan membangunkan gadis itu.
__ADS_1
" Kamu laper banget ya ?" Tanya Hani lembut.
" Iya Te " jawab Sofia mengkrucut.
" Maaf ya lama,ayo kita makan dulu " Kata Hani merasa bersalah.
Sofia mengangguk,mereka pun makan siang bersama.
Ditempat lain,seorang pria baru bangun dari tidurnya.
Vero diam dikamar dengan tatapan nanar.
Suasana begitu sepi dan senyap,tak ada suara sang anak yg bernyanyi atau Sofia yg mengamuk minta dibelikan sesuatu.
Vero meremas rambutnya kasar,pria itu sudah sangat sakit kepala mengingat keberadaan sang putri.
Belum ada laporan masuk yg artinya para polisi belum menemukan sang anak.
" Kamu dimana Nak,pulanglah " Ucap Vero sedih.
Ia tak bekerja hari ini,bahkan Vero tak mengangkat panggilan David yg pasti menanyakan dirinya.
Vero juga belum berani memberitahu keluarga atas hilangnya Sofia.
Lelaki itu yakin sang anak akan kembali.
Seharian Vero berada dirumah mengunci diri dari keramaian.
Yuna sudah pergi membawa semua yg ia inginkan.
Vero tak mempermasalahkan istrinya tersebut karna saat ini dikepala Vero hanya Sofia yg begitu penting.
Di apartemen,seorang wanita diam menatap keluar jendela.
Rasa nano2 mulai merasuki dirinya,Yuna juga sama galaunya dengan Vero.
Wanita itu merasa kesal karna dia belum bisa membawa sang anak ikut bersama.
Yuna pikir Sofia sudah tertangkap karna tak mungkin pikir Yuna bahwa anaknya bisa mengalahi Vero yg lebih besar.
" Apa aku harus menculik anak ku sendiri ? ahh itu hal yg sangat gila " Ucap Yuna menggeleng cepat.
" Apa yg kau lakukan ?" Celetuk seseorang dari belakang.
Yuna menoleh dan diam melihat seorang lelaki muda masuk ke unit yg ia tempati.
" Kau sudah datang ?" tanya Yuna bersikap biasa.
" Hm,manager mu sudah menunggu dibawah,kau harus ikut pemotretan sekarang " Ucap lelaki itu tenang.
Yuna diam hingga mengangguk pelan.
Lelaki tampan tersebut berbalik badan tapi belum sempat melangkah,suara intruksi membuatnya berhenti.
" Ridho " Panggil Yuna cepat.
Pria bernama Ridho tersebut berbalik badan.
" Kenapa ?" tanya Ridho tenang.
" Kau ada waktu malam ini ?" tanya Yuna hati2.
" Kenapa ? mau menganjak ku dinner ?" tanya Ridho terkekh.
Yuna diam melihat lelaki itu dalam.
Ridho mendekat dan tersenyum kecil.
" Nanti suami mu marah " Ucap Ridho pelan.
__ADS_1
" Rid..." Panggil Yuna menarik tangan Ridho.
" Aku tidak mau terlibat dengan urusan percintaan kalian " kata Ridho menarik tangannya pelan.
" Kau masih sendiri ?" tanya Yuna lembut.
" Hmm ntah lah " jawab Ridho ambigu.
" Temani aku malam ini ya,aku butuh refreshing " Kata Yuna mengkrucut.
" Kita selesaikan pekerjaan dulu " Balas Ridho.
Yuna mengangguk,keduanya pun berjalan keluar beriringan.
Ridho melihat Yuna dari ujung kaki hingga kepala,meski ia tau Yuna sudah punya suami dan anak tapi perasaan suka masih ia simpan lantaran wanita itu lah yg membangun dirinya dari keterpurukan dulu.
Keduanya pun mulai bekerja,Ridho yg memang menjadi photografer artis dan selegram tersebut begitu santai dalam menjalani aktifitasnya.
Hingga malam hari,mereka masih bekerja,hape Ridho berkali2 berdering membuat lelaki itu kesal.
" Ada apa ?" Tanya Ridho malas.
" Kau dimana ?" tanya seseorang diseberang.
" Studio " Jawab Ridho.
" Bisa kerumah sakit sekarang ? baju Nial ketinggalan aku tidak bisa pulang " Ucap lelaki tersebut.
" Dia melahirkan ?" tanya Ridho terkejut.
" Ya,cepetan kesini ya " Jawab Lelaki yg merupaka Kakaknya tersebut.
" Bang " Panggil Ridho pelan.
" Aku belum bisa memutuskan,cepat kemari karna anak ku sudah lahir " Ucap Daniel melemah.
Ridho menarik nafas panjang dan mengangguk pelan.
Panggilan pun terputus sepihak,lelaki itu melihat kameranya dan diam.
Rasa campur aduk membuat lelaki itu termenung,disisi lain ia bahagia karna abangnya sudah punya keturunan tapi disisi lain ia juga kesal karna Nial yg harus menjadi iparnya.
Ridho masih tak terima dengan kecurangan keluarga sang ipar tersebut yg membuat kakaknya terbelenggu.
" Ridho " Tegur Yuna.
" Ah iya " kata Ridho tersadar.
" Aku harus pergi sekarang " kata Ridho buru2.
" Loh mau kemana ?" tanya Yuna kaget.
" Kerumah sakit " Jawab Ridho cepat.
Lelaki itu menaruh kameranya didalam tas dan langsung berlari keluar.
" Rumah sakit ? mau ngapain ?" tanya Yuna heran.
Ridho melesat pergi,pikirannya akan tidak tenang jika ia tak menuruti keinginan kakaknya tersebut.
" Shitttt,kenapa harus sekarang sih !" Umpat Ridho kesal.
Lelaki itu langsung berkendara dengan cepat menuju rumah sang kakak yg kebetulan tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja.
Dirumah sakit,Daniel terdiam mendengar suara tangis bayi yg baru dilahirkan sang istri.
Tak terasa air mata pria itu menetes mengingat janjinya.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.