
Sidang ditutup,ketukan palu terdengar begitu merdu ditelinga,pihak lawan menatap keluarga Vero nyalang.
Cila maju menggulung lengan kemejanya seperti bos bandit yang siap balas dendam.
Suasana sudah sepi,hanya mereka yang ada disana.
Vero pun kini terbebas meski belum bisa pulang kerumah,lelaki itu harus memberikan keterangan sekali lagi dengan kasus2 yang menimpa dirinya.
" Kamu bebas Sayang " Ucap Hani langsung menghambur memeluk Vero yang masih mengenakan baju tahanan.
" Iya,makasih selalu ada buat aku " Balas Vero membalas pelukan.
" Aku gak mungkin biarin kamu menanggung semaunya,ini salah aku,harusnya aku gak bawa kamu dalam masalah hidup ku " Ucap Hani berkaca kaca.
" Shuttt sudah,jangan bahas lagi kepala ku sudah pusing dengan masalah " Ujar Vero menaruh jarinya di bibir gadis itu.
Hani mengangguk dan memeluk Vero sekali lagi.
Keduanya saling merangkul melihat wali Ayah Hani diborgol.
" Tunggu saja pembalasan saya !" ucap lelaki bernama Malik itu berdesis ditelinga Reno dan berhadapan dengan Romi.
" Pak dia mengancam saya " Adu Reno kepada polisi.
Pihak lawan kaget,Romi dan David ingin tertawa ngakak melihat Reno seperti anak kecil yang mengadu kepada gurunya.
" Shitt ! " Umpat Malik kesal.
" eh gak usah ngancem2 " Kata Polisi menoyor kepala penjahat.
Malik terlihat berontak ingin menghajar Reno yang sudah mempermalukannya.
" Dan Pak bawa aja sebelum tangan besi saya melayang kewajah pria jelek ini " Kata Cila menyebu genggaman tangannya layaknya gengster.
Denis menutup wajah malu,belum cukup Reno mempermalukan Malik,kini Cila pun tak mau tinggal diam.
" ayo jalan " Kata Polisi mendorong Malik untuk maju.
" Bye,baek2 dipenjara ya,kalo gak kuat lambaikan tangan " olok Reno cekikian.
" Wahahahahahahahahaa " Cila langsung tertawa ngakak melihat suami Kakaknya seperti lekong dipinggir jalan.
Mereka semua bisa tertawa bahagia setelah penjahat yang sebenarnya ditangkap.
Romi menghela nafas lega,perjuangannya hampir sebulanan ini membuah kan hasil yang begitu memuaskan.
Bisa dibilang yang paling banyak berjasa adalah Asisten Reno tersebut karna Romi mengerjakan semuanya tanpa henti bahkan lelaki itu sampai mendatangi lokasi dimana para gadis2 itu diperjual belikan layaknya barang.
Sedangkan Reno hanya memantau dari jauh,dan uangnya bekerja dengan giat membantu sang asisten dan beberapa bodyguard handalnya.
" Makasih Paman " Ucap Vero memeluk Reno erat.
" iya sama2 lain kali hati2,nama kamu sudah tercoreng sekali " Jawab Reno tegas.
" Iya Paman,aku akan mengingatnya " Kata Vero tersenyum.
Reno mengangguk,Vero pun memeluk Romi yang sedang bermain ponselnya.
Lelaki itu kaget mendapat pelukan tiba2 dari Vero.
__ADS_1
" Paman emang the best,aku salut " Ucap Vero sungguh2.
" Hm kau harus lebih banyak belajar !" Balas Romi tenang.
" Ya,aku akan pintar seperti paman " Ucap Vero tegas.
David langsung memboyong keluarganya pulang kerumah.
Sesampainya didepan pintu rumah terliht semua anggota keluarga menyambut Vero pulang.
" Abaaaaanggg " Teriak Triplet heboh menghambur memeluk Vero.
" Hay ladies & gentle man " Sambut Vero hangat.
" Abang,baik2 aja kan ?" tanya Mika khawtir.
" Iya,abang gak papa " Jawab Vero tersenyum.
" Hani malam2 nangis Bang " Bisik Mita pelan.
" Hah kenapa ?" Tanya Vero kaget
" Dia kangen sama Abang,tapi gak bisa tengokin soalnya dah malam " Jawab Mita terkekeh.
Vero tersenyum melirik Hani yang mengobrol dengan neneknya.
" Selamat ya Vero akhirnya kamu bebas " Ucap Ana memeluk hangat anak Cila tersebut.
" Iya Onty,makasih " Balas Vero sopan.
" Hm,kasihan Mama kamu nanti gila " Celetuk Ana terkekeh.
" Haha Onty bisa aja " Kata Vero malu.
Keluarga itu pun makan bersama merayakan hari kebebasan Vero.
1 minggu setelahnya,rumah itu mendapat kabar baik.
Hani ikut lomba olimpiade sains untuk pertama kalianya.
Vero sangat bangga dan tak menyangka gadis itu punya otak yang cerdas.
Tapi tak heran memang karna Hani belajar sangat giat sampai lupa makan hingga sering ditegur oleh Cila yang selalu memantau.
Seperti siang ini Vero menjemput gadis itu pulang,terlihat Hani berjalan bersama seorang pria yang pernah Vero lihat dulu.
" Kamu dijemput pacar ?" Tanya Reka melihat Vero berdiri diruas jalan.
" Hm,aku mau beli buku " Jawab Hani jujur.
" Yaahh padahal aku mau ajakin kamu makan bakso " Kata Reka lesu seraya menunjuk uang 50 ribu disaku bajunya.
" Haha kamu gajian ya ?" Tanya Hani terkekeh.
" Hehe iya " Jawab Reka malu.
" Lain kali ya,habis aku lomba kita makan sama2 " Kata Hani menepuk bahu Reka.
" Beneran ? pacar kamu marah gak ?" tanya Reka ngeri.
__ADS_1
" Gak kok,aman " Jawab Hani terkekeh.
" Oke,kalo gitu aku pulang duluan ya " Kata Reka pamit.
" Iya,hati2 ya " Balas Hani tersenyum.
Lelaki itu mengangguk dan berjalan menjauh.
Vero melihat Reka menyelisik lelaki dengan tas hitam itu tersenyum canggung saat melewati Vero yang berdiri tenang melihat nya.
Hani mendekat dan ikut melihat kemana arah tatapan manik Vero.
" Lagi liatin apa ?" tanya Hani.
" Dia itu siapa kamu sih ?" tanya Vero ketus.
" Temen,dia sering bantuin aku disekolah " Jawab Hani jujur.
" Beneran cuma teman ? kayak nya akrab bener " Kata Vero tak percaya.
" Iya sayang,dia itu anak kurang beruntung juga sama kayak aku,karna kita senasib jadi nyambung " Ujar Hani lembut.
" Terus dia tinggal sama siapa ?" Tanya Vero seraya membuka pintu mobil.
" Sendiri,dia ngekost gak jauh dari sini,dia juga kerja dibengkel tantenya " Jawab Hani.
Vero mangut2 paham,mobil mereka pun melaju.
Saat melewati anak tongkrongan disebuah tokoh tak jauh dari sekolah,manik Vero melihat Reka sedang merokok bersama teman2nya.
Lelaki remaja itu terlihat tanpa beban membuat Vero sedikit khawatir dengan kekasihnya yang terkesan sangat polos.
" Jangan terlalu dekat ya " Kata Vero mengusap kepala Hani.
" Iya,paling disekolah doang sama ngerjain tugas " Jawab Hani tersenyum.
Vero mengangguk paham,mereka pun langsung menuju rumah karna Hani sedang tak ingin kemana pun.
Di toko tadi seorang pria menghampiri Reka yang masih asik menyesap rokoknya dengan sebotol minuman berenergi.
" Bro,mana nomor hape Hani ?" tanya Pria bernama Sandri merangkul Reka.
" Gak ada " Jawab Reka santai.
" Lo gimana sih,masa iya temanan gak ada nomor hapenya " Kata Sandri heran.
" Percuma juga,Hani udah punya pacar " Kata Reka malas.
" Hahaha,masa sih gadis jelek itu punya pacar ?" Tanya Sandri tertawa tak percaya.
Reka diam tak mengubris.
" Ahhh gue baru aja mau ngegaetin dia,lumayan dia kan pinter tuh,biar gak cape gue isi pr " Kata Sandri ikut menyesap rokonya disamping Reka.
Reka hanya diam,meskipun mereka berteman cukup dekat tapi Reka jarang meminta contekan kecuali sudah benar2 terdesak.
" Ntar mintain ya Bro,gue kasih bonus la buat lo minum di tempat bokap gue " Kata Sandri memainkan alis matanya.
Reka masih diam tak menjawab meski otaknya berpikir keras.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.