Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kedatangan tamu


__ADS_3

Perut Laura semakin besar,perempuan itu mulai sering mengeluh sakit badan.


Justin yang belum pernah menangani wanita hamil sedikit panik saat Laura malam2 mengaduh sakit perut.


Seperti malam ini,Dokter menyarankan pasangan itu untuk melakukan hubungan intim untuk memperlancar persalinan nanti,tapi pria itu tidak mau karna tak tega melihat perut besar istrinya.


" Ayo " Ajak Laura sudah siap dengan baju dinas.


" Gak mau ah,ntar berojol lagi " Kata Justin ngeri.


" Gak,kan udah disaranin dokter " kata Laura terkekeh.


" Gak mau,kamu tau kan aku kalo udah sekali sulit berenti " Kata Justin tetap menolak.


" Ya pelan2 " Kata Laura membujuk.


" Gak2 aku mau lembur kerja aja " Kata Justin berlari keluar.


Laura melongo melihat nyali cetek suaminya,memang akhir2 ini Justin sering menolak jika diajak padahl sebelum2nya lelaki itu sangat aktif.


" Hadeeeh kok ada ya suami diajak begituan malah nolak harusnya kan aku yang takut " Gumam Laura mengusap perut besarnya.


Perempuan itu keluar dan melihat Justin masuk ruangan kerja.


Jika Justin masuk kesana malam2 bisa dipastikan lelaki itu akan semalaman lembur dan Laura harus bisa menahan suaminya.


Laura masuk kedapur dan membuatkan teh hangat.


Saat ini mertua Laura sedang keluar kota dan beruntung lelaki tua itu akan menikah tak lama lagi dengan seorang janda kenalan Cila.


Wanita kampung yang pekerja keras dengan 1 anak yang masih sekolah dasar ditinggal mati suami.


Justin menyetujui keinginan Daddy nya karna percaya jika Cila yang mencari calon pasti tidak akan mengecewakan.


Tak lama segelas teh hangat pun jadi,Laura membawa gelas itu menuju ruangan Justin.


" Sayang,kan udah aku bilang aku gak mau " kata Justin melihat Laura mendekat.


" Siapa yang maksa,orang cuma mau nganter ini " Kata Laura heran.


" beneran ? kamu gak taruh obat kuat kan didalamnya ?" tanya Justin was2.


" Ihh suuzon deh " kata Laura kesal.


" Ya siapa tau aja kamu ngebet " kata Justin ngeri.


Laura memutar mata malas dan berjalan keluar.


" Kalo ngantuk tidur gak usah dipaksain " Ucap Laura tanpa menoleh.


" Siap " Jawab Justin semangat


Pintu tertutup rapat,Justin menghela nafas panjang dan menyelisik teh buatan istrinya.


Pria itu sudah kapok di jahili Laura pas baru2 hamil,karna ngidam yang tak tertahankan lelaki itu harus melayani istri nya sampai sakit pinggang.


Makanya sekarang Justin begitu hati2 menerima apapun jika sudah malam hari.


Pria itu mengambil kaca matanya dan mulai membuka laptop.


Justin ada proyek baru dan harus selesai sebelum Laura melahirkan karna dirinya pasti akan sangat sibuk nanti.


Sebisa mungkin Justin selalu menemani Laura apalagi dalam mengecek bayi mereka kedokter.


Justin tak mau menyesal karna membiarkan Laura melakukan semua hal sendiri.


Satu minggu kemudian,dirumah Cila kedatangan seorang wanita membawa banyak hasil tani.


Wanita paru baya dengan tas punggung itu mengetuk pintu rumah Cila..


Ceklek..


Pintu terbuka,keluar lah seorang gadis dengan ganggang pel ditangannya.


" Cari siapa Bu ?" Tanya Hani mengernyit.


" Apa ini benar rumah Anastasya ?" Tanya wanita itu tersenyum canggung.

__ADS_1


" Anatasya ?" Ulang Hani mengernyit.


Wanita itu mengangguk.


" Cari siapa ?" tanya seorang lelaki dari arah belakang.


" Vero " Panggil wanita itu mengenali Vero.


" Eh Bu Nita,masuk Bu " Kata Vero kaget.


" Mama kamu ada ?" tanya Wanita bernama Nita itu tersenyum.


" Mama lagi ngajar " Jawab Vero.


" Ngajar ?" Tanya Hani dan Nita kaget.


" Mendidik anak ayam dan bebeknya dikadang " Jawab Vero terkekeh.


" Hah hahahahaha " Hani dan Nita langsung tertawa mendengar celetukan lelaki itu.


" Haha kamu kayak Mama mu aja " kata Nita menampar lengan Vero.


Vero ikut tertawa dan membantu wanita itu membawa barang bawaan nya.


" Sayang emang nama Mama,Anatasya ya ?" Tanya Hani mengintili Vero masuk kedapur.


" Hah kamu dapat dari mana ?" Tanya Vero mengernyit.


" Ibu itu bilang gitu tadi " Jawab Hani.


Vero memutar mata dan memegang bahu kekasihnya.


" Mama pake nama samaran,jadi jangan heran " Kata Vero tersenyum geli.


" Hah kenapa begitu ?" Tanya Hani kaget.


" Gak tau,mungkin takut dcari rentenir " Jawab Vero asal.


" Eh ngaco kamu " Kata Hani menampar Vero.


" Waah Mama panen ya ?" Tanya Hani girang.


" Iya buat stock telur dikulkas " jawab Cila menaruh telur2 itu ke meja.


" Ma ada tamu " Kata Vero seraya mengiduh teh panas.


" Siapa ?" tanya Cila.


" Didepan " Jawab Vero.


Cila mengernyit,wanita itu pun berjalan kedepan dan kaget melihat seorang wanita duduk diam disofa.


" Nita " Pekik Cila heboh.


Wanita itu menoleh dan tersenyum kecil.


" Wah2 calon besan datang " Kata Cila terkekeh.


" Hah kamu bisa aja " Kata Nita malu.


" Mana si Amat ? kok gak ikut ?" Tanya Cila.


" Gak,dia mau main bola katanya " Jawab Nita.


Cila ber Oh ria dan menganjak wanita itu masuk kedapur.


Nita membawa banyak hasil tani seperti pisang,ubi,bijur dan buah salak.


Hani hanya diam memperhatikan penampilan wanita seumuran Cila itu.


" Hani " Panggil Cila.


" Iya Ma " Jawab Hani.


" Kamu kocekin bijur gih,goreng tepung " Titah Cila.


" Beli aja napa Ma " Sahut Vero.

__ADS_1


" Gak,Mama mau makan bijur " Kata Cila kekeh.


" Nyusahin aja " Gumam Vero pelan.


" Mama kalo nyumpah langsung jadi loh Vero " kata Cila menyindir.


Vero berdecak dan berjalan kedepan.


Nita tertawa melihat Cila dan Vero tak pernah akur sedari pria itu kecil.


Hani mengulum senyum dan menemui Cila.


" Mana Ma ?" tanya Hani sopan.


" Tuh yang dibawain Bibi " jawab Cila.


" Ini " Kata Nita memberi karung yang ia bawa.


Hani menerimanya dan kaget melihat isi karung penuh dengan banyak bahan makanan.


" Goreng semuanya ?" Tanya Hani polos.


" Kamu mau sedekahan ?" tanya Cila balik.


" Ya gak sih " jawab Hani menggaruk kepala.


" Ya udah secukupnya aja " Kata Cila gemas.


" Hehe iya Ma " Jawab Hani mengkrucut.


Gadis itu mengambil berapa biji dan membawanya ke wastafel.


Nita terlihat kebingungan menatap Hani yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


" Kamu angkat anak lagi ?" Tanya Nita pelan.


" Gak " Jawab Cila sambil makan pisang yang sangat besar.


" Terus itu siapa ?" tanya Nita.


" Pacarnya Vero " Jawab Cila santai.


" Hah pacar Vero ?" tanya Nita kaget.


" Dia tinggal disini ?" Tanya Nita lagi.


" Hm "


" Dia keliatannya masih anak2 " Kata Nita memperhatikan tubuh dan penampilan Hani


" Ya masih SMA,tapi habis ini mau aku nikahin " Kata Cila tersenyum.


" Ia daripada bikin dosa " Kata Nita setuju.


" Berani mereka mesum dirumah ini aku usir sama cd2 nya " Kata Cila tegas.


Glek...


Hani yang sedang membersihkan bijur langsung terdiam mendengar ancaman sang calon ibu mertua.


" Hahaha ya,terus gimana sama cowok yang kamu bilang itu ?" Tanya Nita berpindah topik.


" Hm aman,semua udah aku atur " Jawab Cila terkekeh.


" Emang dia mau sama aku yang jelek ini ?" tanya Nita menunduk.


" Ck jangan merendah gitu,aku yang burik ini aja dapatnya pangeran arab,masa iya speak Nike Ardila gak dapat mertua Laura " Kata Cila tersenyum geli.


" Arab dari mananya,aku aja kek orang bugis " Ucap Vero melewati 2 perempuan itu.


Nita tertawa ngakak,Cila melempar kesal tubuh anaknya dengan singkong yang ia pegang..


Hani yang tadinya ingin bersedih langsung tertawa dengan celetukan sang kekasih.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya..

__ADS_1


__ADS_2