Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kost


__ADS_3

Disebuah kamar seorang pria terlihat beberapa kali mengecek hapenya.


Arshad menghubungi Rania tapi gadis itu tidak menjawab pesan atau mengangkat panggilan.


" Dia dimana ? Apa belum pulang ?" Gumam Arshad heran.


Lelaki tersebut terlihat gelisah,bagaimana pun ia merasa bertanggung jawab karna saat ini Rania tak punya siapa2.


Arshad tak bisa membiarkan Rania begitu saja,lelaki itu sangat perduli dengan sesama.


Ceklek...


Pintu kamar tiba2 terbuka,masuklah seorang gadis dengan wajah tenangnya mendekati pria tersebut.


" Kamu lagi ngapain ?" Tanya Angel duduk diranjang.


" Ngerja Pr " Jawab Arshad asal.


" Hahahaha " Angel tertawa ngakak mendengar jawaban pria tersebut.


" Aku gabut nih,jalan yuk " Ajak Angel


" Kemana ?" tanya Arhsad.


" Nongkrong gitu,cuci mata " Jawab Angel lagi.


" Aku mager " Balas Arshad.


" Ck,ga cape apa kamu dirumah terus,cari kesenangan kk diluar " Kata Angel heran.


Arshad diam,dirinya cukup paham dengan tingkah laku Angel yg cukup bar2.


" Oh iya Syad,besok aku mau makan siang sama Om Daniel,mau ikut ga ?" tanya Angel.


" Kamu sama Om Daniel beneran pacaran ?" tanya Arshad serius.


" Ngga " Jawab Angel.


" Jujur Njel " Paksa Arshad.


" Ga kok kita htsan wkwkw " Balas Angel.


Arshad melongo mendengar ucapan gadis tersebut.


" Kayaknya ada ga ada hubungan itu sama aja Syad,lebih asik ga ada hubungan tapi kalo ketemu saling mesra hahaha " Ujar Angel sambil tertawa.


" Bukannya lebih jelas kalo ada status ?" tanya Arshad mengernyit.


" Iya,tapi ga berlaku lagi di aku deh " Balas Angel.


" Huuuffttt,Om Daniel itu udah dewasa banget loh Njel,di cocok jadi bapak kamu " Kata Arshad menahan tawanya


Angel mengkrucut tak terima.


" Walaupun umut tua,tapi lihat wajahnya perawakannya Syad,masih kk abang2 kantoran " Balas Angel bangga..


Arshad tertawa,pria itu menyadari pesona Daniel memang sudah berhasil memikat Angel bahkan saat gadis itu beranjak dewasa.


Daniel juga lebih awet muda ketimbang Prito dan Aktam.


" Kamu ga takut ?" tanya Arshad lagi.


" takut apa ?" tanya Angel.


" Ya kamu kan masih lugu dan segel,kalo dia ngapai2n kamu gimana ?" Tanya Arshad ngeri.


" Wkwk aku sodorin Syad " jawab Angel santai.

__ADS_1


" Hah " Pekik Arshad syok.


" kamu gila apa !" Lanjut lelaki itu marah.


" Wkwkw,kalo Om Daniel gitu,mungkin sekarang aku dah hamil gede Syad " Balas Angel lagi.


Arshad melotot terkejut.


" Kamu tau kan,Om Daniel itu udah berapa kali tidur sama aku,tapi buktinya dia ga berani ngapa2in " Kata Angel santuy.


" Ya karna dia mandang Papa kamu " Balas Arshad.


" Ya kamu benar,kalo bukan anak Papa mungkin aku dah jadi peyek " Balas Angel terkekeh.


" Jadi,kamu jangan mancing Om Daniel terus,dia juga lelaki normal loh,apalagi duda,behh bisa itu Njel " kata Arshad ngeri2 sedap.


Angel tertawa,terlihat sekali Arshad mengkhawatirkan dirinya meski pria itu terlihat dingin dan sulit tersentuh.


" Tenang aja,aku pake Cd besi yg ada gembok nya " Kata Angel melawak.


Arshad melempar gadis itu dengan pulpen dan membuat Angel tertawa terbahak.


" Eh btw,Rania apa kabar ? Udah jadian kamu sama dia ?" tanya Angel teringat.


Arshad diam menerima lagi pulpennya dari Angel.


" Aku ga tau,dia ga ada kabar " Balas Arshad.


" Ck,aku bingung sama pertemanan kalian,sok2an jual mahal padahal saling suka " Kata Angel berdecak.


Arshad kembali diam.


" Udah lah Syad,sebelum Rania diambil orang,mending kamu gasss " Saran Angel.


" Aku ga pacaran sama dia " Balas Arshad.


" Emang aku sama Rania terlihat cocok ?" tanya Arshad sedikit ragu.


" Hm cocok sih,cuma ya Rania mentalnya baja banget,itu yg bikin aku salut sama dia,walaupun tindakannya ga bisa dibenarkan juga "


Arshad tersenyum,memang Arshad akui jika Rania punya mental yg luar biasa dalam melawan hal yg tak ia sukai.


Keduanya saling mengobrol mengurik isi hati2 masing2.


Ditempat lain,seorang gadis terdiam melihat pria didepannya sibuk sendiri dengan banyak tumpukan baju.


" Tidak usah,aku nanti kerjakan sendiri " Ucap Rania pelan


" Ck,kamu itu perempuan harusnya bisa bersikap rapi dan bersih " Balas Reka kesal.


Yap,pria asing itu adalah Reka yg menjenguk Rania karna mendengar dari temannya jika Rania tak keluar rumah dari pagi.


Lelaki itu diam2 juga perduli kepada gadis malang tersebut.


Reka terus melipat satu persatu baju dan celana Rania,bahkan kain berbahaya pun tak luput dari tangan pria tersebut.


Rania merasa sangat malu,tapi gadis itu tak bisa berbuat banyak karna kepalanya sangat sakit dan tubuhnya lemas.


Rania memandang Reka dengan wajah yg sulit di mengerti.


" Apa kau tidak lelah ?" tanya Rania serak.


Reka mengangkat kepalanya melihat gadis itu sejenak.


Keduanya saling menatap membuat Rania tak kuat.


" Pulang lah,aku sangat mengantuk " Kata Rania mengalihkan.

__ADS_1


" Kau mengusir ku ?" Tanya Reka melotot.


Rania mengangguk cepat.


" Ck,kau memang gadis nakal " Kata Reka kesal.


Rania tersenyum,gadis itu memang suka mmebuat Reka kesal setengah mati.


" Apa kau tak suka ?" Tanya Rania.


" Aku capek Ran,numpang tidur disini ya " Jawab Reka melemah


" Hah " Pekik Rania syok


" Males aku pulang " Lanjut Reka.


" Tapi aku dan kamu....." Ucap Rania menggantung.


" Ga ada yg perduli,kalo ke gep pun ga papa,paling kita disuruh nikah " Kata Reka santai


" Eh kamu gila apa !" Kata Rania terbelalak.


" Ck,ga usah gr dan ngarep " Balas Reka.


" Apa !" Pekik Rania makin melotot.


Gadis itu bahkan terbangun dari tidurannya untuk mematah argumen Reka yg asal2N.


Reka bangkit dan menyimpan baju Rania didalam lemari kecil..


Rania terdiam,gadis itu menatap Reka tanpa suara.


Reka sangat telaten,tak heran karna pria itu sudah terbiasa mengurus dirinya sendiri bahkan soal rumah dan dapur.


Setelah Reka selesai,lelaki itu mengambil bantal yg Rania pakai tidur membuat gadis itu tersentak.


" Hei apa yg kau lakukan ?" Pekik Rania.


" Geser Ran,lantainya dingin " Jawab Reka mulai berbaring.


" Apa ? Kau ingin tidur disamping ku ?" Pekik Rania tak percaya


" Lalu ? Kau akan menyuruh ku tidur dimana ?" Tanya Reka datar.


Rania menelan ludah kasar lalu melihat sekeliling.


Memang tak ada tempat yg layak,apalagi jika harus membiarkan lelaki itu tidur dilantai.


" Kamu tenang aja,aku ga bakal nyerang gadis lemah " Kata Reka mengejek.


" Heh aku ga lemah " Kata Rania tak terima.


Reka menyentuh kening Rania dan langsung ditepis gadis tersebut.


" Besok kau akan sembuh total " kata Reka tersenyum smirk.


" Aku akan membunuh mu jika kau berani menyentuh ku " Ancam Rania tajam.


" Ckck,kita lihat saja nanti " Balas Reka enjoy.


Lelaki itu pun menggeserkan badannya memepet kasur Rania yg ssbsnarnya hanya cukup untuk 1 orang saja.


" Rekaaaaaa " Pekik Rania tak terima.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2