
Disebuah rumah seorang gadis termenung setelah menyelesaikan pekerjaan.
Hari ini keluarga kecil Histi pergi berlibur kepantai dan rencana akan pulang malam nanti.
Sania datang siang dan terkejut melihat rumah begitu berantakan,gadis itu memang diberi akses oleh Serkan untuk keluar masuk rumah karna pria itu percaya kepada gadis yg telah mereka kenal sejak kecil.
Hari ini Sania tak membawa ibunya karna wanita itu bekerja sebagai irt disebuah rumah orang kaya kenalan Histi.
Sania yg sendirian habis kuliah pun merasa bosan dirumah dan memilih mampir kerumah orang tua angkatnya.
" Huh capek banget " Gumam Sania duduk lesehan didepan teras.
Cuaca begitu panas,beruntung rumah serkan dikelilingi Pohon buah yg rindang meski belum menampakkan putik..
Suasana sangat sepi,perumahan elit itu memang jarang ada warga yg keluar apalagi jika sedang hari libur.
Sania duduk santai sambil mengipasi wajahnya.
Rumah Histi sudah rapi dan bersih,tak ada lagi bekas makanan atau mainan berserakan dilantai.
" Aku bikin apa ya ? haus juga " Gumam Sania pelan.
Gadis itu bangun dari duduknya dan berjalan masuk.
Karna sudah terbiasa dirumah Histi,gadis itu merasa tak asing lagi.
" Ih pasti ini Om Serkan deh,kebiasaan banget taruh hape sama laptop sembarangan " Gumam Sania melihat meja.
Gadis itu kembali berjalan dan diam tiba2.
Sania berbalik badan dan melihat lagi laptop tersebut.
" Apa ini ?" gumam Sania pelan.
Dengan berani gadis itu menarik kertas dan melihatnya.
" Om Serkan sama siapa ?" Gumam Sania pelan.
Terlihat sebuah foto seorang wanita bercadar sedang duduk disebuah bangku sambil tersenyum dibalik kain yg menutupi sebagian wajahnya.
" Apa ini Tante Histi ? tapi mana mungkin pake beginian ?" Gumam Sania menyelisik.
" Gak2 ini bukan Tante Histi,raut senyumnya beda " Lanjut Sania lagi.
Gadis itu terus melihat dan tak mengenali gadis misterius tersebut.
" Tapi kenapa bisa ada disini ? apa ini saudaranya Om Serkan ? tapi kan Om Serkan cuma punya adik laki2 ?" Gumam Sania mengingat.
Otaknya terus berpikir keras,gadis remaja itu begitu penasaran saat ini.
" Apa saudaranya Tante Histi ya,tapi perasaan gak ada yg bercadar ?" Lanjut Sania lagi.
" Atau jangan2 ?" Ucap Sania menggantung.
" Ah gak2,gak mungkin Om Serkan gitu " Gumam Sania menggeleng.
Otak polosnya mulai bekerja,gadis itu merasa ada yg mengganjal dihati.
" Kalo Om Serkan selingkuh,bisa KO ketahuan sama Tante Histi " Kata Sania ngeri.
Gadis itu terus mendumel sendiri tanpa sadar seseorang masuk kerumah dan melihat dirinya dengan wajah aneh.
Sania menaruh foto itu lagi dan mencoba menyembunyikannya tapi naas gadis itu dibuat terkejut dengan tepukan seseorang.
" Aaaaa " pekik Sania meloncat.
Gadis itu berbalik badan dan kembali kaget melihat seorang pria dewasa berdiri didepannya.
" Om !" Ucap Sania syok.
" Om pala mu " Ucap lelaki itu kesal.
" Mana Kak Histi ?" tanya lelaki itu lagi.
" Gak ada Om,Tante Histi kepantai " Jawab Sania.
" Gue bukan Om2 sialan !" kata lelaki itu tak terima.
__ADS_1
Sania menggaruk kepala bingung,memang lelaki tampan didepannya saat ini selalu marah jika ia memanggil dengan sebutan Om,meski nyata2nya memang sudah Om2 atau lebih tua dari Sania.
" Panggil gue Abang aja gadis nakal " Ucap lelaki itu menjapit hidung Sania.
" Nanti aku berdosa " Kata Sania mengkrucut.
" Gak ada begituan,panggil abang aja,mana gue belum nikah udah dipanggil Om " Kata lelaki itu gemas.
Sania mengangguk kecil daripada ia terus mendengar lelaki dewasa itu marah2.
" Udah makan belum ?" tanya lelaki Histi itu tenang.
" Belum Bang,gak ada lauk " jawab Sania mengkruvut.
" Ya udah ikut abang yuk "
" Kemana ?" tanya Sania mengernyit.
" Ikut aja " kata lelaki itu tenang.
Sania diam melihat pria tersebut berjalan meninggalkan dirinya.
" Saniaaaa " Suara panggilan terdengar nyaring.
" Iya Tunggu " jawab Sania sedikit berteriak.
Gadis itu pun langsung berlari keluar dan mengejar lelaki tadi.
Keduanya menaiki mobil mewah,Sania tak tau akan dibawa kemana tapi ia yakin adik Histi tersebut tidak akan menjualnya.
" Mau kemana Bang ?" tanya Sania menoleh.
" Ikut aja,kita makan besar " Jawab Adik Histi santai.
Sania mengangguk dan duduk tenang.
Lelaki itu menoleh dan terkekeh geli,kini ia tau mengapa Histi tak bisa melepaskan gadis malang tersebut.
Sania begitu polos dan penurut,anak itu juga tak banyak tingkah seperti gadis2 seumuran dirinya.
Mobil terus melaju hingga mereka tiba disebuah lapangan dengan beberapa pohon besar.
" ketemu teman2 Abang,jangan takut mereka bukan orang jahat " Jawab adik Histi tenang.
" Aku aduin sama Tante kalo Om berani macam2 !" Kata Sania tajam
" heh aku juga males denger suara cempreng Kak Histi " BLas Lelaki itu memutar mata.
Sania turun dari mobil dan mulai melangkah.
Terlihat dari kejauhan kepulan asap yg membuat manik gadis itu mengernyit.
" Tunggu Om " Pekik Sania melihat dirinya malah ditinggal.
Gadis itu berlari dan mengikuti langkah pria dewasa didepannya.
Sania merasa bingung kenapa mereka malah pergi ke hutan untuk mencari makanan.
Tapak demi tapak ia langkahi hingga manik gadis itu membulat saat melihat didepan sana ada beberapa pria dan wanita sedang berasik ria didepan danau.
" Waw " Ucap Sania tak percaya.
" Ayo cepetan dah laper ini " Kata Adik Histi menarik tangan Sania.
" Tungguin Om " Kata Sania berlari.
Keduanya mendekati kerumunan dan membuat beberapa orang berbalik badan.
" Wah2 lo telat !" Ucap seorang lelaki menegur.
" Iya,gue harus jemput nih bocah dulu kerumah Kakak gue "
" Pacar lo ?" tanya teman lelaki itu.
" Bukan,anak angkat "
Mereka ber Oh ria,Sania yg bingung memilih diam saja dengan senyum canggungnya.
__ADS_1
" Kasih makan ya,gue mau ngerokok dulu " Ucap adik Histi pamit.
" Iya " Jawab temannya malas
Adik Histi langsung berjalan kearah lain mendekati teman2nya yg sibuk memancing didanau buatan tersebut.
" Kamu ke Tenda sana ya,beberapa makana udah tersaji minta aja sama kokinya " Ucap pria bernama Dodi itu ramah.
" Iya Om " Jawab Sania mengangguk.
Gadis itu pun berjalan mendekati tenda,disana hanya dirinya yg paling kecil,maklum teman2 adik Histi sudah pada dewasa dan berumur.
Saat akan masuk ketenda,gadis itu dibuat terkejut dengan warga disana.
" Astagfirullah " Ucap Sania syok.
Lelaki dan wanita yg sedang berpelukan tersebut kaget dan melepaskan diri.
" Maaf2 aku tidak sengaja " kata Sania merasa bersalah.
" Kamu siapa ?" tanya seorang gadis dewasa mengernyit melihat adanya orang asing.
" Aku aku Sania Kak em anu..." Kata Sania gugup dan takut.
Wanita dan lelaki itu terus melihat Sania dengan wajah menyelisik hingga orang lain masuk ketenda.
" Dagingnya ud...." Ucap lelaki itu menggantung.
Sania berbalik badan dan melonjak kaget.
" Abang " Gumam Sania melotot.
" Pacar lo Syad ?" tanya wanita tadi kepada pria tersebut.
" Hah " Kata Arshad terkejut.
Glek...
Sania menelan ludah kasar dan diam melihat wajah terkejut pria bernama Arshad itu.
" Bukan " Jawab Arshad menggeleng.
Sania menunduk takut dan degdegan melihat semua expresi orang2.
" Sani....a " Panggil seseorang menggantung.
Arshad dan temannya berbalik badan.
" Udah ada makanannya ?" tanya Juna melihat Sania.
" Pacar lo Jun ?" tanya pasangan tadi melotot.
" Hah !" Pekik Juna melotot.
Arshad melihat Sania dari ujung kaki hingga kepala,pria itu merasa ada sesuatu yg aneh.
" Bukanlah,dia ini....."
" Om ayo pulang " Potong Sania menarik Juna mundur.
" eh kamu belum makan " kata Juna terseret.
" Aku udah kenyang " Balas Sania terus menyeret Juna menjauh.
Arshad diam dengan piring daging yg sudah matang.
" Bentar San,kita makan dulu " Kata Juna menarik tangannya.
Gadis itu diam dan langsung menunduk.
" Kenapa kamu takut ?" tanya Juna aneh.
Sania tak menjawab,gadis itu melirik Arshad yg ternyata masih melihat kearah mereka dengan tatapan yg sulit dimengerti.
Arjuna yg dulu kalem dan tak banyak bicara kini menjari pria gaul seriring berjalannya waktu.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.