
Pagi ini suasana rumah Cila sangat heboh.
Disana kedatangan orang tua juga adiknya yang akan menginap karna sudah lama tak berkunjung.
Pagi ini juga hari pertama Hani sekolah,Cila merasa sangat malu karna harus tercyiduk orang tua dan juga adiknya.
" Ini anak siapa Kak ?" tanya Denis melihat Hani keluar dari kamar lama Laura.
Hani menunduk takut melihat lelaki tinggi tegap itu menatapny dari ujung kaki hingga kepala.
" Calon istri Om " Jawab Vero keluar dari dapur.
" Hah calon siapa ?" tanya Denis mengernyit.
" Calon aku lah,siapa lagi " Kata Vero gemas.
" Apa !" pekik Denis syok.
Vero menggaruk kepalanya malu,bukan hanya Denis yang kaget istrinya juga ikut terkejut.
" Beneran Kak ?" tanya Denis kepada David yang sedang menyemir sepatu didepan rumah.
" Iya " Jawab David tenang.
" Astaga " Kata Denis menganga.
" Wah2 Vero dapat daun muda Mas,mana masih sekolah ck2 luar biasa " Kata Miska takjub.
Hani sudah memerah layaknya kepiting rebus.
" Kamu sekolah ?" Tanya Denis kepada calon ponakannya itu.
" Iya Om " jawab Hani malu.
" Kelas berapa ?" Tanya Denis kepo.
" Kelas 2 " jawab Hani menunduk.
" Ya Tuhan " kata Denis menggeleng tak percaya.
Miska terkekeh bersama mertuanya yang sedang istirahat depan Tv,kondisi Sintia cukup memburuk membuat Denis sangat khawatir dan membawanya kerumah Cila karna jika dirumah mereka Denis takut ibunya bukan sehat malah semakin parah mengingat anak kembarnya tak pernah akur dirumah.
" Gak papa,ya penting cewek " Kata Sintia lembut.
" Iya Bun,tapi kan ini..." Kata Denis menatap Vero tajam.
" Udah jodoh Om,mau gimana lagi " Kata Vero menggaruk kepalanya.
" Udah2 sana antar Hani sekolah,udah mau jam 7 " kata David menegur.
Semua orang melihat jam didinding dan mengangguk setuju.
" Ayo sekolah dulu " Kata Vero menggandeng gadis itu.
Hani mengangguk,gadis itu pun menyalami semua orang tua disana.
" Sekolah yang bener " Kata Sintia mengusap kepala Hani.
" Iya Nek " Jawab Hani lembut.
" Bekal kamu udah dibwa ?" Tanya Cila.
__ADS_1
" Udah Te " Jawab Hani tersenyum.
" Mulai sekarang panggil Mama aja Dek " kata Miska menggoda.
Cila melotot melihat perempuan sedang hamil 3 bulan itu.
Miska terkekeh geli melihat wajah kesal iparnya.
" Iya Hani,panggil Mama gak papa " Kata Sintia setuju.
Hani mengangguk dan menatap Cila takut.
" Iya panggil Mama aja biar lebih mendalami peran " kata Cila pasrah.
Semua orang langsung tertawa termasuk David yang nongkrong depan pintu.
Gadis itu pun diantar Vero pergi sekolah untuk pertama kalinya.
Setelah Hani pergi,Cila langsung dibondong dengan penuh pertanyaan dari Miska dan Denis.
Pasangan itu terlihat sangat kepo bagaimana Hani bisa nyangkut dirumah wanita bar2 tsb.
Sintia juga kepo tapi wanita itu memilih diam saja karna Sintia tau anaknya punya hati yang lembut meski Cila sering menampakkan wajah hulk nya.
Cila mulai bercerita semua awal mula,Denis dan Miska mangut2 mengerti dengan curhatan wanita itu.
" Vero udah dewasa Kak,dia tau cara memanusiakan manusia " Kata Denis tersenyum.
" Ya,Kakak awalnya menolak tapi Kakak lihat Hani gadis yang sopan,dia juga gak nuntut ini itu sama Vero " Kata Cila menghela nafas.
" Ya gak papa,kalo Hani sama Vero mau menikah,restuin aja toh Vero udah dewasa juga" kata Denis tenang.
" Iya tapi tunggu 2 tahun lagi,Kakak gak mau ntar Hani sibuk sekolah,Kakak yang sibuk ngurus anaknya " Kata Cila mengkrucut.
Cila mendengus tidak terima membuat semua orang kembali tertawa.
" Si Triplet masih suka bacok2an ?" Tanya Cila teringat akan keponakan kembarnya.
" Iya kalo gak ada Mas Denis " Jawab Miska lesu.
" Mereka masih suka berantem ?" Tanya Denis tak percaya.
" kadang,kalo kamu ada dirumah aja mereka akur,pas kamu keluar kambuh lagi penyakit mereka bikin aku sakit kepala " kata Miska lesu.
" Bener2 dah tuh anak minta dihukum lagi " kata Denis geram.
" Gak papa,nanti juga akur sendiri selama kalian gak pilih kasih " Kata Sintia menenangkan.
" Iya Bun,tapi sekarang udah mendingan gak kayak dulu lagi karna tau aku hamil gak boleh setres " Kata Miska terkekeh.
Denis menghela nafas,lelaki itu yakin istriny pasti sangat lelah menghadapi Triplet yang beda2 sifat dan tingkah laku,kadang tak jarang Denis pulang salah satu anaknya sudah menangis kejer dikamar.
Tapi meskipun begitu mereka tetap solid,jika ada satu yang berkelahi diluar maka keduanya pun akan ikut berkelahi memerangi musuh saudaranya.
Didepan gerbang sekolah,sepasang kekasih baru saja sampai.
Vero memperhatikan penampilan Hani dari ujung kaki hingga kepala.
Gadis itu terlihat sangat imut dengan baju sekolah yang masih baru.
" Ciee anak sekolahan " Goda Vero.
__ADS_1
" Om ihh diem2 " Kata Hani merasa malu.
" Jangan nakal ya,jangan ganjen juga " Kata Vero merapikan anak rambut Hani yang sedikit berantakan terkena helm.
" Iya Om " Jawab Hani tersenyum.
" Kasih kiss dulu " Kata Vero menepuk pipinya.
" Gak mau ah,diliatin orang banyak ini Om " Kata Hani menggeleng.
" Oh gitu ya,gak aku kasih uang jajan nih " Kata Vero ingin merajuk.
" Yaah jangan dong Om " kata Hani memelas.
" Makanya cepeta....Cup " Hani mengecup cepat bibir lelaki itu membuat Vero terdiam.
" Udah,mana uang jajan nya ?" tagih Hani menadahkan tangan.
Vero bersemu merah mendapat kecupan tiba2 gadis itu.
" Cepetan Om,nanti terlambat " Kata Hani merengek.
" Iya ini " kata Vero memberi uang 10 ribu.
Hani menerimanya dengan senyuman dan menyalami lelaki itu.
" Aku masuk dulu daah " Kata Hani berjalan cepat seraya melambaikan tangan.
"Ehh Han...." Pekik Vero kaget.
Pria itu baru ingin memberi 100 ribu kepada Hani,tapi tanpa diduga gadis itu menerima uang 10 ribu darinya padahal tadi Vero hanya ingin bercanda.
" Astaga anak itu " kata Vero menggeleng pelan.
Lelaki itu pun memasukkan lagi uangnya kedalam saku dan menatap Hani masih melambaikan tangan menghadap dirinya.
" Semangat " Pekik Vero kencang.
Hani tersenyum mengangguk lalu menghilang dibalik belokan.
" Jajan 10 ribu dapat apa jaman sekarang,gue aja dulu selalu dikasih 50 ribu sama Mama " Gumam Vero menggeleng pelan.
Lelaki itu pun pulang kerumah dengan hati menghangat dengan sikap manis kekasihnya.
Didalam kelas,semua orang melihat kearah gadis itu.
Hani sudah mengetahui kelasnya dimana,gadis itu sedikit gugup dipandang aneh orang2.
" Lo murid baru ?" Tanya seorang perempuan dengan gaya urakan menduduki meja Hani.
" Iya " Jawab Hani tersenyum canggung.
" Tinggal dimana lo ?" Tanya gadis itu lagi.
" Di jalan x " Jawab Hani pelan.
Gadis itu ber Oh ria dan menatap penampilan Hani dari ujung kaki hingga kepala.
Barang2 yang dipakai Hani cukup mahal terlihat dari sepatu bermerk yang berharga jutaan pemberian Vero.
" Boleh juga nih cewek,jangan2 dia anak orang kaya lagi " Batin perempuan bernama Sandra itu tersenyum smirk.
__ADS_1
Hani yang melihat gerak gerik aneh murid perempuan itu terlihat cuek saja karna ia berniat untuk sekolah agar bisa menyeimbangi Vero suatu hari nanti agar lelaki itu tidak malu jika memperkenalkan dirinya.