Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pilihan


__ADS_3

Pemakaman berjalan dengan lancar,Laura banyak diam menatap setiap proses yang dilalui ibunya.


Tak ada air mata yang terjatuh lagi di pipi gadis itu,tapi mereka semua tau dan mengerti bagaimana kondisi jiwa dan fisik gadis itu saat ini.


Setelah mendapat kabar dari istrinya,David langsung pulang meninggalkan pekerjaan meski sebenarnya tak bisa ditinggal begitu saja.


Pria itu memeluk menggendong Laura dengan sayang saat orang2 mulai menaburi bunga.


Laura hanya diam dan diam,tak ada lagi teriakan histeris saat mengetahui ibunya kini sudah meninggalkan dirinya seorang diri.


Yap,kini status Laura menjadi anak yatim piatu,banyak yang mengkasihani gadis malang itu,tapi Laura terlihat sangat tegar.


David mendekap gadis itu,air mata nya menetes deras tak sanggup melihat Laura yang menatap makam ibunya dengan nanar.


" Laura sayang " Panggil Cila bergetar.


Laura menoleh menatap Cila dalam diam.


" Ayo turun Nak,kasih salam perpisahan sama ibu kamu " Kata Cila meneteskan air mata.


Para tetangga mulai menangis,bahkan bapak2 disana juga ada yang menangis melihat kearah lain.


Mereka tak tega anak sekecil Laura kini harus hidup sendiri tanpa orang tua.


" Turun ya " Pinta David lembut.


Laura mengangguk lemah tanpa kata,David langsung menurunkan gadis itu dan memberi jarak agar Laura bisa dekat dengan nisan ibunya.


Semua orang berdiri membiarkan gadis itu mengucapkan kata terakhir.


" Mas hiks hiks " Cila menangis tersedu sedu.


David mengusap punggung Cila agar istrinya tenang.


Nisa duduk bersama gadis malang itu menguatkan Laura.


" Ayo sayang " Kata Nisa lembut.


Dibalik kaca mata hitam Reno,pria itu ikut menangis,dirinya tak bisa membayangkan jika keadaan Laura terjadi kepada anak2nya.


" Papa " Rengek Aktam dan Andrew memeluk pinggang Reno.


" Shut,jangan berisik " Kata Reno memainkan jari ke mulut.


Aktam dan Andrew diam dan melihat kearah Laura yang juga masih diam.


" Tante " Panggil Laura serak kepada Nisa.


" Iya sayang " Jawab Nisa berkaca kaca.


" Kenapa Nak ?" Tanya Nisa mengusap kepala Laura.


" Kenapa Ibu ninggalin aku juga Te,apa ibu ngak sayang lagi sama Laura ?" Tanya Laura terlihat sangat bingung.


Deg..


Nisa terdiam,perempuan itu dengan cepat menggeleng.


" Bukan begitu sayang " Kata Nisa lembut.


" Ayah juga ninggalin Laura Te,Laura ngak tau wajah Ayah Laura " Kata Laura mulai menangis.


Tangis mulai terdengar,orang2 menatap Laura sangat kasihan.

__ADS_1


" Laura anak yang pintar dan ceria,Laura harus ikhlas " Kata Nisa lembut.


" Laura juga ingin keluarga yang lengkap Te,Laura hanya punya ibu tapi kenapa sekarang Ibu ninggalin Laura juga hiks "


Nisa menangis mendekap anak itu dengan sayang.


Air matanya seolah tak henti keluar.


Nisa dan Reno saat tau kabar duka itu,Mereka langsung menuju lokasi meski sebenarnya Reno harus keluar kota siang tadi.


" Apa aku senakal itu sampe Ibu ninggalin aku ?" Tanya Laura sangat sedih.


Cila ikut duduk memeluk mereka berdua.


" Laura sayang,Laura itu anak baik dan penurut,Tante tau ini berat untuk kamu,tapi kamu harus mengikhlaskanya Nak " Kata Cila menangis sedih.


Laura terdiam dan melihat tanah merah yang baru saja mengubur ibunya.


" Ibu hiks hiks " Laura menangis kencang memeluk Nisan seorang wanita yang bertulis Siti binti Fulan karna para tetangga tak tau siapa nama orang tua wanita malang itu.


Nisa dan Cila membiarkan Laura menangis kepada ibunya,mereka tak tega mengatakan hal2 yang mungkin gadis itu tak tau apa artinya.


Setelah beberapa menit,hujan rintik"mulai turun seolah ikut bersedih atas kehilangan Ibu Laura yang sangat gadis itu cintai.


" Ayo kembali,akan turun hujan " Ajak Reno menepuk pelan pundak Nisa.


Nisa mengangguk dan mendekati Laura yang memainkan tanah basah ibunya.


" Ayo sayang,kita pulang " Ajak Nisa lembut.


" Ibu gimana Tante,nanti ibu kesepian ngak ada aku " Kata Laura polos.


Deg...


Nisa terkejut dan langsung melihat suaminya.


" Gimana ini Mas ?" Tanya Nisa khawatir.


Reno melihat kedua putranya seolah memberi kode agar bisa membujuk Laura pulang.


Aktam dan Andrew saling melihat,merasa aneh dengan manik Reno.


" Papa kenapa ?" tanya Aktam heran.


Reno menghela nafas lelah dan membisiki 2 jagoannya itu.


" Ohhh,ngomong dong " Kata Aktam mulai mengerti.


Reno mengangguk dan membiarkan 2 anak nya beraksi.


Andrew mendekati Laura dan merangkul pundak gadis kecil itu.


" Kenapa Bang ?" Tanya Laura heran.


" Pulang yuk,Abang mules nih " Kata Andrew berpura2.


" Ya udah,Abang pulang aja " Kata Laura santai.


" Jauh mau pulang kerumah kami,Abang numpang dirumah kamu ya " Kata Andrew memelas.


" Iya Nih,abang juga haus mau minum " Timbal Aktam mengusap lehernya.


" Tapi kan aku mau jagain ibu disini " Kata Laura polos.

__ADS_1


Reno dan Nisa bangkit duluan bersama para tetangga yang lain,membiarkan anak2nya membujuk Laura.


" Kamu tega liat Abang pup disini " Kata Andrew sedih.


" Iya,apa kamu tega abang kehausan "


Laura terlihat bimbang,otak cerdasnya saat ini tak berfungsi normal.


" Ya udah hayuk " Kata Laura bangkit dari duduknya.


Aktam dan Andrew tersenyum penuh kemenangan.


" Ayo cuci tangan dulu " Ajak Andrew mengambil air dibotol.


Aktam membantu mencuci tangan gadis itu sampai bersih.


Seolah lupa apa yang terjadi barusan,Laura langsung berjalan tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya.


Hujan seketika turun dengan lebat membuat ketiga bocah itu kelabakan berlari.


" Yes,dapat hadiah dari Papa " Kata Aktam semangat.


Andrew mengangguk setuju,karna sesuai perjanjian mereka tadi,jika 2 kembar itu mampu membujuk Laura maka permintaan mereka akan dikabulkan.


Mereka pun pulang krumah Laura.


Malam harinya setelah tahlilalan selesai,Laura sudah tidur bersama Vero disampingnya.


Clara tak bisa datang berkunjung karna mereka sedang kerumah sang Papa yang kini sudah memiliki anak,stelah menikah beberapa waktu lalu.


Meski begitu,Clara ikut berduka dan mereka vidio call cukup lama.


Zaiva yang melihat wajah sembab Laura pun ikut menangis,dan berjanji akan mengirimkan doa untuk ibu Laura.


" Kasihan Laura ya Mas " Kata Cila menatap iba gadis itu.


" Iya,Laura terlalu kecil untuk menerima kenyataan pahit ini " Kata David menghela nafas.


" Habis ini Laura gimana Mas,dia ngak punya siapa2 lagi " Kata Cila bingung.


David mengusap wajahnya dan mencoba tenang.


" Kalo kita bawa dia ke panti aja gimana ?" Tanya David hati2.


Deg..


Cila melotot kaget.


" Ngak mau lah aku masak kamu tega bawa Laura ke panti " Kata Cila tak terima.


" Habis mau gimana lagi Yank,Laura ngak ada orang tua " Kata David pusing.


Kini hanya mereka ber4 yang berada dirumah kontrakan sederhana milik Laura.


Cila terdiam,dirinya tak mau melihat Laura menderita.


" Apa dia akan bahagia tinggal disana ?" Tanya Cila bimbang.


" Yang pasti dia punya banyak teman dsana " Kata David mendesah lesu.


Cila kembali diam menatap nanar gadis kecil yang tidur meringkuk memeluk putranya.


" Maafkan Tante sayang " Kata Cila lirih.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2