
Dirumah besar Nisa seorang pria dewasa baru saja turun dari mobilnya,Reno berjalan cepat memasuki rumahnya.
" Papaaaaa " Teriak triplet melihat Reno diambang pintu.
Ketiga bocah itu langsung berlari menghambur memeluk Reno.
" Ada apa sayang,kenapa mata kalian bengkak semua " Kata Reno duduk bersimpuh di depan anak2nya.
" Bang Bara pergi Pa huhuhuhu " Kata Ana menangis kencang.
" Kepala kamu kenapa Nak ? " tanya Reno kaget melihat Andrew.
" Ngak sengaja di dorong bang Bara Pa " Kata Andrew takut.
" Ya Tuhan,apa ini sakit ? Mana Bunda kalian " Tanya Reno berbondong.
Andrew mengangguk kecil.
" Bunda di kamar Abang Pa " Kata Aktam mengusap air matanya.
" Biiiii " Pekik Reno memanggil art.
" Iya Tuan " Jawab art itu berlari tergopoh gopoh.
" Urus anak2 saya dulu,ada apa ini sebenarnya " Kata Reno mengurut kepalanya pusing.
" Kami tidak tau Tuan,pulang sekolah Den Bara langsung masuk kamar bahkan ngak makan siang dulu " Lapor art itu menunduk takut.
Reno menghela nafas lelah dan mengangguk paham.
" Kalian sama Bibi dulu ya,Papa mau ketemu Bunda " Kata Reno mencium pucuk kepala ketiga anak nya.
" Bi,tolong perban Andrew di lihat ya,kalo kotor ganti " Titah Reno tegas.
Wanita parubaya itu menunduk hormat.
Reno dengan cepat masuk kedalam lift menuju kamar putranya.
Ceklek...
Pintu dibuka dari luar,Reno masuk kedalam kamar Bara perlahan.
Terlihat Nisa meringkuk di ranjang memeluk baju anak sulung nya..
" Sayang " Sapa Reno lembut.
" Mas " Jawab Nisa serak.
Reno menghampiri Nisa dan duduk di bibir ranjang.
" Mas hiks hiks maafin aku Mas huhuhuu " Nisa menangis sesegukkan menghambur memeluk Reno.
" Ada apa sayang,ada apa dengan Bara ? Tanya Reno lembut mengusap punggung istri nya yang bergetar.
" Bara lari dari rumah Mas,aku ngak tau apa alasannya,maafin aku Mas huhuhu "
" Kamu tenang dulu,ceritain pelan2 sama aku " Titah Reno melonggarkan pelukannya.
Nisa masih menangis pilu mengenang putra nya yang entah dimana.
" Tadi aku mau jemput Bara pulang kesekolahnya,tapi kata dia ngak usah karna dia pulang sama temen,terus aku cuma jemput triplet doang,aku ngak tau Bara pulang nya kapan karna aku kecapean jadi tidur di kamar,pas aku selesai mandi Ana gedor2 pintu teriak2 gitu,dan bilang Bara mau lari dari rumah dan Andrew terluka.
Aku langsung lari kekamar Bara dan Bara udah ngak ada lagi disana,aku panik liat banyak darah di pelipisnya Andrew jadi aku coba tenangin dia dulu.Maafin aku Mas,aku lalai menjadi seorang ibu " Kata Nisa bercerita sambil menangis.
Reno menarik nafas berusaha tenang,dirinya tak mau lagi marah2 seperti kejadian dulu yang membuat Nisa begitu terpuruk.
" Maafkan aku Mas hiks hiks aku ngak becus jadi seorang ibu hiks "
" Huussttt ngak boleh ngomong gitu,kamu ibu yang luar biasa bagi mereka " Kata Reno menarik Nisa kepelukannya.
" Aku ngak bisa lindungi anak anak Mas,ini salah aku,aku yang lalai huhuhu "
" Sudah2,jangan menangis kita cari Bara sama2 " Kata Reno berusaha tenang.
Lelaki itu mengeluarkan ponselnya menelpon para bodyguard nya.
" Kalian dimana ? Tanya Reno tegas.
" Kami sedang mencari Tuan Bara,Bos " Lapor anak buah Reno.
" Bagus,cari anak ku sampai ketemu " Titah Reno garang.
" Siap Bos "
__ADS_1
Reno mematikan ponsel sepihak.
Isi otak pria itu berpikir keras mencari apa masalah anak sulung nya itu.
Dirumah sederhana Cila dan David,pasangan itu berusaha menenangkan Bara yang terus menangis,bahkan untuk bicara pun sulit.
David menatap iba anak pertama Reno itu.
" Mas,tolong ambilin minum dong " Pinta Cila pelan.
David mengangguk dan berjalan cepat kedapur.
" Sudah jangan menangis terus " Kata Cila mengusap punggung bergetar Bara.
Bocah yang biasanya selalu ceria jahil,kini menangis sesegukkan tak berdaya dengan apa yang ia terima sekarang.
" Ak au sa y ang Bu n da Kak " Kata Barra sesegukkan.
Cila mengangguk kecil dan ikut menangis merasakan apa yang Bara rasakan sekarang.
" Iya Kakak tau kamu sayang Bunda kamu,Bunda kamu juga sangat banget sama Bara " Kata Cila lembut.
" Minum dulu " Kata David memberi air di gelas.
Cila menyodorkan gelas itu kemulut Bara dan diminum pria itu.
" Mas,kamu udah ini " Kata Cila memberi kode telpon.
David memberi tanda X sebagai jawaban tak diangkat Nisa.
Cila mengangguk mengerti.
Mereka terpaksa berbohong kepada Bara agar anak itu tak kabur dari rumahnya,karna David sudah lelah menangkap anak itu.
Saat Bara mulai tenang,Cila dengan lembut menanya lagi.
" Ayo cerita sama Kakak " Pinta Cila.
Bara menunduk takut masih dengan isakannya.
" Ngak papa nanti Kakak bantu " Kata David menimpali.
" Ak ku u dah ketemu sama Pa pa ak u Kak " kata Bara lirih.
" Mas,udah diem " Titah Cila garang.
David seketika menciut melihat wajah brutal Cila.
Pria itu menggeleng tak percaya melihat keluarga pihak istrinya itu diam2 menghanyutkan.
Masih segar diingatan David dulu bagaimana ganasnya Clara SMK dulu,saat membantai para lawannya.
Kini pria itu sudah tau alasannya pasti keturunan dari Beni pikir David polos.
Pria itu diam menunggu Bara memberi penjelasan.
" Jadi gimana ? Tanya Cila lagi.
" Dia mengaku Papa aku Kak,dia bilang dia pacar mama dulu " Kata Bara lirih.
" Apa !! " Pekik Cila dan David kaget bukan main.
" Maksudnya gimana ya Mas ? " Tanya Cila polos.
David menggaruk kepalanya gemas melihat istrinya yang lama conect.
" Emang Kak Nisa bukan istri pertama ya ? " Tanya David sedikit bingung.
" Bukan,Kak Nisa istri kedua,dulu Kak Reno pernah nikah sama Kak Siksa,dan melahirkan Bara " Jelas Cila.
David ber'Oh ria karna tak tau apapun.
" Terus Mama nya kemana ? Tanya David lagi.
" Kata Bunda, Mama meninggal saat melahirkan aku " Kata Bara kembali menangis.
Deg...
David menegang,Cila kembali menangis memeluk Bara.
" Maaf aku ngak tau " Kata David menyesal.
Cila mengangguk kecil.
__ADS_1
Bara kembali bercerita kepada mereka berdua.
Flasback On.
Saat Nisa menelpon Bara ingin menjemput seperti biasa,Bara melarang karna dirinya akan jalan2 dulu dengan teman dan pacar nya yang kebetulan satu sekolah,Nisa pun mengiyakan memberi kebebasan untuk Bara berteman karna Nisa mengerti anak nya itu sedang masa tumbuh berkembang.
Saat Bara sedang menunggu sang pacar di depan sekolah,seorang lelaki tinggi tampan menghampiri nya.
" Hay " Sapa lelaki itu hangat.
Meski tak kenal tapi Bara tetap sopan menyahut sapaan pria itu..
" Mau kemana ? Tanya pria itu lagi.
" Nungguin teman Om " Kata Bara menunduk.
" Nama kamu Bara ya ? " Tanya lelaki itu.
" Iya kok Om tau ? " Tanya Bara bingung.
Pria itu menyunggingkan senyum yang tak bisa Bara nilai.
" Iya,perkenalkan nama Om Deni " Kata pria itu menyalami Bara.
" Oh nama aku Barra Al Bari Salders " Kata Bara bangga.
Pria itu tersenyum miring sesaat mendengar kata Salders.
" Jadi kamu putra Reno Salders ?" Tanya lelaki itu.
" Iya dia Papa aku " Kata Bara tersenyum.
Pria itu menggeleng.
" Dia bukan Papa kamu sayang " Kata Deni mengusap kepala Bara.
" Maksud Om apa ! " Bentak Bara menyingkirkan tangan pria itu.
" Lihatlah foto ini " Kata pria itu memberi banyak foto kepada Bara.
Bara pun dengan polos melihatnya.
Dan teman2 nya yang baru datang pun menghampiri Bara dan juga melihat foto itu karna penasaran.
Bara membalik foto itu dan terkejut bukan main melihat gambar seorang perempuan yang dia kenali, tersenyum manis dibalik selimut bersama pria itu.
" Mama " Lirih Bara.
" Iya dia ibumu yang sudah melahirkan kamu,dan saya Papa kandung kamu " Kata Pria itu tegas.
Deg...
Bara mematung begitu pun teman2 dan pacarnya.
" Mak k sud Om apa ? Tanya Bara berkaca kaca.
Dengan santai pria itu menjawab.
" Aku dan ibumu pernah berhubungan dulu dibelakang Papa Reno mu itu " Kata lelaki itu tanpa malu.
Jedeeeerrrr....
Bara terdiam begitu pun teman2 nya.
" Jadi Mama kamu selingkuh ? " Tanya Pacar Bara.
Bara terdiam begitu pun lelaki yang mengaku Papa Bara itu.
" Kembali lah sama Papa Nak,disana bukan tempat kamu " Kata pria itu merayu Bara.
Bara masih diam mematung melihat berbagai gambar ibunya yang tersenyum manis di berbagai moment.
" Apa kamu mau menunggu Reno membuang mu terlebih dahulu baru kamu mau ikut dengan Papa ? " Tanya Deni lembut.
Nafas Bara terasa tercekat,anak itu tak bisa berkata apapun,foto di tangannya cukup membuat darahnya mendesir.
" Bara " Tegur teman2 Bara tak tega.
Bara memejamkan matanya seraya meremas foto ditangannya itu.
" Tenang lah sayang,ayo ikut Papa kamu tak pantas tinggal disana karna mereka hanya orang asing " Rayu Deni.
Bara membuang foto itu kasar dan langsung berlari dari sana.
__ADS_1
Flashback Off