
Malam hari suasana sudah sepi,rumah yg cukup besar itu terlihat tak berpenghuni.
Seorang gadis duduk diam menonton siaran tv kartoon yg sering ia tonton bersama adik2nya.
" huuufftt " helaan nafas terasa berat.
Sania kesepian.
Sudah seharian dirinya berada dirumah tanpa bicara kepada manusia.
Sejak ditinggal Alexi dan Suci,Sania memilih mengurung diri demi menjaga rumah yg selama ini menampung dirinya.
Tak banyak yg bisa gadis itu lakukan,karna kondisi yg saat ini tidak memungkinkan untuk dirinya berkeliaran.
" Sepi banget ga ada mereka " Gumam Sania lesu.
Sudah banyak gaya yg gadis itu lakukan,ia benar2 sendiri dan bebas melakukan apa saja.
" hm apa aku telfon temen aja ya ?" Gumam Sania teringat seseorang.
" Tapi,apa dia masih mau temenan sama aku ?" Lanjut gadis itu lagi saat ponselnya akan memanggil.
Sania diam sejenak menatap lama ponsel dengan foto seorang gadis cantik memegang cangkir kopi ala2 candid.
" ah,aku rasa Bela ga mau lagi temenan sama aku " Ucap Sania mendesah.
Bagaimana tidak,gadis itu merasa dirinya benar2 sudah dijauhi semua orang,bahkan anak kecil pun takut melihatnya kecuali Sutar dan para entek2 Reno.
Bahkan kadang Suci yg humoris dan juga aktif pun takut melihat Sania,tak heran karna secara fisik sekarang Sania masih dalam perawatan.
" Aaaakhhhhh " Pekik Sania histeris.
Rasa kesal bercampur penyesalan kembali ia rasakan.
" Harusnya aku tidak berada disana ! atau aku tidak usah diselamatkan !" Ucap Sania emosi.
Itu lah hal yg paling ditakuti oleh Serkan dan Histi,Sania hanyalah gadis biasa yg juga punya ego dan hati.
Gadis itu mengamuk,memukul dirinya sendiri,menjambak dan melakukan kekerasan terhadap diri sendiri.
Dari arah luar,sebuah mobil baru saja berhenti dipekarangan.
Seorang gadis keluar dengan 2 paperbag yg cukup besar.
" Kenapa lampu terasnya mati ?" Tanya Angel kepada Arshad.
" Ga tau " Jawab Arshad tenang.
" Apa Sania lagi diluar ya ?" Tebak Angel.
Arshad diam.
Keduanya melihat kiri kanan,tetangga Histi tak ada satupun yg nampak karna rumah2 disana dikelilingi pagar tinggi.
" Masuk aja yuk " Ajak Angel.
Arshad mengangguk,keduanya pun melangkahkan kaki masuk.
Arshad mengetuk pintu,Angel berdiri diam menunggu.
Tok tok tok...
Pintu berulang diketuk tapi tak ada jawaban.
" Kok ga dibuka sih ?" Tanya Angel heran.
" Apa Sania emang beneran keluar ?" Tanya Arshad ragu.
" Ntah lah,coba telfon " Kata Angel memerintah.
" Iya " Jawab Arshad.
Pria itu merogoh saku celananya dan mengambil ponsel mahal disana.
Arshad mencari nama Sania tapi tidk ketemu.
" Gimana Syad ?" tanya Angel menunggu.
" kayaknya aku gak save nomor dia " Jawab Arshad menggaruk kepala.
__ADS_1
" Hah beneran ?" Tanya Angel kaget.
Arshad mengangguk polos.
Dulu ia pernah berkomunikasi dengan Sania diponsel,tapi pria itu tidak tau lagi mana nomor Sania yg pernah ia hubungi.
Angel mengambil hapenya dalam tas dan langsung menelfon.
" Berdering " Ucap Angel menunjukkan bahwa panggilan masuk.
Drt drt drt.
Panggilan masih mencoba menghubungi Sania.
" Kenapa ga diangkat sih ?" Gumam Angel mulai khwatir.
Tanpa basa basi,Arshad mengetuk pintu rumah dengan keras sambil menggedor2kan ganggangnya.
" Saniaaaaa " Panggil Angel keras.
Hening tak ada jawaban.
" Syaddd,perasaan aku ga enak " Ucap Angel menelan ludah kasar.
Arshad menatap sejenak wajah gadis sengklek itu lalu ikut menelan ludah.
" Aku takut Sania..." Ucap Angel menggantung.
" Ga lah,dia ga gila kayak kamu " Sarkas Arshad.
" ehh " Pekik Angel melotot.
Pria itu kembali mengetuk pintu seraya memanggil2 nama Sania.
Tak lama,suara pintu terbuka membuat kedua bersaudara itu kaget.
" Astagfirullahalazimm " Ucap Angel langsung mundur dengan wajah terkejutnya.
" Sania " ucap Arshad sama kagetnya.
Yap,Sania didepan mereka dengan lengan penuh luka dan rambut acak2an..
Sania diam menunduk.
" Kamu kenapa ?" tanya Arshad langsung memegang tangan Sania dan merapikan rambut gadis malang tersebut.
Sania terus menunduk merasa sentuhan Arshad begitu hangat dan dalam.
" Kamu kenapa hm ?kenapa luka begini ?" tanya Arshad lagi.
Sania tak sanggup menahan berat dimatanya hingga gadis itu menumpahkan segalanya disana.
" Maaf hiks hiks " Ucap Sania langsung menangis.
Angel dan Arshad kaget serta bingung dengan sikap gadis didepan mereka.
" Apa yg terjadi ?" Tanya Angel.
" Ayo masuk " Ajak Arshad sambil merangkul Sania.
Gadis itu manut,ketiganya pun masuk kerumah dan Angel mengunci pintu.
Pria itu membawa Sania duduk diruang tv yg kini cukup berantakan.
Angel sedikit terkejut,biasanya rumah Histi selalu rapi tapi kali ini terlihat seperti habis berperang.
Arshad tak bicara,ia terus mengusap punggung dan rambut Sania dengan hangat.
Gadis malang itu terus saja menangis tanpa tau sebab akibat.
Hampir 10 menit diamn,akhirnya Angel jengah juga.
" Apa yg terjadi ?" Tanya Angel dengan wajah seriusnya.
" Maaf Kak " Jawab Sania.
" Kenapa minta maaf ?" tanya Angel bingung.
Sania kembali diam.
__ADS_1
" Baiklah,kalau tidak mau cerita ga papa,nanti aja " Kata Arshad memutuskan.
Angel menghela nafas panjang lalu bangkit berjalan kedapur.
Sania memberi jarak duduknya antara dirinya dengannya Arshad.
" Maaf Bang " Ucap Sania merasa bersalah.
" Ga papa " Jawab Arshad.
" oh iya,apa kamu sudah makan ?" tanya Arshad lagi.
Sania mengangguk pelan.
Angel datang dengan kotak p3k lalu duduk didepan Sania.
" Kau terluka,ayo aku obati " Ucap Angel..
" Ga usah Kak" Tolak Sania sopan.
" Cepat,nanti infeksi,kamu mau dipotong ?" Tanya Angel dengan nada mengancam.
Sania diam melihat wajah Angel yg menakut nakutinya.
" Ck lama " Ucap Angel dan langsung menarik tangan Sania untuk duduk.
Arshad juga duduk melihat 2 perempuan tersebut.
Meski Angel terkenal bar2 tapi jiwa kemanusiaannya begitu nyata.
Angel merawat Sania dengan baik meski banyak kesalnya karna gadis tersebut tidak mau menurut.
" Kalian lapar ?" tanya Arshad.
Keduanya menoleh.
" Aku lapar " Jawab Angel.
Sania diam tak menjawab.
" Hm,aku mau lihat apa yg ada dirumah ini " Ucap Arshad bangkit.
" Kau mau memasak ?" tanya Angel semangat.
Arshad mengangguk,senyum Angel pun langsung merekah.
" Horeeeee,masak yg enak ya Syadd " Kata Angel semangat.
" Kamu mau ?" tanya Arshad melihat Sania.
" Kaka bisa masak ?" Tanya Sania mendongak.
" hm,ga bisa " Jawab Arshad menggaruk kepala.
" Lahhh " kata Angel kaget.
" Makanya kita coba dulu " kata Arshad menahan tawa.
" Ya udah,kamu duluan nnti aku nyusul " Kata Angel kembali melihat luka Sania.
Arshad mengangguk,lelaki itu pun berjalan menuju dapur.
Sania memperhatikan lelaki itu dengan seksama,Arshad begitu perfeksionis,punggung datar yg tinggi dan langkah mantap.
" San " Panggil Angel mengernyit.
Sania masih diam melamun.
" Auuuu " Pekik Sania terkejut saat tangannya terasa sakit.
" ihh malah ngelamun " Kata Angel menekan luka gadis itu.
" Sakit Kak " Rengek Sania.
" Udah tau sakit,kenapa dibikin luka !" Sahut Angel gemas.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,like,coment ya.
__ADS_1