Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Cari Cara


__ADS_3

Mereka masuk kedalam rumah dan ngomong secara baik2.


Lelaki itu sedikit ngeri melihat aura membunuh Beni tadi.


" Saya mau tau apa saja harta orang tua David " Kata Beni tegas.


" Semua sudah dibagikan rata dan David sudah mendapat bagian nya " Kata pria itu tegas.


" Benarkah,uang 2 juta rupiah ?" Tanya Beni terkekeh pelan.


Mereka terdiam.


David tak memberitau bahwa dirinya pernah menjual rumah ibunya dulu,karna keluarga Ayahnya tak tau apapun tentang itu.


" Oh ayolah,berfikir yang jernih,bagaimana mungkin kalian tega memberi anak ini 2 juta rupiah untuk bertahan hidup dan lebih parahnya kalian meninggalkan hutang orang tuanya menyuruh David yang membayar semua itu " Kata Beni gemas.


" Ini sudah berakhir,semua sudah dibagi rata " Kata lelaki itu tak mau membahas.


" Kumpulkan semua saudara kalian sekarang atau kita akan bertemu lagi di pengadilan,saya punya bukti yang kuat,David diam selama ini karna dia tak tau cara mengambil hak nya, tapi sekarang tidak,karna saya sebagai mertuanya yang akan membantu menantu saya untuk meminta warisan orang tuanya kalian kembalikan "


" Kamu ngak ada urusan nya sama kami,ini masalah keluarga dan David sudah mensetujui nya saat kecil dulu " Kata Teti tak terima.


Beni tersenyum miring,merasa lucu.


" Pleas lah berfikir dewasa,kalian memaksa anak 11 tahun untuk menyetujui hal yang dia pun tak tau apa itu,seperti itu yang kamu bilang setuju ?"


David menunduk,dirinya memang tak tau apapun dulu.


" Saya punya surat yang bisa membuktikan bahwa harta orang tuanya memang sudah diserahkan kepada kami " Kata lelaki itu tak tinggal diam.


" Mana coba saya lihat " Tantang Beni.


" Ada dirumah saya " Kata pria itu tegas.


" Begini saja,jika kalian damai,David mungkin bisa berbaik hati membagikan kalian separuh dari harta orang tuanya,tapi jika kalian masih bersekukuh mengakui bahwa itu tetap milik kalian,tidak ada hitam diatas putih,maka kasus ini akan saya sidangkan,dan untuk masalah hutang yang David bayar selama ini,kalian juga yang akan menanggungkan nya,tunggu saja tanggal main kami " Kata Beni tegas.


" Ayo kita pulang " Kata Beni tegas bangkit dari duduknya.


David mengangguk dan menarik tangan Cila.


Mereka pun keluar dari rumah besar itu.


" Kamu tenang saja Vid,Ayah tak akan melepaskan mereka begitu saja " Kata Beni merangkul pria itu.


" Terima kasih Yah,mungkin tanpa Ayah aku ngak bakal bisa lawan mereka,karna mereka sangat licik Yah " Kata David sedih.


" Nanti kamu ceritakan apa saja yang kamu alami saat tinggal dirumah mereka,itu bisa jadi bukti kuat nanti di persidangan "


" Iya Yah "


" Kamu ngak papa Yank ?" Tanya Beni ke Sintia yang hanya diam saja.


" Ngak papa,aku cuma kesel aja sama mereka " Kata Sintia.


" Udah,biarin mereka pusing sendiri membalik fakta " Kata Beni santai.


"Mas David bisa menang kan Yah ?" Tanya Cila khawatir.


" Ayah jamin bisa,nanti Ayah minta bantuan Kakak kamu " Kata Beni yakin.


" Jangan Yah,nanti Bang Reno repot " Kata David takut.


" Nanti Ayah tanya dulu,kita lihat sikon kalo mereka gencar menjatuhkan kamu baru kita bantai mereka semua "


David mengangguk tersenyum cerah.


" Walaupun Ayah garang tapi dia baik banget hatinya,gue dah suuzon aja sama dia selama ini " Batin David tak enak.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari gang mencari tempat makan.


Didalam rumah Teti,2 bersaudara itu bingung sendiri.


" Gimana ini Bang,gawat kalo sampe David menang,bisa bangkrut aku,mana masalah tanah kemarin belum kelar lagi " Gerutu Teti kesal.


" Kamu sih,sok2an cari David,gini kan jadinya,bertahun2 kita hidup aman sekarang kamu menghancurkan segalanya " Kata pria itu kesal.


" Ya aku mana tau la Bang,aku fikir David lugu kayak dulu "


" Kita harus cari cara,itu mobil Dani kenapa ngak kamu jual2 juga aduhhh " Kata pria itu pusing.ux1


" Ck mobilnya mogok,mau dibeli murah sama orang,ngak mau lah aku rugi "


" Aaaakhhhh brengsek !" Umpat pria itu frustasi.


" Suruh Bang Jino pulang Bang,mereka juga harus tanggung jawab "


" Nanti aku telepon,dia masih sibuk sama bisnis narkobanya "


" Oh ya ampun,ngak berubah2 dia mah " Kata Teti semakin kesal.


" Mba Ratu dimana ?" Tanya Teti.


" Dilandon,abis jual lahan Dani 2 hektar langsung jalan2 kesana mereka sekeluarga "


" Astaga,aku ngak mau susah sendiri Bang " Kata Teti menangis kesal.


" Kita harus bergerak cepat,oh aku tau siapa yang bisa bikin kita surat kepemilikan "


" Bang Joni " Kata Teti dan pria itu serampak.


" Ya dia kan pengacara,pasti banyak kenalan nya " Kata pria itu yakin.


" Ya sudah Abang pulang dulu,nanti aku kabari " Kata pria itu mengambil kunci mobil perempuan itu.


Pria itu cuek saja keluar dari rumah mengemudi salah satu mobil mahal perempuan itu.


" Huh,sial banget udah nyari David susah payah eh malah jadi gini " Gerutu perempuan itu mengurut kepalanya pusing.


" Ma,minta uang buat bayar kuliah " Kata anak gadis nya menadahkan tangan.


" Huh bisa ngak sih nanti aja,kamu ngak liat Mama lagi pusing" Kata wanita itu kesal.


Gadis itu langsung mengkrucutkan bibir nya kesal dan berjalan menjauh.


" Ah sialan,si David bener2 dah,aku kira dia masih jadi David yang lemah,tapi sekarang dia mencari perlindungan mertuanya itu,brengs*k " Kata Wanita itu sangat geram.


Dengan langkah kesal wanita itu masuk kedalam kamar.


Diwarung pinggir jalan Beni kembali memboyong keluarganya pulang,meski belum mendapatkan hasil,Beni tetap bersyukur karna memang butuh waktu yang panjang,dan Beni yakin kedepan nya mungkin akan sulit tapi pria itu tak akan meninggalkan menantunya berjuang sendirian.


Bukan masalah harta yang banyak,tapi masalah kemanusiaan dan kesejahteraan anak menantunya.


" Ayo kita kembali " Ajak Beni tersenyum.


Mereka mengangguk dan berjalan lagi mencari bis yang akan membawa mereka pulang kerumah kontrakan.


Malam harinya David kembali terdiam,dirinya sudah pusing,membuat laporan bukan hal yang mudah,apalagi tentang warisan seperti ini,butuh pengacara dan hal2 yang lain,yang pasti membutuhkan uang banyak.


" Ya Tuhan,apa yang harus aku lakukan " Gumam David mengusap wajahnya kasar.


" Kenapa Mas ?" Tanya Cila melihat aneh lelaki itu.


Hari sudah larut,Ayah dan Ibu Cila sudah tidur karna kelelahan perjalanan panjang seharian.


Cila duduk disamping suaminya yang menyender didinding ruang tamu,seperti biasa saat ada tamu mereka akan tidur diluar kamar karna ruangan tak cukup.

__ADS_1


" Gimana ini Cil,kita bakal butuh uang banyak untuk memenangkan kasus,kamu tau sendiri kan sewa pengacara itu harus pake uang banyak " Kata David lesu.


Cila terdiam,diri nya pun sempat memikirkan hal itu tadi siang.


" Gimana kalo kita minta tolong Kak Reno aja Mas" Kata Cila memberi usul.


" Kita ngak boleh dikit2 minta bantuan dia Cil,memang Bang Reno itu orang kaya,tapi masak setiap ada masalah kita selalu mengadu ke dia,kita ngak tau loh dia punya masalah lain dirumah atau dikantor nya " Kata David pelan.


Cila terdiam lagi,dirinya sadar selama ini hanya Reno yang bisa diandalkan karna pria itu orang baik.


" Tapi Mas,ini masalah genting dan kita butuh dana,kalo kita ngak cepat pasti Tante dan Om kamu cari cara buat kalahin kamu lagi " Kata Cila ikut bingung.


" Ini lah yang aku malaskan Beb,mereka sangat licik,aku ngak mau sebenarnya harus seperti ini,melibatkan banyak orang apalagi tadi Bunda sampai digampar Tante aku " Kata David menunduk.


" Kamu ngak usah risau,aku bantu kamu cari solusi,kita coba cari pengacara yang murah biar bisa menangin kasus " Kata Cila iba melihat suaminya.


" Iya,makasih ya kamu udah selalu disamping aku" Kata David tersenyum.


" Iya,jangan lupa sama aku aja nanti kalo udah sukses " Kata Cila menyinggung.


" Apaan sih ya ngak lah,kamu kan istri aku " Kata David terkekeh pelan.


" Uh kamu kan ganteng,nanti kalo udah kaya pasti banyak yang kepincut sama kamu " Gerutu Cila kesal.


" Lah aku harus kek mana Tuhan kasih nya gini " Kata David gemas.


" Kalo kedepannya kamu selingkuh,hm siap2 aja si otong kamu aku potong buat jadiin sosis goreng " Ancam Cila berapi api.


Deg..


David menelan ludahnya kasar dan menutup senjatanya dengan cepat.


" Hehe ngak deh Beb,sumpah ngak berani aku " Kata David takut.


Cila menatap pria itu tajam.


" Dah tidur sekarang peluk aku sampe pagi " Titah Cila garang.


" iii iya " Kata David patuh dan langsung berbaring di kasur lama itu.


Cila tertawa dalam hati melihat wajah pucat suaminya,kini David sangat takut dengan istri ciliknya itu,apalagi Cila sering menampakkan kebar barannya yang tak kenal tempat.


Pria itu pun dengan sayang memeluk Cila yang juga memeluknya dengan erat.


" Kasih jatahnya nanti ya,takut kedengeran Ayah kalo kamu mendesah " Bisik Cila pelan.


David tertawa dan langsung menutup mulutnya takut kedengaran mertuanya dikamar..


" Kamu ih ngomongnya ngak pake saringan " Kata David gemas membelit kaki perempuan itu.


" Hehe biar kamu ngak cepet tua mikiran banyak beban " Kata Cila santai.


Cup


Pria itu mengecup bibir istrinya pelan.


" Iya,sayang kamu selalu bikin aku awet muda,apalagi kalo udah ah gitu,aduh rasanya aku jadi remaja lagi " Kata David menggoda.


Cila bersemu merah dan menutup wajahnya dengan selimut.


David tertawa cekikikan melihat tingkah centil istrinya itu.


❤❤❤❤


Hay guys selamat pagi,jangan lupa terus dukunh author ya.


VOTE,LIKE,COMENT nya berjalan terus dong biar author semangat

__ADS_1


__ADS_2