
Ketiganya makan bersama disebuah warung sederhana.
Hani dan Reka banyak diam memperhatikan Justin yg begitu lahap memakan makanannya.
" Ehm " Dehem Reka menyepak kaki Hani dibawah meja.
Justin yg sedang asik mempreteli ikan mendongak melihat sepasang anak manusia tersebut.
" Kenapa kalian berhenti ?" tanya Justin mengernyit.
" Hehe iya Pak " jawab Reka sungkan.
Hani ikut cengengesan dan menarik lagi piring makannya mendekat.
Sungguh Reka dan Hani dibuat bingung dengan sikap Justin saat ini,bagaimana tidak lelaki tampan itu tidak malu makan bersama mereka..
" Huh aku harus rekomendasiin ini buat Laura,enak banget kamu pinter cari rumah makan Han " Ucap Justin bangga.
" Masa sih Kak ?" tanya Hani menggaruk kepala.
" Iya,tadi Kakak gak terlalu laper,tapi sekarang laper banget " Jawab Justin.
" Tambah lagi Pak " ucap Reka menaruh nasi dari bakul.
Hani tersenyum kecil,Justin masih seperti dulu.
Meski terlihat sulit disentuh tapi sebenarnya lelaki itu begitu peka dan perhatian.
Mereka kembali makan,tak ada obrolan serius,Reka dan Hani pun memilih diam karna takut membuat Justin risih.
Selesai makan,Hani pura2 ke wc untuk membayar makanan.
Gadis itu memang berencana ingin mentraktir Reka,tapi karna Justin juga ikut jadilah sekalian.
" Berapa Mba ?" Tanya Hani sambil celingak celinguk.
" 250.000 Mba " Jawab kasir.
Hani mengangguk dan mengambil uang pas.
Selesai membayar,Hani berbalik badan tapi gadis itu berhenti melangkah saat maniknya melihat seorang wanita.
" Bukannya itu istri Vero ?" Gumam Hani mengernyit.
Terlihat Yuna baru masuk seorang diri,tak lama kemudian gadis itu kembali terkejut melihat orang yg ia kenal menuju kearah jalan masuk.
" Loh Kak Laura " Gumam Hani melotot.
Terlihat diluar,Laura membawa serta anaknya yg baru pulang sekolah.
Boy masih mengenakan seragam merah putih.
" Duh gimana nih ? nanti ketahuan Kak Justin bakal kacau " Gumam Hani bingung.
Hani melihat Justin,terlihat lelaki itu mengobrol ria bersama Reka.
Makin deg degan,Hani berlari mendekati Laura..
" Eh Hani " Ucap Laura kaget.
" Kak " panggil Hani tersenyum canggung.
" Kamu disini sama siapa ?" tanya Laura tersenyum manis.
" Sama Reka dan ada kak Justin " Jawab Hani pelan.
" Hah ada suami Kakak ?" Tanya Laura terkejut.
" Iya,mereka disana Kak " Jawab Hani menunjuk.
" Duh Han,gawat Kakak gak kasih tau dia lagi mau kesini " kata Laura panik.
" Kenapa Ma ?" tanya Boy bingung dengan 2 orang dewasa didepannya.
Laura langsung mundur menyeret Boy keluar dari ruangan.
__ADS_1
" Kakak ngapain kesini ?" tanya Hani setelah berada diluar bersembunyi.
" Mau nemuin mantan istri Vero " Jawab Laura.
" Hah mantan ?" ulang Hani kaget.
" Iya Han,ceritanya panjang,Vero sekarang udah sendiri " Jawab Laura menghela nafas.
Hani menutup mulut tak percaya dengan apa yg ia dengar.
" Tadi kamu lihat Yuna masuk kan ?" tanya laura.
" iya Kak dia sendirian " Jawab Hani.
" Kakak ajak dia ketemu disini,tapi malah ada Kak Justin lagi " Gerutu Laura.
" Mau ngapain ketemu dia ?" tanya Hani hati2.
" Mau bahas Sofia Han,kasihan anak itu lontang lantung " Jawab Laura menghela nafas.
" Maksud Kakka ?" tanya Hani tak paham.
" Nanti kakak cerita Han,sekarang kamu bisa tolong kakak gak buat bawa Kak Justin keluar dari sini ?" tanya Laura berharap.
" Hah " Pekik Hani melotot.
" Kalo dia lihat Kaka disni,bisa berabe Han,pasti disuruh pulang " Kata Laura mengkrucut.
" Iya dan gak dibolehin keluar 3hari " Lanjut Boy.
Hani terkekeh dan mengusap kepala bocah itu.
Beberapa saat berneko2 akhirnya Laura memutuskan menunggu diluar dulu.
Hani masuk kedalam dengan wajah sedikit gugup.
Bagaimana pun kali ini gadis itu terpaksa harus menyeret Justin keluar agar Laura nanti bisa masuk.
" Kamu dari mana ?" Tanya Reka mengernyit melihat Hani.
Reka mangut2 mengerti,Hani melihat Justin lelaki itu mulai sibuk dengan ponselnya.
" Kenapa gak diangkat ya ?" Gumam Justin heran.
Hani mengintip sedikit dan melotot melihat nama dilayar.
" Duh bakal berabe kalo Kak Justin tau istrinya disini " Batin Hani ngeri.
Justin terus menelfon tapi Laura tak mengangkat panggilannya.
" Kenapa Kak ?" Tanya Hani basa basi.
" Hah gak papa " Jawab Justin menaruh hapenya disaku.
" Em jam istirahat udah hampir habis Pak,balik yuk " Ajak Reka mmebuka suara.
" Udah ya ?" tanya Justin balik.
Reka mengangguk kecil.
Justin terkekeh dan bangkit dari duduknya.
" Uhh alhamdulillah ya " Ucap Justin meraba perutnya.
Hani tersenyum kecil,gadis itu merasa bahagia dengan raut ceria ipar mantan kekasihnya tersebut.
Justin berjalan kearah kasir,pria itu berniat mmebayar tapi Justin dibuat kaget karna nota mereka sudah lunas.
" gadis itu yg bayar ?" Tanya Justin melihat Hani dan Reka tertinggal jauh.
" Iya Pak " Jawab kasir sopan.
" Oalaaaahhhh,baik bener " Kata Justin terkekeh.
Hani dan Reka mendekat keduanya tertawa geli melihat expresi Justin.
__ADS_1
" Ayo Pak " Ajak Reka mengulum senyum.
" Haistt kalian ini,harusnya saya yg bayar makanan kalian " Kata Justin bersedekap dada.
" Hehe nanti Kak,sekarang aku yg bayarin " Sahut Hani.
" Haha ya sudah lah,ayo balik Rek,kerjaan dah nungguin " Kata Justin merangkul bahu Reka.
Reka mengangguk,mereka pun harus berpisah disana dengan Hani.
" Ntar aku kerumah " Ucap Reka berbisik ditelinga Hani.
" Iya " Jawab Hani mengangguk.
Reka pun berjalan cepat menyusul Justin.
Hani menghela nafas lega,gadis itu berlari keluar dan mendekati persembunyian Laura dan Boy.
" Kak " Panggil Hani melihat Laura mengintip suaminya yg sudah menyebrang jalan.
Laura menoleh dan tersenyum lebar.
" Kak Justin tau gak ?" tanya Laura mendekat.
" Aman " Jawab Hani semangat.
" Ya udah Han,Kakak harus cepat temuin Yuna ssbelum dia pergi " Kata Laura buru2.
" Boy ikut juga ?" tanya Hani melihat Boy yg sudah lesu.
" Ikut,,dia udah laper banget " Jawab Laura kasihan.
" Ya udah Kak,aku pulang dulu ya " Kata Hani pamit.
Laura mengangguk,keduanya pun berpisah disana.
Laura mendekati Yuna yg terlihat makan dengan santai dipojokan.
Awalnya Laura tidak mau bertemu diwarung tersebut karna takut ketahuan suaminya,tapi karna terdesak jadilah ia mengikuti keinginan Yuna daripada sulit bertemu wanita itu.
" Maaf menunggu lama " Tegur Laura langsung menarik kursi.
Yuna mendongak dan mengangguk pelan.
" Ayo sayang pesan makanan mu " Ucap Laura kepada anaknya.
" Boy mau ayam Ma sama es semangka " Jawab Boy semangat.
Laura mengangguk tersenyum.
Ibu dan anak itu pun memesan makanan sebelum bicara serius.
Yuna diam memperhatikan gerak gerik Laura yg begitu meladeni Boy.
Setelah selesai,Laura mulai melihat Yuna dengan wajah yg sulit dimengerti..
" Aku dengar kau mengambil Sofia " Ucap Laura tenang.
" Ya dia anak ku " Jawab Yuna santai.
" Bearti kau siap dengan konsekuensinya " Ucap Laura lagi.
Yuna diam berhenti menghirup es dalam gelas
" Kita sudah menyepakatinya bukan,dan jangan salahkan kami kalau Sofia juga ikut dengan mu " Ucap Laura tegas.
Deg....
" Dia tidak bersalah " Kata Yuna menghela nafas.
" Ya tapi dia ikut menipu pria yg sudah sangat baik kepada kalian " Balas Laura tajam.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,like,Coment ya
__ADS_1