Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tarik Lagi


__ADS_3

Seorang pria sedang berbicara serius dengan teman nya.


" Gimana berhasil ngak ?" Tanya pria paru baya dengan serius duduk didepan teman nya.


" Berhasil,lo tenang aja gue udah urus semuanya " Kata pria itu santai menyesap kopi panasnya.


Lelaki paru baya itu tersenyum miring.


" Bagus lah,biarin mereka susah2 toh ujung2 kembali ke gue juga " Kata pria bernama Joni itu tertawa sumbang.


" Memang pria muda itu siapa lo ?" Tanya pengacara itu penasaran.


" Ponaan gue,tapi dulu bapaknya itu pelit banget mentang2 orang kaya,ngak mau kasih gue pinjaman." Jujur Joni.


" Gila lo,ponaan lo sendiri dimakan." Kata pria itu kaget.


" Hey ayo lah berfikir logis saja,kita hidup buat uang semua serba uang " Kata pria itu santai.


" Ya emang,tapi kan dia ponaan lo,lo tega makan duit dia,gue denger juga dia yatim piatu " Kata pria itu sedikit iba.


" Iya,dia memang yatim piatu,Ayah dan Ibunya sudah mati saat kecelakaan mobil "


pria itu terkejut,dia belum sempat melihat berkas David tadi bahkan belum mempelajari nya sama sekali.


" Jadi gue gimana nih ?"


" Ya lanjut lah,lo pura2 aja buat urusin berkas dia hingga sidang,lo inget ya gue udah bayar mahal lo buat hancurin dia dan mertuanya yang sok ikut campur itu " Kata Joni tegas.


" Iya gue tau,tapi tetep di perjanjian awal ya,lo harus bagiin gue setengah dari harta mereka ! " Kata pria itu tak mau kalah.


" Oke deal " Kata pria itu tersenyum.


Mereka pun kembali menyesap kopinya.


Saat mereka akan bangkit untuk bekerja lagi,tiba2 Beni datang dengan David.


" Eh Pak David,ada yang bisa saya bantu ?" Tanya pria itu sedikit kaget.


" Iya,mari bicara sebentar " Sahut Beni tegas.


Joni melihat David tersenyum penuh muslihat,David ingin muntah melihat wajah pura2 pamannya itu.


" Apa kabar Vid,lama tidak bertemu " Kata Joni merangkul David.


" Baik Paman " Kata David cuek.


" Kamu kenapa disini ?" Tanya pria itu pura2.

__ADS_1


" Ayo kita pergi " Ajak Beni.


David mengangguk mengikuti langkah mertuanya dan meninggalkan lelaki tua itu.


" David2,kamu masih saja lugu seperti dulu " Kata pria itu tersenyum miring melihat punggung keponakannya.


Dulu saat David masih kecil,keluarga nya sangat lah berkecukupan,hingga membuat saudara2 Ayah nya iri,ibu nya yang juga seorang model iklan tv dulu sering mendapatkan job,hingga pemasukan mereka kian bertambah,dengan itu juga saudara2 Ayah nya semakin iri,hingga mereka sering menghutang kepada keluarga David.


Sekali dua kali masih diberi pinjaman,hingga akhirnya Ayah David menolak tegas tak mau memberi lagi,dengan alasan mereka tak pernah membayar,Joni yang saat itu ingin menjadi pengacara pun mencoba meminjam uang kepada adik bungsunya,tapi ditolak juga oleh Dani,karna uang yang diperlukan pun tidak lah sedikit,dendam pribadi pun mulai tumbuh dihatinya.


Meski keluarga itu kaya bukan berarti saudara2 nya bebas meminta uang keluarga David,karna Dani juga butuh hidup dan mensejahterakan anak istrinya,apalagi itu juga memakai keringat Ibu David yang bekerja siang malam.


Hingga saat itu tiba,orang tua dan adiknya meninggal,Joni yang lebih pintar dari semua saudara2 ny,membagikan harta peninggalan orang tua David sesama saudaranya untuk membayar kehidupan mewah mereka semua.


Dan membiarkan David hidup menderita.


" Ada apa Pak ?" Tanya Pria itu heran.


" Kita batalkan saja persetujuan sebelumnya " Kata Beni tegas.


Deg..


Pria itu kaget.


" Kenapa ?" Tanya lelaki itu bingung.


" Maksudnya apa ?" Tanya lelaki itu emosi.


" Sudah lah,saya ini tidak bisa kalian bodohi,menantu saya memang tak punya uang untuk membayar jasa kalian,tapi bukan begitu juga cara kalian memeras dia "


" Maksud Bapak apa Hah !! jangan main2 sama saya " Bentak lelaki itu mengebrak meja.


Beni tersenyum miring.


" Karna berkas belum masuk ke persidangan dan anda pun belum membacanya,maka kami tarik kembali berkas2 kami,dan persetujuan yang dilakukan menantu saya pun belum sah karna tak ada bukti yang menyetujui hal itu "


" Ada apa ini,kenapa begini ?" Tanya lelaki itu mencoba tenang.


" Seperempat dari harta itu tidak lah sedikit Pak,mentang2 menantu saya polos,kalian seenaknya saja meminta bayaran yang tinggi,bagaimana jika menantu saya kalah nanti,pasti kalian juga meminta bayaran dari hal itu "


David hanya diam saja membiarkan Beni yang berbicara dengan lelaki itu.


" Itu memang konsekuensinya Pak,kami bekerja butuh tenaga otak,kalian cuma duduk tenang menunggu hasilnya "


" Jika bayarannya sesuai,saya tak akan marah2 seperti ini,tapi cara kamu ini kelewatan,ini sudah tindak pemerasan,dan saya bisa saja laporkan bapak ke pihak berwajib " Ancam Beni tajam.


Pria itu terdiam bingung.

__ADS_1


" Sudah,kami ambil lagi dan lupakan semuanya " Kata Beni tegas mengambil berkas ditangan lelaki itu.


Mereka langsung pergi dari sana.


" Brengsekkkk " Umpat pria itu kesal bukan main.


Beni berjalan cepat keluar dari sana.


" Lain kali kamu harus beritau Ayah dulu mengenai kasus kamu Vid,jangan seperti ini lagi,kamu keluar kandang singa masuk kandang buaya kalau begini " Kata Beni kesal dengan menantunya.


" Aku ngak tau Yah,aku cuma ambil jalan tengah " Kata David takut.


" Sudah,biar Ayah yang urus " kata Beni emosi.


David hanya menunduk takut dengan mertua preman nya itu,jiwa sangar Beni benar2 muncul saat ini,David tak bisa membayangkan bagaimana Beni yang dulu.


" Ayo pulang,Ayah laper habis marah2 " Kata Beni berjalan ke parkiran.


David tersenyum mengangguk.


Mereka berdua pun pulang kerumah..


Kebesokan pagi nya,tanpa sepengetauan Cila dan David,Beni menelpon Reno untuk meminta bantuan.


" Kenapa ngak bilang sama aku Bang,kalo David mau ambil hartanya lagi " Kata Reno marah diseberang.


" Kamu tau sendiri Ren,David itu keras kepala dan ngak enakan sama kamu " Kata Beni pelan.


" Ya sudah nanti aku kesana liat kondisi " Kata Reno menghela nafas.


" Iya,kamu tolong David ya kasian dia,mana dia dipecat juga sama bosnya karna sering keluar ngurus masalah ini " Kata Beni sedih.


" Iya,aku kesana nanti sama Nisa dan anak2 "


" Oke,Ren ya udah kalo gitu " Kata Beni bernafas lega.


Tut.


Panggilan pun terputus,Beni tersenyum cerah mendapat respon baik dari Reno.


Padahal sebelumnya Beni dan David setuju tidak melibatkan Reno,tapi karna masalah tak kunjung selesai malah menambah banyak akhirnya Beni mau tak mau harus meminta bantuan,karna ini berurusan dengan uang yang tak sedikit,dan kekuasaan Reno di perlukan saat ini.


❤❤❤


Hay guys selamat pagi.


jangan lupa Vote,Like,Coment yaaa

__ADS_1


__ADS_2