
Saat ini mereka sedang makan dengan tenang,meski canggung tapi Rehan berusaha santai.
" Ayo dimakan lagi " Kata David menepuk pundak pria itu.
" Iya Vid " Kata Rehan tersenyum.
Cila lumayan banyak masak hari ini ntah ada apa gerangan David pun tak tau.
David berusaha mengerti bahwa itu pasti hormon kehamilan istrinya yang sering berubah ubah.
" U uk ueeek " Cila kembali mual dan langsung berlari kekamar mandi.
David dan Rehan yang sedang makan pun kaget melihat Cila yang akan memuntahkan makanannya.
" Gue kesana dulu " Kata David langsung bangkit mengerjar istrinya.
Rehan mengangguk ikut panik.
" Ueeek ueekkkk " Cila memuntahkan makanan yang baru saja masuk kedalam perutnya.
" Keluarin semuanya " Kata David lembut mengusap punggung perempuan itu.
Cila kembali muntah,beberapa saat kemudian perempuan itu sudah lemas dan hampir terjatuh ke lantai jika David tak memegang tubuhnya.
" Mas hiks " Cila mulai menangis dengan wajah pucat.
" Iya sayang,yang sabar ya " Kata David lembut mengusap punggung istrinya.
Pria itu menyiram muntahan Cila dengan air.
" Ayo sini aku gendong " Kata David lembut.
Cila mengangguk dengan tubuh lemas.
Pria itu langsung menggendong Cila didepan dan membawa keluar.
" Han,lo makan sendiri ya Cila muntah2 lagi " Kata David diambang pintu kamar.
Rehan yang sedang makan pun mengangguk tersenyum.
" Maaf ya Bang " Kata Cila sedih.
" Ngak papa,kamu yang kuat ya " Kata Rehan maklum.
Cila mengangguk lemah,mereka pun masuk kekamar.
" Mau aku pijitin ngak ?" Tanya David membaringkan Cila di kasur lantai mereka.
" Iya,kepala aku pusing lagi " Rengek Cila.
" Obat mual kemarin masih ada ngak ?"
" Masih,tuh diatas lemari " Kata Cila menunjuk lemari kecil mereka.
David mengangguk dan mengambil obat tersebut.
Pria itu keluar kedapur mengambil air putih.
" Kamu harus kuat ya Nak,Mama akan berjuang bersama kamu " Kata Cila mengusap perut datarnya.
Karna umur kehamilannya baru,Cila sering merasakan mual dan pusing,bahkan mood nya susah untuk di tebak,makanya kadang Cila bersikap layaknya anak kecil yang sangat menjengkelkan,tapi David berusaha mengimbangi istrinya karna tau perempuan itu juga tak ingin bertingkah berlebihan.
" Ayo minum obat dulu " kata David menghampiri Cila.
Perempuan itu mengangguk lemah dan duduk dengan tenang.
__ADS_1
David membantu membukakan obat dan memberikan ke Cila.
Setelah selesai,David tiba2 memeluk wanita itu dengan lembut.
" Maaf ya aku bikin kamu menderita gini " Kata David sedih.
Cila tersenyum dan mengusap punggung pria itu.
" Ini udah kewajiban aku Mas,aku ýang menginginkannya selama ini " Kata Cila lembut.
" Aku ngak tega liat kamu kayak gini Cila "
" Ngak papa,tiap perempuan jika sedang hamil pasti merasakannya,udah jangan sedih dong " Kata Cila mencium pundak pria itu.
Mereka berhadapan dengan David memegang bahu istrinya.
" Kamu harus kuat demi anak kita ya " Pinta David lembut.
" Iya,aku akan berjuang untuk anak kita Mas " Kata Cila berkaca kaca.
David mengusap perut datar istrinya,membaringkan Cila di kasur.
" Sini biar Papa elus dulu " Kata David tersenyum.
Pria itu menurunkan kepalanya mencium perut Cila seraya mengusap lembut.
" Anak Papa kenapa rewel,kangen Papa ya mau Papa jenguk ngak ?" Tanya David kecil.
Cila mengusap rambut tebal suaminya dengan lembut.
" Nanti ya Pa,aku lagi males di jenguk " Kata Cila terkekeh pelan.
" Nanti kalo kamu dah kuat,kita ketemuan didalam ya " Goda David.
Cila menjambak pelan rambut pria itu.
" Ya ngak papa lah " Kata David ikut tertawa.
" Dah sana aku mau tidur " Usir Cila.
" Karpet kita mana ya ?" Tanya David teringat.
" Oh iya,tuh dibelakang pintu,selimutnya pake sarung kamu aja ya " Kata Cila tak enak.
" Iya gampang " Kata David tersenyum.
Mereka tak bisa memberikan yang wah untuk Rehan karna mereka juga kekurangan dirumah itu.
David menatap Cila tersenyum.
Cup....
Pria itu mengecup singkat bibir Cila dan bangkit.
" Aku keluar dulu ya,nanti aku balik lagi " Kata David lembut.
" Iya Mas " Jawab Cila tersenyum.
Pria itu berjalan kearah pintu kamar dan mengambil karpet,bantal,serta sarung di lemari.
Diruang tamu Rehan membersihkan bekas makan mereka tadi..
" Aduh ngak usah Han,biar gue aja " Kata David kaget melihat Rehan membersihkan piring kotor.
" Udah ngak papa,biar gue cuciin " Kata Rehan tersenyum..
__ADS_1
" Ngak enak gue sama Lo " Kata David malu.
" Ck,lo udah kayak sama siapa aja,urus bini lo aja gih Cila lagi butuh lo " Kata Rehan tenang.
" Tapi lo..."
" Gue udah gede Vid,urusan beginian mah gampang gue bisa urus sendiri " Potong Rehan.
" Hehe ya udah,nih tempat lo tidur,maaf ya gue ngak bisa beri yang bagus " Kata David menggaruk kepalanya malu.
" Ck,aman2 begini aja gue udah bahagia kok " Kata Rehan maklum.
David tersenyum mengangguk dan meninggalkan pria itu.
" Loh kok kesini lagi ?" Tanya Cila bingung.
" Hehe Rehan minta aku buat manja2in kamu " Kata David tersenyum malu.
" Idihhh itu mau nya kamu pasti " Tebak Cila.
" Haha iyaa,kamu kan lagi ngak enak badan sini biar Mas David pijitin " Kata David duduk lesehan didepan istrinya.
" Aku mau tidur aja Mas,bener2 ngak enak nih badan aku " Kata Cila menarik selimut.
" Ya udah,sini aku tidurin " Kata David ikut berbaring dan menarik Cila mendekat.
" Sekarang mejem " Titah David.
Cila mengangguk polos dan memejamkan matanya.
Berada didekat suaminya membuat perempuan itu nyaman,apalagi David sangat perhatian pria itu dengan hangat memeluk Cila,mencium kening nya dan mengusap punggung wanita itu perlahan.
" Aku bahagia hidup sama kamu Mas " Kata Cila menyelusupkan tangannya memeluk David.
" Makasih ya udah mau terima kekurangan aku " Kata David lembut.
" Kira2 anak kita cewek apa cowok ya Mas,aku penasaran banget " Kata Cila mendongak.
" Mau cewek atau cowok sama aja yang penting dia sehat terus lengkap " Kata David tenang.
" Iya kamu mau nya apa ?" Tanya Cila penasaran.
" Hmm serah sih,aku terima apa ada nya "
" Kalo ternyata cewek terus masuk geng Ana gimana,aku ngeri loh Mas sama anak bontot ka Nisa itu,Laura yang dulu nya kalem kini ikut gila kayak dia " Kata Cila ngeri.
David terkekeh pelan,dan mengusap kepala istrinya.
" Kamu sadar ngak Ana selalu menjadi penghibur Kakak2 nya,orang tua,dan seluruh anggota keluarga,kalo ada dia pasti rame,suasana berasa hidup " Kata David mengingat bocah itu.
" Emang sih,tapi banyak jahilnya Mas " Kata Cila kesal.
" Coba bayangin kalo sifat anak Kak Nisa seperti Andrew semua,pasti rumah itu sepi sunyap,datar." Kata David mengingat Andrew.
Cila menerawang jauh,Andrew memang tak sama seperti Ana dan Aktam hanya bocah itu yang paling pendiam dan penurut,bahkan Bara pun kalah diamnya dari Andrew.
" Tapi Andrew anak yang sopan,baik,kalem dan penyabar dan banyak hal lain yang aku banggain dari dia,mana pinter lagi,cuma sifat nya terlihat dingin,Aktam aja kalah loh apalagi Ana,uh beda jauh banget dari kakak2 nya,dia yang selalu bikin Kak Reno dan Kak Nisa pusing kepala dengan nilainya." Kata Cila terkekeh pelan.
" Haha emang,tapi jangan salah loh,Ana itu pinter banget buktinya kamu dan Clara aja ngak bisa nandingin dia " Kata David tersenyum geli.
" Dia mah licik Mas bukan pinter " Kata Cila tak terima.
David tertawa terbahak melihat wajah Cila berubah kesal,mereka mengobrol panjang lebar,David terus membanggakan Ana sedangkan Cila selalu menghujat gadis kecil itu.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya biar author semangat Up.
Dah lama nih ngak dapat Vote,apalagi Tips🤧