Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Berminta


__ADS_3

Disebuah perusahaan,beberapa pria berseragam rapi terlihat duduk santai menikmati secangkir kopi panas.


Sore ini anak beranak Reno berkumpul dikantor Aktam setelah mengadakan meeting serius.


" Kabarnya Abang buka cabang baru ya ?" Tanya David disela ngopinya


" Bukan cabang,baru rintis,itu punya nya anak Bara si Arjuna " Jawab Reno.


" Arjuna yg mana lagi Om ?" tanya Vero tidak mengenal.


" Kamu gak pernah ketemu dia ?" tanya Aktam mengernyit.


" Gak pernah Bang,gak tau malah " Jawab Vero polos.


" Haha Juna emang gitu suka ngilang,jarang ngumpul juga " Balas Aktam terkekeh


" Ia dia sedikit pendiam dan gak mau lanjutin usaha Papanya " Celetuk Reno santai.


" Lah terus kalo bukan dia siapa lagi ?" tanya Vero terkejut.


" Bara itu licik,dia okein aja permintaan anaknya " Jawab Reno terkekeh.


" maksudnya ?" tanya Vero mengernyit.


" Nanti kamu lihat aja " Jawab Reno tersenyum.


Vero cengengesan sambip menggaruk kepala bingung.


Pria itu tidak tau strategi apa yg akan dipakai keluarga Salders.


" Oh iya Vid,katanya si Cila hamil ya ?" tanya Reno teringat.


Byuuurrrrrr.....


Vero yg sedang menyeruput kopi langsung menyembur kaget mendengar pertanyaan lelaki tua itu.


" Si Cila yg dulu ?" tanya Romi mengingat.


" Iya,mantan kekasih " Goda Bentley yg juga berada disana.


Romi melotot begitupun David yg terlihat terkejut.


" Hahah udahlah,itu wisata masa lalu " Kata Bentley menampar lengan Romi.


Romi diam sambil melirik David yg memasang wajah tenang.


" Siapa yg bilang gitu Bang ?" tanya David kembali ke topik.


Vero melihat para petinggi itu dengan wajah paniknya,sungguh Vero belum siap punya adik apalagi diusianya sekarang.


" Si Ana,iya gak Tam ?" tanya Reno melihat sang putra.


" iya Pa,lusa tadi ketemu sama Ka Cila di pasar waktu Lulu sama Ana beli sayur " Balas Aktam.


" Nah terus gimana Vid ? kapan lahirannya ?" tanya Reno lagi.


Glek....


Vero menelan ludah kasar dan menatap David dengan wajah tak percaya.


David melihat Vero dan ingin sekali tertawa dengan expresi Vero yg begitu lucu.


" Gak lama lagi " Jawab David ambigu.


" Beneran Pa ?!" Tanya Vero menggebrak meja.


Semua orang menoleh melihat lelaki paling muda tersebut.


" Ada masalah Vero ?" tanya Bentley menahan tawa.


" Em eng gak kok em maksudnya iya masalah " Jawab Vero kelabakan.

__ADS_1


" Kenapa ?" tanya Aktam antusias.


" Aduh Bang,mau taruh dimana wajah aku kalo mau punya adik " jawab Vero mengkrucut.


" Ya apa masalahnya ? kan enak tuh punya adik baru " Goda Aktam.


Vero menggeleng pelan,pria itu masih tak terima jika Ibunya beneran hamil.


" Kenapa harus malu Vero,seru loh jadi Abang diusia segini,Om tuh ya kalo bisa mau punya anak lagi " Kata Bentley terkekeh.


" Gak deh Om,apa kabar Adelard sama si Hanin kalo Om punya bayi " kata Vero merinding.


" Ya mereka harus terima dong,lagian Ade juga senang sama anak kecil jadi aman lah " kata Adelard tertawa.


Vero menggeleng cepat,lelaki itu masih tak bisa menerima kenyataan absurd tersebut.


" Nanti periksanya ke rumah sakit abang aja Vid " Kata Reno kembali ke topik.


" haha iya Bang " Balas David masih dengan wajah gelinya.


Vero makin tak karuan,pria itu merasa mual dan pusing hingga ia berpamitan keluar.


Suara tawa terdengar begitu nyaring sampai Aktam dan Bentley sakit perut melihat tingkah anak David tersebut.


" Si Vero polos banget sih Vid " kata Reno disela tawanya.


" Ya gitulah Bang,saking polosnya diboongin habis2an sama orang " balas David terkekeh.


" Iya,pasti setres dia mikirin harus punya adik bayi " kata Aktam merinding


" Maunya sih punya Bang,tapi belum dikasih lagi " Kata David sedih.


" Sabar Vid,kencengin usahanya biar afdol " Goda Reno mulai tersenyum smirk.


" Udah Bang,kenceng banget malah " Kata David ikut menggila.


Tawa para lelaki itu kembali pecah,Reno dan kawan2nya begitu bisa membuat suasana terasa hangat dan nyaman.


Lelaki itu sungguh tak habis pikir dengan kelakuan David dan Cila.


" Ini gak bisa dibiarin,gila aja udah kepala 3 gini baru punya adik " Gerutu Vero sepanjang jalan.


Pria itu menaiki mobilnya dan pulang kerumah.


" Mama juga,kenapa mau aja sih nampung benihnya Papa,uhh bikin kesel aja " Kata Vero kesàl sendiri.


Sesampainya dirumah Vero terdiam melihat Cila duduk santai bersama Anak dan ponaannya diteras rumah.


" Papaaaa " pekik Sofia mengenali mobil.


" Cepat banget bapak mu pulang " Kata Cila heran.


" Emangnya Papa harus pulang lama ya Nek ?" tanya Sofia mengernyit.


" Belum waktunya pulang " Jawab Cila malas.


Vero membuka pintu,lelaki itu turun dengan wajah mengkrucut.


" itu kenapa wajah Papa mu kk songgokong ?" tanya Rania heran.


" Ihhh Kakak ngatain Papa monyet !" kata Sofia tak terima.


" Lihat aja tuh mukanya aneh banget " Cibir Rania.


" Iya " Celetuk Tania mengangguk setuju.


Sofia bangun dan mendekati Vero.


" Ma " Panggil Vero ketus.


" Hm " Jawab Cila cuek.

__ADS_1


Glek....


Vero menelan ludah kasar melihat sesuatu dimangkuk.


" Mau Bang ?" tanya Tania memberikan sepotong.


Vero menggeleng cepat.


" Kenapa ? Papa mu mana ?" tanya Cila tenang.


" Masih dikantor " Jawab Vero ketus.


Rania dan Tania saling melihat,wajah Vero terlihat sangat aneh membuat kedua gadis itu heran sendiri.


" Kenapa makan rujak ?" tanya Vero mencoba tenang.


" Emang nya gak boleh ?" tanya Cila mendongak.


" Biasanya gak pernah " Jawab Vero.


" Kamu aja gak pernah lihat " Balas Cila santai.


Glek....


Vero menelan ludah kasar lagi,memang dirinya tak pernah melihat Cila makan aneh2 apalagi rujak yg terasa begitu asam.


" Kalo mau ambil aja Bang,kalo gak mau minggir gak usah halangin jalan !" Tegur Rania jengah.


Vero diam sejenak melihat wajah gadis judes tersebut.


Tak lama pria itu pun masuk kedalam dengan perasaaan campur aduk.


Ia ingin bertanya dengan Cila,tapi karna ada Rania dan Tania disana membuat pria itu malu hati,apalagi sampai ia memarahi Cila nanti.


" Kenapa itu Kakak kalian ?" tanya Cila kembali mencocol jambu asam kedalam kuah kacang.


" Gak tau Bi,lagi dapet mungkin " Jawab Tania asal.


" Bisa jadi " kata Cila santai.


Keempat wanita itu kembali makan dengan tenang sambil melihat kejalanan dimana para warga lewat.


Malam harinya,vero dan Sofia pulang.


Gadis kecil itu sudah tertidur karna kelelahan ditambah kondisi badan yg memang tidak terlalu fit.


Vero berhenti disebuah warung membeli makanan,lelaki terlihat tenang tanpa beban.


" Vero " Tegur seseorang dari belakang.


Vero berbalik badan dan diam melihat seorang lelaki yg ia kenal.


" Iya " Jawab Vero tenang.


" Kau beli makanan juga ?" tanya pria tersebut.


" Iya Do,buat sarapan Sofia besok " Jawab Vero begitu tenang.


" Sofia baik2 saja ?" tanya Ridho tersentak mendengar nama putrinya.


" Iya " Jawab Vero.


Ridho diam sejenak memperhatikan Vero yg kembali fokus dengan hape sambil menunggu antrian.


" Vero,boleh aku membawa Sofia beberapa hari ?" Tanya Ridho tanpa ragu dan malu.


" Apa !" Pekik Vero tertahan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2