
Sofia memasuki kamarnya,gadis itu menaruh semua perlengkapan yg sudah ia bawa kemarin.
" Waw kamarnya bersih banget " Gumam Sofia takjub.
Segala macam seprey dan guling diganti baru.
kamar itu pun tercium sangat wangi.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,nampaklah wajah Hani baru selesai mandi dengan handuk masih diatas kepala.
" Kamu udah selesai ?" Tanya Hani mendekat
" Udah Te " Jawab Sofia tersenyum.
" Hm,temenin Tante ke pasar yuk " Ajak Hani
" Hayukkkk " Jawab Sofia girang.
Keduanya pun bergegas mempersiapkan diri.
Hani tak berharap banyak Sofia akan menganggapnya ibu,dengan keterbukaan Sofia kepadanya sudah membuat Hani merasa cukup.
Biar lah waktu yg menjelaskan segalanya pikir Hani.
Setelah bersiap keduanya pun langsung pergi menuju pasar.
Sofia terlihat senang dan damai.
Gadis kecil itu memang selalu ceria meski tak ada yg tau isi hati yg sebenarnya.
Mereka berhenti dilampu merah,Sofia yg awalnya bercerita kegiatan dirumah Nenek langsung terdiam saat melihat sebuah keluarga duduk diatas motor dengan senyum mengembang.
Gadis kecil itu memperhatikan gadis seumuran dirinya yg berada ditengah orang tua.
Hani melihat lampu merah,gadis itu pikir Sofia juga diam karna sedang menunggu giliran mereka jalan.
" Seneng banget kalo aku,Mama sama Papa begitu " Gumam Sofia pelan.
Gadis kecil itu terus memperhatikan keluarga sederhana tersebut hingga sang ibu asing tersebut menoleh kearahnya dan tersenyum kecil.
Sofia ikut tersenyum lalu membuang muka kearah lain.
" Pegangan " Ucap Hani mengambil tangan Sofia yg melepas pinggangnya.
Gadis itu mengangguk dan memeluk Hani dengan erat.
Tanpa diketahui sang Ibu tiri,gadis kecil itu menangis dalam diam.
Tak bisa dipungkiri,Sofia iri melihat anak lain bisa berkumpul bersama orang tuanya apalagi disaat libur seperti sekarang.
Takut diketahui Hani,dengan cepat Sofia menghapus air matanya dan mencoba ceria lagi.
Ditempat lain,seorang gadis remaja terlihat menunduk dalam setelah dimarahi Kakaknya.
Tak ada yg bersuara bahkan sang Papa pun diam tak membela atau mencela.
Romi minum kopi dengan santai tak memperdulikan Serkan sedang memarahi Byanca.
" Kamu itu masih kecil,gak usah pacaran !" Kata Serkan tegas.
" Aku gak pacaran,orang cuma temen " Jawab Byanca kesal.
__ADS_1
" Temen apanya keluar malam mingguan gandengan tangan depan umum !" Kata Serkan emosi.
Byanca melirik Alexi,Kakaknya tersebut seperti buta dan tuli tak perduli sama sekali.
" Issh aku udah izin sama Papa Kak,dikasih kok keluar karna besok nya libur " Kata Byanca melawan.
" iya emang gak masalah kamu keluar,cuma ya jangan nampakin depan umum,malu Byanca !" Kata Serkan.
" Aduhhh " Kata Byanca sakit kepala.
Salsa dan Yuni yg berada didapur terkekeh geli.
Serkan sudah 2 hari ini terus memarahi Byanca,lelaki itu begitu posesif dengan adiknya yg kini beranjak dewasa.
Suara saut sautan masih terdengar,Yuni tak bisa membela sang anak karna dirinya juga takut dimarahi Serkan karna memberi izin Byanca pergi main.
Jika dengan Alexi,Byanca tak takut karna Alexi sudah memberinya izin tapi dengan persyaratan setiap kali berangkat,bedahal dengan Serkan yg jarang pulang dan hanya sesekali memantau dan kejadian tak terduga nampak dimata lelaki itu saat Byanca terciduk sedang gandengan tangan dengan mesra didepan umum dan depan teman2 Serkan sesama Dokter.
" Oh iya Suci mana Sa ?" Tanya Yuni tersadar tak melihat cucu perempuannya.
" Iya Bu,Suci mana ya ? Kok gak keliatan ?" Tanya Salsa ikut bertanya.
" Duhh gawat,nanti bocah itu diem2 main sama temennya " Kata Yuni panik.
Salsa berlari keluar,wanita itu juga panik dengan tingkah Suci yg tak bisa diprediksi.
Diruang keluarga tak ada nampak Suci disana,hanya ada Romi dan Alexi yg sibuk masing2.
" Kemana tuh anak ?" Gumam Salsa pelan.
Wanita itu kembali berjalan dan sasarannya menuju kamar sang anak.
Ceklek...
" Tuh anak ngapain ?" gumam Salsa heran.
Dengan berjalan mengendap Salsa mendekati anaknya dan mengintip.
Senyum kecil terbit diwajah manis Salsa yg jarang terlihat.
Suci sedang menggambar sambil menunggu adik kecilnya yg beberapa bulan ini lahir.
" Masyaallah " ucap Salsa bersyukur.
Suci melihat kebelakang dan langsung terkejut.
" Ih Mama ngagetin !" kata Suci kesal.
" Shuutttt " ucap Salsa menaruh jari dimulut.
Suci duduk dan melihat ibunya geram
" Kenapa gak ketuk pintu dulu sih !" kata Suci emosi tertahan.
" Mama kira kamu pergi main tadi " Balas Salsa terkekeh.
" Mama lupa ya,aku disuruh jagain adik tidur !" kata Suci gemas.
" Hehe iya sayang " Kata Salsa mencubit pipi anak pertamanya tersebut.
Suci mendengus,gadis kecil itu bangkit dan berjalan keluar.
" Aduuh kapan Om Serkan pulang " Gumam Suci melihat Serkan masih duduk diruang keluarga dengan Byanca,Papa dan Kakeknya.
__ADS_1
" Ada apa ?" tanya Salsa melihat sang anak.
Suci menghela nafas dan berjalan mendekati Salsa.
" Aku mau nonton Tv Ma,tapi ada Om Serkan disana " Kata Suci kesal.
" Terus apa hubungannya ?" tanya Salsa heran.
" Ck mana bisa menikmati film sambil denger Om Serkan ngereog " jawab Suci.
" Ehhh " Kata Salsa kaget dengan ucapan akhir Suci.
" Kamu kalo kedengaran Om Serkan pasti dimarahi ngatain dia reog " Kata Salsa ngeri.
" Habisnya gak selesai2,gak cape apa marah terus " kata Suci heran.
Salsa terkekeh geli,mulut anaknya tersebut memang sangatlah judes.
Suci tak suka mendengar orang marah2,bahkan Alexi biasanya saja menyerah jika harus memarahi gadis kecil tersebut.
" Udah mending kamu gambar lagi,siapa tau nanti bisa jadi pelukis " Kata Salsa mengalihkan.
" hahaha gambar jelek gini bisa jadi pelukis ? Yg benar aja Ma " Kata Suci tertawa.
" Ya siapa tau kan ada orang gabut gitu suka sama karya kamu " kata Salsa datar.
Suci kembali tertawa,hayalan Ibunya terlalu tinggi pikir gadis sengklek tersebut..
Tak ingin kesabarannya habis,Salsa pun keluar lagi dari kamar dan meminta Suci melanjutkan menjaga adik lelakinya yg sedang terlelap.
" Haduhhhh,gimana aku bisa bebas kalo Om Serkan lama dirumah ini " Gumam Suci tenguk.
Serkan memang salah satu anggota keluarga yg ditakuti.
Kini Romi bukanlah apa2 lagi karna sudah ada penerus yg akan menjaga mereka dengan ketat.
Jika dulu Romi begitu keras dan garang,kini lelaki itu tak berdaya lagi bahkan Serkan tak segan memarahi Ayahnya jika melakukan kesalahan yg mungkin fatal.
Hampir 3 jam berada dirumah sang Ayah,Serkan memilih pulang karna Histi sudah menelfon.
" Denger baik2 kata Kakak Byan ! Itu demi kebaikan kamu !" kata Serkan menatap tajam adiknya.
" Iyaaaa Kakak ku sayang " Kata Byanca gemas.
" Jangan iya2 aja,awas kalo kakak liat kamu gitu lagi " Kata Serkan tegas.
" Ohhh ya Tuhaannnn,gimana kalo kalian cariin jodoh aja buat aku,biar aku gak nakal2 lagi ?" Tawar Byanca asal.
Pyurrrrrr.....
Romi yg sedang menyesap kopinya langsung menyembur begitupun Alexi yg langsung terbelalak.
" Pletakkkkkkkkkk......
Bugh......
Gadis cantik itu seketika mendapat jitakan sekaligus lemparan bantal kursi dari kedua kakaknya.
Byanca langsung tertawa ngakak.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1