Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Usulan


__ADS_3

Disebuah rumah beberapa orang pria terlihat asik mengobrol seraya bermain gap.


Para pria muda itu terlihat enjoy tanpa beban.


" Eh temen kamu jadi kesini ?" Tanya pria bernama Andika.


" Hm kayaknya jadi tapi gak tau deh " Jawab Ciko sang pemilik rumah.


" Emang siapa yg mau datang ?" Tanya Arshad menghentikan permainannya sejenak


Andika dan Ciko saling melihat dan melirik Arshad yg mereka kenal dingin.


" itu temen kuliah aku,kasian dia lagi banyak masalah kayaknya " Balas Andika menggaruk kepala.


" Cewek ?" Ulang Arshad.


" Hm iya " jawab Andika.


" Emang dia kenapa ?" Tanya Ciko penasaran.


" Gak tau deh,kalo dia ketemu gue pasti ada masalah " Jawab Andika menghela nafas.


" Hm awalnya temen ujung2nya..." Kata Arshad menggoda.


" Gak lah,dia gak mudah ditaklukin " Ucap Andika menghela nafas.


Drt drt...


Hape Andika bergetar,pria itu melihat nama dilayar dan langsung mengangkat panggilan.


" Gue keluar dulu,kayaknya dia udah sampe " Kata Andika buru2 keluar.


Arshad dan Ciko mengangguk.


Andika pun berlalu sdikit berlari.


Didepan,terlihat seorang gadis baru mematikan mesin motornya.


" Eh Ran,sini " Ucap Andika melambaikan tangan.


Rania mendongak dan tersenyum tipis melihat lelaki yg sedang menggunakan bokser dan kaos oblong tersebut.


" Kamu sendiri ? Yupi mana ?" tanya Andika.


" aku gak jadi kerumah dia An,katanya dia bakal nyusul " Jawab Rania tenang.


" kamu gak papa ?" Tanya Andika memperhatikan wajah gadis itu.


" Gak papa " Jawab Rania dengan senyum tipis.


Andika ikut tersenyum dan menarik pelan tangan gadis itu.


" Ayo masuk,tapi didalam ada temen aku " Kata Andika menggaruk kepala.


" Iya gak papa " Jawab Rania tenang.


Keduanya masuk kerumah dan bertemu Ibu Andika.


" Malam Bu " Sapa Rania sopan.


" Ehhh ada anak ibu,sini masuk Ran " Sapa Ibu Andika ramah.


" hm iya Bu hehe " Ucap Rania malu.


Sang ibu begitu baik,tak heran Rania sudah dikenal karna gadis itu berteman lama dengan Andika sejak mereka SMP.


" Gak dimarahin Mama kamu malam2 kesini ?" Tanya Ibu Andika khwatir.


Rania diam dengan gelengan pelan.


Sang ibu dan Andika saling melihat dan seperti memberi kode.


" Ya udah,Ibu siapin makan ya " Kata wanita tua itu seolah paham.

__ADS_1


" Gak usah repot2 Bu " Ucap Rania tak enak.


" Gak papa sayang " Balas wanita tersebut mengusap kepala Rania.


Rania menunduk,ntah mengapa ia merasa sedih dengan perlakuan baik ibu temannya tersebut.


" Ayo Ran kekamar " Ajak Andika.


" ehhhh " Pekik Ibu Andika melotot.


" Eh em maksudnya temuin temen aku hehe " kata Andika kelabakan.


" Main diluar aja,gak usah dalam kamar !" Tegur wanita itu keras.


" iya ya " kata Andika memutar mata.


Keduanya menuju kamar,sedangkan Ibu Andika menggelengkan kepala sudah tak heran lagi dengan sifat anaknya.


Meskipun terkesan bebas tapi Andika tak pernah macam2 apalagi dengan Rania yg ia tau begitu menjaga diri.


Saat melangkah masuk,semua mata mengarah kepada mereka.


" Hay Ran " Sapa Ciko dengan senyum lebar.


" Hay " Sapa Rania balik.


" Sini Ran duduk " Kata Ciko menepuk karpet disebelahnya.


" Keluar semua,kita diteras aja " Kata Andika membawa gap keluar.


" Yah disini aja " kata Ciko mengkrucut.


" Gak boleh,ntar diciduk kasian Rania !" kata Andika.


" Ya udah demi kamu Ran,ayo main diluar " Kata Ciko mengalah.


" Maaf ya Cik " kata Rania tak enak.


" Yok Syad " Ajak Ciko.


" Ayok " Balas Arshad mengangguk.


Mereka semua pun keluar dari kamar menuju teras rumah.


Terlihat ibu Andika sudah menyiapkan snack dan air hangat untuk tamu anaknya tersebut.


" Dimakan ya Syad " Tegur Ibu Andika tersenyum.


" Iya Bu,makasih " Balas Arshad hangat.


Wanita itu kembali masuk krumah membiarkan para pemuda tersebut bercengkrama.


Arshad duduk didepan Rania,Rania diam seraya menurunkan hijabnya yg sempat terikat tadi.


" Kamu beneran gak papa Ran ?" tanya Ciko khwatir.


" Gak papa " Balas Rania tenang.


" Tapi wajah kamu gak bilang gitu " Sahut Andika.


" Hm,hidup aku mana bisa tenang " Balas Rania sambil mengambil kue.


Arshad mengernyit mendengar ucapan gadis asing itu.


Keduanya terlihat tak saling kenal meski punya hubungan keluar yg cukup dekat.


Rania juga gadis tertutup dan tak suka berkenalan dengan banyak orang begitupun Arshad yg sangat dingin.


" Kamu yg sabar ya,Tania bikin kamu kesel lagi ya ?" tanya Andika.


" Ya gitulah " balas Rania malas.


" Kamu ngekost aja Ran,belajar hidup sendiri,toh kamu udah gede " Ucap Ciko memberi nasehat.

__ADS_1


" Mana bisa Cik,aku gak bisa jauh dari Papa " Balas Rania menunduk.


" Ya emang sih " Kata Ciko merasa paham isi hati gadis itu.


" Kalo bukan karna Papa mana mungkin aku bisa hidup sampe sekarang hehe " Kata Rania terkekeh.


" Ran,jangan ingat kejadian dulu lagi,kamu gak salah " Tegur Andika.


" Aku juga gak mau inget Dika,tapi bayang2 itu gak bisa aku hilangkan " Kata Rania menghempas kue nya.


Deg...


Ketiga lelaki itu kaget begitupun Arshad yg langsung berhenti mengetik laptopnya.


" Apa masalah mu ??" tanya Arshad menutup benda mahal tersebut.


Rania menatap lelaki itu dan diam.


" Sebesar apapun masalah mu,cukuplah tenang dan lewati semuanya perlahan " Kata Arshad penuh dengan ketenangan.


" Kamu gak diposisi aku " Balas Rania.


" Ya,benar aku tidak ada diposisi mu,tapi saat kau punya masalah apakah semua orang harus tau ?" Tanya Arshad lagi.


" maksud mu ?" tanya Rania mengernyit.


" Bersikaplah dewasa,aku pikir kau bukan anak kecil lagi untuk merengek minta dibela " Jawab Arshad.


" Syad " Tegur Andika dan Ciko terkejut.


" Kau gadis yg kuat bukan ?" Lanjut Arshad tanpa memperdulikan manik kedua temannya yg akan keluar.


Rania menghela nafas panjang dan mengangguk.


" Ya kau benar,aku gadis yg kuat " Balas Rania merendahkan dirinya.


Arshad tersenyum dan kembali membuka laptop.


" Tapi...." ucap Rania menggantung membuat Arshad berhenti bergerak.


Ketiga lelaki itu menatap Rania dengan wajah menunggu.


" Apa aku tidak berhak menerima apa yg aku inginkan ?" tanya Rania tersenyum smirk.


" Raaannn " Panggil Andika iba.


" Aku juga ingin seperti gadis yg lain,bukankah aku cukup cantik dan mempesona untuk disayang dan dimiliki ?" Tanya Rania lagi


" Ran kamu berhak dapat itu semua " Kata Ciko menatap lembut gadis tersebut.


" Kamu akan mendapatkannya Ran,cobalah untuk melemah " Sahut Andika.


" Aku lemah malah diinjak Dik,gak ada yg peduli sama aku " Kata Rania berkaca kaca dengan suara gemetar.


" Kau ingin bahagai ?" tanya Arshad serius.


Rania mengangguk pelan.


" Menikahlah,aku pikir itu bisa membantu " Balas Arshad tanpa pikir panjang.


" Apa !" Pekik Andika dan Ciko terbelalak.


" Hei Syadd,masukan mu terdengar gila !" Kata Andika tak percaya.


" Ya,kau pikir dengan menikah Rania bisa bahagia ?" tanya Ciko sama tak percayanya.


" Bisa,jika pria itu Aku " Balas Arshad terkekeh.


" Apaaaaaaaaa !!! " Pekik Ciko dan Andika menggebrak meja tamu tersebut.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment yaaa

__ADS_1


__ADS_2