Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pesta


__ADS_3

Suasana rumah mulai ramai,para tamu undangan terlihat memasuki pekarangan yg sudah ditata sedemikian rupa.


Didalam kamar seorang gadis terlihat begitu gugup dan takut saat ini bahkan Hani tak berani bicara banyak kepada orang asing.


" Vero udah sampe belum sih Na ?" Tanya Lulu kepada iparnya.


" Gak tau Lu,Papa belum telfon " Jawab Ana mengecek hape mahalnya.


" Duh mana udah mau jam 8 loh,masa iya nikahan jam 10 " Kata Lulu tak habis pikir.


" Semoga gak jadi " Ucap Hani pelan.


Pendengaran Ana dan Lulu yg masih baik mendengar ucapan gadis tersebut.


" Gak mau nikah ?? Seru loh " Kata Ana menyahuti.


Deg...


Hani langsung terdiam mendengar ucapan wanita yg memaksanya habis2an tersebut.


" iya Hani,menjadi ibu rumah tangga gak seburuk yg kamu pikirkan " Sahut Lulu tersenyum.


" Memangnya Kakak bahagia ?" tanya Hani balik.


Lulu diam,maniknya melirik Ana yg juga diam


" ya rasanya nano2 sih,kadang enak kadang ngakk juga " Jawab Ana jujur.


" Iya tergantung di kitanya mau nanggepin seperti apa " sahut Lulu bijak.


" Tapi àku dan Vero berbeda " Ucap Hani menunduk.


Ana mendekat dan mengusap bahu gadis tersebut.


" Memang kami akui,masalah kalian begitu rumit,tapi ini keputusan yg baik untuk memperbaiki segalanya " Kata Ana lembut.


" Mama Cila pasti membenci ku Kak " Kata Hani nanar.


Ana mengangguk kecil,perasaan Cila bisa dirasakan oleh wanita tersebut apalagi Cila ketas ketus.


" Itu memang pr yg berat buat kamu,tapi Kak Cila itu orang baik,dia akan menerima dengan lapang dada dan kamu harus berusaha mendapat restunya " Kata Ana tersenyum.


" Kak Cila gak pergi ?" tanya Lulu pelan.


Ana mengangkat bahu tidak tau,Ana belum menghubungi Cila karna tak ingin ikut campur.


" Aku lihat dulu diluar " Kata Lulu pamit.


Ana mengangguk,iparnya tersebut pun keluar dari kamar yg dipenuhi bunga2 mekar.


Suasana sana diluar masih ramai,para pendekor terlihat masih sibuk dengan urusan mereka masing2.


" Histi " Panggil Lulu melihat anak iparnya berkeliaran.


Histi menoleh dan mendekat.


" Belum dimulai Kak ?" tanya Histi.


" Belum,pengantin pria nya belum sampe " Jwab Lulu.


" Tadi aku nelfon Kak Serkan,dia bilang Vero udah jalan kesini " Kata Histi serius.


" Oh benarkah,ya udah kita siap2 sekarang,pengantin wanita nya udah selesai " Balas Lulu.


Histi mengangguk,Lulu balik lagi kekamar memberitahu berita terkini tersebut.


Manik Histi melihat kiri kanan,wanita itu mencari seseorang.


" Itu dia " Ucap Histi menemukan.


Wanita itu berjalan cepat dan berdiri dibelakang seorang gadis kecil yg asik memakan kue hidangan.


" Suci " Tegur Histi.

__ADS_1


Gadis itu melonjak kaget dan langsung berbalik.


" Kenapa Bi ?" tanya Suci sambil mengunyah.


" Mana Sutar ?" tanya Histi.


" Diluar sama Adek " Jawab Suci terus makan.


" Jangan dihabisin,para tamu gak kebagian nanti " Kata Histi ngeri melihat Suci makan dengan lahap.


" Iyaa " Jawab Suci memutar mata.


" Oh iya nanti ada Sofia datang kamu temenin dia main ya " kata Histi teringat.


" Udah datang ?" tanya Suci balik.


" Belum,nanti Bibi bilang " Jawab Histi.


Suci mengangguk mengerti dan meninggalkan Histi serta membawa beberapa bungkus kue yg ia sukai.


" Anak itu bener2 !" Ucap Histi heran.


" Kak Histi " Panggil seseorang.


Histi berbalik badan dan mendapati Istri Alexi mendekat.


" Kenapa Sa ?" Tanya Histi tenang.


" Udah mau dimulai kan Kak ? Ibu tanya lauknya udah jadi dikeluarin belum ?" Tanya Salsa yg bertugas didapur.


" Udah,keluarin aja " Jawab Histi.


" Oke Kak " Balas Salsa mengerti.


Wanita itu pun kembali mendekati dapur.


Para tetua berada didapur,Reno sudah menyeting semuanya dengan sangat baik bahkan istri tercintanya mendadak jadi kepala koki meski banyak menu mereka beli catringan.


" Kamu siap ?" tanya seorang pria didalamnya.


" Aku masih sedih Yank,Mama gak lihat Vero nikah " Jawab Laura berkaca kaca.


" Nanti kita pikirin itu,yg penting sekarang acara selesai dulu " Balas Justin mengusap pipi istrinya.


Laura mengangguk dan melihat kebelakang.


Sofia diam seribu bahasa,gadis kecil itu terlihat terguncang dengan apa yg telah terjadi.


" Semoga Hani bisa jadi ibu yg baik untuk Sofia " Ucap Laura berharap.


" Amin " Jawab Justin tersenyum.


Mereka pun turun dari mobil dan disambut bodyguard David dengan senyum sopan.


" Vero sudah datang ?" tanya Justin tenang.


" Sudah dijalan Pak " Jawab seorang pria dengan baju serba hitam.


Justin mengangguk mengerti dan masuk.


Laura menenteng tangan Sofia yg berjalan menunduk,gadis kecil itu tidak tau apa yg akan terjadi kepada hidupnya apalagi tadi Cila pergi begitu saja meninggalkan dirinya yg sedang butuh tempat hangat.


Tak lama beberapa deretan mobil mendekati pekarangan.


Semua orang menoleh kearah jalan tersebut dengan wajah berbeda2.


David yg sedang menelfon anak buahnya langsung diam menatap mobil2 tersebut.


Beberapa orang keluar,manik David terdiam saat maniknya melihat sang anak dengan baju serba putih berdiri menjulang.


" Itu Vero " Ucap Justin pelan.


" Hiks hiks..." Laura langsung menangis melihat sang adik dengan pakaian yg membuat siapa saja terharu.

__ADS_1


Vero melangkah dengan senyum tipis mendekati David.


Reno n the genk juga keluar dengan pakaian formal mereka.


" Kakekkk " Pekik Boy melihat Beni dan Sintia juga ikut.


" Disini aja " Tegur Justin.


Boy mengangguk mengerti dan menahan rasa rindunya kepada kedua pasangan tersebut.


" Akhirnya kamu sampai " Ucap David kepada sang anak.


" Mama mana Pa ?" tanya Vero tanpa basa basi.


David diam dengan gelengan pelan.


Vero ikut diam dan melirik Kakak angkatnya yg sedang menangis.


" Vero huhuhu " Laura menghambur memeluk Vero.


" Maafin aku Kak,aku membuat kalian semua kecewa " ucap Vero sedih.


Laura menggeleng dengan tangisan dalamnya.


" Kamu harus bahagia Vero dan jangan pernah lagi mengulang hal bodoh seperti ini " Ucap Laura terisak.


Vero mengangguk pelan.


Pelukan mereka terhenti tak kala manik Vero melihat seorang berdiri ditengah pintu rumah dengan pakaian senada dengannya.


" Hani " Ucap Vero pelan.


Semua orang menoleh dan diam melihat Hani memang berdiri disana dengan sangat anggun dan cantik.


Lulu dan Ana mendampingi gadis itu karna Hani tak punya satupun sanak keluarga.


" Jemput dia " Ucap David menegur Vero.


Vero masih diam dengan wajah yg sulit dimengerti.


Jantung Hani berdegub sangat kencang,sungguh ia tak menyangka mimpi lamanya kini terkabul dengan cara tak terduga.


" Jangan nunduk,lihat itu Vero ganteng banget " Bisik Ana pelan.


Hani terus menunduk dengan rasa malunya.


" Kapan mulainya ini,aku dah ngantuk " Celetuk Sùci kepada ibunya.


" Shuuttttt !" Tegur Salsa kaget dengan ucapan anaknya ditengah keheningan.


Semua orang melihat bocah dengan kuncir kuda itu.


" Duh nih anak " Ucap Alexi menepuk jidatnya dibelakang Serkan.


Sang Kakak terkekeh geli dengan kepolosan Suci yg luar biasa.


" Ayo masuk " Ucap Reno memberi perintah.


Semua orang mengangguk dan masuk kedalam.


Salsa menarik tubuh anaknya yg menghalangi jalan.


" Mama ihhh nanti sobek baju aku !" Kata Suci kesal dengan tarikan ibunya.


" Kamu mau ditabrak orang terus terjengkang !" Kata Salsa gemas.


" Kan mereka punya mata Ma,bisa liat anak secantik aku berdiri didsini " Kata Suci jengah


Salsa mendengus dan berjalan menjauh mengikuti rombongan.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2