
Disebuah kamar seorang pria tertidur pulas setelah tidak sanggup lagi menahan kantuk dimatanya.
Arshad sudah tak kuat,lelaki itu memilih untuk pulang kehotel melanjutkan tidurnya yg berapa kali tertunda.
" Ran,mending tidur aja " ucap Hiro mulai mengantuk.
" Kalian tidur aja " Balas Rania tenang.
" Besok kamu mau kerja loh,ntar ngantukan " Lanjut Hiro.
Rania menghela nafas dan melihat kedua temannya tersebut.
Rania sangat merasa beruntung karna Arshad dan Hiro sangat baik dan melindungi dirinya.
" Iya " Balas Rania mengangguk.
" Kamu gabung sama Arshad ya " Kata Hiro menarik selimut.
" Hah,sama Arshad ?" ulang Rania kaget.
" iya,takut ga aman kalo sama aku hehe " Jawab Hiro terkekeh.
" idihhhh emang kenapa ?" Tanya Rania heran.
" Rahasia perusahaan " jawab Hiro.
" Emang sama Arshad aman ?" tanya Rania lagi.
" Kamu ga liat Arshad udah pingsan gitu ?" Jawab Hiro menunjuk Arshad yg sudah tepar.
Rania menghela nafas lagi dan mengangguk pasrah.
Ranjang hotel itu memang ada 2,Arshad tanpa sengaja tidur ditempatnya sedangkan Hiro sudah mengambil alih ranjang Arshad.
Hiro tak berani tidur disamping Rania takut2 macannya terbangun saat dirinya terlelap.
Rania tak menaruh curiga,gadis itu benar2 polos dan mengesampingkan rasa takut dan khwatir akan kedua lelaki tersebut.
" Syaddd geser " Ucap Rania pelan.
Arshad diam tak menjawab.
" Kayaknya nih anak emang pingsan " ucap Rania terkekeh.
Dengan lapak seadanya,Rania mulai berbaring dan mematikan lampu kamar hingga menyisakan lampu remang2 saja.
Hiro sudah tidur,pria itu sama lelahnya membantu Rania malam ini.
Rania dan Arshad tidur berseblahan.
Dengan hati2 Rania memakaikan Arshad selimut takut lelaki itu kedinginan karna Ac.
Rania menerawang jauh mengingat tindakannya malam ini.
" Maafin Ran Pa,aku tau mungkin sekarang aku udah jadi anak durhaka,aku juga ga mau seperti ini Pa,aku ga mau jauh juga dari papa " Ucap Rania lirih.
Hatinya terasa sakit dan pedih,bayang2 Denis tidur tadi sungguh menyakitkan bagi gadis tersebut.
" Aku selalu mendoakan kebaikan untuk kalian Pa dan aku harap kalian selalu bahagia tanpa aku " Lanjut Rania sedih
Tanpa terasa air matanya kembali mengalir,gadis itu mengusap cepat dan berbalik menghadap Arshad.
Rania perlahan tersenyum,wajah keduanya sangat dekat.
Arshad begitu tampan dengan alis tebal menukik serta hidup mancung yg mempesona.
" Kamu juga Syad,aku ga nyangka masih ada orang baik kayak kamu didunia ini " Ucap Rania lirih.
Senyum terukir diwajah gadis itu,memandang Arshad lama membuat Rania mengantuk.
Tanpa sadar perlahan tapi pasti ia mulai memejamkan mata.
Dan yaaa,ketiganya pun tertidur lelap meski hari hampir pagi.
Kebesokan paginya,Denis pulang kerumah dan mendapati istri dan anaknya sedang memasak sarapan.
" kamu pulang cepat Mas ?" Tanya Miska kaget.
__ADS_1
Denis mengangguk.
" Papa mau kopi ?" tanya Tania.
" Kenapa tawarin kopi,Papa kamu butuh tidur Tan " Jawab Miska menegur anaknya.
Tania langsung diam menggaruk kepala.
" Ga usah,Papa kekamar dulu " Ujar Denis tenang.
" Mandi dulu Mas " Kata Miska mengingatkan.
Pria itu mengangguk.
" Oh iya,siang ini kamu masak banyakan ya,soalnya Kakak sama Bunda mau kerumah " Ucap Denis teringat.
" Hah,beneran ? Kok mendadak ?" Tanya Miska kaget.
Denis berjalan menjauh tanpa menjawab pertanyaan istrinya.
" Wahh ada Nenek " kata Tania heboh.
" Dah kamu siapin bahan2,kita masak lagi " Kata Miska merangkul bahu putrinya tersebut.
Tania mengangguk,keduanya pun masuk kedapur lagi.
Tanpa mereka ketahui,seorang bocah laki2 diam mengintai dibalik tembok ruang tamu.
" Mama sangat baik sama Kak Tania,kenapa sama Kak Rania ga pernah gitu ?" Gumam bocah tersebut teringat kakak pertamanya.
Noah masih ingat dengan Rania dan selalu ingat,bahkan bocah itu sering menangis dalam diam merindukan Rania.
Tak ingin ketahuan,Noah berlari kekamarnya.
Dikamar Denis,lelaki itu bersiap mandi,tapi Denis duduk diranjang sambil berpikir
" Apa ini sudah tepat ? Apa yg harus aku katakan sama Bunda nanti ?" Gumam Denis mulai ragu.
Banyak hal yg Denis takutkan sebenarnya,apalagi kejadian Rania kabur sudah lumayan lama.
" ga2,aku harus hadapi ini,mereka pantas tau " Ucap Denis meyakinkan dirinya.
Dirumah besar,seorang wanita terdengar heboh menjawab telefon.
" Beneran Kak mau kesini ?" tanya Ana senang.
" iya,tapi ga lama " Jawab Cila disberang.
" Kak Clara juga kan ?" tanya Ana lagi.
" iya dia baru pulang luar kota langsung kesini " Jawab Cila.
" eh emangnya kalian mau ngapain Kak ? Tumben2an kumpul keluarga ?" tanya Ana kepo.
" Ga tau Denis,dia bilang ada masalah penting yg harus dibicarain " jawab Cila.
" Bagi warisan ya ?" Goda Ana terkekh.
" Warisan pala mu " Jawab Cila membuat Ana tertawa ngakak.
" Ya udah,nanti aku kabarin lagi "
" Iya Kak,temuin aku di butik aja " Balas Ana.
Cila mengiyakan dan panggilan pun terputus.
Ana menaruh hapenya dinakas dan tersenyum lebar.
" Kenapa ?" Tanya Prito mengernyit.
" Ga papa " Jawab Ana ketus.
" Lah langsung berubah,tadi senyum lebar sekarang mencetut " Kata Prito mencebik.
Ana mendengus membuat lelaki itu menggaruk kepala.
" Yaankkkkk " Rengek Prito.
__ADS_1
Ana diam tak menjawab.
" Yankk maaf,aku ga sengaja " kata Prito memelas.
" Cihhh kebiasaan " Balas Ana kesal.
" Ya tapi itu kan hak aku dong " Kata Prito menggaruk kepala.
" Ya hak kamu emang,aku ga ada haknya !" Balas Ana kesal.
Prito menciut,wanita itu terlihat memang marah karna ulahnya semalam.
" Kalo jadi juga ga masalah kan,aku tanggung jawab " Kata Prito masih ingin membela diri.
" Cihh gayaan tanggung jawab,yg bengek tetap aku " Cibir Ana.
Prito diam,pria itu seperti anak kucing mencuit yg sedang diomeli sang induk.
Prito mendekat dan mencoba membujuk.
" Ishh apaan sih " Kata Ana mengibas lengan pria itu.
" Kita ulang ya,janji ga gitu lagi " Kata Prito tersenyum smirk.
" Whattt ! Enak dikamu dong " kata Ana syok.
" Ya biar clear gitu " Ujar Prito mentoel pipi Ana gemas.
" Ishhhh ga mau " Tolak Ana mengibas lagi tangan pria itu
" Ayooo Yankkkk,sebelum kerjaa biar aku semangattt " kata Prito memelas.
Ana mendengus,wanita itu masih kesal dengan sikap suaminya semalam karna tidak menempati janji.
" Ga mau " kata Ana tegas.
" ga boleh nolak suami loh,mau kamu jadi istri durjana ?" Tanya Prito mulai mengancam.
" Ga perduli " Balas Ana santai.
Prito terkekeh,lelaki itu ingin tertawa melihat wajah istrinya yg masih merajuk.
" Ayoo Yankkk " Ajak Prito manja menarik2 baju Ana.
" Jangan kegatelan ya,sadar diri !" kata Ana kesal.
" Gatel sama istri sendiri ga napa2 kan ?" Kata Prito memainkan alis matanya.
Ana mendengus lagi dan Prito semakin iseng menangkap wanita yg ingin keluar kamar tersebut.
" Aaaa lepasiinnnnn " pekik Ana meronta.
" Ga bisa,kamu harus layani aku dulu " Kata Prito merengkuh wanita tersebut.
" Nggaaaakk " pekik Ana terus meronta.
Prito menjatuhkan Ana keranjang dan langsung menindih wanita tersebut.
" Huhhh mau lari kemana kamu emak nackalll " Kata Prito dengan wajah mesumnya.
Ana diam memandang Prito dengan wajah datar yg membuat Prito makin menjadi ingin menjahili sang istri.
Baru akan dimulai tiba2,pintu kamar terbuka dan pasangan itu langsung kelabakan.
" Ma,Paa !" Pekik Angel terbelalak dan langsung menutup mata Jack yg sama kagetnya.
" Astagaaa " ucap Prito langsung turun dan menelan ludah kasar.
" Ihhhh kalian apa2an sih,masa main kuda lumping pagi2 begini !" Kata Angel kesal.
" Kuda ? kuda apa Kak ?" Tanya Jack berusaha melepas tangan Angel dari wajahnya.
" Astagfirulahhh ga ada kuda lumping Njel " Kata Prito syok akut dengan celetukan putrinya.
" Ga tau tuh,Papa kamu ngajakin mulu " Jawab Ana santai.
" Hah apa !" pekik Prito seketika panik.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa vote,Like,coment ya.