
Disebuah rumah seorang gadis duduk sarapan seorang diri dengan makanan ala kadarnya.
Pagi ini Hani akan memulai harinya menjadi seorang anggota.
Tas berisi baju sudah lengkap,ia akan pergi mengkuti pelatihan untuk pertama dalam hidupnya.
Hani akan meninggalkan rumah kost itu sejenak,ia tak bisa menolak pergi karna ini lah jalan hidup yg ia tempuh.
Dengan mie instan dicampur telur,gadis malang itu makan dengan sangat lahap.
" Huh semangat Hani,kamu bisa " Ucap Hani disela makannya.
Tak bisa dipungkiri gadis itu merasa sangat gugup.
Hani tak bisa membayangkan apa yg akan terjadi kepadanya nanti.
Drt drt...
Hape gadis itu berdering,terlihat nama dilayar membuat senyum Hani mengembang.
" Halo " Sapa Hani semangat.
" Kamu udah pergi ?" tanya seseorang diseberang.
" Belum masih di kost " Jawab Hani.
" Oke "
Tut.
Panggilan terputus sepihak,gadis itu mengernyit bingung dengan orang yg menelfonnya.
" Dia kenapa ?" Tanya Hani melihat hapenya.
Tak lama suara salam terdengar,gadis itu melihat keluar dan deg...
Manik Hani melotot kaget melihat seorang pria berdiri diambang pintu dengan nasi dipiring.
" Loh kenapa disini ?" tanya Hani bingung.
Pria itu masuk kedalam dengan senyum geli.
" Mau sarapan " jawab Daniel terkekeh dan duduk didepan perempuan tersebut..
Pria itu mengeluarkan tempat makannya yg berisi lauk pauk.
" Kakak dari mana ?" Tanya Hani heran.
" Dari rumah,tadi mau makan sendiri tapi rasanya bosen juga gak ada temen,makanya telfon kamu " Jawab Daniel terkekeh.
Hani melongo dengan mulut berisi nasi.
" Udah dikunyah aja,anggap gak terjadi apa2 " Kata Daniel menutup mulut gadis itu.
Seketika Hani mingkem,gadis itu kembali menguyah dengan manik tak lepas memperhatikan pria dewasa didepannya.
" Kamu lauk apa ? bagi dong " Pinta Daniel tanpa malu.
" Hah em indomie Kak " Jawab Hani menyodorkan piringnya.
Daniel tersenyum,tanpa ragu lelaki itu mengambil lauk Hani dan memindahkan ke piring nasinya.
Hani terkekeh pelan,sungguh ia dibuat takjub dengan tingkah lelaki ajaib tersebut.
Kadang Hani tak percaya Daniel seorang dokter karna tingkah lelaki itu jauh dari kata sempurna untuk seukuran Dokter.
" Nih aku bawa lauk juga kita tukeran " Kata Daniel menyodorkan tempat nasinya.
" Kakak masak ?" tanya Hani mengintip lauk lelaki itu.
" Gak,dianterin Nial pake gojek " Jawab Daniel jujur.
" Wah2 enak banget dianterin Ayank sarapan " Goda Hani.
" Udah ah,mending makan dulu nanti telat " Kata Daniel tak mau membahas.
Hani mengangguk dengan senyum geli,keduanya pun makan dengan lahap.
__ADS_1
Daniel begitu tenang,lelaki itu seolah tak punya beban sedikitpun.
Sekilas Daniel seperti tak punya masalah,tapi kenyataannya lelaki dewasa itu terluka secara batin..
Drt drt...
Hape Hani kembali berdering,gadis itu melihat nama dilayar dan langsung tersenyum.
" Siapa ?" tanya Daniel sambil mengunyah.
" Reka,sahabat aku " jawab Hani jujur.
Daniel melihat nama dilayar dan diam..
Hani mengangkat panggilan dengan senyum mengembang.
" Haloo Bestihh,how are you ?" tanya Seorang pria tampan disberang.
" Halo,aku baik,kamu ?" tanya Hani balik.
" Baik juga,oh iya hari ini berangkat ya ?" Tanya Reka teringat.
" Iya,ini lagi sarapan " jawab Hani tersenyum.
Daniel diam tak mengeluarkan suara.
" Maaf ya Han belum bisa kesana " Kata Reka mengkrucut.
" Iya gak papa,nanti main kesini ya " Balas Hani tersenyum.
" Pastinya dong,nanti aku kesana sambil lamaran hehe " kata Reka terkekeh.
Uhuk uhuk uhuk...
Daniel tiba2 terbatuk mendengar ucapan lelaki itu.
" Han kamu sama siapa ?" Tanya Reka kaget.
" Hm anu Rek,aku lagi em " jawab Hani kelabakan.
" kamu sama Cowok ya ?" tanya Reka menyelisik.
" Loh ini siapa ?" tanya Reka terbelalak.
Daniel diam melihat lelaki dengan kemeja kotak2 tersebut.
" Dia Kak Daniel,em tetangga " jawab Hani hati2.
Daniel sontak menoleh melihat gadis tersebut yg menyebutnya tetangga.
Hani tersenyum canggung,ia juga bingung harus mengakui Daniel sebagai apa.
" Oh Tetangga " kata Reka mangut2.
" Kamu siapa Hani ?" tanya Daniel tenang.
" Hm aku,aku sahabatnya tapi nanti kalo gak ada halangan bakal jadi suami ahaha " Jawab Reka melawak.
Deg...
Manik Hani melotot begitupun Daniel yg terkejut.
" Rekkkkk " Panggil Hani datar.
" Jodoh gak ada yg tau kan Han " Goda Reka.
Hani menghela nafas dan menatap tajam lelaki itu.
Reka tertawa ngakak merasa lucu dengan wajah sahabatnya.
" Ya udah deh,kalian lanjut lagi aku mau berangkat kerja " Ucap Reka berpamitan.
" Iya hati2 " Balas Hani tersenyum..
Tut.
Panggilan terputus,Hani menaruh hapenya dilantai dan menatap Daniel.
__ADS_1
Pria itu diam tak bersuara,Daniel masih melanjutkan makannya.
" Kak " Panggil Hani pelan.
" Gak masalah " Jawab Daniel tenang.
" Maksudnya ?" Tanya Hani mengernyit.
" Kakak memang belum bisa milikin kamu Han,kalo dia bisa bikin kamu senyum dan bahagia terus ya gak papa " Jawab Daniel pasrah.
Hani diam,wajah pria itu terlihat berbeda padahal tadi Daniel sangat bahagia.
Hani menghela nafas dan tersenyum kecil.
Gadis itu menyentuh pipi Daniel dengan lembut.
" Kakak juga berhak bahagia bukan ?" tanya Hani.
" Hm " jawab Daniel cuek.
" Ya udah gak usah bahas ini lagi,ayo kita siap2 " Kata Hani kembali makan.
" Habiskan ini " Kata Daniel menaruh lauk di piring Hani.
Gadis itu tersenyum haru,ia tak bisa mengexpresikan diri menerima perlakuan lembut lelaki itu.
" Kenapa diam ? ayo makan " Ucap Daniel melihat Hani malah mematung memandangnya.
" Iya Kak " Jawab Hani mengangguk.
Daniel tersenyum,keduanya melanjutkan makan dengan tenang.
Ditempat lain,seorang pria makan sendirian.
Vero terlihat menghabiskan nasi dipiringnya dengan lahap.
Yuna tak bisa menemani,untuk mandi pun Yuna butuh waktu yg sangat lama.
Cila dan David asik diluar rumah menjemur anaknya.
Pasangan itu terlihat begitu girang punya mainan baru yg bisa mereka bawa kemana pun.
" Om " Panggil seseorang dari arah belakang.
Vero berbalik badan dan mendapati anak Laura mendekatinya.
" Kenapa ?" tanya Vero tenang.
" Mau Mama " Jawab Boy mengkrucut.
" Mama mu udah pergi,dia gak mau punya anak nakal " Kata Vero asal.
" Hah " Pekik Boy kaget.
" Makanya gak usah nakal,kena tinggal kan dirumah Nenek " Kata Vero makin menjadi.
Boy menunduk dalam,bocah itu melihat mainan ditangannya yg sudah terbelah menjadi 2 bagian.
Vero mengulum senyum,lelaki itu sangat suka menjahili anak kesayangan Justin tersebut.
" Jadi Mama gak sayang Boy ya Om ?" Tanya Boy nanar.
" Hm bisa dibilang begitu " Jawab Vero sambil makan.
" Kalo Papa ?" tanya Boy lagi.
" Hm,gak tau juga sih,Papa mu itu ganteng,keren dan banyak duitnya,pasti banyak gadis yg suka " Kata Vero menerawang.
" Telus ?" Tanya Boy tak paham.
" Mungkin bakal cari Mama dan anak baru sih " Jawab Vero mengulum senyum.
Mata Boy makin berkaca kaca,Vero yg sudah tau akan terjadinya Bom atom langsung menyelamatkan diri.
" Huaaaaaaaa huaaaaaa Neneeeek huaaaa Om Velo Jahatt huhuhu "
Dengan tangis berderai dan hati yg hancur,anak kesayangan Justin berlari kedepan mengadukan nasibnya kepada Cila dan David.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.