
Kini Rehan dan David sudah sampai dirumah sederhana milik pasangan bobrok itu.
Rehan sangat terkejut melihat Cila kini sudah melahirkan.
" Biasa aja muka lo " Kata David terkekeh pelan.
" Tutup pintunya Mas,mau magrib ini " Kata Cila pelan.
David mengangguk dan menutup pintu dengan rapat.
" Wah lo udah jadi bapak sekarang Vid " Olok Rehan.
" Hehe iya,Papa David " Kata David tertawa sambil menepuk dadanya bangga.
Cila hanya tersenyum saja sambil membekap anaknya.
" Mas aku ngantuk " kata Cila menguap lebar.
" Ngak boleh tidur " Tegur Sintia.
Cila memasang wajah melasnya menghadap pria itu.
" Sabar ya ini mau magrib ngak boleh tidur apalagi kamu punya bayi " Kata David kasihan.
" Habis ini kamu yang jaga ya,aku mau istiràhat bentar " Kata Cila memelas.
" Iya " Kata David tersenyum.
" Mandi dulu Vid,jangan pegang anak kamu dulu banyak kuman " Kata Sintia tajam.
" Hehe iya Bunda " Kata David menarik tangannya lagi.
Sintia bagaikan alarm peringatan disana,wanita itu tak bisa membayangkan jika dirinya tak ada pasti Cila dan David semaunya saja.
" Bunda sensitif ya " Bisik David kepada Cila.
" Iya,kamu ngak tau apa seharian ini aku dimarahi Bunda karna melarang peraturannya " Kata Cila ikut berbisik.
" Kalian mau jadi anak durhaka !" Kata Sintia tajam.
" Eh ngak Bunda hehe becanda Bun " Kata Cila mengangkat 2 jarinya.
" Mandi Vid !" Titah Sintia garang.
" Siap Bunda laksanakan " Kata David hormat didepan wanita itu.
Sintia ingin menampar pria itu tapi David keburu lari kedapur.
Cila dan Rehan tertawa melihat tingkah konyol David dan Sintia.
" Ya ampun semoga anak kalian baik2 aja " kata Sintia ngeri.
" Tenang aja Bunda,nanti kalo udah besar dimasukin pesantren " Kata Cila santai.
" Huaaaaa oeeekk oekkkk " Anak Cila langsung menangis seolah kaget mendengar perkataan mama nya barusan.
" Cup cup sayang,gak kok Mama becanda ngak masuk pesantren,biar Papa aja yang masuk pesantren " Kata Cila berusaha menenangkan bayinya.
Bayi mungil itu masih menangis juga seolah tak percaya perkataan Cila.
" Laper mungkin Cil,kasih aja " Kata Rehan menebak.
" Iya,beri asi dulu " Kata Sintia menimpali.
__ADS_1
Cila mengangguk dan dengan santai mengangkat bajunya.
" Eeehhhh Cilaaa jangan " Pekik Sintia kaget.
Rehan langsung menghadap kelain,pria itu juga sangat kaget Cila dengan santai mengangkat bajunya.
" Ish kamu nih,liat2 sikon napa,main angkat baju aja " Tegur Sintia gemas.
" Oh iya ada Bang Rehan hehe sorry Bang khilaf " Kata Cila cengengesan.
" Aku kedapur aja " kata Rehan bangkit.
Sintia dan Cila mengangguk.
" Ck,kalo David lihat tadi bisa habis kamu dimarahi dia" kata Sintia tajam.
" Ngak sengaja Bunda " kata Cila takut.
Sintia menghela nafas dan membiarkan Cila memberi asi kepada bayi kecil itu.
Meski sedikit meringis,tapi Cila berusaha kuat saat anaknya mulai menyedot put*ng nya.
" Pelan2 dong,mirip banget kayak bapaknya padahal ngak ada yang minta " Kata Cila santai sambil mengusap pipi bayi mungil itu.
Sintia mengulum senyum,1 hari tinggal bersama putri nya itu Sintia mulai paham dengan kebiasaan bobrok asal ceplos Cila dirumah sederhana ini,saat kecil Cila tak separah sekarang meski bakat terpendam itu sudah nampak saat dulu.
" Mas,kenapa anak mu begini ?" Batin Sintia tertawa teringat akan suaminya dulu.
Jam makan malam pun tiba,mereka makan bersama,Cila menelan ludah melihat menu David dan dirinya tak sama.
" Kenapa ?" Tanya David heran.
" Mauuu " Rengek Cila manja.
Cila mengangguk lemah.
" Hehe ngak boleeehh " Kata David tertawa meledek.
Cila langsung mengkrucut kesal.
" Nih buat kamu " Kata David menyendokan sayur bayam di piring perempuan itu.
" Ngak berasa Mas " Kata Cila sedih.
" Ngak boleh makan aneh2,nurut sama Bunda " Tegur Beni.
Cila langsung mengangguk diam,nyali nya menciut mendengar suara tegas sang Ayah tiri.
Rehan menatap iba Cila,pria itu makan dengan lahap dan sialnya Cila malah tergiur melihat sambal yang memenuhi piring pria itu.
Rehan menyembunyikan piringnya dibelakang saat manik Cila berbinar.
" Apaan sih Cil haha " Kata Rehan tak tahan menahan tawa.
" Enak ngak Bang ?" Tanya Cila penasaran.
" Mantul pedas poll " Goda Rehan tertawa.
" Huuuffftttt demi anak aku harus kuat2in " Kata Cila menghela nafas.
" Semangat ya sayang,harus nurut sama Bunda biar asi kamu banyak,bisa ngasih mamem anak aku " Kata David tersenyum.
" Iya " Kata Cila malas.
__ADS_1
Mereka pun kembali makan dengan tenang.
Malam semakin larut,Beni duduk diluar rumah bersama Sintia menghidup udara malam,kini tinggal lah Cila,David Rehan dan David junior disana.
" Yank,aku mau bicara serius sama kamu " Kata David pelan.
" Ngomong apa ?" tanya Cila sambil berbaring.
" Rehan butuh uang buat biayain pengobatan ibunya " Kata David jujur.
" Berapa ?" Tanya Cila bangun.
" Ngak tau jelasnya berapa,nanti aku bakal kesana dulu nanyain langsung ke pihak rumah sakit "
Cila melihat kearah Rehan,terlihat pria itu menunduk dalam.
" Maaf Cil jika gue merepotkan kalian " Kata Rehan tak enak hati.
" Ngak papa Bang,emang sakit apa ?" tanya Cila lembut.
" Lambung,tapi udah parah " kata Rehan jujur.
" Emang kamu punya uang Mas ?" tanya Cila mulai paham kemana arah pembicaraan.
" Ada di bank " Kata David tersenyum.
" Aku sih ngikut aja ya,tapi kamu lihat dulu sekarang kita juga butuh uang,anak kita masih kecil butuh popok,susu,dan kwan2 yang lain " Kata Cila tersenyum.
" Iya aku udah pikirin itu semua,jujur aja aku pengen bantu Rehan,dia dan ibunya dulu juga selalu bantuin aku,dari aku belum ada apa2 sampe aku nikahin kamu " Kata David serius.
" Iya,aku izinin toh kan kamu juga yang pegang kendali,tapi aku minta jangan sampe kita ikut kekurangan kasihan anak aku " Kata Cila lembut.
" Iya sayang,aku bakal tanggung jawab sama keluarga kita " Kata David mengusap pipi perempuan itu.
" Ya udah,kalo uang kamu ada kasih lah tapi bayar nya kapan ?" Tanya Cila cengengesan.
" Hehe belum tau Cil " Kata Rehan ikut cengengesan.
" Haha becanda Bang " Kata Cila tersenyum.
" Aku juga bakal bikin usaha sama dia nanti,tapi urus yang ini dulu "
" Iya terserah kamu aja,yang penting aku dan anak aku ngak kekurangan selebihnya kamu yang handle " Kata Cila tegas.
" Okey baby,makasih ya udah mau ngerti " kata David mencium pipi perempuan itu.
Rehan mendehem kaget.
" Isshh main nyosor aja liat tuh jomblo merasa tersindir " Kata Cila tertawa.
David ikut tertawa sedangkan Rehan mendengus kesal.
" Awas ya lo bedua,ntar gue nikah cepet jangan sampe jantungan lo " Ancam Rehan.
" Buktiin lah jangan omdo( omong doang)" Kata David meremeh.
Mereka pun tertawa bersama.
Cila tak bisa melarang suaminya,karna Cila tau bagaimana beartinya Rehan untuk David,karna hanya pria itu dan ibu nya dulu yang menerima David apa adanya saat semua orang menjauh.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA biar author semangat up.
__ADS_1
Pantangin terus ya cerita ini,nanti author ceritain sampe anak2 mereka gede dan menemukan kebahagiaan sendiri.