
Setelah acara makan selesai dan Reka mengantar gadis itu masuk taxi,pria tersebut terdiam sesaat.
Mobil Taxi sudah jauh melaju,Reka menatap mobil biru itu dengan wajah mengernyit.
" Bentar2 " Ucap Reka pelan.
" Bukannya tadi gadis itu masuk bersama adiknya pake baju hitam ya ? Tapi ini tadi bajunya warna apa ?" Gumam Reka mengingat.
Pria itu mulai melangkah memasuki pekarangan perusahaan.
" Dan apa gadis itu tadi berhijab ?" Lanjut Reka lagi.
Dengan langkahnya yg gontai,Reka terus menapakkan kakinya memasuki lobi.
" Kenapa dia bisa berubah dalam waktu dekat ?" Lanjut pria itu semakin bingung.
" Rekaaa " Panggil seseorang membuat lelaki itu tertgun.
" Ah Iya " Jawab Reka terkejut.
" Dari mana saja kau ?" Tanya seorang pria mendekat.
" Istirahat " Jawab Reka polos.
" Kau tidak dengar tadi Pak Justin bilang temuin dia diruangan ?" Tanya pria tersebut.
" Oh astagaa aku lupa " Jawab Reka menganga.
" Ck,sana cepetan kamu keruangan dia,tadi receptionist bilang Pak Justin cari kamu "
" Iya2 aku pergi sekarang " Balas Reka langsung berlari.
" Hei apa ini ?" Teriak sang teman terkejut menerima 2 tempat nasi dari Reka.
" Tolong taruh dimeja ku " Teriak Reka sambil memasuki lift.
" Haist tu anak "
Dengan terpaksa pria tersebut membawa tempat nasi Reka keruangan karyawan.
Diatas,seorang pria menghela nafas melihat jam.
" Kemana anak itu ?" Gumam Justin heran
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang pria terlihat ngos2an.
" Kamu dari mana aja ?" tanya Justin gemas.
" Maaf Pak,tadi saya makan diluar dan lupa janji sama Bapak " Jawab Reka jujur.
" Hisst saya itu mau ajak kamu makan sama klain Rek " kata Justin memutar mata.
" Oh ayo Pak " kata Reka berdiri tegap.
" Hah kan kamu udah makan " kata Justin kaget.
" Hehe makan lagi Pak " Kata Reka terkekeh.
" Hahaha belum kenyang emang ?" tanya Justin lagi.
Reka menggeleng pelan,ia tak tau harus kenyang atau masih lapar karna tadi pria itu tak terlalu fokus.
" Ya sudah,ayo pergi " Kata Justin bangun dari duduknya.
Reka mengangguk,lelaki itu pun mempersiapkan peralatan Justin yg pasti akan membawa laptop.
Reka tau jika Justin butuh teman,tandanya pria itu sedang kurang baik2 saja.
Justin memang tak banyak bicara tapi dengan tindakan para karyawannya sudah bisa menebak bos mereka.
Keduanya keluar dari ruangan dan mendapat tundukan dari para karyawan.
__ADS_1
" Enak ya jadi Reka,apa2 Pak Justin selalu ajak dia " Ucap salah satu receptionist iri.
" Iya,Pak Justin dan Reka itu dekat kayak temen " Balas Receptionist lain.
" Tapi Reka juga pasti ngga bebas,Pak Justin itu bukan orang sembarang,kalo Reka macem2 diluar pasti Pak Justin tau informasinya " Celetuk satpam yg kebetulan ada disana.
" Ya sih,ada plus minusnya juga " Kata Receptionist menyetujui.
Ketiganya kembali mengobrol.
Didalam mobil,Reka banyak diam.
Lelaki itu masih memikirkan gadis yg ia temui hari ini.
Reka benar2 tak menyadari bahwa gadis itu ada perubahan.
" Apa dia aslinya 2 orang ya ? Tapi mana bisa ?" Gumam Reka pelan.
" Siapa Rek ?" tanya Justin yg duduk disebelah laki2 tersebut.
" Hah bukan siapa2 Pak " Jawab Reka.
" Kalo ada masalah,cerita Rek biar dapat solusinya " Kata Justin tenang.
" Hehe iya Pak,makasih " Balas Reka tersenyum
Keduanya kembali diam,15 menit kemudian mereka sampai disalah satu restoran yg terlihat mahal dari luar.
" Waduh Pak Justin kesini lagi,duit aku cukup gak ya " Batin Reka ngeri.
Bukan apa,uang Reka begitu terbatas.
Lelaki itu harus pintar berhemat agar kehidupannya berjalan lancar.
" Mereka disana " Ucap Justin menunjuk segerombolan para Bos2 besar.
Reka menelan ludah kasar,pria itu terlihat gugup untuk maju dan bergabung.
" Ayo " Ajak Justin.
Kaki keduanya kembali melangkah,Reka memberi hormat kepada para lelaki berjas hitam tersebut.
" Kau datang terlambat Justin " Ucap salah satu pria sedikit gemuk.
" Maaf Pak,tadi ada kerjaan " Jawab Justin tersenyum tipis.
" Gak papa,ayo bergabung " Balas pria lain mengerti.
" Kau mau pesan apa,pesan saja " kata Justin sedikit berbisik.
" Saya nurut bapak saja " Balas Reka sopan.
Justin mengangguk,lelaki itu memanggil pelayan dan menunjuk apa yg ia mau.
" Ck ck,Pak Justin benar2 hebat,mesennya cepet banget tanpa pikir panjang " Batin Reka katrok.
Reka jarang ikut jamuan makan,biasanya lelaki itu menemani Justin meeting atau sekedar mengopi saja beda dengan yg sekarang.
Para bos itu tertawa meski tak tau apa mereka tertawakan.
" Ini asisten mu ?" tanya Seorang pria yg cukup tua.
" Dia karyawan ku " Balas Justin.
" Wah2 kau berani membawa karyawan mu kesini " Kata pria lain melihat Reka.
" Ya,apa kalian punya anak gadis yg cantik ? pria ini masih jomblo " Kata Justin terkekeh.
" Hah " kata Reka kaget.
" Apa yg kau punya ?" Tanya pria berbadan gemuk tadi menatap Reka.
Glek....
__ADS_1
Reka menelan ludah kasar dan melihat Justin dengan gelengan pelan.
" Dia punya cukup tabungan,anaknya baik dan pejuang " Celetuk Justin tenang.
" Apa pekerjaan orang tua mu ?" Tanya pria gemuk itu lagi.
Glek..
Reka kembali menelan ludah dan melirik Justin.
" Jawab saja,mereka bertanya pada mu " kata Justin terkekeh.
" Astaga aku mau jawab apa nih,Pak Justin menjebak ku " Batin Reka kesal.
" Hei,kau tak dengar ?" Tanya pria gemuk tadi masih penasaran.
" Hm anu Pak,maaf orang tua saya sudah meninggal " Jawab Reka memberanikan diri.
" Benarkah ?" Tanya pria lain kaget.
Reka mengangguk pelan.
" Jadi apa kau hidup sendiri ?"
" Ya saya sendiri " Balas Reka menghela nafas.
" Jadi apa ada yg berkenan anak gadisnya dimiliki pria ini,saya jamin anak kalian tidak akan kecewa " Kata Justin mengulum senyum
" Pak " Tegur Reka melotot.
" Kebetulan saya punya anak gadis,dia bekerja diluar negeri,tapi dia begitu keras kepala dan dingin " Kata Pria berbadan besar menghela nafas.
" saya punya anak gadis,tapi baru 13 tahun " Celetuk pria lain.
" Hah " Pekik Reka melotot.
" Hahahaha " Para pria berduit itu tertawa geli dengan lelucon temannya.
" Aduhh Pak Justin bener2 deh,masa iya aku dijodohin sama anak para penguasa ini " Batin Reka gemas melihat Justin ikut tertawa.
Mereka semuanya makan sambil mengobrol tipis.
Ditempat lain,seorang gadis baru pulang kerumah dan bertemu kakaknya yg sedang menonton Tv.
" Kak " Panggil Tania mendekat.
Hening...
Rania tak menjawab.
" Kak " Panggil Tania lagi.
" Apa ?" Jawab Rania tak menoleh.
" Kak,tau gak tadi aku ketemu cowok yg aku cerita kemarin " Jawab Tania heboh.
" Siapa ?" tanya Rania mengernyit.
" Itu Kak,cowok aneh yg aku cerita itu " Balas Tania.
Rania diam sejenak,gadis itu mencoba mengingat.
" Tau gak Kak,tadi pas aku pamit itu,aku ketemu sama dia dan tanpa diduga dia nyeret aku ketaman buat makan bekal yg dia bawa " Cerita Tania antusias.
Deg....
Rania tersentak mendengar cerita adiknya.
" Bekal ?" Ulang Rania pelan.
Tania mengangguk tersenyum.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.