
Siang ini disebuah rumah sebuah keluarga baru pulang dari luar kota.
Beberapa koper terlihat berjejer sembarang diruang tamu ditambah adanya tas oleh2.
Cila merebahkan tubuhnya dikasur tipis merenggang pinggangnya.
Wanita parubaya itu terlihat lelah dengan perjalanan selama 3 harinya di luar kota.
" Ma " Panggil Yuna menegur.
" Hm " jawab Cila memejamkan mata.
" Ma laper " Ucap Yuna mengkrucut.
Cila mengernyit,wanita itu menoleh melihat menantunya.
" Terus ?" Tanya Cila bangkit.
" Hm Mama gak masak ?" Tanya Yuna cengengesan.
" Hah ?" Pekik Cila kaget membuat Yuna ikut kaget.
" Bukannya tadi dah sarapan ?" tanya Cila heran.
" Iya tapi laper lagi " Jawab Yuna mengusap perutnya.
Cila melihat kebawah dan menghela nafas.
Cila tersadar bahwa yg diada diperut menantunya merupakan penerus kerajaannya nanti.
" Mama cape Yun " Kata Cila kembali rebahan.
" Jadi gak masak ?" tanya Yuna tersentak.
" Beli aja " Jawab Cila santai.
" Beneran ? uangnya mana ?" tanya Yuna menadahkan tangan.
Cila kembali menoleh melihat wanita hamil besar itu dengan wajah bingung.
" Kamu gak megang uang ?" Tanya Cila.
" Ada tapi di bank hehe " Jawab Yuna cengengesan.
" Astagaaa,harusnya kamu ambil beberapa buat pegangan " Kata Cila tak habis pikir.
" Buat apa Ma,kan aku gak suka jajan " Balas Yuna tersenyum.
" Gak suka jajan,tapi sekali jajan bikin bangkrut perusahaan " Cibir Cila tegas.
Yuna kembali mengkrucut,Cila yg niatnya ingin tidur sejenak langsung bangun karna moodnya mulai ambyar ulah sang menantu.
Yuna terlihat tak begitu perduli,wanita hamil itu begitu cuek dengan ucapan mertuanya yg kadang menyakiti hati.
Cila menggerutu sendiri didapur,wanita itu terpaksa membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan makanan dari sana.
Jika Cila tak ingat sang cucu mungkin Yuna sudah lama ia tendang ke langit.
" Kapan sih mereka pindah,cape banget aku kalo gini terus,bisa tua mendadak " Kata Cila kesal sambil memotong sosis.
Sampai detik ini,Vero belum mau pindah padahal rumah barunya sudah siap.
Bukan tanpa alasan,Vero takut istrinya sendirian apalagi Yuna sedang hamil besar dan sebentar lagi melahirkan.
Orang tua Yuna jauh dari mereka,bahkan terkesan tak sangat perduli juga membuat Cila kesal sendiri.
Asik mendongkol,tiba2 suara suaminya terdengar.
David masuk dengan membawa seekor ayam yg sudah disembelih.
" Loh ini kenapa ?" Tanya Cila kaget.
__ADS_1
" Dimasak aja Yank " Jawab David menaruh ayam tersebut diwastafel.
" Kenapa ?" tanya Cila bingung.
" Dia ini yg sering berkelahi sama ayam lain,aku kesel lihatnya " Jawab David gemas.
" Hah " Pekik Cila melotot.
" Gak baik Yank,suka bikin gaduh juga sama ayam tetangga,kemarin dia matukin berasnya Pak Jum diteras " Ucap David menghela nafas.
" Kok bisa ?" Tanya Cila melotot.
" Ya bisa aja dah rejeki dia " Jawab David terkekeh.
Cila ikut terkekeh,suaminya memang pantang disenggol.
David sering merasa tak enakan dengan tetangga,ia tak mau karna peliharaan mereka membuat tetangga tak nyaman,makanya David membuat kandang yg cukup besar untuk menampung mereka semua,tapi ternyata hewan juga butuh kebebasan berexpresi.
Pasangan itu pun bahu membahu,David kebagian mencabut bulu ayam dan Cila menyiapkan bumbu.
Keduanya terlihat sangat harmonis,disela kesibukan tak lupa mereka sering mengolok bahkan merayu satu sama lain.
Dari luar,seorang pria baru sampai rumah.
Tadi Vero tak langsung pulang lantaran ia harus berhenti dulu dikantor untuk mengecek pekerjaan.
Lelaki itu masuk kedalam dan mendapati keheningan.
" Pada kemana ?" Gumam Vero bingung..
Langkah jenjangnya terus melayang hingga ia tiba didapur..
Terlihat kemesraan terjadi didepan mata yg mana sudah berlangsung puluhan tahun silam.
Vero diam sejenak,senyum kecil terbit diwajah lelahnya melihat Cila dan David saling bercanda diusia tua..
Selama Vero hidup,tak pernah ia melihat Cila dan David bertengkar hebat apalagi berhubungan dengan orang ketiga.
Vero berbalik badan dan masuk kekamar.
Pemandangan pertama yg ia dapati adalah istrinya baru selesai mandi.
" Kamu dah pulang ?" tanya Yuna mendekat.
" Hm " Jawab Vero tenang.
Yuna mengambil tas kerja Vero dan menaruhnya dinakas.
" Kamu dah makan ?" tanya Vero.
" Belum,Mama belum masak " Jawab Yuna sedih.
" Iya lagi dimasakin " Jawab Vero paham.
" Ver " Panggil Yuna hati2.
" Hm " Jawab Vero.
" Aku mau keluar sebentar boleh ya " Kata Yuna tersenyum.
" Mau kemana ?" tanya Vero terkejut.
" Mau beli makan,aku ngerasa mual pengen sesuatu " Jawab Yuna menggaruk kepala.
Vero diam melihat wajah perempuan cantik tersebut..
" Kan Mama lagi masak " Kata Vero menghela nafas.
" Iya nanti aku makan masakan dia " Jawab Yuna.
" Kamu jangan gitu dong " Kata Vero mulai kesal.
__ADS_1
" Kenapa ?" Tanya Yuna mengernyit.
" Mama sama Papa lagi masak didapur,jangan kamu makan diluar " Jawab Vero.
" Kan aku bilang nanti masakan mereka aku makan " Balas Yuna heran.
" Ya Mama itu masak buat kamu,buat anak kita " Kata Vero menahan emosi.
" Ck,kalo bukan bayi ini juga Mama gak bakal masak " Decak Yuna kesal.
Deg....
Vero tersentak mendengar jawaban istrinya sendiri.
" Ya harusnya kamu peka dong,bantuin kek kupasin bawang atau apa gitu biar cepet "
" Hah kupasin bawang ?? duh Verooo aku medipedi tiap minggu buat dapatin kuku yg cantik,terus kamu suruh aku ngupas bawang ? oh no !" Ucap Yuna menolak.
Vero memejamkan mata,emosinya mulai naik turun dengan tingkah sang istri.
Tanpa bicara lagi Vero melongos keluar,pria itu tak tahan jika ia terus berada disana karna suasana kamar itu terasa panas.
Vero membuka pintu kamar dan kaget melihat seorang gadis berdiri disana.
" Kenapa kamu disini ?" Tanya Vero kepada gadis tersebut.
" Aku gak sengaja lewat " Jawab Dinda pucat.
Vero melihat tentengan gadis itu yg ternyata birisi rantang makanan.
" Ini dari Nenek " Kata Dinda menyerahkan dengan tangan gemetar.
Vero menghela nafas lagi,terlihat sekali keponakannya tremor.
" Pasti Dinda dengar " Batin Vero merasa malu.
" Bawa kedapur aja " Balas Vero tenang.
Dinda mengangguk,gadis remaja itu pun berjalan cepat kedapur dan langsung disambut Cila dengan sejuta kehebohannya.
" Nenek kamu lagi sedekahan ya ?" tanya Cila sambil melihat isi rantang.
" Gak juga,dia dirumah masak2 sama Mama " Jawab Dinda sambil melihat David sibuk sendiri dengan ayamnya.
" Oh ya udah,tunggu bentar ya,antar juga buat mereka " Kata Cila tersenyum kecil.
" Ck,aku gak mau ah jadi kurir lagi " Kata Dinda sudah bisa menebak.
" Lah masa iya Bibi gak bales masakan Nenek kamu,malu lah sama besan "Balas Cila terkekeh.
" Suruh Rania aja,aku mau ikut temen " Kata Dinda bersedekap dada.
" Kamu kesini sama siapa ?" tanya David.
" Naik ojek Paman " Jawab Dinda menoleh.
" Ma " Panggil Vero mendekat.
Semua orang menoleh,Vero yg merasa ada angin beliung pun mundur lagi tak jadi mendekat.
" Kamu bebas tugas " Ucap David terkekeh geli melihat anak iparnya..
" Yes !" Pekik Dinda girang.
Detik berikutnya gadis remaja itu melesat kabur sebelum David menarik kata2nya.
Cila menggeleng pelan,wanita itu sudah biasa dengan tingkah sang ponaan.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1