Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ngamuk


__ADS_3

Selama dijalan Laura hanya bisa menangis,menggeleng dan kadang berteriak memanggil nama adiknya.


Perempuan itu benar2 seperti orang kehilangan arah.


Pria disamping fokus mengemudi sesekali menangkan Laura.


" Sebentar lagi kita sampai kamu yang tenang ya " Pinta lelaki baik hati itu mengusap rambut Laura.


Laura tak menjawab hanya sesegukkan nya saja yang terdengar.


Tak lama mereka pun sampai dirumah sakit.


Laura langsung keluar berlari masuk.


" Tunggu " Pinta lelaki itu menahan tangan Laura.."


" Lepas,adik ku disana hiks hiks " Kata Laura berontak.


Lelaki itu menarik tangan Laura kearah mobil dan membuka pintu.


" Lepasin,kamu mau apa !" Teriak Laura berontak.


Lelaki itu menahan Laura dengan tubuhnya seraya mengambil sesuatu.


" Pake ini " kata pria itu memberikan jaket jinsnya.


" Buat apa ?" tanya Laura bingung.


Dengan gerakan cepat lelaki itu menutupi bokong Laura dengan jaket dan mengikat dipinggang Laura.


" Kamu sedang datang bulan,jangan jadi bahan tertawaan orang " Kata pria itu tenang.


Laura terdiam merasa ada benarnya juga.


" Ayo kita lihat adik kamu " Ajak lelaki itu menarik lagi tangan Laura.


Gadis itu menurut dan berlari duluan.


Mereka masuk ruang UGD,terlihat beberapa warga berdiri disana.


" Apa Bapak yang menelpon tadi ?" Tanya Lelaki bersama Laura berusaha tenang.


" Oh iya Mas,apa dia adik sampean ?" tanya Bapak2 itu.


" Iya,em gimana keadaannya ?"


" Masih didalam Mas,kata suster anak itu tadi kritis " Lapor bapak2 itu iba.


Laura langsung berlari dan menggedor gedor ruang UGD.


" Veroo verooo ini Kakak sayang,Verooo keluar Dekk hiks " Kata Laura mengetuk kasar pintu UGD.


" Verrooo maafin Kakak Dek,hiks Verooo huhuhu " Laura terus menangis terisak memanggil nama adiknya.


Pria dan bapak2 tadi menghela nafas kasihan melihat Laura yang begitu terpukul.


" Maafin Kakak Dek,ayo kita pulang Dek huhu " Gadis itu terduduk dilantai menangis menutupi wajahnya.


" Maaf Mas,kami harus pulang maaf tak bisa menolong lebih jauh " Ujar Bapak itu pamit.


" Iya Pak terima kasih " Kata lelaki tampan itu mengangguk sopan.


2 bapak2 itu pun keluar dari rumah sakit.


Lelaki itu masih diam melihat Laura yang terus menyalahi dirinya.


" Tenang lah " Kata pria itu mendekati Laura.


Laura menggeleng dan terus menangis terisak.


" Huuuffft" Lelaki itu menghela nafas lelah dan berusaha tenang.


Pria itu tau gadis yang ia tolong saat ini begitu menyayangi seorang yang bernama Vero didalam ruangan sana.


" Apa kamu tak mau menelpon orang tua mu dulu ?" Tanya Si pria lembut.


Deg...


Laura mendongak dengan mata sembab.


" Papa Mama " Gumam Laura lalu kembali menangis.


" Iya,kamu harus memberitahu mereka " Kata lelaki itu tersenyum canggung.


Laura mengusap air matanya dan mencari sesuatu.


Lelaki itu mengeluarkan Hape Laura dari saku celananya.

__ADS_1


" Hubungi orang tua mu dulu " Kata pria itu lembut.


Laura mengangguk lemah dan mulai mencari nama Papanya di hape.


Si pria keluar dari sana ntah kemana,Laura tak memperdulikan.


" Halo Pa " Sapa Laura setelah mendengar nama David.


" Iya sayang,ada apa ?" tanya David tenang diseberang.


" Pa hiks hiks " Kata Laura mulai menangis


" Iya,kamu kenapa,kamu dimana ?" tanya David panik.


" Papa udah pulang ?" Tanya Laura bergetar.


" Baru sampe rumah Nak,kamu dimana ? "


" Halo,Laura kamu dimana sayang,Vero udah jemput kamu belum ?" Tanya Cila ikut menimpali.


" Mama huhuhuhu " Bukannya menjawab Laura kembali histeris.


" Ada apa Nak,kalian dimana ?" pekik Cila bingung.


" Vero kecelakaan Ma,aku dirumah sakit M hiks " Kata Laura menangis sesegukkan.


" Apa !!!" Pekik Cila kaget.


Tut...


Panggilan terputus sepihak.


Laura kembali menangis memeluk lututnya,gadis itu benar2 terlihat sangat hancur.


Dirumah David,pasangan itu panik luar biasa..


" Mas,Vero Mas huhuhu " Kata Cila berjalan mondar mandir tak tentu.


David yang masih menggunakan pakaian kerja lengkap pun ikut panik.


" Iya sayang,kamu tenang ya kita krumah sakit sekarang " Kata David berusaha menenangkan Cila.


" Vero dan Laura Mas,gimana mereka Mas " Kata Cila terus menangis.


David berusaha sabar,lelaki itu mengambil kunci mobil dikamar dan langsung keluar.


" Aku ikut Mas " Pekik Cila berlari mengejar suaminya.


Didepan pintu,Laura masih menunggu Dokter keluar dari sana dan memberitau adiknya baik2 saja.


" Hei,tenang lah duduk disini " Sapa lelaki yang masih setia menemani Laura.


" Kamu kenapa masih disini ?" tanya Laura mulai sadar dengan keadaan sekitar.


Lelaki itu tersenyum dan menunjukkan kresek hitam.


" Mending kamu ganti dulu " Kata Lelaki itu mengulum senyum.


" Ganti apa ?" Tanya Laura heran.


Lelaki itu memonyongkan bibirnya kebawah.


Laura melotot kaget dan langsung menutup depannya.


" Astaga aku lupa lagi " Cicit Laura memejamkan matanya malu.


" Dah sana,nih aku beliin celana baru lengkap sama em anunya " Kata lelaki itu menggaruk kepala gatal..


" Hah " Pekik Laura kaget.


" Aku risih liat kamu begitu,cepetan sana " Kata lelaki itu menyodorkan kresek hitam.


Laura sangat malu,gadis itu berjalan mengambil kantong dan membukanya.


" Kamu beli cd juga ?" Tanya Laura melotot kaget.


" Iya,cepetan " Titah lelaki itu melihat kearah lain.


Laura menelan ludah dan langsung berlari.


" Toiletnya disana " Kata lelaki itu melihat Laura kebingungan.


Laura mengangguk dan melesat masuk.


Lelaki itu menggeleng pelan melihat tingkah gadis yang ia sendiri tak tau siapa.


Tak lama datang David dan Cila dengan wajah panik.

__ADS_1


" Dimana Vero ?" Tanya David panik.


" Eh Om Tante,Vero didalam " Kata si lelaki langsung bangun menyambut pasangan itu.


" Verooooo " Teriak Laura histeris didepan pintu.


David mengintip dari pintu kaca yang buram tapi sayang tak terlihat apapun didalam sana.


Lelaki tampan itu masih berdiri sopan.


" Kamu siapa ?" Tanya David melihat si pria dengan tajam.


" Aku Justin Om " Kata pria tampan itu tersenyum.


" Kamu yang menabrak anak saya ?" Tanya David emosi.


Pria bernam Justin itu menggeleng cepat,ngeri melihat tatapan membunuh pria didepannya saat ini.


" Bukan Om aku em aku temannya em anu em siapa ya namanya " Gumam Justin kelabakan tak tau nama gadis yang ia tolong.


David semakin curiga melihat kegugupan Justin.


" Anu Om,aku em nolongin iya aku nolongin anak Om " Kata Justin kehabisan kata2.


" Oh jadi kamu nolongin Vero ?" tanya David tak paham.


" Hah bukan em aku nolongin yang cewek " Kata Justin menggaruk kepalanya gatal.


" Laura ?" Tanya David kaget.


" Mana anak sayang ?" Lanjut pria itu garang.


Cila masih menangis memanggil nama putranya..


" Dia ketoilet Om " kata Justin takut.


David berusaha tenang dan mendekati istrinya.


" Ma,jangan begini " Kata David menyuruh Cila berdiri.


" Pa,Vero kecelakaan Pa gimana kalo Vero ngak selamat Pa hiks " Kata Cila terisak.


" Hust ngak boleh ngomong gitu " Kata David tak suka.


" Pa,Ma " Panggil Laura dibelakang mereka.


Semua orang menoleh melihat Laura berdiri mematung dengan manik berkaca kaca.


" Laura " Gumam David lirih..


Cila tiba2 bangun dan mendekati gadis itu.


" Ma,maafin Lau..."


Plaaaaaaaakkkkkkkkk....


Tangan Cila terayun menampar keras pipi putri yang ia sayangi selama ini.


" Cila...!!!" Pekik David terbelalak kaget.


Sama halnya dengan David,Justin juga tak kalah kagetnya.


" Ma....hiks " Kata Laura lirih memegang pipi sebelah kanannya.


" Dasar anak tak tau diri,gara2 kamu Vero kecelakaaan!!!" Teriak Cila menampar lagi pipi Laura.


" Hiks hiks " Laura terjatuh kelantai menangis sesegukkan.


" Maafin Laura Ma huhuhu " Kata Laura menangis memegang kaki Cila.


Dengan kasar perempuan dewasa itu menendang kakinya hingga Laura terjatuh kebelakang.


" Lauraaa " Pekik David langsung berlari menolong putri angkatnya.


" Sini kamu,harusnya kamu yang disana bukan Verooo " Teriak Cila histeris.


" Te,jangan Te "Kata Justin menahan tubuh Cila yang ingin menghajar Laura.


" Lepasssss " Teriak Cila berontak.


Dengan sekuat tenaga,lelaki itu menahan tenaga Cila yang tak main2.


Laura menangis terisak memeluk David yang juga memeluk dirinya.


" Papa hiks " Kata Laura lirih memeluk pria yang sudah ia anggap orang tua sendiri selama ini.


David merengkuh Laura seolah memberi perlindungan untuk gadis itu.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2