Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Preman


__ADS_3

1 minggu sudah Vero berada dirumah sakit,hari ini pria itu sudah dibawa pulang oleh orang tuanya.


Yang bisa Vero lakukan hanya menonton tv,makan,tidur dan diam.


Pria itu sangat jarang mengeluarkan suaranya,jika ditanya pun Vero memilih tak menjawab,jika Cila mulai banyak bertanya siap2 saja Vero akan berteriak kesakitan memegang kepalanya.


" Vero,Kakak berangkat kuliah dulu ya,Vero mau nitip sesuatu ngak ?" Tanya Laura lembut kepada Vero yang melihat dirinya berbenah.


" Memang boleh ?" Tanya Vero datar.


" Hm boleh " Jawab Laura memegang tangan pria itu.


" Bisa ngak kamu ngak usah kemana mana,temani aku aja " Kata Vero memelas.


" Hah " Pekik Laura kaget.


" Ya udah kalo ngak bisa " Kata Vero bangun dari duduknya keluar dari kamar.


" Duhhh Vero kok minta nya aneh2 aja sih,kan aku dah bilang mau kuliah " Gumam Laura bingung sendiri.


Vero hanya mau berbicara panjang lebar kepada Laura saja,jika ia ditanyai Cila atau David pria itu akan menjawab cuek.


Laura keluar dari kamar dan menghela nafas melihat Vero diam merajuk di sofa.


" Maaa " Panggil Laura mencari Cila.


" Maa lagi ngapain ?" Tanya Laura kepada Cila yang menghadap kompor.


" Lagi masak buat Vero " Kata Cila menoleh sebentar.


" Vero minta aneh2 lagi ya ?" Tanya Laura sedih melihat ibu angkatnya.


" Hehe iya,tapi ngak papa yang penting Vero mau makan " Kata Cila tersenyum hangat.


" Sampe kapan Vero gini Ma " Kata Laura sedih memeluk Cila dari belakang.


" Mama juga ngak tau Nak,doakan saja semoga adik kamu cepet sembuh " Kata Cila mengusap tangan putrinya.


Laura mengangguk dan tersenyum.


" Aku berangkat kuliah dulu ya sekalian packing barang yang udah numpuk di ruko " Kata Laura lembut.


" Iya,maaf ya Mama ngak bisa bantu " Kata Cila menunduk sedih.


" Hm ngak papa kan aku punya karyawan disana hehe "


" Uh udah bisa sombong ya sekarang " Kata Cila mengoloki Laura.


Ibu dan anak itu tertawa cekikikan.


Vero menghela nafas memejamkan matanya.


" Apa yang terjadi dengan diriku,kenapa aku tak ingat siapa mereka ?" Batin Vero melihat Cila dan Laura bergurau.


Vero terus berusaha mengingat tapi semakin keras pria itu berpikir maka kepalanya akan semakin sakit dan ujung2nya akan menyusahkan orang tuanya juga khususnya Cila yang 24 jam menjaga.


" Huh huh aku harus tenang,aku ngak boleh memaksa " Gumam Vero menggelengkan kepalanya yang pusing.

__ADS_1


Laura dan Cila mengintip dari dapur dan menghela nafas kasihan.


" Aku ngak tega liat Vero Ma " Kata Laura mulai menangis.


" Kita harus bersabar,Mama yakin Vero juga ngak mau seperti ini " Kata Cila juga sangat sedih sebagai seorang ibu.


Laura mengangguk,gadis itu pun berpamitan pergi kuliah.


Sesampainya dikampus Laura mengikuti pelajaran seperti biasa.


Ditempat lain seorang pria mengamuk tak terima ketika polisi sudah menemukan siapa yang menjahili Vero.


" Sabar Pak,tenang " Kata Polisi menenangkan David yang menarik kerah baju seorang remaja SMA yang juga sama dengan Vero.


" Lepas,saya ingin memberi hukuman pada anak2 ini " Teriak David berontak.


" Tenang Pak " Kata polisi terus menarik David agar menjauh.


3 remaja SMA terlihat menunduk takut dengan amukan mengerikan David.


" Dasar kurang ajar,apa kalian tak diajarkan bagaimana bersikap baik hah " Bentak David sangat geram.


Tak lama datang orang tua ke3 murid itu.


" Ada apa ini Pak,kenapa anak saya ditangkap ?" Tanya seorang wanita parubaya terlihat panik.


" Anak ibu melakukan tindakan membahayakan orang lain sehingga anak bapak ini harus masuk rumah sakit " Jelas Dokter.


Deg..


Semua orang melotot kaget begitu pun ke3 remaja itu.


Mereka kembali terkejut.


" Ap ap a itu benar,anak saya ngak mungkin gitu Pak " Kata ibu2 itu membela anaknya.


" Iya Bu,semua itu benar dan kami harus mengambil tindakan hukum untuk anak2 ini "


" Tapi apa ada buktinya kalau anak kami bersalah ?" Tanya seorang pria orang tua dari ke3 anak remaja.


" Semua bukti sudah lengkap,saya ngak mau tau pak pokoknya ketiga anak itu harus dihukum,bila perlu beri balasan yang sama seperti yang dialami anak saya !" Kata David tegas.


Deg....


ke 3 remaja itu seketika terbelalak mendengar perintah tegas David.


" Eh,gak bisa gitu dong Pak namanya juga anak remaja,mungkin anak Bapak ini memang murni kecelakaan " Semprot ibu2 itu tak terima anaknya disumpahi.


" Kecelakaan pala mu,lihat dan tanyakan langsung kepada k3 anak kurang ajar itu " Kata David menohok.


Ketiga wali itu melihat anak mereka dan bertanya.


Tapi tak ada jawaban dari ketiga remaja itu.


" Begini saja Pak Bu,saya sarankan untuk berdamai " Kata polisi menengahi.


" Hah damai,yang benar saja Pak,anak saya dirumah kayak orang gila ngak bisa ngapain2 " Bentak David tak terima.

__ADS_1


Lelaki yang biasanya kalem tak banyak bicara kini bagaikan bomeerang yang meledak2.


Suasana seketika ramai dan ricuh,beberapa polisi mulai turun tangan menenangkan David yang tak bisa dikontrol.


" David " Panggil seseorang diambang pintu.


Pria parubaya itu menoleh dan melotot siapa yang berdiri diambang pintu.


" Ayah " Gumam David kaget.


Beni datang dengan wajah tak kalah garangnya meski umur sudah melebihi setengah abad,tapi jiwa muda mantan preman itu tak bisa diragukan saat ini.


Pria tua itu melangkah dengan gagah dan mendekati menantunya.


" Jadi benar Vero dicelakai ?" tanya Beni tajam.


David menghela nafas sabar dan mengangguk lemah.


Brakkk..


" Kurang ajar !" Teriak Beni menggeprak meja.


Semua orang kembali terkejut begitu pun Polisi yang berjaga disana.


" Siapa yang berani mengganggu cucu ku sampai dia kesakitan seperti itu !" Bentak Beni dengan wajah memerah.


" Yah jangan Yah " Kata David menahan Beni yang sebentar lagi akan mengamuk.


" Maaf,anda siapanya korban ?" Tanya Polisi sopan.


" Saya Kakeknya Vero " Kata Beni menepuk dadanya menantang.


" Gawat,Ayah Vero sama Kakeknya mantan penjahat ya ?"Bisik ketiga remaja itu ketakutan melihat Beni.


Teman yang lain mengidikkan bahu dan bersembunyi dibelakang orang tua mereka.


" Ayah,tenang Yah " Kata David takut Beni jantungan.


" Alahhh,jangan pikirkan Ayah,Ayah datang kesini jauh2 untuk meminta pertanggung jawaban orang2 yang berani menyentuh Cucu ku !" Kata Beni mengibas tangan David menjauh.


Pria itu benar2 murka,Beni masihlah Beni yang dulu,David yang melihat kemarahan mertuanya jadi ngeri sendiri.


" Kami akan memberikan hukuman yang setimpal menurut hukum Pak,jadi tenang saja pihak kepolisian yang akan mengurus semuanya " Kata Polisi menenangkan.


" Jika hukuman itu tak sepadan dengan cucu saya Vero,maka siap2 saja kalian semua mendapat hukuman dari saya jauh berlipat ganda " Ancam Beni tajam..


Semua orang menelan ludah kasar,David yang tadinya garang kini sedikit menciut dengan mertuanya yang tak pernah main2 dengan ucapan.


Beni memang terkenal tak takut apapun selain Tuhan,bahkan orang2 sekitar pria itu dari dulu tak pernah mau menjahili keluarganya karna tau Beni jika sudah bertindak tidak akan pandang bulu,semua akan dibabat habis tanpa rasa kasihan sedikit pun !.


Polisi terpaksa mengangguk agar pria tua itu tenang.


" Ayo pulang !" Ajak Beni menarik tangan David.


David mengangguk mengikuti langkah sang mertua yang sangat tegas.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA


__ADS_2