
Cila membuka kopernya dan mengambil selimut disana,gadis itu tersenyum miris melihat kotak yang baru dia terima tadi.
" Apa aku harus tidur disini ?? Gumam Cila bingung.
Disana hanya ada kasur lantai kecil,akan sangat sempit jika mereka tidur berdua,apalagi Cila tau David tak akan mau untuk tidur bersama nya.
" Aku ngak boleh egois,Mas David udah membantu aku keluar dari masalah,aku ngak boleh nambahin beban dia lagi " Gumam Cila memeluk selimut tipis nya.
Gadis itu mencari2 sesuatu yang bisa dia pakai untuk menjadi alas nya tidur.
" Nah itu dia " Pekik Cila girang saat melihat karpet tipis yang sudah ada bolong2 nya.
" Ngak papa lah bolong dikit,aku lapisi kain aja " Kata Cila tersenyum dan mengambil kain yang Sintia beri untuk nya pagi tadi.
Tak ada keluh kesah apapun yang Cila lontar kan,gadis itu menerima semua kekurangan sang suami,meski David tak menganggap nya seorang istri,tapi melihat kepedulian David tadi,Cila
tersenyum manis dan melupakan sejenak apa yang dia dengar barusan.
Setelah solat isya,Cila memulai acara berbaringnya dengan alas kain dan karpet.
" Aahhhh,nyaman nya " Gumam Cila tersenyum.
Pinggang nya terasa sakit karna bekerja tanpa henti hari ini,membersihkan tempat tinggal barunya bersama sang suami.
Gadis itu menatap lampu yang bersinar terang,senyum getir mulai terbit diwajah nya.
" Apa aku bisa menjadi cahaya untuk suami ku ? " Gumam Cila lirih.
" Aku ingin seperti cahaya yang selalu menyinari dan menghangatkan diri nya,aku ingin menjadi tempat dia berlabuh saat perjalanan panjang nya usai.
Aku hanya ingin menikmati hidup yang bahagia " Gumam Cila menitikkan air mata.
Gadis itu membalut tubuh nya dengan selimut kecil,kamar itu sedikit pengap hanya ada kipas angin kecil yang menyejukkan ruangan itu.
" Selamat malam suami ku " Gumam Cila lirih meski tak ada David disana.
Gadis itu meringkuk di karpet dingin itu,walaupun disana ada kasur yang bisa menghangatkan tubuh mungil nya,sekali lagi Cila membuang ego nya dia lebih mementingkan kehangatan dan kenyamanan suami nya dari pada dirinya sendiri.
Hari semakin larut,udara semakin dingin David yang sudah berjam jam diluar rumah pun memilih masuk saat hujan mulai turun membasahi bumi.
Pria itu mengunci pintu dan mengernyit melihat tabir rumahnya hanya di tutup setengah,pria itu langsung menutup semua tabir dan memastikan bahwa semuanya sudah aman.
Pria itu masuk ke kamar dan melotot sempurna melihat Cila yang meringkuk kedinginan disana.
Yang paling membuat David syok adalah melihat Cila yang tidak tidur di kasur melainkan tidur di karpet tipis dilapisi kain.
" Ya Tuhan " Pekik David menutup mulutnya yang menganga lebar.
Cila tak bergerak sama sekali,gadis itu terlihat biasa saja dalam tidurnya.
David berjongkok di dekat Cila dan menatap nanar perempuan itu.
" Kenapa tidur disini ?? Gumam David lirih.
Pria itu kembali teringat akan sore tadi bagaimana Cila mengangkat kasur itu seorang diri.
David mengusap wajahnya kasar dan mengumpat kesal.
__ADS_1
David tak ingin seperti ini,terkesan nya dia pria yang jahat membiarkan Cila tidur disana.
" Cila " Panggil David.
" Bangun "
Kata David menggoyangkan lengan perempuan itu.
" Hei bangun ! " Kata David meninggikan suaranya.
Cila bergerak dan langsung kelagapan melihat David yang berjongkok di depan nya.
" Ad adapa apa Mas ?? tanya Cila panik dengan setengah kesadaran nya.
" Tidur dikasur ! " Titah David tajam.
" Hah em ngak usah Mas,itu kasur kamu aku disini aja " Kata Cila tersenyum mengusap wajahnya mengantuk.
Deg
David terkejut dan kembali kesal.
" Jangan membantah ! aku tak mau nanti orang2 beranggapan aku tak punya hati membiarkan kamu tidur di lantai ! " Kata David tajam
Deg..
Cila terkejut dan menunduk takut.
" Maafkan Cila Mas " Kata Cila lirih.
" Tidur disana ! " Kata David menunjuk kasur nya.
" Iya Mas " Kata Cila lirih dan bangkit dari duduk nya.
" Ini selimut untuk kamu Mas,biar ngak kedinginan " Kata Cila menunduk memberi selimut nya.
" Tidak usah " Kata David kasar dan membuka baju nya hingga bertelanjang dada.
Deg...
Cila menelan ludahnya kasar melihat lagi perut berotot David yang menggoda iman nya.
" Mulai sekarang tidur lah disana dan aku tidur disini " Kata David tajam dan langsung membaringkan tubuhnya di karpet itu.
Cila meremas selimut nya dan mengangguk kecil.
Gadis itu kembali membaringkan diri nya menghadap punggung David yang membelakangi diri nya.
" Ya Tuhan,aku tak ingin seperti ini,tak bisakah suami ku berlaku lembut ? Batin Cila menangis pilu.
Cila terus menyeka air matanya yang keluar tanpa diminta.
Sakit,iya sakit yang Cila rasakan meski David tak memukul nya,tapi perlakuan dingin David membuat hati nya hancur.
Gadis itu kembali memejamkan mata nya meski rasa dingin kembali menyeruak saat diluar hujan deras.
Hampir 2 jam berlalu tapi Cila belum juga tidur, sedangkan David sudah tertidur dan tanpa sengaja berbalik kearahnya sehingga Cila dengan leluasa melihat wajah tampan suami nya.
__ADS_1
Kulit putih,hidung mancung,alis yang sedikit menukik tajam serta bibir yang menurut Cila sexy itu membuat diri nya mabuk kepayang.
Ntah angin dari mana Cila merasa dirinya sedang jatuh cinta kepada pria itu,meski ini masih awal untuk mereka.
Cila pun bingung dengan perasaan nya,saat jauh dari David gadis itu merasa sangat merindukan suami tampan nya,tapi saat David dekat Cila takut menyentuh nya.
" Huh ada apa dengan ku ini ?? Gumam Cila kesal.
Gadis itu menatap lagi suami nya,Cila tersenyum kecil melihat mulut David sedikit terbuka.
Cila geli sendiri dan tertawa cekikikan.
Dengan berani gadis itu merayap dan berbaring disamping David agar dia lebih leluasa menatap wajah suami nya.
" Oh my God,benar kata Ana,Abang dingin ini sangat tampan " Batin Cila mengingat perkataan bocah itu yang terus terusan menggoda suami nya.
Dengan berani Cila mengusap rambut tebal David dengan lembut,pria itu tak merasa terganggung sama sekali mungkin sangat kelelahan bekerja seharian.
" Apa aku harus belajar dari bocah tengik itu ya,agar Mas David jatuh cinta sama aku " Batin Cila berpikir keras sambil mengusap lembut rambut David.
" Emm Clara " Gumam David lirih dan memeluk pinggang gadis itu.
Deg...
Cila mematung di tempat mendengar gumaman David barusan.
" Clara ? " Batin Cila sangat terkejut.
" Ternyata kamu belum melupakan Clara ya Mas " Batin Cila lesu.
Gadis itu melihat lagi wajah suami nya dan ikut memeluk David.
Pria itu semakin mengeratkan pelukannya mencari kenyamanan.
" Tidurlah suami ku " Bisik Cila lembut menepuk pelan punggung David.
Pria itu terlihat sangat nyaman dan lucu hingga Cila tak tahan dan mencuri ciuman pria itu di pipi nya.
" Hihi " Cila tertawa lucu saat berhasil mencium David.
Gadis itu kembali berulah menciumi wajah David dan kembali tertawa lagi.
David hanya diam mengeratkan pelukan nya, apalagi Cila tak memakai penutup dada sehingga David merasakan nyaman dan hangat disana.
Cila terus cekikikan menjahili David yang sedang tertidur pulas.
" Maafkan aku Mas sudah mencuri ciuman diwajah mu berulang kali,karna hanya dengan ini aku bisa dekat dengan mu,hanya saat kamu tertidur pulas seperti ini,karna jika kamu terbangun jangan kan seperti ini bahkan untuk melihat ku saja kamu memilih berpaling " Gumam Cila lirih memeluk David dengan erat.
" Aku akan berusaha membuat kamu melupakan Clara Mas,hanya aku yang boleh kamu bawa kedalam mimpi indah mu " Kata Cila tersenyum dan mengecup bibir suami nya dengan lembut.
Setelah puas menenangkan hatinya dengan memeluk sang suami,Gadis itu dengan terpaksa melepas pelukan erat nya,karna Cila sadar dirinya tak bisa berlama2,karna jika suami nya bangun dan mendapati Cila dekat seperti ini dipastikan pria itu akan sangat marah.
" Tidur yang nyenyak suami ku,sperti nya aku mulai menyukai mu " Gumam Cila lirih dan mengecup pelan kening sang suami.
Cila menyelimuti tubuh suami nya yang bertelanjang dada karna diluar sana masih hujan.
Gadis itu kembali ke tempatnya dan tersenyum bahagia,meski terselip rasa kecewa saat David masih mengingat Clara yang sudah menikah dan punya anak.
__ADS_1
" Aku harus bekerja keras !!!! " Kata Cila yakin.
Gadis itu menarik selimut dan mulai memejamkan matanya lagi