
Jam pembelajaran dimulai,semua murid duduk ditempat mereka masing2.
Hani duduk ditempat yang sudah guru tunjuk sebelum ia masuk kemarin.
Suasana kelas seketika ramai,semua mata menuju kegadis imut dengan bekas luka diwajahnya tersebut.
" Heh siapa nama lo murid baru ?" tanya seorang pria terlihat urakan.
" Hani " Jawab gadis itu lembut.
" Waw nama yang bagus " ucap lelaki itu terkekeh.
" Terima kasih " Jawab Hani tersenyum.
" Tapi gak dengan muka lo hahaha " Lanjut lelaki itu terbahak.
Semua orang ikut tertawa ngakak.
Hani diam menunduk menutup bekas lukanya dengan rambut.
" Kena apa lo ? disiram bapak lo pake air panas ya ?" tanya lelaki itu terkekeh.
Hani masih diam tak menjawab,tak lama guru pun datang.
Semua murid langsung diam,seorang pria duduk didepan semua muridnya.
" Selamat pagi Anak2 " Sapa lelaki dewasa itu hangat.
" Pagi Pak " Jawab semua murid serempak.
" Oh iya,hari ini kalian punya teman baru,Hani ayo sini " kata pria itu tersenyum.
Hani mengangguk.
Gadis itu pun maju kedepan dengan wajah sedikit gugup.
" Perkenalkan diri mu ya " Ucap si guru tersenyum.
" Iya " Jawab Hani pelan.
Gadis itu menghadap semua murid yang ada dikelas.
" Hay semua,perkenalkan nama ku Hani,aku anak baru disini dan akan belajar bersama kalian semua " Ucap Hani tersenyum.
Heningg.....
Tak ada suara apapun yang menyambut gadis itu.
" Hayy Hani,iya semua murid akan menjadi temanmu nanti " Jawab sang Guru sedikit kesal kepada anak muridnya yang terlihat cuek.
Hani menunduk meremas rok abunya.
" Ya udah kamu duduk lagi ya,kita mulai belajar " Kata pria itu ramah.
" Terima kasih Pak " Jawab Hani tersenyum.
Gadis itu pun mendekati mejanya tapi saat diperjalanan,kaki Hani tersandung sepatu murid lain yang menghadang jalannya.
Gadis itu hampir tersungkur jika tak memegang meja didepannya.
" Ups sorry,aku mau ambil pena tadi " Ucap seorang gadis dengan wajah smirk.
Semua orang ingin tertawa tapi sang guru langsung berdiri membuat semua nya diam.
" Kamu gak papa Hani ?" tanya lelaki itu khawatir.
" Iya Pak gak papa " Jawab Hani pelan.
Hani menatap gadis yang telah menjahilinya itu dengn tatapan tajam.
" Apa lo ?" Tanya gadis bernama Meta itu melototkan mata.
Hani menghela nafas sabar dan berlalu ke bangkunya.
Pembelajaran pun dimulai,Hani dengan serius mendengar setiap penjelasan dari guru.
Beberapa jam kemudian,waktu istirahat pun tiba,Hani membuka kotak makanan yang sudah Cila siapkan.
__ADS_1
Tiba2 gadis yang tadi hampir membuatnya jatuh duduk dimeja gadis itu.
Beberapa orang mengelilingi Hani.
" Kenapa ?" tanya Hani tenang.
" Cih kenapa lo bilang !" Ucap Meta berdecih.
" Kamu menghalangi aku " Kata Hani masih tenang.
" wah2,lucu sekali tempat makannya " Kata teman Meta mengangkat kotak makan Hani.
" Jangan disentuh !" Kata Hani berdiri.
" wah2 kau pelit sekali aku hanya ingin melihatnya " Ucap gadis bernama Intan kesal.
Hani merebut kotak makan itu dengan cepat.
" Hei mau kemana kau,urusan kita belum selesai " kata Meta menarik tangan Hani.
Hani diam tak menjawab,gadis itu mengibas kuat tangannya dan berlalu keluar.
" Kurang ajar sekali gadis itu !" Kata Meta mengepalkan tangan kesal.
Diluar Hani terlihat emosi,tapi gadis itu berusaha menenangkan hatinya.
" Jangan buat masalah Hani,kau baru satu hari sekolah jangan membuat Vero dan Tante kecewa " Gumam Hani berusaha sabar.
Gadis itu terus berjalan,hingga ia melihat sebuah kantin yang sangat ramai dikunjungi para murid.
Hani masuk kesana dan duduk dipojokan meja.
Hani mulai membuka lagi kotak makannya dan menghabiskan bekal yang sudah ia bawa.
Saat Hani ingin pergi seorang pria tiba2 duduk didepan gadis itu.
Hani mengernyit bingung.
" Hay,numpang disini ya kursinya penuh " Ucap lelaki itu seraya membuka nasi bungkus yang ia beli.
" Iya " Jawab Hani mengangguk.
" Masuk kelas,aku udah selesai " Jawab Hani.
" Disini aja,bel masih lama " Ucap lelaki itu sambil makan dengan kaki terangkat sebelah.
" Ayo duduk,sakit mata gue liat lo berdiri " Kata Lelaki itu menarik Hani duduk.
Gadis itu pun terduduk lagi.
" Gue Reka " Ucap lelaki itu tanpa melihat.
" Aku Hani " jawab Hani pelan.
" Duh keselek lagi " Kata Reka menepuk2 dadanya.
" Tunggu sebentar " Kata Hani sedikit berlari.
Reka diam melihat gadis itu tiba2 bertingkah aneh.
Tak lama Hani kembali lagi dengan 2 botol mineral.
" Ini " Kata Hani membuka 1 botol dan menyerahkan ke lelaki itu.
" Makasih " kata Reka mengambil cepat dan minum setngah.
Hani mengangguk dan membuka botol untuknya.
" Huh huh alhamdulillah " Kata Reka mengusap dadanya yang tak sesak lagi.
Hani tersenyum lembut.
" Lo anak baru disini ?" tanya Reka melihat Hani sebentar.
" Iya " Jawab Hani tenang.
Reka mengangguk paham,keduanya sama2 terdiam.
__ADS_1
Lelaki itu makan dengan lahap hingga menghabiskan semua nasi serta lauk.
Treeetttttt.....
Bunyi bel terdengar,Hani langsung berdiri membawa kotak makannya.
" Ehhh tunggu " Pekik Reka kaget.
Hani sudah melesat pergi dari hadapan lelaki itu.
" Ya elah cepet banget tuh bocah lari " Gumam Reka menggeleng tak percaya.
Hani langsung masuk kelas meski semua orang masih berada diluar.
Gadis itu sudah siap untuk belajar lagi.
Beberapa jam kemudian,waktu pulang pun tiba,semua murid kembali heboh.
Hani tersenyum bahagia,gadis itu bersyukur bisa menjalani hari pertama sekolahnya tanpa kendala yang berarti.
" Kayaknya aku harus bekerja,aku gak bisa minta uang sama Om Vero beli buku " Gumam Hani lemah.
Gadis itu mendapatkan banyak pr untuk mengejar keterlambatannya.
Hani berjalan keluar dengan riang,Meta dan teman2nya mengikuti gadis itu dengan tatapan tajam.
Hani yang tau diikuti hanya diam saja hingga maniknya melihat seorang pria tinggi berkaca mata hitam terlihat celingak celinguk mencari seseorang.
" Om Vero " Gumam Hani tersenyum.
Gadis itu pun berjalan cepat,tapi seseorang dari belakang menabraknya hingga gadis itu terjatuh kedepan.
" Auuu " pekik Hani meringis.
" upps sorry,lo ngalangin jalan gue " kata Meta tersenyum miring.
Hani terlihat kesal,tapi Hani berusaha tetap sabar.
Seketika gadis itu menjadi pusat perhatian,meski begitu tak ada yang membantunya bangun.
Meta dan teman2nya tertawa bahagia meninggalkan gadis itu sendirian.
" Ya Tuhan,kuat kan aku " Gumam Hani menarik nafas panjang.
Hani berdiri sendiri hingga seorang memegang lengannya.
" Lo gak papa ?" tanya lelaki itu membantu Hani bangkit.
" Gak papa " jawab Hani menoleh.
" Reka " Kata Hani terkejut.
" Ayo duduk disana,lutut kamu luka " Kata Reka menunjuk pinggiran taman.
Hani melihat tangan dan kakinya,disana mengeluarkan darah meski tak banyak.
" Hati2 " Ucap Reka lembut.
Keduanya pun berjalan kearah taman,Reka berjongkok melihat luka goresan konblock gadis itu.
Pria itu membuka tasnya dan mengeluarkan kaos bola yang ia bawa.
" Mau ngapain ?" tanya Hani bingung.
" Tahan ya " kata Reka serius.
Hani mengangguk.
Lelaki itu membasahi kaos dengan air dan mengusap lembut diluka gadis itu.
" Hmmmpptt " Ringis Hani mencengkram bahu lelaki yang menolongnya tersebut.
Dari arah kejauhan seorang pria membuka kaca matanya saat melihat gadisnya dibawa oleh pria asing.
" Mereka ngapain ?" Gumam Vero menatap Hani dan lelaki itu saling berhadapan.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.