Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Jlan


__ADS_3

Disebuah perkampungan,warga dibuat heboh dengan kedatangan beberapa mobil mewah yg terparkir didepan warung biasa tempat2 ibu bergosip.


Beberapa warga terlihat saling bertanya2 rombongan siapa yg datang.


" Apa itu Clara anaknya Beni ?" tanya seorang warga menyelisik.


" Sepertinya iya " Jawab Ibu2 bergosip dirumah tetangga.


" Wahh mereka pada sukses semua ya " kata Ibu itu merasa takjub.


" Iya,gak nyangka ya Beni punya anak angkat bisa bikin bangga " Sahut ibu2 yg lain.


Bisik2 tetangga mengaluni rumah sederhana tersebut,ada warga yg sudah kenal dan ramah ada juga yg asing dan menggibahi keluarga Sintia bahkan ada juga yg mendekati keluarga itu demi keuntungan mereka..


Beni dan Sintia tak heran karna warga kampungnya memang begitu.


" Itu bukannya keluarga kaya raya yg terkenal dikota itu ya ?" tanya seseorang warga lain melihat Aktam berada diatas pohon rambutan.


" Sepertinya iya,tapi masa Bos besar naik batang ?" Kata ibu lain bingung.


" Kata Sintia keluarga itu memang pada kocak kelakuannya " Jawab ibu lain.


Aktam yg berada diatas pohon terlihat cuek saja meski ia tahu gerombolan ibu2 itu sedang membicarakan mereka.


" Omm lempar sini dongg " Pekik seorang gadis menunggu dibawah dengan raut kesal.


" Ck naik Njel " Kata Aktam malas.


" Aku gak bisa naikk " Teriak Angel kesal.


Yap,keluarga besar Reno ternyata juga berada disana untuk berkujung.


Sintia menelfon Nisa memberitahu bahwa hasil panen mereka berbuah banyak.


Tanpa tunggu lama Reno dan the genk pun langsung menuju lokasi.


Awalnya pria itu ingin mengenakan helikopter pribadinya tapi berhubungan lapangan bola yg biasa tempat parkir dipakaikan untuk acara kawinan jadilah mereka mengenakan mobil dengan menempuh perjalanan yg cukup jauh.


Aktam dan Jack berada diatas menikmati rambutan langsung dari pohonnya sedangkan Angel marah2 dibawah karna tak mendapat bagian.


Bedahal lagi dengan Arshad dan Azura yg menikmati durian bersama Ibu mereka.


Beni mendekati Angel dan mengusap bahu gadis itu.


" Aku juga mau Kek,Paman sama Jack gak mau kasih " Kata Angel mengadu.


Beni melihat keatas dan menggeleng pelan.


Kadang lelaki itu bingung dengan sikap kekanakan Aktam,meski sudah punya anak 3 tapi pria itu masih seperti bocah kecil.


" Tangkep Kak " Pekik Jack ingin melempar rambutan.


" Aaaa jangannn " pekik Angel kaget.


Gadis itu langsung berlari dari sana membuat Jack tertawa ngakak.


" awas jatuh " kata Beni melotot.


" Hehe iya Kek,aku pegangan " kata Jack terkekeh.


Beni menggeleng pelan,lelaki itu ikut naik dan memetik beberapa tangkai untuk Angel.


Keadaan rumah begitu ramai,baru keluarga Reno dan Clara saja yg datang..


Mereka tak tau bahwa keluarga Cila masih dalam perjalanan.


Diwarung,Ana dan Nisa bergabung bersama ibu2 kampung.


Mereka bercakap2 bahkan bergibah dengan asik.


Ana yg memang tak pandang kasta membaur begitu saja seperti air mengalir.


" Waah jadi itu pinangnya 100 juta ya ?" tanya Ana heboh..

__ADS_1


" Iya Neng,gede kan " Kata ibu2 tak kalah heboh.


" Gede banget " kata Ana mangut2.


Nisa terkekeh geli,anaknya sangat pandai menghargai orang lain padahal pas Ana kawin dulu pinangannya juga sangat besar meski Prito tak sekaya mereka..


Sintia diam saja sambi menggoreng beberapa menu dikuali.


Wanita tua itu sudah menyiapkan banyak bahan untuk menyambut keluarga konglemerat tersebut karna tak mungkin Sintia membiarkan keluarga Reno datang tanpa sajian.


" Bun air hangat habis ya ?" tanya Clara tiba2 masuk warung.


" Di dapur gak ada lagi ?" tanya Sintia balik.


" Habis,Ayah minta bikinin kopi " Jawab Clara.


" Oh ya udah,kamu masak lagi yg banyak " kata Sintia tenang.


Clara mengangguk,wanita itu pun keluar dari warung dan berjalan cepat masuk kerumah.


Para bapak2 terlihat santai duduk sambil menikmati gorengann.


Reno tanpa ragu memakan makanan jalanan tersebut bahkan ia merasa itu makanan favoritnya jika datang kekampung Sintia.


Tak ada perbandingan kasta semua sama rata,bahkan Bos besar itu tak malu mengobrol dengan bapak2 yg pekerjaannya hanya sebagai kuli tani.


Matahari semakin meninggi,suasana mulai panas.


Anak Romeo mulai rewel karna ingin tidur begitupun anak bungsu Aktam yg sudah kekenyangan.


" Gih sana bawa kamar aja " Ucap Clara menegur.


" Dimana Ma,aku gak enak " Kata Azura canggung.


" Dikamar Mama,sebelah kiri " kata Clara lembut.


Azura melihat Romeo,lelaki dewasa itu langsung peka dan mengantar istrinya masuk kedalam.


Dikamar Romeo dan Azura masuk.


Keduanya menidurkan bayi kecil mereka yg mulai aktif.


" Kalo Kakak mau keluar gak papa aku bisa sendiri nidurin adek " ucap Azura pelan.


" Gak papa aku temenin " Kata Romeo tenang.


Azura mengangguk tersenyum,keduanya berbaring diranjang yg masih terbuat dari kayu.


Tak banyak berubah,rumah Sintia masih seperti dulu meski sedikit mengalami perubahan.


Pelan2 Romeo mengintip anaknya dan bayi kecil itu terpejam.


" Dek " panggil Romeo lembut.


Glek....


Azura menelan ludah kasar mendengar suara suaminya.


" Hehe nyicip " Ucap Romeo menggaruk kepala.


" Ihh Kakak " Kata Azura malu.


" Masa cuma Adek doang bapaknya engga " Kata Romeo mengkrucut.


" Malu lah,mana dirumah Nenek lagi " kata Azura menampar gemas lengan suaminya.


Romeo tersenyum,,lelaki itu membalik tubuh istrinya dan menikmati apa yg ia mau.


Azura kelabakan sendiri,tapi wanita itu tak menolak dan membiarkan pria nakal tersebut berbuat semaunya.


Belum puas bermesraan tiba2 pintu kamar digedor dengan keras membuat Romeo kaget bukan main.


Dengan cepat lelaki itu menyudahi acaranya dan menggerutu kesal.

__ADS_1


Azura terkekeh geli,akhirnya wanita itu bisa lepas dari kemesuman sang suami.


Romeo membuka pintu dan mendapati gadis kecil berdiri didepan.


" Kamu anak siapa ?" tanya Romeo melihat gadis tersebut.


" Aku mau pipis Om " Jawab Sofia cepat sambil memegang perutnya.


" Hah kamar mandi disana kan ad....eh " Kata Romeo terkejut melihat antrian didepan kamar mandi.


" Gak bisa,udah diujung nih,Papaaaaaaa " Pekik Sofia tak tahan lagi.


" Iyaa bentarr" Jawab Vero berlari dari arah luar.


Vero langsung mendekati anaknya dan menggendong bocah itu masuk kedalam.


" Haisssttt bapak dan anak ini " Gumam Romeo gemas.


" Hhahaha kayaknya Sofia udah kebelet Kak " kata Azura tertawa geli.


" Iya,kamar mandi luar antriannya kek antri sembako " Kata Romeo mendekati sang istri.


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka,Vero yg dari tadi menunggu didepan menghela nafas melihat anakny sudah tenang.


" Untung gak pipis dicelana " kata Sofia menghela nafas.


Vero tersenyum,lelaki itu berjalan dan melototkan matanya baru ngeh bahwa Romeo tak memakai baju.


" Eh aurat tutup,anak gue masih belia !" kata Vero kesal.


Romeo yg tersadar langsung melotot dan mencari bajunya.


Lelaki itu juga tak sadar bahwa ia lupa memakai baju.


" Habis ngapain kalian disiang bolong gini,jangan bilang nyetak gol " Tuduh Vero.


" Eh " Pekik Azura kaget.


Sketika wajah wanita itu memerah malu.


" Ck,main sikat aja lo,tuh anak masih kecil !" Kata Vero mencibir Romeo.


" Nyicip Bang,haus " Kata Romeo terkekeh.


Vero melotot,duda baru itu dengan cepat menyeret anaknya keluar.


" Abang ihhh ngapain dikasih tau " Kata Azura kesal.


" Habisnya kepo " kata Romeo santai.


Diluar,Sofia melihat Vero serius membuat lelaki itu menoleh.


" Kenapa ?" tanya Vero duduk disebelah Reno.


" Tadi paman Meo minum apa Pa ?" Tanya Sofia penasaran.


" Hah " Pekik Vero terkejut.


Semua orang menoleh melihat Vero yg kelabakan sendiri.


" Bukannya tadi Romeo nganterin Azura buat nidurin anak mereka ?" Tanya Prito mengingat.


" Waaah itu nyelam sambil minum air hahahaha " Kata Reno terkekeh.


" Maksudnya gimana Kek ? Via gak tau " Kata Sofia menggaruk kepala.


Tawa Reno makin pecah,hanya orang dewasa yg tau apa yg dilakukan oleh Romeo.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2