Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertemu Idola


__ADS_3

Kedua gadis itu berhasil mengantongi uang 500 ribu dari David.


Tak tanggung,pria tua itu memberi uang jajan untuk Sofia dan Tania mengingat Tania memang sedang galau.


Kadang David kasihan kepada keponakan istrinya tersebut yg sering mengaduh galau karna tak punya uang jajan.


Vero mengizinkan anaknya dibawa Tania pergi dengan syarat nomor hape gadis itu harus selalu aktif setiap saat.


Dengan hati riang gembira keduanya berjalan ria menunggu taxi didepan.


" Kak jangan curang ya,kata Kakek kita bagi setengah " Kata Sofia memperingatkan.


" Iya " jawab Tania memutar mata.


" Taxi nya kenapa lama ya,aku udah mulai panas nih " Kata Sofia lagi.


" Itu udah diujung sana,sabar dulu kamunya " balas Tania lagi.


Sofia mengangguk kecil..


Tak lama taxi mendekat,kedua gadis itu siap2 untuk meluncur ke lokasi.


Bukan tanpa alasan Vero mempercayai Tania untuk membawa Sofia pergi,selain umur Tania yg memasuki 17 tahun,Vero juga berharap Sofia punya teman agar mental gadis itu baik2 saja.


" Pak jalan X ya " Ucap Tania sopan.


Supir taxi mengangguk,mereka pun menuju tempat yg ingin dituju.


Dirumah,Vero terlihat diam merenung.


Pikirannya campur aduk,pria itu merasa bersalah dengan apa yg ia lakukan tadi pagi.


" kamu kenapa lagi kek Ayam menunggu menyemblihan ?" tanya Cila menegur.


Vero menoleh dan mendapati ibunya membawa sekantong sayur.


Wanita itu mengambil baskom dan duduk ditengah dapur..


" Ma " Panggil Vero pelan.


" Hm " Jawab Cila mulai sibuk mematahkan kacang panjang.


" Aku tadi tes Dna " Kata Vero jujur.


Cila berhenti bergerak membuat Vero menelan ludah kasar.


" Lalu ?" Tanya Cila tenang.


" Belum keluar hasilnya " Jawab Vero menghela nafas.


" Apa yg kamu harapkan ?" tanya Cila lagi.


" Ntah lah aku merasa sedang melakukan permainan konyol " Jawab Vero.


" Ya,permain pernikahan " Balas Cila menohok.


Vero mengkrucut,ucapan Ibunya bisa dikatakan benar karna Vero dan Yuna seperti merusak citra pernikahan yg damai.


" Nanti kalau hasilnya sudah keluar dan Sofia memang anak mu bagaimana ?" tanya Cila.


" Aku pasti merasa kecewa " jawab Vero.


Cila tersenyum smirk,ia sudah menduga jawaban yg akan keluar dari mulut anaknya.


" Kamu sih milih istri lihat dari muka aja,coba dulu kawin sama Han...." Ucap Cila tersendat.


Vero menghela nafas panjang melirik ibunya kesal.

__ADS_1


" Mama gak tau posisi aku saat itu gimana Ma " Kata Vero gemas.


" Emang kamu gimana hah ? kamu gila sama perempuan begitu ?" Tanya Cila geram.


" Hm,dan aku gak mau bikin Hani semakin kecewa sama aku " Jawab Vero jujur.


" Lalu sekarang kau pikir semuanya akan baik2 saja ?" tanya Cila.


" Aku tau ini semakin berantakan Ma dan gak ada kata Maaf lagi dari Hani,apalagi dia sekarang..." Kata Vero tak sanggup melanjutkan..


" Ya Hani sekarang udah jadi aparat,kalo kamu nyakitin dia besar kemungkinan kamu ditembak sampe mati " Kata Cila menakuti.


" ih Mama,Hani gak setega itu Ma " Kata Vero ngeri.


" Ya siapa tau lah,Mama denger dia juga sekarang udah mau nikah " Kata Cila lesu.


" Hah sama siapa ?" tanya Vero kaget.


" Ntah lah,Mama cuma dengar skilas doang,Mama gak sakit hati sih dia mau nikah sama orang lain,Mama malah bersyukur dia bisa lupain pria jelek kayak kamu " Jawab Cila santay.


Vero kembali mengkrucut,disela cerita ibunya pasti Cila ada aja alasan untuk mencibir.


" Menduda lah kamu Nak,mana masih muda ckckc " Decak Cila tak percaya.


" Duren ini Ma " Kata Vero bangga.


" Apaan Duren ? lagi gak musim " Jawab Cila tak paham.


" Duda kereen yaelaahh emak gue katrok banget " Cibir Vero.


" Haissstt siaalan " Kata Cila melibas Vero dengan kacang panjangnya yg belum terpotong.


Vero tertawa ngakak sambil mengelak serangan ibunya.


Disaat genting pun ibu dan anak itu masih sempat bercanda.


Beban pikir Vero sedikit berkurang,pria itu merasa bersyukur masih punya Cila yg selalu menenangkan dirinya.


" Yank nanti aku kerumahnya Kak Reno " Kata David tenang.


" ngapain ?" Tanya Cila mengernyit.


" Lamar cucunya " Jawab David asal.


" Hah " Pekik Vero dan Cila melotot.


David terkekeh,detik berikutnya pria itu berlari sambil mengangkut goreng pisang dan segelas air dingin.


" Jangan jadi suami Durjana kamu Maassss " Teriak Cila gemas


" Emak sama Bapak gak ada beresnya " Gumam Vero menepuk jidat.


Pria itu bangun dari duduknya berjalan keluar.


Ditempat lain,seorang pria baru akan pulang.


Hari ini Reka tak sanggup melanjutkan pekerjaannya lantaran kepalanya sangat sakit.


Sudah berulang kali ia menelfon Hani untuk meminta bantuan tapi tak mendapat jawaban.


Takut pingsan dan menyusahkan orang banyak,jadilah pria itu mandiri untuk pulang sendiri.


Saat akan menyetop taxi,tiba2 seorang gadis langsung menyerobot ingin masuk juga


" Aku duluan " Ucap gadis itu cepat.


Reka menoleh kaget dan mengernyit ditengah silaunya cahaya.

__ADS_1


" Aku duluan yg pesan " Kata Reka tenang.


" Iya tapi aku buru2 " Balas gadis itu memaksa.


" Gak bisa gitu dong,aku juga buru2 " Kata Reka tak terima.


Terjadilah aksi tarik menarik pintu taxi,si supir terlihat kebingungan dengan perdebatan anak manusia tersebut.


" Please Kak aku duluan,nanti diomelin Mama kalo telat " Ucap gadis itu memohon.


" Aku ini lagi sakit,nanti pingsan gimana ?" Kata Reka mulai kesal


" Kamu kan cowok,masa bisa pingsan ?" Tany gadis itu heran.


" Cowok juga manusiaaa " Balas Reka gemas.


Gadis itu diam,Reka yg melihat celah langsung menarik pintu dan berhasil terbuka.


" Eh aku dulu " Ucap gadis itu tersadar.


Aksi tarik menarik kembali terjadi,Reka kali ini tak ingin mengalah karna dirinya memang butuh pertolongan.


Asik berdebat tiba2 sebuah suara memberhentikan mereka semua.


" Kak "


" Om "


Pekik seseorang turun dari taxi lain.


Reka menoleh dan mengernyit melihat 2 orang gadis berlari kearah mereka.


" Tania " Ucap gadis disebelah Reka terkejut.


" Kakak " Teriak Tania berlari.


" Kamu ngapain disini ?" Tanya Rania melihat sang adik.


Yap,gadis asing keras kepala itu adalah Rania anak kembarnya Denis.


" Kamu udah selesai meeting sama Bos nya ?" Tanya Tania heboh.


Rania mengangguk pelan.


" Sofia " Tegur Rania melihat adik kecil mereka mematung melihat Reka.


" Om " Ucap Sofia lirih.


Reka masih mencoba mengingat wajah gadis kecil tersebut yg menatapnya tanpa kedip.


" Gak sia2 aku berdebat sama Kak Tania " Ucap Sofia terkekeh pelan.


Tania yg menyadari lelaki itu merupakan pria yg Sofia inginkan langsung memasang wajah imut.


Rania yg tak tau apa2 dibuat bingung dengan sikap sok cantik kedua adiknya.


" Kamu anaknya Vero ?" Tanya Reka teringat.


" Hehe Om ingat aku ?" Tanya Sofi terkekeh.


" Astaga " Ucap Reka menepuk jidatny.


Ketiga gadis itu melihat Reka dengan wajah yg sulit dimengerti.


" Aduhh kepala kuu,aku harus cepat pulang sebelum tak sadarkan diri disini " Gumam Reka buru2 berjalan menjauh.


" Oommmmm " Pekik Sofia heboh.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2