Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sel 2


__ADS_3

Hani dan Vero duduk saling berhadapan.


Keduanya sama sama diam dengan isi kepala masing2.


Vero mencuri pandang gadis itu,sudah hampir 5 menit mereka diam tanpa bicara.


" ehm " Dehem Vero pelan.


Hani mendongak dan menatap wajah Vero yg mulai ditumbuhi bulu2.


" Em hehe " kata Vero cengengesan.


" Apa kau sudah selesai makan ?" tanya Hani canggung.


" hm belum,nasinya masih disana " jawab Vero menunjuk tempat yg masih diduduki Yuna.


" Kalau begitu kenapa tidak kesana ?" tanya Hani lagi.


" Gak,kamu gak bawa sesuatu ?" tanya Vero sedikit tak enak.


" ehm bawa,aku kebetulan bawa bekal " Jawab Hani mengangkat paperbag yg ia bawa.


Vero tersenyum kecil,lelaki itu menatap Hani dengan wajah senangnya bagaimana tidak,mantan kekasihnya tersebut berkunjung seraya membawa buah tangan.


" Aku masak sedikit,Sofia mau makan cumi " Ucap Hani menunjukkan bekalnya.


Vero mengangguk,lelaki itu menarik tempat mkn tersbut mnghadap dirinya.


" Sebentar aku am...


" Kamu disini aja " tahan Vero menarik tangan Hani.


Hani yg setengah bangun pun kembali duduk dibangku dengan wajah terkejutnya.


" Kamu disini aja biar aku kesana " ucap Vero.


" Aku mau ambil minum buat kamu,tadi ketinggalan didepan " kata Hani menunduk.


" Gak usah,kamu disini aja " Titah Vero.


Hani mengangguk pelan dan duduk tenang.


Vero bangkit dari duduknya berjalan memasuki kerumunan.


Terlihat bukan hanya dirinya yg dikunjung,para temannya yg lain pun mendapat kunjungan keluarga bahkan makan bersama.


Hani terus memperhatikan hingga maniknya tak sengaja melihat wanita yg tadi duduk bersama Vero.


Keduanya saling melihat,Yuna menatap Hani dengan tatapan yg sulit dimengerti.


Hani yg mengenali Yuna hanya tertunduk karna wanita itu dulu pernah menghinanya habis2an.


" Cih " Decih Yuna terlihat jiji melihatnya.


" Jangan hiraukan dia Hani " Gumam Hani menenangkan diri.


Yuna bangun dan pergi membawa piring yg sudah bersih.


Hani menghela nafas lega,ia sebenarnya tak ingin berada diposisi yg sulit tapi apa boleh buat,semua sudah terjadi dan dirinya pun harus mempertanggung jwabkan.


Vero kembali lagi dengan botol minum yg masih bersegel.


" Apa kau sudah makan ?" tanya Vero melihat Hani.


" sudah tadi " jawab Hani.


Vero mengangguk mengerti.


Keduanya kembali diam,sungguh situasi saat ini sangat berbeda dengan situasi dulu dimana keduanya menjalin cinta dan begitu dekat,tapi kini Hani merasa tidak mengenali Vero lagi,bahkan sikap dingin Vero terlihat nampak jelas.


" Apa kau sehat disini ?" tanya Hani mencoba mengobrol.


" Hm " jawab Vero mengangguk.


" Aku dan Sofia juga sehat,dia tumbuh dengan baik " Kata Hani tersenyum getir.


" syukurlah,kalian harus tetap sehat karna aku tidak bisa mengobati kalian jika sakit " Kata Vero tenang.


Hani mengangguk pelan.

__ADS_1


" Aku setelah ini akan menemui komandan " ucap Hani memberitahu.


" komandan siapa ?" tanya Vero mengernyit.


" aku akan berhenti bekerja,jadi harus banyak yg akan diurus " jawab Hani.


Vero seketika terdiam mendengar ucapan gadis twrsebut.


" Papa benar,aku gak bisa tinggalin Sofia sendirian dirumah,dia sangat manja " Kata Hani tersenyum tak enak.


" kau yakin ?" tanya Vero.


" Hm,semoga ini yg terbaik " jawab Hani.


Vero diam dengan anggukan pelan.


" Hm,mengenai Yuna disini,kau tenang saja aku dan dia..." Ucap Vero menggantung.


" gak masalah,itu urusan kalian " potong Hani cepat.


" Maksud mu ?" tanya Vero terkejut.


" Em maksud ku,kalian berada disini dan bertemu mungkin setiap hari,jadi aku gak papa " Jawab Hani tersenyum.


" Apa yg kau pikirkan ?" tanya Vero heran.


" aku tidak memikirkan apa2 " Jawab Hani.


" Kau cemburu ?" tanya Vero menyelisik.


" tidak ! Untuk apa ?" tanya Hani balik.


Deg....


Vero tersentak mendengar ucapan wanita itu.


" Bukan apa2 " Kata Vero melemah.


Hani kembali diam,wanita itu tak mau Vero berpikiran aneh2 tentangnya,saat ini wanita itu ingin berdamai dan tak mau banyak masalah lagi.


" Baiklah,aku rasa jam sarapan hampir habis " kata Vero menyudahi acara makannya.


" Aku sudah kenyang " jawab Vero.


Hani diam sejenak dan menarik nafas panjang.


Rasa ego dalam dirinya terlihat begitu nyata,Vero pun seolah melakukan hal yg sama.


" Kamu pulang lah " Kata Vero bangun dari duduknya.


" Kak " Panggil Hani menarik tangan Vero.


Vero tersentak dan melihat tangannya.


Hani menunduk dalam dan masih menggenggam tangan Vero.


" Ada apa ?" tanya Vero tenang.


Sekian lama panggilan itu tak pernah lagi terdengar,dulu Hani begitu menghormatinya seperti saat pertama mereka bertemu.


" Cepat pulang " Ucap Hani menahan tangis.


" hah " Kata Vero tak kedengeran.


" Cepat kembali " Ucap Hani lagi dengan mata berkaca kaca.


Vero terdiam sejenak dan menarik tangan Hani membuat gadis itu bangun.


" Kemarilah " Titah Vero lembut.


Hani terus menunduk dengan mata berair.


Vero mendekat dan merengkuh Hani lembut dengan mengalungkan tangannya yg terborgol di leher sang istri.


Air mata Hani makin berair hingga tak sanggup lagi ditahan.


Sakit dan perih itulah yg dirasakan wanita tersebut melihat suaminya tak leluasa bergerak.


Semua tangan Tahanan diborgol untuk berjaga jaga.

__ADS_1


" Aku akan pulang " Bisik Vero pelan.


Greb....


Tanpa ragu lagi Hani langsung memeluk tubuh tinggi tersebut dengan erat.


Vero tersenyum dengan mata berkaca kaca.


Ia senang tapi disisi lain Vero sedih dengan keadaan saat ini.


" Kamu yg sabar ya " Pinta Vero lembut.


Hani mengangguk dengan deraian air mata.


" Tolong jangan kecewakan aku lagi Kak " Ucap Hani disela tangisnya.


Vero terkekeh pelan dan mengecup pucuk kepala Hani.


" iya,kamu juga jangan gatel2 sama Dokter itu " kata Vero menyindir.


" Aku gak sama dia lagi " Balas Hani terkejut.


" Ya tapi dia masih suka sama kamu " kata Vero memutar mata.


Hani mendongak dengan bibir mengkrucut.


" Ahh jangan gitu,aku belum sikat gigi " kata Vero gemas.


" ihh Kakak jorok " kata Hani mendorong dada Vero.


" eehh nyangkut " kata Vero kelabakan.


Hani tersenyum geli dan mencubit pinggang lelaki tersebut.


Keduanya seolah lupa sedang berada disana,Hani pun tak perduli jika Yuna akan melihat kemesraan mereka.


" Awas kamu ya,aku pulang nanti bakal aku kuras habis !" Bisik Vero tajam.


" Apa yg dikuras ?" Tanya Hani mengernyit.


Vero mengulum senyum dengan wajah smirk nya.


" Kasih tau apaan ?" tanya Hani mendesak.


" Nanti kamu tau sendiri " jawab Vero.


" ihh kelamaan " Balas Hani merajuk.


" Vero " Panggil seseorang dari belakang.


Keduanya menoleh dan Hani langsung keluar dari kungkungan.


" Waktunya sudah habis,kalian harus ke sel " Ucap sipir memberitahu.


" 5 menit lagi Pak,istri saya baru keliatan manjanya " Jawab Vero.


" ihh gak ya " kata Hani terbelalak.


Sipir memutar mata dan melihat Hani.


" Bawa aja Pak " Ucap Hani mengerti.


" Kamu gak kangen lagi sama aku ?" tanya Vero mengkrucut.


" Nanti " Balas Hani tersenyum kecil.


" Ckk harusnya malam itu aku unboxing aja kamu habis2an " Bisik Vero gemas.


" Hah " Pekik Hani menutup mulutnya syok.


" Ayo Vero cepetan " Tegur Sipir jengah.


Vero mengangguk dan berjalan mundur.


Hani pun terpaksa mengikhlaskan suaminya dibawa pergi oleh petugas.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2