
Aktam dan Laura sudah tiba dirumah besar Reno,pria itu membawa Laura kerumahnya karna Laura sudah lama tak bermain kesana.
" Aduh Bang aku malu " Kata Laura bersembunyi dibelakang Aktam.
" Malu kenapa sih,wong kamu pake baju lengkap gini " Kata Aktam cuek.
" Ya malu aja Bang " Kata Laura mengkrucut.
" Ck,udah hayuk masuk " Kata Aktam menarik tangan gadis itu.
Laura tersentak dan langsung tertarik masuk kedalam rumah.
Sudah lama sekali Laura tak bermain kesana semenjak ibunya meninggal.
Gadis itu pun kini lost kontak dengan Bos nya dulu.
" Bi,mana Bunda ?" Tanya Aktam kepada Artnya.
" Waahhh Den Aktam bawa pacar ya ?" Goda bibi Art tersenyum menggoda.
" Haha iya Bi " Kata Aktam cengengesan.
" Ish Abang mah,jangan percaya Bi aku Laura " Kata Laura mencubit lengan pria itu.
Aktam cengengesan dan mengambil air minum..
" Hah Laura mana ya Neng ?" Tanya Bibi setngah abad itu mengingat ingat.
" Laura Bi,anak buahnya Non Ana hehe " Kata Laura cengengesan.
" Laura Laura ohhhh non Lala " Kata art itu teringat.
Laura mengangguk tersenyum.
" Oalah Neng sekarang udah gede ya,cantik lagi masyaallah " Kata bibi itu girang.
" Ah bibi bisa aja " Kata Laura memegang kupingnya malu.
" Waduhhh Bi banjirrrr itu air congeknya " Kata Aktam tertawa ngakak.
" Hahahahahaha " Bibi art ikut tertawa.
Laura mencebik kesal mendengar celetukan pria itu.
" Sungguh Neng,bibi ngak kenal lagi saking cantiknya dulu masih kecil banget,sekarang dah gede aja " Kata Bibi takjub.
Laura tersenyum malu dan melotot melihat Aktam berkosplay mengolokinya.
Pria itu tertawa puas melihat Laura bersemu merah.
" Oh iya,Nyonya ada diatas Den biasa ngurusin cucunya " Kata Bibi menjawab pertanyaan Aktam tadi.
" Oke Bi,kami kesana dulu " Kata Aktam mengangguk.
" Cucu ?" Gumam Laura bingung.
" Ayo kita liat Bunda " Ajak Aktam menarik tangan gadis itu lagi.
Laura kembali terseret oleh langkah lebar pria itu.
" Emang Bunda udah punya cucu ? siapa yang menikah Bang ?" Tanya Laura masih penasaran.
Aktam terkekeh geli dan terus menarik tangan Laura.
__ADS_1
" Liat aja ntar diatas " Kata Aktam tersenyum.
Laura mengangguk meski pertanyaan satu persatu hadir diotaknya.
Saat mereka sampai diatas,terlihat Nisa sedang cekikan membelakangi mereka.
Laura semakin penasaran apa yang sedang dilakukan wanita paru baya itu.
" Tuh Bunda,kelakuannya kek anak kecil " Bisik Aktam lirih.
Mereka semakin mendekati,saat Nisa berbalik Laura terbelakak.
" Ehhh siapa ini ?" Pekik Nisa terkejut.
" Astaga,jadi cucu Bunda.... ?" Pekik Laura menutup mulutnya.
" Iya,ini cucu Bunda " Kata Nisa tersenyum malu.
" Ya elah,aku kira cucu beneran,eh malah cucu berbulu " Kata Laura menepuk jidatnya kelu.
" Hahahahahahahahah " Aktam dan Nisa tertawa ngakak melihat wajah datar gadis itu.
" Uluh2,anak Bunda udah gede sekarang " Kata Nisa memeluk hangat gadis itu.
" Hehe iya Bunda,dikasih Papa makan banyak tiap hari " Kata Laura malu.
" Oh iya,Alhamdulillah Mama selengekan mu apa kabar,udah lama Cila ngak nengokin Kakak nya " Tanya Nisa sekaligus menyindir.
" Hahaha,Bunda bisa aja,Mama baik,cuma ya sekarang Mama juga udah punya cucu baru " Kata Laura pura2 sedih.
" Hah,siapa yang udah nikah ?" Pekik Nisa kaget.
Aktam dan Nisa terlihat serius menanti jawaban Laura.
Kini Nisa dan Aktam memasang muka datar karna telah terbodohi oleh kepolosan Laura.
" Hahaha maaf2,aduh garing ya " Kata Laura malu.
" Ya Tuhan,kenapa 2 perempuan ini receh sekali " Gumam Aktam menggeleng pelan.
Laura kembali tertawa diikuti Nisa yang langsung tertawa ngakak.
" Emang ya kalo dah cinta ama sesuatu tuh damagenya kena banget,sampe lupa anak sendiri " Kata Nisa disela tawanya.
" iya Bun,Mama kadang lupa kalo aku dah pulang,eh malam2 nyuruh Vero keluar nyariin aku,padahal aku ada didalam kamar ngerja tugas " Cerita Laura.
" Hahahah emang2 dah Mama kamu itu ngalah2in Bunda " Kata Nisa masih dengan canda tawanya.
" Bun,laper nih " Rengek Aktam mengusap perutnya.
" Kan udah Bunda kasih duit tadi,beli lah diluar " Kata Nisa tajam.
" Ya elah Bun,udah aku tabung kali " Kata Aktam tersenyum malu.
" Hah beneran,subhanallah tabarakallah,model beginian mau nabung,Bunda asepin sekomplet rumah " Kata Nisa ujung2 nya menghujat.
Aktam tertawa ngakak sampai guling2.
Lelaki itu sangat mood menggoda Nisa saat ini,padahal hari ini pria itu berperang hebat tadi dengan kekasihnya.
" Ya udah yuk,mumpung Laura ada disini Bunda masakin kalian makanan enak " Ajak Nisa semangat.
" Hm,bentar aku telpon Bang Andrew dulu " Kata Aktam mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
Deg...
Laura tersentak saat nama pria itu disebut.
Tiba2 darah Laura mendesir hangat,hanya mendengar namanya saja sudah membuat gadis itu gugup.
" Loh kok pucat ? kamu udah laper banget ya ?" Tanya Nisa kaget.
" Hah em em ngak kok Bunda em aku em " Kata Laura seketika gugup.
Aktam mengernyit melihat perubahan air wajah Laura,padahal gadis ini baik2 saja tadi pikir Aktam.
" Ya udah yuk " Ajak Laura menggandeng tangan Nisa.
Wanita parubaya itu mengangguk meski masih khawatir dengan keadaan Laura.
" Duh aku kenapa sih,sadar dong La " Batin Laura menyesali sikapnya.
Mereka berjalan beriringan ke dapur.
Laura begitu lincah membantu Nisa memasak meski jantung nya terus berdetak tak karuan.
Sesekali Laura melihat ke luar,takut2 pria itu datang tiba2.
Ntah mengapa mendengar nama Andrew membuat kesehatan jantung Laura sedikit terganggu,Laura tak tau ini perasaan seperti apa,yang gadis itu tau dulu ia sangat takut jika berhadapan dengan Andrew yang sangat cuek dan dingin.
Lelaki itu hanya sesekali mengeluarkan suaranya,dan jika itu terjadi pun artinya Andrew akan menyekak omongan orang.
Masih jelas diingatan Laura bagaimana pertama kali ia datang kerumah besar ini dan bertemu dengan kulkas berjalan itu.
Andrew yang sangat pendiam membuat siapa saja mati kutu meski umur mereka saat itu terbilang sangat kecil dan tak tau apapun.
Aktam sudah balik kekamarnya untuk istirahat sebentar,karna kondisi hati pria itu juga kurang baik wkwk.
" Kamu kenapa sayang ?" tanya Nisa heran melihat Laura tak tenang.
" Ah,em ngak papa Bun,aku haus " Kata Laura cengengesan langsung memegang gelas di meja.
" Ya udah minum dong jangan panik gitu " Kata Nisa menggeleng pelan.
" iya Bun " Kata Laura menggaruk kepala malu.
Saat ini mereka membuat beberapa menu masakan dibantu Art juga biar lebih cepat.
" Ini apa Bun ?" Tanya Laura melihat Nisa memasukkan banyak pentol bakso.
" Oh ini,mau bikin pentol mercon buat Andrew " Kata Nisa tersenyum seraya menuangkan bumbu cabai dan kawan2 kedalam kuali.
" Hah,pentol mercon ?" Tanya Laura kaget.
" Iya,Andrew dan Papa nya suka makan ini,makanya Bunda bikin banyak dan pentol nya gede2 biar mereka ngak beli diluar lagi " Kata Nisa seraya mengaduk bumbu dan pentol..
" Wawww,,baunya aja udah pedes Bun " Kata Laura ngeri.
Nisa mengangguk.
" Tapi mereka ngak bisa makan semuanya,karna Bunda atur porsi buat mereka " Kata Nisa serius mengaduk.
Laura ber Oh ria.
" Pantesan mulutnya judes,mukanya jutek ternyata ini rahasianya " Batin Laura menggeleng pelan..
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE, COMENT YA