Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Disebuah rumah seorang wanita terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ramai diluar kamar.


" Hmmm " Lenguh Hani merenggangkan otot tubuhnya.


" Tanteeee Teee " Pekik seseorang diluar kamar.


Tok tok....


Suara pintu terdengar sangat berisik.


Hani bangun dari tidurnya dan merenggang kesal.


" duhh siapa sih ?" Gumam Hani mengacak rambut.


Wanita itu bangkit dan berjalan sempoyongan membuka pintu kamar.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,Hani yg sedang mengantuk langsung melotot saat maniknya melihat seorang wanita dan seorang anak kecil berdiri didepannya.


" Mama " Ucap Hani terkaget.


Wanita yg dipanggil Mama menatap menantunya dengan wajah datar.


" Ma maaf Ma " kata Hani merapikan rambutnya.


" Tante lagi tidur ya ?" Tanya Sofia mendekat.


" I iya " Jawab Hani kelabakan.


Cila diam menatap sinis gadis tersebut.


Hani persis seperti orang baru bangun tidur dengan daster sebetis dan rambut acak2.


Hani melirik jam dan kembali kaget jarum sudah menunjukkan angka 8 kurang.


" Duh gawat " batin Hani ngeri.


" Aku kangen sama Tante " Ucap Sofia berlari memeluk Hani.


Gadis itu masih diam meski tubuhnya dipeluk Sofia.


Cila berlalu tanpa bicara,wanita itu masuk lebih dalam dan menuju dapur.


" kenapa kamu gak bilang mau pulang hari ini ?" tanya Hani kepada Sofia.


" Hehe sengaja Te,biar kasih kejutan " Jawab Sofia polos.


" Aduh " kata Hani tepuk jidat mendengar jawaban gadis kecil tersebut.


" Tante kaget gak ?" tanya Sofia nanar.


" Kaget bangettt " jawab Hani gemas.


" Hahahah " Sofia tertawa ngakak.


Hani tak tau harus marah atau senang dengan kejadian pagi ini karna saat bersamaan ia juga takut ketahuan Cila bangun siang.


" Sofiaa " Panggil Cila dari arah dapur.


" Aku dipanggil " Kata Sofia melepas tubuh Hani.


Gadis kecil itu langsung berlari kearah suara.


" Huuffttt,semoga Mama gak marah2 " Gumam Hani berharap.


Gadis itu pun menyusul Sofia dengan jantung berdebar.


Sungguh ini moment diluar perkiraannya,Sofia seharusnya pulang 3 hari lagi tapi gadis itu malah pulang disaat tak tepat.


Terlihat Cila membuka kulkas,jantung Hani kembali berdetak.


" Ada makanan gak Nek ?" Tanya Sofia ikut melihat isi kulkas.


" Gak ada " jawab Cila ketus.


" Duh " Batin Hani kembali takut.


" Tante gak masak ya ?" Tanya Sofia melihat ibu tirinya.


" Hm kemarin masak,tapi hari ini belum " Jawab Hani menggaruk kepala.

__ADS_1


Cila melihat lagi dan menemukan sebuah kotak.


Wanita parubaya itu mengeluarkannya dan menaruh di meja.


" Apa itu Nek ?" Tanya Sofia kepo.


Kotak dibuka dan nampaklah beberapa potong martabak manis yg sudah mengeras.


" Martabak jagung " pekik Sofia heboh.


" eh em iya,gak habis " jawab Hani ngeri2.


Cila mengambil satu dan memperhatikan benda tersebut.


" Masih bisa dimakan Ma,baru semalam aku beli "Ucap Hani hati2.


Cila mencicipinya dan diam.


" Gimana Nek ?" tanya Sofia menunggu.


" Sudah dingin " jawab Cila mengunyah perlahan.


" Aku mau Nek " pekik Sofia.


Cila memberi sepotong dan dilahap langsung oleh gadis kecil tersebut.


" hmm masih enak " Kata Sofia senang.


Hani menghela nafas lega melihat respon Cila yg tak banyak komentar.


" Udah satu aja " kata Cila menutup lagi kotak tersebut.


" Aku masih mau Nek " balas Sofia mengkrucut.


" Dihabisin aja Ma,mubazir " kata Hani tak enak hati.


Cila melihat gadis itu sejenak lalu membuang muka.


Hani menunduk dalam,terlihat sekali keegoisan Cila disana tapi gadis itu tak bisa merubah karna hanya Cila yg bisa melakukannya sendirian.


Setelah selesai makan,Cila kembali kedepan.


Hani bingung harus kemana,rasa canggungnya sangatlah nyata.


" Kamu gak sekolah ?" tegur Hani kepada Putri Vero yg sedang mencuci tangan.


" Gak,hari ini tanggal merah " Jawab Sofia santai.


" Oh jadi cuma sebentar kesini ?" tanya Hani lagi.


" Engga,aku udah pulang,soalnya Kakek mau pergi keluar kota " Jawab Sofia.


" Sama Nenek juga ?" tanya Hani pelan.


" Iya,makanya aku disuruh pulang " Jawab Sofia kesal.


Hani mengulum senyum,ternyata ada udang dibalik batu pikir wanita tersebut.


" Ya udah kamu dirumah aja " kata Hani mengusap kepala gadis tersebut.


Sofia mengangguk mengerti.


Saat hendak pergi keluar,tiba2 Sofia menarik baju belakang Hani.


" Ada apa ?" tanya Hani menoleh.


" Mama telfon aku " Jawab Sofia tenang.


Deg....


Manik Hani seketika membulat mendengar ucapan gadis tersebut.


" Mama ?" ulang Hani memastikan.


" Iya Mama Sofia " Jawab Sofia polos.


" Hm ngomong apa ?" tanya Hani hati2.


" Mama bilang akan pulang gak lama lagi " Jawab Sofia bahagia.


Deg....

__ADS_1


Hani kembali tersentak.


" Mama mau bawa aku pergi sama dia " Lanjut Hani.


" Apa ?" pekik Hani terbelalak.


" Tapi jangan bilang Papa sama Nenek ya Te " Kata Sofia membisik.


" Kenapa ?" tanya Hani syok.


" kata Mama aku gak bakal diizinin kalo Papa sama Nenek tau " Jawab Sofia mengkrucut.


Glek....


Hani menelan ludah kasar,dari pembicaraan Sofia wanita itu bisa mengambil satu pemikiran yg cukup genting.


" Emangntya kapan Mama mu pulang ?" tanya Hani memancing.


" Gak tau,Mama bilang secepatnya " Jawab Sofia mengingat.


" Terus Mama ngomong apa lagi ?' Tanya Hani mengorek informasi.


" Hmm nanti temani aku ketemu Om Ridho ya " Melas Sofia.


" Ridho ? siapa ?" tanya Hani bingung.


" Itu Om yg sering ajak aku main,nanti aku kenalin sama Tante " Jawab Sofia.


" Ridho mana ya ?" Gumam Hani menerka.


Wanita itu lupa merasa tak asing dengan nama tersebut tapi Hani tak tau siapa orangnya.


" Apa dia Papa kandung Sofia ya ?" Batin Hani.


" Tapi kenapa tiba2 gini ? Dan siapa yg menyuruhnya ?" Lanjut Hani lagi.


Isi kepala wanita itu seketika ramai dengan berbagai pemikiran.


Sofia kembali berlari kedepan dan melihat Cila akan pulang.


" Nenek gak nginep disini ?" tanya Sofia mengkrucut.


" Gak kalo Nenek gak pulang nanti Kakek kamu nangis kejer dirumah " Jawab Cila terkekeh


" Nanti aja pulangnya Ma " Sahut Hani memberanikan diri.


Cila melihat gadis itu dan diam.


Hani menelan ludah kasar,ia begitu canggung bicara kepada Cila,tapi jika tak dilakukan kapan lagi akan memulai semuanya pikir Hani.


" Nenek pulang dulu sayang,kamu baik2 disini " Kata Cila melihat Sofia.


" Iya Nek " Jawab Sofia lesu.


" Jangan nakal,tunggu Papa mu pulang " Kata Cila lagi.


Sofia mengangguk pelan dan mendekati Hani.


Gadis kecil itu memeluk paha Hani seoalah memberitahu bahwa dirinya tak sendirian.


Cila berlalu tanpa mengucapkan pamit,Hani hanya bisa menerima dengan lapang dada.


Memang tak mudah memasuki hati yg sudah tergores luka dalam tersebut.


Hani mencoba memahami Cila sebegitu dalamny meski tak dipungkiri ia merasa begitu sesak didada.


" Hati2 Ma " Ucap Hani melihat Cila sudah diatas motor.


" Iya " Jawab Cila tenang.


Hani tersenyum kecil mendengar jawaban Cila meski hanya sepatah kata.


Cila pun berlalu dan mendapat lambaian tangan dari Sofia dan Hani.


" Ayo masuk Te " Ajak Sofia menarik tangan Hani.


" Iya " jawab Hani tersenyum cerah.


Ibu dan anak itu pun masuk kerumah mereka setelah mengunci pintu.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2