Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sah


__ADS_3

Kini Vero dan Hani didudukkan didepan penghulu.


Para tamu juga duduk mengelilingi mereka berdua.


Semua diam tanpa suara,Hani terlihat menunduk dalam dan tak berani melirik Vero yg juga terlihat tegang.


" Baiklah acaranya kita mulai sekarang " kata penghulu tak mau berlama lama.


Reno dan David mengangguk,keluarga Ben berada disamping Hani seolah menjadi pendamping gadis itu sedangkan Romi n the genk disebelah Vero menemani David.


Reno duduk didepan bersama penghulu menjadi saksi pernikahan tersebut.


Penghulu mulai mengeluarkan doa pembukanya hingga acara inti pun dimulai.


Sintia menatap sang cucu dengan raut sedih,bagaimana tidak diacara yg sakral seperti saat ini sang anak tidak hadir disana.


Bahkan Denis juga tak hadir disana karna lelaki itu sedang sibuk mencari sang Kakak.


Hanya Miska dan anak2 nya yg hadir untuk mengganti kehadiran sang suami.


Ucapan qobul pun keluar dari mulut Vero,pria itu begitu lantang mengucapkan janji suci nya dihadapan orang banyak hingga kata " Sah " Terdengar nyaring dirumah tersebut.


" Alhamdulillah " Ucap Beni menggigit bibirnya menahan tangis.


Mantan preman itu terlihat sangat sedih dan bahagia sekaligus menatap sang cucu kini berubah status.


Hanya hitungan bulan saja bercerai kini Vero sudah menggandeng wanita lain.


" Semoga ini yg terakhir " Ucap Beni pelan.


Tangis Sintia makin pecah,wanita itu dibantu tenangkan oleh Nisa yg berada disampingnya.


" Ini yg terbaik untuk Vero,dia akan bahagia " kata Nisa mengusap lembut bahu Sintia.


" Aku gak tau harus bahagia atau sedih Mba " kata Sintia bingung.


" Harus bahagia,karna Vero juga akan bahagia " Kata Nisa tegas.


Sintia diam dan mengusap air matanya.


" Ayo dicium dulu tangan suaminya " ucap penghulu kepada Hani yg diam2 wae dengan kepala tertunduk.


Gadis itu menelan ludah kasar,ia tak tau harus bersikap bagaimana karna Vero kini sah menjadi suaminya dalam hitungan menit.


" Jangan ragu2,ambil tangan Vero " Ucap Lulu membisiki gadis tersebut.


Hani mengangguk kecil dan menggeser tubuhnya menghadap Vero.


Keduanya berhadapan,jantung Hani makin tak karuan.


" ya Tuhan,kenapa aku sangat deg degan " ucap Hani bingung.


" Ayo Han " celetuk seseorang.


Hani mengenali suara tersebut dan menoleh.


" Reka !" Ucap Hani syok.


Yap,orang tersebut adalah Reka sang sahabat yg ntah sejak kapan duduk dibelakangnya.


" Ayo " Kata Reka dengan bibir gemetar.


Tes....


Air mata Hani tumpah seketika,gadis itu tak sanggup melihat wajah Reka yg tak bisa ditebak bagaimana perasaannya saat ini.


" ehmmm " Dehem Reno membuat Hani menghapus air matanya perlahan.

__ADS_1


Gadis itu menoleh ke Reno dan mendapat pelototan kecil.


" Ihh Kakek mah pemaksaan " Cibir Jack yg melihat Reno.


Prito mengulum senyum dan menegur putranya untuk diam.


Hani menghela nafas panjang dan tersenyum kecil kearah Reka.


Kini gadis itu kembali menghadap Vero dan mengambil tangan Vero dengan perasaan canggung.


Vero tersenyum kecil,mungkin sama canggungnya.


Gadis itu pun mencium tangan Vero dengan takzim dan diminta tahan oleh fotografer yg mengabadikan moment.


Setelah selesai,Vero diminta mencium kening Hani.


Sungguh pria itu merasa tak enak hati kepada gadis tersebut apalagi dilihat orang banyak.


" Lihat tuh si Vero,kayak bujangan yg belum kawin aja,malu2 kucing " Kata Ana gemas..


" Iya jadi gemes lihatnya " Sahut Lulu.


" Udah,ini kan dilihat banyak orang makanya jadi malu " Sahut Miska.


" Hehe iya kalo udah berduan mah gak malu2 lagi ya Mis " Kata Ana terkekeh.


Miska ikut terkekeh geli.


" Mulai deh kalian berdua " Cibir Lulu jengah.


" Ya itu emang bener kan,awalnya malu2 nanti bablas kayak aku langsung 3 " Kata Miska tertawa geli.


" Sama,aku juga bablas langsung 2 wkwk " Kata Ana ikut tertawa.


" Kamu juga Lu,diem2 sangean langsung 3 " kata Miska menyenggol Lulu.


" Mau launcing lagi tuh kayaknya " Sahut Ana.


" Beneran ?" tanya Miska kagèt.


" Hehe gak tau deh,belum periksa " Balas Lulu malu.


" Astagaaaa,gak jera2 kamu ya " Kata Miska menggeleng pelan.


Lulu menahan tawanya dan melirik Aktam yg sedang fokus melihat pasangan Vero dan Hani.


Merasa diperhatikan,Aktam menoleh dan kaget dirinya dilihat 3 wanita sekaligus.


" Apa ?" tanya Aktam bingung.


Lulu menunduk sedangkan Miska dan Ana saling colek mencolek.


" Bini lo kenapa ?" tanya Aktam kepada Prito.


" Gak tau " Jawab Prito melihat Ana.


" Habis obat kayaknya " Kata Aktam menggeleng pelan.


" eehh " Kata Prito melotot.


Kedua pria itu melihat tingkah istrinya lagi yg malu2 embek.


Cling....


Aktam mengerdipkan sebelah matanya kepada Lulu membuat ketiga wanita itu histeris.


" Wahahaha " Tawa Ana dan Miska paling besar membuat semua orang menoleh kearah perkumpulan emak2 tersebut.

__ADS_1


Reno melototkan matanya memberi peringatan begitupun Nisa yg langsung mencubit paha sang putri yg masih slengekan.


" Kabur ah,ntar diomelin " Kata Miska mundur.


Ana dan Lulu diam lagi seperti anak ayam.


Prito dan Aktam menahan tawa mereka tak sanggup dengan expresi sang istri.


Tanpa disadari ternyata acara sungkeman sudah selesai.


Terlihat keluarga Vero menangis haru begitupun Hani yg merasa sangat sendirian karna tak punya ayah dan ibu.


" Kamu sekarang udah jadi Cucu Nenek dan Kakek,apapun yg terjadi kedepannya,kamu boleh cerita apa saja sama kami,anggap lah kami orang tua mu juga " Kata Sintia mengusap punggung Hani yg bergetar memeluknya.


" Makasih Nek hiks hiks " kata Hani dengan isakannya.


Sintia tersenyum mengangguk,wanita itu tau Hani gadis yg baik dan polos hanya saja karna masa lalu yg buruk membuat keadaan tak berjalan semestinya.


Sintia tidak membenci Hani,ia bisa mengerti berada diposisi gadis itu sangatlah berat apalagi Hani tak punya pendamping untuk menuntunnya menjadi lebih baik.


" Jaga anak itu Vero,jika kehilangan sekali lagi Kakek yakin kamu tidak akan menemukannya lagi " Kata Beni tegas kepada sang cucu.


" Iya Kek,doain supaya bisa membimbing rumah tangga ini dengan baik " Kata Vero berharap.


Beni mengangguk tersenyum.


Hani menyalami Reno dan Nisa.


Pasangan itu tersenyum manis kepadanya.


" Kamu gadis yg baik dan berhak mendapatkan Vero,jangan berkecil hati lagi mulai sekarang " Kata Nisa lembut.


" Makasih Bu,Pak,aku berhutang budi sama kalian " kata Hani tersenyum kecil.


" Iya jangan lupa layani Vero malam ini,besok dia balik ke sel " Kata Reno santai.


Deg...


Nisa melotot kaget dan langsung menampar lengan suaminya.


" Ngomongnya jangan gitu ih " Ucap Nisa merasa malu.


Wajah Hani seketika bersemu merah dengan ucapan lelaki tua tersebut.


" Aku ngomong bener Yank,kalo gak dikasih malam ini ya kapan lagi " Kata Reno merasa tak berdosa.


" Ya gak perlu diberitahu juga Yank,mereka bisa ngatur waktu buat itu " Kata Nisa makin membuat kulit wajah Hani membengkak.


Reno tertawa geli dengan anggukan pelan.


" Bisa kan Han ? Kasih lah pemanasan aja biar Vero semangat " Kata Nisa ikut menggoda.


" Iya Bu " Jawab Hani begitu malu.


Vero yg mendengar ucapan gadis itu mengulum senyum malu dan naas diperhatikan oleh Sutar.


" Om Vero senyum2 sendiri Pa " Adu Sutar kepada Serkan.


" Kenapa ?" tanya Serkan melihat anaknya.


" Gak tau " Jawab Sutar mengangkat bahu.


Serkan melihat kearah Reno dan Nisa yg saling melempar tawa dan melihat juga wajah Hani yg makin memerah.


" Uhh untung anak aku gak pekaan " Gumam Serkan menghela nafas panjang bisa menebak apa yg membuat Vero senyum2 sendiri.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2