Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Anak David


__ADS_3

Nisa dan Reno kembali menuruni anak tangga dengan bergandengan mesra,bahkan pasangan itu mengenakan baju tidur yang sama.


" Ih Papa malu2in " Hujat Andrew kesal.


Laura terkekeh dan mencubit pelan lengan pria itu.


" Biarin lah Bang,mereka kan mau romantisan juga " Cibir Laura.


" Ck,udah tua juga " Kata Aktam masih sewot.


Nisa mendekati 2 Abg itu dan duduk disamping Laura.


" Papa bangga sama didikan David " Kata Reno takjub.


" Apaan sih Pa " Kata Laura menunduk malu.


" Liat Bun,David dan Cila benar2 ngurusin Laura dengan baik buktinya sekarang Laura jadi gadis yang cantik dan imut " Kata Reno kepada istrinya.


" Iya Mas,pasti banyak yang naksir " Goda Nisa tersenyum.


" Boro2 Bun,liat aku aja mereka menghindar " Kata Laura sedih.


" Loh kenapa ?" Tanya Reno kaget.


" Hm biasa lah Pa,mereka tau aku anak pungut jadi sering dibully gitu " Curhat Laura sedih.


Reno dan Nisa melotot kaget,begitu pun Andrew tapi pria itu bisa menahan expresi terkejutnya.


" Beneran ?" tanya Reno tak percaya.


" Hm,aku kemarin udah bilang sama Papa jangan kuliahin aku di tempat anak orang kaya,eh Papa David ngeyel akhirnya ya gini " Kata Laura tersenyum canggung.


Nisa menghela nafas iba melihat anak itu bersedih.


Dari kecil Laura sudah mendapatkan ejekan yang tak mengenakan,mereka pikir itu akan berakhir saat David mengadopsi Laura tapi ternyata tidak,status Laura masih menjadi bahan olok2an.


" David sama Cila tau ngak ?" Tanya Reno serius.


" Pernah ketahuan Papa sekali,terus Papa juga sempat ngamuk ngak terima habis itu aku ngak pernah lagi cerita,Papa sama Bunda jangan bilangin orang tua aku ya,takut Papa kepikiran " Kata Laura memelas.


" Vero tau kamu digituin ?" Tanya Nisa menyelisik.


" Tau Bun,bahkan Vero juga sempat bonyok2an" Kata Laura teringat akan kegarangan adik angkatnya.


" Astagaaa " Gumam Reno dan Nisa tak percaya.


" Tapi sekarang ngak lagi Bun,Pa aku dah baik2 aja,udah jarang juga di bully,cuma ya ada lah dikit2,tapi ngak pernah aku ambil hati " Kata Laura kembali ceria.


Andrew hanya diam mendengar dengan seksama kata demi kata yang dilontarkan gadis itu.


" Ck ck ck harus nya David terus mantau kamu,kan kasihan kamu di bully terus " Kata Reno menyayangkan.


" Hehe tenang aja Pa,ada Vero yang selalu lindungin aku " Kata Laura bangga kepada adiknya.


" Huh bagus lah " Kata Nisa tersenyum lega.


" Oh iya ini udah jam berapa ya ?" Tanya Laura teringat.


" Jam 9 malam " Kata Andrew santai melihat jam di pergelangan tangannya.


" Apa !" Pekik Laura kaget.

__ADS_1


Gadis itu langsung bangun dan kelabakan sendiri.


" Kenapa sayang,cari apa ?" tanya Reno ikut panik.


" Aduh tas aku mana ya ?" Tanya Laura panik.


" Kan tas kamu di copet " Kata Nisa bingung.


Laura terdiam,otak kecilnya mulai mengingat ingat.


" Hah kamu kecopetan ?" Pekik Reno terkejut.


" Oh iya,heheh iya Pa aku kecopetan tadi " Kata Laura menggaruk kepalanya gatal.


" Ck ck ck kamu hati2 dong Laura,kalo terjadi sesuatu sama kamu gimana ?" Ujar Reno khawatir.


" Iya Pa,lain kali aku jaga diri,em aku pulang dulu ya udah malam pasti Mama nyariin " Pamit Laura buru2.


" Eehhhhh mau kemnaaa ?" Pekik Nisa menahan gadis itu.


" Pulang Bun " Jawab Laura mengernyit heran.


" Jalan kaki ?" Tanya Nisa terkekeh.


Laura terdiam dan kembali mikir.


" Oh iya aku ngak ada uang hehe " Kata Laura tersadar.


Reno dan Nisa menggeleng pelan,pasangan itu melihat Andrew yang dengan santai duduk di sofa tanpa beban.


" Apa ?" Tanya Andrew merasa terintimidasi.


" Ngak mau nganterin Laura ?" Tanya Nisa heran.


Seseorang masuk kedalam rumah,mereka semua menoleh dan mengernyit melihat Aktam berjalan gontai.


"Kenapa lagi coba,pulang2 muka kek tapai gini ?" tanya Nisa heran.


" Huh " Desah Aktam menghempas dirinya ke sofa.


" Geser Bang " Pinta Aktam mendorong Andrew.


" Ih kamu ngapain sih kayak orang mati bini aja " Hujat Andrew kesal.


Reno dan Laura terkekeh pelan,celetukkan Andrew membuat siapa saja mati kutu.


Aktam menghela nafas lelah dan memegang pipi.


" Sebelah mana ?" Tanya Nisa berkacak pinggang.


" Kiri Bun " Kata Aktam lesu.


Plakkkk


Nisa menabok kepala lelaki itu pelan.


" Bunda tambahin biar klop " Kata Nisa cuek.


" Ishh Bunda mah,sakit ini aja belum hilang malah ditambahin " Gerutu Aktam kesal seraya mengusap kepalanya.


" Makanya,jadi cowok itu ngak usah kegatelan,udah berapa kali kamu di tampar cewek,di siram berbagai macam jenis air,ngak kapok juga " Oceh Nisa nyerocos.

__ADS_1


" Namanya juga seleksi Bun,biar ngak salah pilih " Kata Aktam lesu.


Reno tertawa ngakak melihat ibu dan anak itu berkelahi,Reno sudah paham dengan tingkah putranya satu itu yang gila membuat perempuan baper lalu ditinggal.


" Dari pada kamu galau2an gini mending anterin Laura pulang,kasihan Mamanya udah nunggu " Titah Nisa garang.


" Hah,aku lelah dan terluka Bun " Rengek Aktam memelas.


" Ngak usah banyak alasan,kamu pergi main dari pagi tembus malam ngak ada capenya,sekarang aja bilang nya cape" Hujat Nisa.


" Bang,anterin lah aku lelah tau " Kata Aktam menyuruh Andrew.


" Ck,aku juga lelah " Kata Andrew geram.


" Em,Bun,Pa ngak usah aku em jalan kaki aja pulang nya ngak papa " Potong Laura tak enak.


Semua orang menoleh ke arah Laura yang tersenyum canggung.


" Mana bisa gitu,Andrew anterin Laura sekarang " Titah Reno tegas.


" Ngak usah Pa,kasihan Bang Andrew dan Bang Aktam aku sendiri aja hehe " Tolak Laura cengengesan.


Aktam dan Andrew saling melihat dan merasa tak enak.


" Andrew,kamu ngak dengar Papa ngomong apa ?" Tanya Reno tajam.


Pria itu menghela nafas dan bangun merapikan bajunya.


" Iya Pa " Kata Andrew lemah..


" Maaf ya Laura,Abang bukan ngak mau nganterim kamu cuma Abang benar2 lelah " Kata Aktam lesu.


" Iya Bang,ngak papa " Kata Laura tersenyum tak enak.


" Ayo berangkat " Titah Andrew menarik tangan Laura .


Laura seketika berbalik badan terseret oleh langkah lebar pria dingin itu.


" Eehhhh Andrewww pelan2 Nak kasihan Laura " Pekik Nisa kaget.


" Bunda aku pulang dulu,Assalamualaikum " Teriak Laura seraya tangannya terus ditarik Andrew.


Nisa mengangguk melambaikan tangan.


"Waalaikumsalam."


" Anak mu Mas2,gimana mau punya cewek coba modelnya begituan " Kata Nisa menggeleng melihat tingkah putranya.


" Anak aku terus,itu anak kamu juga Nis " Kata Reno tak terima.


" Kan kamu yang semangat bikin dia dulu " Sahut Nisa.


" Kamu juga semangat tuh " Cibir Reno bersedekap dada.


" Oh wajahku tubuhku,bertahanlah hidup bersama orang tua seperti ini " Gumam Aktam berjalan menjauh.


" Anak sialan " Umpat Reno melempar pria itu dengan bantal.


Aktam langsung berlari menaiki anak tangga takut kepada Reno yang sedang mode singa.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2