
Disebuah jalan seorang wanita sibuk mengatur laju lalu lintas.
Hari ini Hani ditugaskan untuk mengatur jalan karna jalanan sangat padat dan ramai.
Seperti biasa gadis itu menjalankan tugasnya dengan baik.
Hani berdiri disamping lampu lalu lintas menunggu giliran pengendara untuk mendapat giliran jalan.
Beberapa temannya berdiri disetiap sudut,tak ada rasa malu.
Hani merasa bangga dengan dirinya sendiri yg kini tak malu menampakkan wajah.
Beberapa mobil berjeret didepan,Hani diam memperhatikan.
Cuaca mulai panas,beruntung wanita itu mengenakan topi khusus untuk melindungi sedikit wajahnya.
Saat lampu hijau menyala semua pengendara bersiap untuk melaju.
Tangan Hani mulai bergerak menyuruh pengendara paling depan untuk maju.
Mobil dan motor mulai bergantian melewati batas henti,tapi ada satu mobil yg tidak bergerak sama sekali.
Klakson bersaut sautan,Hani melihat mobil mewah itu dan menghampirinya.
Dengan sopan Hani mengetuk kaca mobil.
Beberapa ketukan tak dihiraukan,para pengendara terlihat begitu geram.
" Ambil jalur sini Pak " Ucap Hani mengalihkan jalan.
Para pengendara menurut,ada yg sumpah serapah adajuga yg sabar dan hanya mengklakson dengan kuat.
Hani kembali mengetuk pintu tapi belum juga ada jawaban.
" Ck dia ngapain sih ?" Gumam Hani heran.
Karna kesal,wanita itu mengetuk dengan sangat keras dan mencoba membuka paksa.
Akhirnya kaca terbuka,nampaklah seorang lelaki dengan mata mengantuk menatap kearahnya.
" Selamat siang Pak,anda menganggu jalur lalu lintas !" Ucap Hani dengan nada kesal.
" Benarkah ?" tanya Lelaki itu dengan wajah polos.
" Silahkan ke pinggir " Jawab Hani tegas.
Lelaki itu mengangguk.
Mobil melaju pelan dan nyaris menabrak pengendara dari arah berlawanan.
" astagaaaa " Gumam Hani menghela nafas.
Para rekan Hani mendekat dan menayakan kronoligi.
Hani menjelaskan dengan singkat dan mendekati mobil yg sudah parkir sembarangan tersebut.
" Keluar Pak " Pinta Hani sopan.
Tak lama seorang pria tinggi besar keluar dari mobil menggunakan hoodie berwarna cream.
" Anda saya tilang atas kelalaian dan melanggar aturan lalu lintas " Ucap Hani mengeluarkan surat tilang.
" Lah salah saya apa ?" tanya Lelaki itu bingung.
" Anda salah karna tidur saat berkendara " Jawab Hani gemas.
" Oh ya sudah " kata Lelaki itu santai.
__ADS_1
Hani mengernyit,lelaki muda itu terlihat tak punya beban sama sekali.
" Silahkan mengikuti sidang nanti " Kata Hani tak mau panjang lebar.
" Siap Bu Polwan " jawab lelaki itu tersenyum.
Hani melongos pergi,si pria menatap gadis itu dari ujung kaki hingga kepala.
" Cantik juga polisinya " Ucap pria tersebut terkekeh.
Dengan santai lelaki itu masuk kedalam mobil dan melaju pergi.
Hani menggeleng pelan,baru kali ini ia bertemu pengendara yg tak banyak protes saat ia tilang.
" Gimana Han ?" tanya pria berseragam yg sama.
" Aman Bang,dia bakal nurut " Jawab Hani tenang.
" Ck untung aja dia gak mati ketabrak " Kata polisi itu gemas.
Hani hanya tersenyum kecil.
Mereka pun melanjutkan pekerjaan dengan waktu yg sudah ditentukan.
Ditempat lain,seorang gadis terlihat duduk diayunan seorang diri.
Para murid sudah pada pulang dijemput orang tua masing2..
Hanya Sofia yg belum dijemput oleh kerabatnya.
Gadis itu bermain sendirian sambil menunggu..
" Orang tua kamu belum sampe Nak " Ucap salah satu guru mendekati gadis itu.
" Iya Bu " Jawab Sofia tenang.
" Coba telfon lagi Mamanya,biasanya Sofia selalu dijemput lebih awal " Ucap guru merasa heran.
Guru lain menghubungi lagi Yuna dan Vero,tapi sudah lebih 10 panggilan 1 pun tak ada yg dijawab.
" Ck mereka ini gimana sih,masa anak ditinggal gini aja " Ucap Guru mulai kesal.
Bukan tanpa alasan,para guru juga punya anak dan keluarga yg harus diurus.
Jam terus berdetak,para guru tak tau harus menghubungi siapa lagi kalau bukan Vero dan Yuna karna hanya mereka yg menjadi wali.
Sofia mulai mengantuk dan sangat lapar.
Gadis cilik itu duduk dibangku dengan wajah lesu.
" Apa kita antar saja ya ?" Ucap salah satu guru merasa kasihan.
" Gak tau rumahnya " Jawab Guru lain.
" Coba tanya Sofia,siapa tau dia tau jalan pulang "
Ketiga guru perempuan itu saling melihat,hingga salah satu dari mereka mendekati Sofia yg hampir tertidur..
Gadis cilik itu mulai ditanya2,Sofia mencoba menjawab dengan tepat meski masih sedikit bingung..
Beberapa menit berdiskusi akhirnya mereka memutuskan untuk pergi.
Sofia digonceng oleh wali muridnya sedangkan guru lain bergoncengan juga.
Perjalanan memang tak terlalu jauh,Sofia dipaksa mengingat jalan.
Hingga mereka tiba disimpang.
__ADS_1
" Rumah kamu yg mana ?" Tanya wali kelas menunjuk perumahan mewah tersebut.
" Disana " Jawab Sofia yakin.
" Beneran ? gak salah kan ?" Tanya wali kelas hati2.
" Iya beneran Bu guru " Jawab Sofia mengangguk..
Guru paham dan melaju lagi.
Mereka berhenti disalah satu rumah dengan nuansa modern yg cukup memukau..
" Mereka memang gak ada dirumah " Ucap salah satu guru menggeleng tak percaya.
" Aku nunggu dsini aja Bu,nanti Mama pulangn" Kata Sofia tersenyum.
" Beneran ? kamu gak takut ?" Tanya guru khwatir.
" Gak papa Bu,Sofia sering dirumah sendiri " Jawab Sofia berbohong.
Guru saling melihat hingga anggukan kecil mereka berikan.
" Ya udah,kalo ada apa2 minta tolong tetangga ya " Kata Guru mengusap kepala gadis itu.
Sofia mengangguk tersenyym,ketiga guru itu pun menjauh dari rumah.
Sofia berbalik badan dan menatap rumahnya yg tertutup rapat.
Dengan lesu gadis cilik itu membuka pagar dan masuk.
" Yaaaah dikunci " Ucap Sofia saat ingin membuka pintu rumah.
Gadis itu sebenarnya tak yakin ia bisa masuk kedalam lantaran ia memang tak tau kunci rumah ada dimana.
Ini pertama bagi gadis itu,biasanya saat pulang selalu ada Yuna yg menyambut dan mempersiapkan segala untuk nya dengan instan..
Sofia mendekati ayunan dan duduk disana.
" Huh sabar ya Cacing,aku juga laper,tapi kita mau makan apa ?" Gumam Sofia lesu seraya mengusap perutnya.
" Kita tunggu Papa ya,Mama mungkin lagi main sama temennya " Lanjut gadis itu positif thingking.
Tak ada hape atau alat komunikasi,Vero memang melarang gadis itu untuk bermain ponsel mengingat usia Sofia masih kecil.
Lama menunggu akhirnya Sofia tertidur meringkuk diayunan tersebut.
Gadis itu sangat mengantuk dan lapar,tak ada yg bisa ia lakukan.
Sofia juga tak mau memanggil tetangganya karna dilarang Yuna dan pagar mereka juga tak kalah tinggi..
Disebuah rumah,seorang wanita terkejut bukan main saat melihat hapenya penuh dengan panggilan.
Yap,assisten Vero menelfon Cila meminta wanita itu menjemput sang cucu.
" Astagaa sudah jam berapa ini ?" Gumam Cila terbelalak.
Ia dari tadi tak main hape lantaran Cila dirumah tetangga nya yg akan mengadakan hajatan.
Sama seperti ibu2 lainnya,wanita itu membantu didapur untuk masak bersama.
Tanpa tunggu lama Cila mengambil jaket dan pergi keluar.
Motor king David yg sudah pensiun pun melaju kejalan raya menyisakan asap mengepul.
" Cilaaaaa mau kemanaaaaaaa ?" Teriak salah satu ibu2 membawa lempah hasil kerja keras mereka.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan Lupa Vote,Like,Coment ya.