
Laura tak berbicara seharian kepada Justin,gadis itu sibuk sendiri tanpa memperhatikan pria itu.
Justin hanya bisa pasrah karna ia tau Laura mungkin kecewa tapi ia benar putus asa,Justin merasa tak kuat jika tak seperti itu.
Justin berjalan kekamar mandi dan berdiri dengan air shower yang mulai membasahi tubuhnya.
Lelaki itu terus berpikir bagaimana caranya agar hubungannya dan Laura bisa membaik.
Didapur Laura kembali menangis sedih mengingat hidupnya yang semakin berantakan apalagi pengakuan Justin yang sedikit mengacau pikirannya.
Tak lama Justin keluar dengan pakaian santainya dan masuk dapur.
Laura langsung menghindar saat manik mereka bertemu.
" Kau tak bisa menjauhi ku Laura " kata Justin dingin.
Laura berhenti melangkah dan berbalik badan.
" Aku sudah lelah dengan keadaan seperti ini,kau tidak pernah mau mendengarkan aku " kata Laura dingin.
" Aku hanya belum siap kehilangan mu Laura " Kata Justin pelan.
" Kau yang melepaskan aku " Kata Laura kesal.
" Aku tidak melepaskan mu,aku hanya memantaskan diri " Balas Justin.
" Memantaskan diri ? kau menghilang tanpa kabar sekarang kau kembali dan malah mengurung ku disini "
" Apa yang kau malu ?" Tanya Justin tenang.
" Kau tau apa yang aku inginkan " Jawab Laura tegas.
Gadis itu langsung keluar dari dapur menuju kamar.
Justin menghela nafas panjang memejamkan matanya.
" Apakah aku harus melepaskan mu lagi Laura ? ini akan sulit bagi ku aku begitu mencintai mu dan aku kehilangan arah saat perasaan ku tak kau balas lagi " Gumam Justin sedih.
Didalam kamar,Laura duduk di balkon melihat jalanan sore yang sangat ramai.
Dirinya rindu kebebasan,rindu orang tuanya yang tak tau lagi kini.
" Maafin Laura Pa,Ma Laura kangen kalian,Laura kangen peluk kalian canda tawa kita hiks hiks " Gadis itu mulai menangis saat bayang2 orang tua angkatnya berputar dikepala.
Dari kejauhan Justin hanya diam melihat Laura memeluk lututnya menghadap matahari yang siap terbenam.
Justin sudah mengambil keputusan lelaki itu berkutat dengan hapenya.
Hingga hampir menjelang malam,Laura baru masuk kedalam dan melakukan kegiatannya seperti biasa.
Justin terlihat cuek,pria itu menonton tv tanpa melihat Laura sedikit pun.
Kedinginan mereka berlanjut sampai malam hari dan beberapa hari kemudian.
Justin kembali terlihat dingin,begitu pun Laura yang hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Hingga suatu malam,seseorang mengabari Laura bahwa Justin terlibat kecelakaan dan kini masuk rumah sakit.
Laura yang tadinya sedang makan langsung terdiam mendengar teman Justin yang kebetulan pernah datang ke apartemen.
" Kak Justin hiks hiks " Laura menangis terisak dimeja makan seorang diri.
Gadis itu menghubungi teman Justin dan meminta antar ke rumah sakit.
Laura tak henti menangis didalam mobil,teman Justin yang melihat gadis itu terpukul pun hanya bisa menghela nafas.
" apakah masih lama ?" tanya Laura bingung.
" Sebentar lagi kita akan sampai " Jawab lelaki bule itu tenang.
Kini mereka tiba dirumah sakit,pria itu langsung menarik tangan Laura keruangan.
Dan saat Laura masuk gadis itu terdiam melihat pria yang mengurungnya terbaring lemah dengan wajah terluka kaki dan tangan diperban.
__ADS_1
" Kakak " Gumam Laura terjatuh ke lantai melihat Justin seperti itu.
" Dia sempat berkelahi hingga akhirnya kecelakaan " kata pria bernama Mike itu pelan.
Laura menutup mulutnya kaget dan bangun mendekati Justin.
" Kakak hiks hiks " Laura mulai menangis dan menghambur memeluk lelaki itu.
" Kak Justin jangan tinggalin aku Kak hiks aku ngak punya siapa2 lagi Kak huhuhu " Laura terus menangis memeluk tubuh lemah Justin.
" Tenangkan dirimu " kata Mike menarik pelan pundak Laura.
Laura menggeleng dan terus mendekap Justin.
Pria itu tak sadar,kondisi Justin benar2 parah bahkan deteksi detak jantung pun terpasang disana.
Seketika ingatan Laura tentang masa lalu Vero terulang kembali dan pertemuan pertamanya dengan Justin berputar putar.
" Kak Bangun akhu u "
Bug...
Laura langsung jatuh pingsang kelantai tak siap menerima kenyataan.
Mike yang sedang menghubungi seseorang pun langsung terkejut melihat Laura terlentang dilantai.
Tanpa bicara Mike langsung menolong Laura menggendong gadis itu keluar untuk mencari bantuan.
Gadis malang itu pun dibawa keruangan lain.
Kebesokan paginya saat Laura terbangun,perempuan itu kembali histeris memikirkan kondisi Justin semalam.
Dengan wajah panik Laura keluar dan bersyukur melihat Mike dari kejauhan membawa bungkusan makanan.
" Mana Kak Justin ?" tanya Laura panik.
" Kau sudah bangun ?" tanya Mike kaget.
Laura tak menjawab dan membuka pintu ruangan didepannya.
Laura mengangguk dan mengikuti langkah pria tampan itu.
Mereka berhenti disebuah ruangan Laura langsung masuk dan terdiam melihat Justin kini sudah sadar dan sedang diberi obat oleh Dokter.
" Kak Justin " Gumam Laura langsung berkaca kaca.
Justin menoleh dan melotot melihat gadis pujaannya berdiri dengan baju yang sama ia pakai.
Justin mengernyit tanpa suara.
" Kau harus banyak terapi jika luka mu sudah kering kita akan segera melakukannya " Jelas Dokter dengan bahasa inggris.
Justin menganggguk mengerti.
" Baiklah,beritahu kami jika kau butuh sesuatu " Lanjut Dokter pria itu.
Lagi2 Justin mengangguk tanpa suara.
" Thank You " Ucap Mike kepada Dokter saat melewati mereka.
Laura melangkah perlahan mendekati Justin yang juga melihat kearahnya.
" Kenapa begini ??" Tanya Laura dengan mata sayunya.
" Aku tidak sengaja " Kata Justin tenang.
" Kau selalu membuat ku takut " Ucap Laura bergetar.
Justin tersenyum lalu meringis.
" Aku pria tak berguna dan sekarang aku pria jelek dengan bekas tonjokan " Ujar Justin terkekeh.
Mike hanya diam mendengar.
__ADS_1
" Kenapa dia ada disini ?" tanya Justin kepada Mike.
" Aku tidak tau harus menghubungi siapa lagi aku begitu panik " Kata Mike menggaruk kepalanya.
" Bawa dia pulang " Balas Justin.
Luara diam menatap lelaki itu dalam.
" Aku sudah membelikan mu tiket pesawat,kau bebas sekarang " Ucap Justin tersenyum.
Deg....
Laura terbelalak kaget dan sesuatu menghantam hatinya.
" Aku tau kau sangat bahagia,jadi pulang lah bersama Mike,dia akan mengantarkan mu " Ucap Justin tersenyum.
" Kau serius ?" Tanya Mike sedikit terkejut.
" Hm,jangan beritahu ibu ku kalau aku kecelakaan disini,kesehatan nya cukup berbahaya jika tau " Kata Justin tenang.
Laura kembali terkejut karna Justin juga masih memikirkan ibunya.
" Lalu siapa yang menjaga mu ?" tanya Mike sendu.
" Aku terbiasa sendiri Mike,uang ku banyak aku bisa melakukan apapun "Jawab Justin terkekeh.
" Kau masih sombong " Hujat Mike.
Justin hanya tersenyum dan manik lelaki itu melihat Laura.
Terlihat Laura hanya diam dan terus diam tanpa bergerak.
" Pergilah sebelum aku berubah pikiran " Usir Justin tajam.
" Kakak " panggil Laura gemetar.
" Maafkan aku telah menahan mu selama ini,aku tau aku salah memaksa mu,tapi sekarang aku minta kau pergi karna kau tak berguna lagi bagi ku " kata Justin kasar.
Deg...
Laura sangat terkejut dan merasa sesuatu mengantam hati terdalamnya.
" Bawa gadis ini Mike,dia membuat kepala ku sakit " Titah Justin tegas.
Tes...
Air mata yang dari tadi Laura tahan pun menetes perlahan dengan ucapakan kasar Justin kepadanya.
Mike menelan ludah kasar melihat pasangan itu tak akur.
" Mike !" Bentak Justin.
Mike dan Laura kembali terkejut.
" Akh shitt keluar lah " Umpat Justin kesal.
" Ayo pergi " Ajak Mike menarik lengan Laura.
" Kak Justin hiks " Kata Laura kembali menangis seraya menggeleng.
Justin tak melihat lagi,pria itu mengambil rokok dinakas dan menghidupkanya.
Mike semakin menarik Laura keluar karna tau sebentar lagi Justin akan mengamuk.
" Kakak huhuhuhu " Laura menangis pilu.
Laura tak tau apa yang terjadi dengan hatinya saat ini,gadis itu tak bisa menjelaskan hanya air mata yang mampu ia keluarkan.
Ia ingin kebebasan tapi saat Justin sudah membebaskannya seperti ada sesuatu yang tak rela didalam sana.
Pintu ruangan tertutup,Laura berjalan gontai mengikuti langkah lebar Mike kearah keluar.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya