
Dirumah sakit kondisi Hani mulai membaik,gadis itu sudah dinyatakan sehat meski masih dalam perawatan.
Cila meminta menantunya untuk dibawa pulang saja agar bisa dirawat dengan leluasa.
Peran Cila disaat ini sangat diperlukan,Hani masih merasa canggung kepada Wanita itu apalagi Cila dengan suka rela mau menemaninya tidur dimalam hari..
Laura tak bisa lama2 berkunjung,wanita itu cukup sibuk dengan 2 anaknya masih memerlukan perhatian lebih.
" Ya sudah,gimana baiknya aja " Kata Cila berbicara di telefon.
" ....... "
" Kalo dia gak mau pulang gak papa,biarkan dia sama Ayahnya dulu " Lanjut Cila.
"........"
" Iya,nanti saya kasih tau Mas David "
Tut.
Panggilan terputus,Cila menaruh hapenya disamping sofa dengan helaan nafas panjang.
" Ada apa ya ?" gumam Hani yg sedang sarapan di brangkar.
Gadis itu melirik Cila yg terlihat pusing mengusap jidat..
" Kamu sudah selesai ?" tanya Cila melihat Hani.
" Udah Ma " Jawab Hani berusaha tenang.
" Ya sudah,kita masih nunggu jemputan " kata Cila tak berxpresi.
Hani mengangguk pelan.
Cila berjalan keluar dan hilang ditelan pintu.
" Mama kenapa ya ? Ada apa sebenarnya ?" Gumam Hani bingung.
Gadis itu tak tau siapa yg menelfon Cila barusan,dari subuh tadi Cila memang begitu sibuk menghubungi seseorang.
Tak lama Cila kembali lagi dan seorang pria mengikutinya dari belakang.
" Itu barangnya,langsung bawa ke mobil " Kata Cila tenang
" Siap Bu " Jawab pria tersebut patuh.
Cila mengambil tas dan mendekati Hani.
" Aku bisa sendiri Ma " Kata Hani sopan.
" Hati2 " Balas Cila.
Hani mengangguk pelan dan hati2 turun dari ranjang.
Pria yg ditebak Hani sebagai karyawan David tersebut berjalan duluan membawa tas yg tak terlalu besar.
Hani dan Cila berjalan terakhir dengan isi kepala masing2.
" Untuk sementara kamu tinggal dirumah Mama saja " Kata Cila tenang.
" Hah " Kata Hani kaget
" Gak mau tinggal sama Mama ?" tanya Cila sinis.
" Eh em bu bukan gitu Ma " Jawab Hani kelabakan.
" Terus apa ? Kenapa mikir ?" tanya Cila tajam.
" Ya em kalo aku tinggal dirumah Mama yg jaga rumah Vero siapa ?" tanya Hani polos.
__ADS_1
" Emang rumah Vero ada kakinya ?" tanya Cila heran..
Hani terdiam,bukan berkaki maksud gadis itu melainkan rumah Vero harus dijaga dengan baik.
" Nanti kalau Sofia mau pulang baru kalian balik " Ucap Cila tenang.
" Sofia dimana Ma ?" tanya Hani penasaran.
" Dia aman " Jawab Cila tanpa menjawab.
Hani diam,Cila seperti nya enggan memberitahu dimana gadis kecil itu berada.
" Ayo masuk " Kata Cila saat mereka tiba didepan mobil..
Hani mengangguk,wanita itu pun masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang..
Ditempat lain,seorang pria terkejut bukan main saat maniknya melihat seorang gadis bersliweran didepan ruangan.
" Papaaaaa " Pekik Gadis itu heboh.
Vero mematung seketika dengan mata melototnya..
" Sofia " Ucap Vero lirih.
Greb....
Gadis itu langsung memeluk Vero dengan erat.
" Papa kenapa ada dsini ? Apa ini kantor baru Papa ?" tanya Sofia polos.
Vero melihat Ridho,lelaki itu bingung kenapa putrinya bisa dengan lelaki asing tersebut.
" Kamu kenapa disini ?" tanya Vero berusaha tenang.
" Aku kangen Papa,aku mau ketemu Papa " Jawab Sofia sedih.
" Kenapa kamu bawa Sofia kesini ?" tanya Vero geram.
" Dia nangis seharian dan curhat mau ketemu lo dan Yuna " Jawab Ridho.
" Ya gak harus lo bawa kesini !" Kata Vero tertahan.
" Dia gak mau pulang Ver,gue bingung mau bawa kemana " Balas Ridho.
" Gak mau pulang ? Maksud lo gimana ?" tanya Vero bingung.
" Dia kabur dari rumah lo dan nemuin gue " Jawab Ridho jujur.
" Apa !" Pekik Vero kaget.
" Gue juga bingung kenapa nih anak berani banget,dia gak mau pulang dan malah nangis kejer mau ketemu lo " Kata Ridho mengingat.
Vero melihat Sofia,gadis kecil itu menangis memeluk tubuhnya yg tak tau harus berbuat apa.
" Kenapa kamu gak pulang sayang ?" tanya Vero kepada Sofia.
" Via takut Pa,Via udah bikin Tante marah " Jawab Sofia dengan cucuran air mata.
" Tante marah kenapa ?" tanya Vero mengusap pipi gadis itu.
Sofia diam,gadis itu menunduk dalam.
" Dia dibully disekolahnya dan Sofia bilang temannya mengatai dia anak pembunuh dan pembohong " Kata Ridho menjelaskan.
Deg...
Vero tersentak mendengar ucapan lelaki itu.
" Tapi udah gue usut,ternyata anak2 pembuli itu tetangga lo yg tau cerita lo dan Yuna " Kata Ridho melanjutkan.
__ADS_1
Vero menghela nafas panjang dan menatap lagi wajah anaknya.
" Maafin Papa ya sayang,gara2 Papa kamu harus menanggung ini semua " kata Vero merasa bersalah.
" Apa itu benar Pa ? Apa Papa membunuh orang ?" Tanya Sofia nanar.
Vero kembali diam menatap manik hitam gadis didepannya.
" Gak sayang,itu hanya salah paham,apa kamu melihat Papa seperti itu ?" tanya Vero balik.
Sofia menggeleng kecil.
" Papa orang baik,Mama juga orang baik,Via lawan mereka Pa,tapi Via kalah " Kata Sofia mengkrucut.
Vero tersenyum kecil dan mencubit gemas pipi gadis itu.
" Gak papa,Via gak kalah Nak,hanya saja kita emang gak bisa nutupin satu persatu mulut orang,Via kan punya 2 telinga nih,nah tugas tangan Via itu harus menutup telinga saja,terima yg baik dan buang buruk " Kata Vero memberi nasehat..
" Seperti ini ?" Tanya Sofia memperaktekkan.
" Iya sayang,gini nah kalo denger yg baik telinganya di buka " Jawab Vero terkekeh.
Sofia ikut terkekeh dan kembali tersenyum manis.
Ridho yg menyaksikan interaksi mereka ikut tersenyum.
Lelaki itu kini paham kenapa Sofia tak bisa lepas dari Vero,meski bukan anak kandung tapi Vero terlihat begitu menyayangi gadis kecil tersebut...
Sofia banyak bertanya tentang Vero disana dan hanya dibalas Vero seadanya..
Beruntung gadis itu menemui dirinya dalam keadaan baik dan keluar sel,Vero tak bisa membayangkan bagaimana paniknya Sofia jika melihat dirinya sedang bergabung dengan napi lain.
" Sudah berapa hari Sofia sama lo ?" tanya Vero kepada Ridho.
" 3 hari sama ini " Jawab Ridho.
" Selama itu dia gak mau pulang ?" tanya Vero lagi.
" Iya,gue mau anter tapi pas gue lewat rumah kalian terkunci gembok " Jawab Ridho.
" Terkunci ?" Ulang Vero.
" Iya,Hani sepertinya gak ada dirumah,gue tungguin sampe malam juga gak ada " Jawab Ridho.
Vero terdiam seketika dan menebak kemana perginya sang istri.
" Kalo kerumah Mama kayaknya gak mungkin lama apalagi Hani lagi gak akur " Batin Vero menebak.
" Apa dia sama Reka ya ? Tapi masa iya Sofia hilang gini dia gak nyariin ?" Lanjut Vero lagi.
" Ver " Tegur Ridho.
" Ya " Jawab Vero tersentak.
" Tadi gue dihubungin orangnya Nyokap lo,ntar malam gue anter pulang " Kata Ridho teringat.
" Ya,bawa kerumah Mama gue aja " Jawab Vero tenang.
" Gak bawa kerumah kalian ?" tanya Ridho.
" Gak usah " Jawab Vero tegas.
Ridho mengangguk pelan,terlihat ada emosi sedikit dalam raut wajah Vero yg damai.
" Duh gue salah omong gak ya ?" batin Ridho ngeri.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1