Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Keseharian


__ADS_3

Malam harinya Angel pulang kerumah,gadis itu terlihat lelah bekerja seharian.


" Hay " Sapa Nisa hangat.


Angel menoleh dan berhenti berjalan melihat sang nenek tersenyum hangat.


" Hay " Sapa Angel balik.


" Gimana hari ini ?" Tanya Nisa mendekat.


Angel menghela nafas dan mendekati sang Nenek.


" Capek " Jawab Angel jujur.


" Hehe iyaa,kerja pasti capek " Balas Nisa lembut.


" Tangan aku sakit Nek,aku nyapu dari ujung ke ujung,kantor Kakek bener2 gede " kata Angel ngeluh.


" Beneran jadi cleaning service ?" Tanya Nisa tak ppercaya.


" Iya Nek,tuh buktinya " Jawab Angel memperlihatkan tangannya.


" Wah2 ini mah kerja keras banget Njel " Balas Nisa takjub


" Iya,tapi gak papa aku seneng kok,temen2 disana juga asik " Kata Angel terkekeh.


" Bagus lah,pokoknya kamu semangat aja dulu,nanti Nenek bujukin kakek kamu biar gaji nambah " Kata Nisa menggoda.


" Hah bagus tuh Nek,harus naik pokoknya,aku udah kerja keras " kata Angel semangat.


Nisa mengangguk dan mencubit gemas pipi gadis cantik tersebut.


Angel pamit naik keatas,ia butuh mandi dan istirahat.


Nisa melihat cucu perempuannya tersebut dari kejauhan,Angel memang gadis sengklek sama seperti ibunya,tapi tanpa orang sadari gadis itu punya hati yg begitu baik dan lembut.


" Ngeonggg..." Suara kucing terdengar.


Nisa menunduk dan melihat salah satu induk kucingnya menggusel kepala di kaki.


" Ada apa ?" tanya Nisa berjongkok.


" Ngeonggg..." Induk kucing itu kembali menggeong.


Nisa menggendongnya dan kucing itupun menyenderkan kepalanya.


" Duh duh manjanyaaa " kata Nisa gemas.


Wanita tua itu pun berjalan menuju tempat dimana para anabul itu berada.


Dikamar,Angel merebahkan tubuhnya yg lelah.


Gadis itu berbaring melihat langit2 kamar.


Pandangan Angel kosong,gadis itu terlihat banyak beban yg menggantung dikepalanya.


" Akhh aku kenapa sih !" Ucap wanita itu kesal.


Angel tak tau kenapa ia merasa banyak beban,ia tak tau apa yg sedang mengganjal dihatinya.


Lama melamun akhirnya gadis itu tertidur dengan posisi yg masih sama.


Ditempat lain,seorang pria bekerja begitu giat dibawah terangnya lampu ruangan.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi Arshad masih belum selesai.


Bukan hanya lelaki itu tapi Ayahnya juga belum pulang.


Keduanya bekerja dengan giat seolah tak perduli dengan jam kerja yg terlalu memeras.


Tring tring...


Hape Arshad berdering,lelaki itu terus mengetikkan sesuatu dikomputer tanpa menghiraukan hapenya.


Tring tring...


Hape lelaki itu kembali berdering,konsentrasi Arshad mulai terganggung.

__ADS_1


Tring....


" Halo " Sapa Arshad sedikit kesal.


" Hening....tak ada suara.


" Ada apa ?" tanya Arshad ketus.


" Hay " sapa seseorang pelan.


Arshad mengernyit mendengar sapaan pelan tersebut.


" siapa ini ?" tanya Arshad ketus.


" Maaf Bang,aku Sania " Jawab Sania hati2.


" Sania ?" ulang Arshad.


" Iya Bang " Jawab Sania takut2.


" Ada apa ?" tanya Arshad lagi.


" Gak ada apa2 " Jawab Sania


" Gak usah telfon kalo gak ada apa2,saya lagi sibuk " Kata Arshad tegas.


Tut.


Panggilan terputus,Arshad menaruh lagi hapenya dimeja dan kembali mengetik.


Lelaki itu sudah kehabisan tenaga untuk meladeni orang lain.


Arshad butuh waktu sendiri dan sedang tak ingin diganggu.


Ia pun kembali mengerjakan pekerjaan yg belum selesai.


Jam 11 malam,Arshad baru pulang.


Lelaki itu terlihat begitu lelah dan kusut.


" Kasihan sekali anak itu " Gumam Aktam iba.


Langkah kakinya terus turun hingga mendekati Arshad.


" Kamu sudah pulang " Tegur Aktam duduk disamping sang putra.


Arshad membuka matanya kaget.


" Iya Pa " jawab Arshad tenang.


" Gimana ?" tanya Aktam lagi.


" Udah selesai semua,tapi belum direvisi " Jawab Arshad.


" Baiklah,besok Papa cek " Balas Aktam.


Arshad mengangguk pelan.


" Oh iya tadi kenapa gak datang ?" tanya Aktam teringat.


" Yang mana ?" tanya Arshad balik


" yg kakek kamu bilang,kami nungguin disana "


" Oh,aku gak mau datang Pa " Jawab Arshad jujur.


" Kenapa ?" Tanya Aktam mengernyit


" Ngak kenapa napa,kerjaan banyak " Balas Arshad.


Aktam mengangguk paham,lelaki itu memandang lembut wajah anaknya tersbut.


" Kamu perlu pendamping ?" Tanya Aktam pelan.


" Maksud Papa ?" tanya Arshad mengernyit.


" Ya seorang pendamping hidup,wanita " Jawab Aktam.

__ADS_1


Deg...


Arshad terkejut dan langsung menggeleng.


" Aku gak butuh saat ini Pa,aku masih punya Mama " Balas Arshad.


" Hahaha " Aktam malah tertawa mendengar jawaban anaknya.


" Kenapa ? ada yg salah ?" tanya Arshad heran.


" Gak,Shad kamu itu udah dewasa loh,masa iya masih bergantung sama Mama sih " Jawab Aktak merasa lucu.


Arshad diam tak menjawab.


" Papa kasihan lihat kamu pulang kerja gak ada yg nyambut,kalo ngarepin Mama kamu yaa gak bakal sempet,mama sibuk " kata Aktam tersenyum kecil.


" Aku bisa sendiri " Kata Arshad tenang.


" Ya udah,Papa naik dulu " pamit Aktam.


Arshad mengangguk,sang Papa pun meninggalkan dirinya sendirian disana.


Setelah Aktam pergi,Arshad menyenderkan tubuhnya disofa seraya memejamkan mata.


Tubuhnya begitu lelah,pria itu terlihat kelelahan tapi Arshad bisa menyembunyikan segalanya dari semua orang.


Dikamar,Aktam masuk dan melihat istrinya sedang menyusui sang anak.


" Dari mana Yank ?" tanya Lulu.


" Liatin Arshad dibawah " Jawab Aktam menaiki ranjang.


" Dia udah pulang ?"


" Iya " Jawab Aktam singkat.


Lelaki itu berbaring disamping sang istri dan anaknya.


" Gimana menurut kamu pendapat Papa ?" tanya Aktam.


" Aku sih ngikut aja Yank kalo Arshad nya mau " jawab Lulu.


" Kamu ikhlas kan ?" tanya Aktam hati2.


" Sebenarnya belum " Jawab Lulu.


" Kenapa ?" tanya Aktam kaget.


" Azura udah pergi Yank,sejak punya keluarga baru dia jarang kesini liatin aku,adik2nya " Kata Lulu sedih.


" Yankk,Azura kan sekarang ikut suaminya keluar kota,dia tinggal disana " Kata Aktam lembut.


" Iya,tapi aku merasa aneh gitu,Azura itu manja Yank " Kata Lulu mengkrucut.


" Ada Romeo,dia bakal jaga putri dan cucu kita " Balas Aktam.


Lulu diam tak menjawab,wanita itu terlihat menyimpan beban didalam pikirannya.


" Kasihan Arshad Yank,kamu juga sibuk ngurusin aku,adek,usaha kamu dan masih banyak lagi yg perlu diurus,Arshad itu butuh temen " Kata Aktam mengingat.


" Dia punya pacar Yank " Kata Lulu serius.


" Pacar ? Mana ? Gak pernah dibawa kesini "


Lulu diam,Arshad memang belum pernah mengenalkan pacarnya kepada orang rumah itu,saat ditanya jawaban Arshad hanya sekedar teman.


" Papa pasti punya pilihan yg baik buat Arshad,kita serahkan semuanya sama dia aja " kata Aktam menepuk bahu wanita itu.


" Nanti kalo Arshad punya pilihan sendiri gimana ?" tanya Lulu khawatir.


" Coba kamu tanya dia,pokoknya aku mau Arshad dalam waktu dekat harus punya pasangan,dia bakal lewatin hari yg lebih dari ini nanti,aku gak mau Arshad sampe jajan diluar cari kesenangan " Kata Aktam tegas.


Lulu mengangguk pelan,wanita itu juga tak mau putranya diluar kendali mengingat Arshad bukan pria periang seperti Jack ataupun yg lainnya.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2