Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Malam


__ADS_3

Semalaman Camelia dan Zaskia berada dirumah Serkan.


Lelaki itu terlihat sangat bersalah kepada ibu kandungnya yg memang jarang ia kunjungi.


Beberapa tahun ini Camelia memilih ikut Rifki daripada dirinya karna tak tega meninggalkan Zaskia seorang diri.


Gadis kecil itu terlihat begitu malang karna ditinggal ibunya saat dirinya dilahirkan,bahkan Zaskia tidak pernah merasakan hangatnya pelukan sang ibu,hanya Camelia yg ia punya,wanita itu sudah dianggap sebagai Nenek dan ibu sambung sekaligus.


" Sepertinya mau mati lampu Yank " Ucap Histi melihat lampu rumahnya mulai kedip2.


" Iya,aku siapain senter dulu " kata Serkan bangun dari duduknya.


Histi mengangguk kecil,lelaki itu pergi kebelakang mencari sesuatu.


Tinggallah Histi,Zaskia dan Camelia disana.


Ketiga wanita beda usia itu diam dengan isi pikiran masing2.


" Kamu ngantuk ya ?" Tanya Camelia pelan kepada Zaskia.


" Iya Nek,Kia dingin " Jawab Zaskia sayu.


" Ngantuk ya Ma ?" Tanya Histi membuka suara.


" Zaskia mau tidur " Jawab Camelia.


" Ya udah ke kamar aku aja " kata Histi tersenyum.


" Hah ?" Ulang Camelia kaget.


" Kak Serkan kayaknya kangen banget sama Mama,jadi kalian tidur berdua aja,aku sama Zaskia " Ucap Histi tersenyum.


" Mana bisa gitu His " Kata Camelia kaget.


Serkan datang lagi dengan 2 senter ditangannya.


" Dirumah kalian gak ada lampu cas ?" tanya Camelia mengernyit.


" Ada Ma,cuma ya buat jalan aja " Jawab Serkan.


Camelia ber Oh ria,Histi bangun dari duduknya seraya menggendong sang bayi.


" Mau kemana Yank ?" tanya Serkan menoleh.


" Kamu tidur sama Mama ya,aku sama Kia " Jawab Histi.


" Hah ?" Ucap Serkan bingung.


Histi melirik mertuanya,terlihat Camelia menatap Serkan nanar.


" Hm ya tapi aku udah gede Yank " kata Serkan menggaruk kepala.


" Ya gak papa dong,emangnya kenapa ?" Tanya Histi mengulum senyum.


" Mama juga pasti kangen sama kamu Yank " Lanjut Histi.


" Ya udah " Kata Serkan pasrah.


" Kita tidur dikamar Sutar ya Ma,takut mati lampu nanti anak aku ketakutan " Ucap Serkan tak enak.


Camelia mengangguk kecil,pria itu pun mulai bangkit dari duduknya.


" Ayo Kia ikut Tante " Ajak Histi melihat Zaskia.


" Hah ? aku mau sama Nenek " Kata Zaskia menggeleng.


" Nenek mau tidur sama Sutar,kamu mau ikut ?" tanya Histi menggoda.


" Sutar ?" Ulang Zaskia.

__ADS_1


" Iya,dia tidurnya berantakan,makanya kudu dijaga " Jawab Histi asal.


Zaskia melotot dan seketika merinding ngeri.


" Suka jalan sendiri juga " Lanjut Serkan terkekeh.


" Aduhhh " Ucap Zaskia ngeri.


" Gak papa ya tidur sama Tante " Kata Camelia lembut.


" Iya Nek,tapi Nenek jangan ninggalin Kia ya,Kia gak punya siapa2 " kata Zaskia polos.


Deg....


Semua orang tersentak,Histi yg mendengar ucapan gadis itu seketika terenyuh.


Wanita itu melihat bayi dalam gendongannya yg tidur dengan pulas.


Histi tak bisa membayangkan bagaimana nasib putra putrinya jika ia tak ada lagi didunia.


" Iya sayang,Nenek gak kemana mana kok " Balas Camelia lembut.


Serkan menghela nafas panjang,gadis kecil itu begitu mirip dengan ibunya,bahkan sikap tenang dan sabar gadis itu seperti sang ibunda.


Mereka semua bubar,Histi melangkah dengan hati2 takut dirinya terpeleset.


" Tante kalo butuh sesuatu boleh panggil Kia " Ucap Zaskia pelan.


" Iya " Jawab Histi tenang.


Wanita itu membaringkan bayinya diranjang khusus tepat disebelah ranjangnya.


" Aku tidur dimana ?" Gumam Zaskia pelan.


Gadis kecil itu terlihat bingung mau tidur dimana,memang space ranjang begitu luas tapi ia tak berani menempatkan tubuhnya disana.


" Kenapa diam ? ayo tidur " Ajak Histi.


" Hah mana bisa,dikarpet dingin,Sutar aja ogahan mau tiduran disana " Kata Histi melotot.


Zaskia diam lagi,Histi bangun dari duduknya dan mendekati gadis itu.


" Jangan takut,Tante gak makan anak kecil,daging nya gak enak masih lembek " Ucap Histi jahil.


" Hah ! Tante sering makan orang ?" tanya Zaskia minggat.


Histi terkekeh dan menyeret gadis itu hingga terduduk diranjang.


" Dah ah,ayo tidur " kata Histi mulai merebahkan badannya


" Te,jangan makan Kia ya,daging aku gak enak " Kata Zaskia takut.


" Kalo kamu berisik bakal Tante makan " Balas Histi santai.


Zaskia langsung berbaring dan menutup rapat mulutnya.


" Hihi,penakut juga nih bocah " Batin Histi terkekeh.


Zaskia mematung,gadis kecil itu masih merasa Histi sebagai ancaman.


Hening....


Hanya ada suara deruan nafas teratur diantara kedua wanita tersebut.


bahkan bayi Histi pun memilih diam menikmati suasana damai disertai bunyi hujan yg menenangkan.


Malam makin larut,tak terasa kedua wanita itu sudah memejamkan mata mereka.


Saat Histi berbalik badan tiba2 dirinya terbangun saat mendengar deruan nafas disebelahny memburu.

__ADS_1


Wanita itu mmebuka mata dan terkejut melihat Zaskia bergerak sendiri.


" Mama " Ucap Zaskia mengangkat tangannya.


" Mama,Kia mau Mama " ucap Zaskia lirih.


Histi menutup mulutnya tak percaya mendengar ucapan gadis malang tersebut.


" Kia kangen Mama ?" tanya Histi lirih.


" Mamaaa " Ucap Zaskia serak.


" Iya sayang,Mama disini " Sahut Histi menahan tangis.


Sungguh hatinya tersentuh melihat pemandangan tak terduga saat ini,gadis kecil itu terlihat begitu rindu dengan sosok ibunya.


Histi mendekap gadis itu dengan penuh kasih sayang,Zaskia masih memanggil nama Ibunya dengan suara lirih..


" Kasihan sekali kamu Nak " ucap Histi meneteskan air mata.


Dekapan wanita itu begitu erat seolah tak membiarkan Zaskia merasa sedih kehilangan ibunya.


Lambat laun suara gadis kecil itu menghilang diganti dengan deruan nafas kecil.


Histi membuka dekapannya dan menatap wajah polos tersebut.


" Kamu gadis yg cantik dan kuat " Ucap Histi tersenyum.


" Kamu gak sendirian sayang,kamu punya Nenek yg luar biasa menyayangi kamu " Lanjut Histi mengenang sosok mertua.


Meski dulu Camelia dicap jelek oleh sebagian orang bahkan sempat menjadi napi juga tapi wanita tua itu seolah membuktikan bahwa dirinya juga punya masa depan yg cerah.


Bunyi geruguan awan terdengar jelas,Histi melepaskan pelukan gadis itu dan melihat keranjang anaknya.


" Wah2,enak kamu ya tidur dengan bebas tanpa hambatan " Ucap Histi menggeleng pelan melihat gaya tidur sang anak.


Histi merapikan tidur bayi mungil tersebut,belum beberapa detik bayi lucu tersebut kembali ke posisi semula.


" Pake selimut dong,nanti kamu masuk angin siapa yg repot hm,Mama " kata Histi gemas.


Bayi kecil itu tak merespon seolah tak perduli dengan bacotan sang ibu.


Histi membiarkan anaknya yg tidur seenak jidat dan kembali ke posisi semula.


Dikamar sebelah,Sutar bangun dari tidurnya dan terkejut melihat dirinya dihimpit 2 manusia beda kelamin.


" Kenapa Papa tidur disini ?" Gumam Sutar heran.


Bocah itu melihat kiri kanan dan mencoba bangkt.


" Gak usah kemana mana !" Ucap Serkan tiba2 menarik bocah itu tiduran dan mengunci kaki sang anak.


" Ihhh gak mau Pa,sempit !" Kata Sutar melawan.


" Ini luas,main bola juga bisa " Balas Serkan asal.


" Ha,mana bisa,berbalik aja susah " Kata Sutar gemas.


Serkan tak perduli dan membelit lagi kaki anaknya.


" Aduhh aku ini lanang Paaa,,kalo mau pelukan sama Mama ajaa !" Kata Sutar menarik hidung Serkan.


" Shutt tidur2 udah malam " Tegur Camelia menepuk pinggul Sutar.


" Aduuuuh ternodai sudah diriku yg suci ini " Kata Sutar pasrah.


Serkan dan Camelia terkekeh mendengar keluh bocah lelaki tersebut.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2