Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Restoran


__ADS_3

Disebuah kantor seorang pria terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


Jam istirahat sudah berlalu tapi lelaki itu terlihat belum beranjak dari tempat duduknya.


Vero kini mengambil alih pekerjaan David,ia harus mengecek dan turun lapangan untuk memeriksa usaha yg sudah dirintis Papanya dengan kerja keras.


Vero tak bisa berleha2 soal pekerjaan,lelaki itu begitu tegas membuat sebagian karyawan merasa takut dan canggung.


" Ini kenapa laporannya belum dikirim ?" tanya Vero menelfon anak buahnya.


"......"


" Harusnya saya sudah menerima laporan ini 2 hari yg lalu " Ucap Vero tegas.


"....."


" Benarkah ? ya udah kirim sekarang saya mau periksa " Kata Vero melemah.


Tut.


Panggilan terputus,lelaki itu menaruh lagi telepon ditempatnya.


" Huhhh pusing banget " Gumam Vero meremas rambutnya sendiri.


Pekerjaan begitu banyak,David mengambil libur disaat tidak tepat.


Lelaki tua itu begitu curang,David sudah tau tugas kantor sangat banyak tapi ia malah menyerahkan semuanya kepada Vero.


Vero yg tak bisa membantah hanya menerima dengan lapang dada,hitung2 ia mengejar uang lebih dari Papanya.


Drt drt...


Hape lelaki itu berdering.


Vero melihat layar dan diam sejenak.


Terlihat nama sang kekasih dilayar.


" Huh aku belum mengabarinya " Gumam Vero teringat.


Lelaki itu mengangkat telepon dan memasang wajah tenang.


" Hayy "


" Kau dimana ?" tanya Vero melihat gambar didepannya.


" Tebak aku ada dimana ?" Tanya Yuna balik.


Vero mengernyit,ia seperti mengenali background tersebut.


Tak lama suara pintu terbuka,Vero menoleh dan...


" Hay sayang " Sapa Yuna berjalan mendekat.


" Kau disini ?" Tanya Vero syok.


" Iya aku kesini bawain makan siang " Jawab Yuna menunjukkan bungkusan makanan.


" Makan siang ?" Ulang Vero.


" Iya kamu pasti belum makan kan ?" Tebak Yuna tersenyum manis.


Vero diam hingga maniknya melotot kaget.


" Astaga jam berapa ini ?" Gumam Vero panik.


" Eh kenapa ?" Tanya Yuna ikut kaget.


" Gawat,mereka pasti menunggu ku " Gumam Vero mengambil kunci mobil dan hapenya.


" Kamu mau kemana Vero ?" tanya Yuna bingung.


" Aku akan makan siang dengan Mama dan Papa,mereka menunggu ku " jawab Vero buru2.


" Apa ? kau makan siang dengan mereka ? lalu bagaimana dengan ku ?" Tanya Yuna mengkrucut.


Vero terdiam,lelaki itu menatap wanita tersebut dengan manik bingung.


" Aku sudah membawakan mu makanan,bahkan aku mengantri untuk mendapatkan yg terbaik " Kata Yuna sedih.

__ADS_1


Vero menghela nfas dan duduk lagi dibangkunya.


" Kau beli apa ?" Tanya Vero melemah.


" Daging lada hitam kesukaan mu " Jawab Yuna semangat.


Vero diam memperhatikan wanita tersebut.


Yuna memang cantik dan mempesona,berambut sebahu dan punya pipi yg bersemu.


" Bagaimana kalau kamu ikut dengan ku ?" Tanya Vero pelan.


" Ikut dengan mu ?" Tanya Yuna melotot.


" Ya mereka menganjak ku makan siang bersama " Jawab Vero.


" Tapi apa itu tidak berbahaya ?" tanya Yuna hati2.


Vero diam sejenak mencoba berpikir.


" Aku rasa tidak " jawab Vero yakin.


" Hm baiklah,aku akan ikut dengan mu " Kata Yuna senang.


Vero mengangguk,lelaki itu pun bangkit kembali dan berjalan keluar.


Yuna mengekori lelaki itu dengan senyum mengembang.


Jarak mereka memang sedikit jauh karna Yuna tau Vero menjaga nama baik diperusahaan meski sudah banyak yg tau hubungan mereka.


Selama diperjalanan Vero banyak diam,otak lelaki itu fokus kepada orang tuanya yg pasti sudah menunggu lama direstoran.


Sesampainya dilokasi,Vero mengernyit melihat tak ada siapapun yg ia kenal.


Restoran sedikit ramai,beberapa meja terisi penuh oleh orang2 berduit dan pasangan muda.


" Mereka dimana ?" Gumam Vero bingung.


Lelaki itu melihat sekitar dan terhenti saat maniknya melihat seorang wanita turun dari parkiran masuk kedalam.


" Astaga ternyata mereka telat juga " Gumam Vero terkekeh.


Ia pikir Cila akan mengamuk karna keterlambatannya tapi ternyata sang ibu juga melakukan hal yg sama.


Yuna mengangguk dan berjalan beriringan.


Diluar restoran kehebohan terjadi.


" Cepetannnn " Pekik Cila gemas melihat anggotanya begitu lamban.


" Ck sabar " Kata David menutup pintu mobil.


Lelaki itu mendekati sang istri yg sudah tak sabaran.


" Mana yg lain ? astgaaa nanti aku dimarahin Vero kalo telat " kata Cila kesal.


" Anak2 ayo cepat turun " titah David.


" Bentar Om,pake lipstik dulu " teriak Rania didalam mobil.


" Astagaaa kenapa gak dari tadi ?" tanya Cila makin kesal.


" Sabar,namanya juga anak remaja,biarin mereka dandan dulu biar ketemu Ayank " Jawab David teekekh.


" Ayank apanya,yg ada ditangkap hidung belang " Balas Cila tajam.


David menolehkan wajahnya menahan senyum.


Tak lama para anggota keluar dari mobil dengan bibir semberiwing.


" Bedak aku gak aneh kan ?" Tanya Rania kepada Dinda.


" Lipstik aku gimana ? cemong gak ?" Tanya Dinda balik.


" Hadehh cepetann " kata Cila gemas.


" Aman2,kamu cantik " Sahut Hani terkekeh geli.


Dari ketiga gadis itu hanya Hani yg tidak dandan.

__ADS_1


Bedaknya pagi tadi masih On meski sudah terbasuh air wudhu saat zuhur.


Mereka pun berjalan cepat mengikuti langkah Cila yg seperti kebelet beol.


Sesampainya didalam,Cila terdiam melihat sang anak tak sendirian.


" Itu Om Vero Bi " Ucap Dinda menunjuk meja.


David melihat Cila,raut wajah istrinya sedikit berubah.


Tadinya cerah kini datar.


Hani yg mengenali pasangan tersebut juga langsung terdiam dan melirik Cila sebentar.


" Ayo jalan " Ucap Cila tegas.


Rania dan Dinda mengangguk,kedua remaja itu berjalan tegap mendekati Om nya.


" Mama " Sapa Vero melihat Cila.


" Sudah lama ?" tanya Cila menarik kursi.


" Kenapa terlambat ? katanya tepat waktu ?" tanya Vero gemas.


" Bensin Papa habis " Jawab Cila asal.


" Hah " kata David melotot.


Rania dan Dinda menunduk mengulum senyum melihat wajah syok David.


Cila melihat wanita yg dibawa Vero dengan tatapan menyelisik.


" Siapa ini ?" tanya Cila ketus.


" Oh ini " Jawab Vero menggantung.


Lelaki itu melihat Hani yg juga curi pandang kepadanya.


" Dia em anu Ma " Kata Vero sedikit gugup.


" Halo Tante,aku Yuna " Kata Yuna bangkit dengan menunduk pelan.


" Saya Cila Mamanya Vero " Kata Cila tegas.


Yuna mengangguk paham dan menyalami mereka takzim.


" Apa ini pacar mu ?" tanya David.


" Em ya Pa " jawab Vero mengangguk.


Deg...


Hani tersentak mendengar jawaban pasti lelaki tersebut.


David melirik Hani dan menarik tubuh gadis itu mendekat kearahnya.


" Oh,ya udah ayo pesan makanan " kata David tenang.


Vero mengangguk,mereka pun duduk dengan tenang.


Rania dan Dinda tak banyak bunyi,sesekali kedua gadis itu memberi kode untuk melihat perubahan wajah Hani.


" Kamu mau makan apa ?" tanya David kepada Hani.


" Aku ngikut aja Pa " Jawab Hani sopan.


" Pa ?" Ulang Yuna kaget.


Cila yg sedang melihat menu mendongak mendengar suara terkejut pacar anaknya.


" Iya dan ini Mamanya " Jawab Cila tersenyum smirk.


Vero melihat gelagat aneh ibunya menghela nafas panjang.


Hani merasa tak enak hati,gadis itu tak tau harus bersikap bagaimana saat ini.


Hani tak tau bahwa ia akan bertemu Vero karna Cila tak memberitahu sama sekali.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys yukk dukung author dengan vote dan Like kalian..


butuh Suport banget nih buat lanjutin cerita


__ADS_2