
Kebesokan paginya,Vero terbangun duluan pria itu kaget mendapati kepala Hani tidur didadanya.
Vero bergerak perlahan,pria itu mematikan alarm yang memekakkan telinga.
" Hmmppp " Lenguh Hani bergerak perlahan.
" Cup cup,tidurlah " Ucap Vero menepuk pelan bokong gadis itu.
Hani mengeratkan pelukannya tertidur damai.
Vero menghela nafas dengan kekehan kecil.
Gadis itu sangat imut,tubuh Hani yang kecil membuat Vero tak berat menopang tubuh gadis itu..
Karna tak ingin kehilangan moment,Vero pun ikut memeluk Hani dengan nyaman..
" Ahh enaknya ada yang dipeluk gini tiap hari " Gumam Vero pelan.
Keduanya kembali tertidur,Vero pikir masih banyak waktu untuk bersiap2.
Pria itu memasang alarm hanya untuk jaga2 saja,takut dirinya kebablasan tak bisa pulang.
1 jam kemudian,keduanya sama2 bangun.
Vero tersenyum melihat wajah malu2 gadis itu saat Hani ketahuan masih memeluknya.
" Kamu mandi dulu apa aku duluan ?" tanya Vero masih berbaring di ranjang.
" Om aja dulu " Jawab Hani mengusap wajahny.
" Gimana kalo langsung aja biar hemat waktu " Goda Vero.
" Hah ngak mau " Kata Hani menggeleng.
" Hehe iya bercanda doang,gih sana kamu duluan mandi aku mau siapin koper " Titah Vero.
" Aku beneran ikut ?" Tanya Hani teringat.
" Iya lah,masa iya aku ninggalin kamu lagi disini " Jawab Vero gemas.
" Terus orang tua Om gimana ?" tanya Hani ragu.
" Kamu mandi aja dan nurut apa yang aku pinta !" kata Vero tenang.
Hani mengangguk lemah,gadis itu pun masuk kekamar mandi.
Vero menghela nafas panjang,keputusannya sudah bulat,pria itu akan membawa Hani pulang apapun konsekuensinya.
Vero tak memberitahu orang rumah biarlah mereka terkejut biar ada alasan Vero untuk menikahi gadis itu.
" Hahhh udah gak sabar " Gumam Vero terkekeh.
Lelaki itu pun mulai beres2 semua barangny dan juga barang Hani.
Mereka tinggal berangkat karna semua tiket sudah dipesan lelaki itu semalam.
Keduanya tukeran mandi,Hani banyak diam.
Gadis itu mencoba meyakinkan dirinya untuk ikut dengan Vero meski ada keraguan dalam hati.
" Aku yakin Om itu baik,dia ngak mungkin mau menjual aku " Gumam Hani yakin.
Rasa trauma yang mendalam membuat gadis itu takut kepada seorang pria,tapi melihat kebaikan Vero bahkan perjuangan lelaki itu membuat Hani percaya bahwa Vero akan menyelamatkan hidupnya meski lelaki itu terkadang bersikap sombong dengan gaya selengakan nya.
Setelah siap keduanya pun berangkat kebandara.
Selama dijalan,manik Hani tak henti melihat keadaan sekitar,Vero yang tau ketakutan gadis itu tak melepas tangan Hani sedikit pun karna ia juga takut gadis itu kembali menghilang.
Ditempat lain,seorang wanita terlihat bisa bernafas lega saat mendapat kabar dari putranya bahwa lelaki itu akan pulang siang ini.
__ADS_1
" Dia mau kasih kejutan apa ya ?" Gumam Cila penasaran.
Dari arah luar,Laura dan Justin baru pulang dari pasar.
Pasangan itu akan masak banyak karna Justin akan membawa Daddynya berkunjung.
Sudah lama Justin tak memperhatikan Daddynya karna lelaki itu sibuk bekerja.
" Sini aku bawain " Kata Justin mengambil plastik dari tangan istrinya.
" Makasih Kak " Ucap Laura tersenyum.
Lelaki itu berjalan cepat menuju dapur.
" Kapan mertua mu datang ?" tanya Cila kepada Laura.
" Habis zuhur Ma " Jawab Laura.
" Hoh iya udah,Mama tangkap ayamnya dulu " Kata Cila pamit.
" Yang bohay ya Ma "Goda Laura.
Cila menepuk bokong sintalnya membuat Laura tertawa.
" Bener2 deh nih Mama makin tua makin yahut " Gumam Laura menggeleng pelan.
Perempuan itu pun menyusul suaminya masuk kedapur.
Diluar Cila mulai berkolaborasi dengan anak didiknya yang setahunan ini memberinya banyak keuntungan.
Laura dan Justin bahu membahu membuat masakan,lelaki yang dulunya tak bisa apapun kini terlihat mulai lincah.
Sejak menikah dengan Laura,pria itu sering masuk dapur dan berperang dengan bahan2 masakan.
Bahkan Justin tak sungkan menumbuk bumbu hingga halus atau sekedar membersihkan sisik ikan.
" Dimarimasi dulu sayang " Jawab Laura.
" Masukin kulkas ya " Kata Justin tenang.
" Iya " Jawab Laura tersenyum
Lelaki itu menaruh ikan tersebut dikulkas agar bumbunya meresap.
Hari ini Justin libur dan biasanya sejak menikah Justin selalu menghabiskan waktu dirumah untuk melihat keseharian istrinya saat ia sibuk bekerja.
" Nanti kalo uangnya udah terkumpul kita pindah ya " Bisik Serkan memeluk wanita itu dari belakang.
" Iya " Jawab Laura tersenyum.
Pria itu mengecup pipi Laura lembut dan berlalu keluar menyahuti teriakan mertuanya yang butuh pertolongan.
Laura menghela nafas panjang,dirinya merasa bahagia saat hubungannya dengan Justin berjalan lancar.
Meski kini Justin sudah tidak kaya seperti dulu lagi tapi cinta lelaki itu begitu Laura rasakan,itulah membuat Laura yakin bahwa suaminya pria yang setia dan ia pun tak ingin menuntut hal2 yang akan membebankan lelaki itu.
Laura mencintai Justin dengan sangat sederhana dan menerima lelaki itu apa adanya.
Siang hari,mertua Laura pun datang,Cila sebagai besan menyambut lelaki itu dengan hangat tanpa didampingi suaminya karna David sibuk kerja apalagi Vero tak masuk 3 hari.
" Ayo San masuk,maaf rumahnya kecil " Kata Cila merendah.
" Hehe iya San,ini udah gede banget " Jawab Daddy Justin terkekeh.
Cila menggaruk kepala malu.
Laura datang membawa segelas kopi panas untuk lelaki tua itu.
" Justin mana ?" tanya Abraham kepada menantunya.
__ADS_1
" Lagi dikamar Dad ganti baju habis mandi " jawab Laura.
Pria itu mengangguk,Cila dan Laura duduk berhadapan dengan lelaki tua yang masih terlihat tampan tersebut.
" Gimana keadaannya ?" tanya Cila sopan.
" Baik San,suami kamu mana ?" tanya Abraham.
" Kerja cari nafkah " Jawab Cila dramatis.
Lelaki itu kembali tertawa,sedikit banyak ia mulai tau bahwa besan perempuannya itu sering bercanda.
Tak lama Justin pun datang dengan pakaian santainya.
Lelaki itu menyalami sang Daddy dengan sopan.
" Oh iya Tin,ini buat kamu " Kata Ayah Justin memberi amplop.
" Apa ini Dad ?" tanya Justin mengernyit.
" Buka saja " Jawab lelaki itu tenang.
Justin menyelisik amplop coklat itu seraya melirik istrinya yang terlihat tenang.
" Buka aja Tin " Kata Cila kepo.
" iya Ma " jawab Justin patuh.
Lelaki itu pun mulai membukanya dengan hati,Justin mengeluarkan selembar kertas dan membaca isinya.
" Astaga ini..." kata Justin terbelalak.
Daddy Justin tersenyum mengangguk.
" Bagaimana bisa ?" tanya Justin tak percaya.
" Daddy melakukannya dengan sangat keras,sekarang kau bisa bangkit lagi " Kata lelaki tua itu tersenyum.
" Daddy " Ucap Justin berkaca kaca.
" Apa itu Tin ?" tanya Cila sangat penasaran.
Laura yang diam ikut kepo melihat suaminya berbinar.
" Sayang,kita kaya " Kata Justin memegang tangan Laura.
" Hah " Kata Laura terkejut.
" Kita kaya,Daddy mendapatkan lagi perusahaannya " Kata Justin ingin menangis.
" Apa !" Pekik Cila dan Laura terkejut.
" Ya,dan semuanya aku serahkan ke Justin karna dia anak ku satu2nya " Jawab Abraham tersenyum.
" Wawwww " Pekik Cila takjub.
Justin langsung memeluk istrinya mencurahkan rasa bahagia yang mendalam.
" Selamat Kak " kata Laura menangis menerima kebahagiaan suaminya.
" Kita akan memulai lagi sayang " Kata Justin bergetar.
Laura mengangguk tersenyum.
Cila ikut bahagia dengan kabar menakjubkan tersebut tapi rasa senangnya digantikan dengan rasa kaget yang luar biasa saat seorang lelaki masuk kedalam rumah menggandeng tangan seorang perempuan.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1