Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Penjelasan


__ADS_3

Laura terdiam melihat Vero terbaring lemah dengan selang impus menancap dipunggung tangannya.


Acara pernikahan mereka hancur lebur,gadis itu terus menangis memeluk Vero yang tak sadarkan diri.


" Maafkan Kakak Vero hiks hiks " Kata Laura merasa sangat bersalah.


" Sudah sayang ini bukan salah kamu " Kata Sintia iba kepada cucu angkatnya itu.


" Ini salah aku Nek,seharusnya aku menceritakan semuanya kepada Vero hiks hiks " Kata Laura memeluk Sintia.


" Mungkin kalian tidak berjodoh Nak " Kata Sintia ikut menangis sedih.


Cila dan David hanya diam,pasangan itu semakin merasa bersalah melihat Laura yang menyalahkan diri sendiri.


" Kenapa Vero jadi begini Nek ?" Tanya Laura berderai air mata melihat Sintia.


Bahkan riasan make up gadis itu sudah acak acakan.


" Vero mungkin sangat syok hingga jatuh pingsan " Kata Sintia sedih.


Laura kembali menangis.


" Vero bangun sayang,maafkan aku Vero " Kata Laura memegang tangan lemah Vero.


" Kalian sudah bawa ke tempat yang aku rekomendasikan kemarin ?" Tanya Reno kepada David.


" Sudah Bang,Dokter bilang Vero bisa sembuh asal dia tidak banyak beban " Kata David bergetar.


Reno menghela nafas mengerti.


" Ya sudah,aku bakal beresin yang dirumah kalian bersama Clara dan Rendi " Kata Reno bangkit.


" Mau kemana Mas ?" tanya Nisa melihat suaminya bangun.


" Kita selesaikan dirumah David,para tetangga akan menghujat Laura dan Vero nanti jika kita tidak bergerak cepat " Kata Reno tegas.


Nisa mengangguk paham mereka pun pulang kerumah David bersama Rendi dan juga Clara.


" Hanin,tolong beresin make upnya Laura ya " Pinta Sintia kepada Hanin dan Ana yang duduk diam.


" Biar aku aja Nek aku bawa pembersih wajah " Celetuk Sinta yang berada didekat suaminya.


" Ya sudah kalian perbaiki penampilan Laura ya biar ngak jadi omongan orang " Kata Sintia tersenyum.


Ketiga perempuan itu mengangguk.


" Hati2 " Kata Adelard mengusap perut datar istrinya yang sedang hamil muda.


Perempuan itu mengangguk,dan berjalan mendekati Laura.


" Ayo kita kesana " Ajak Hanin memegang tangan Laura.

__ADS_1


Laura mengangguk pasrah dengan sisa isak tangisnya.


" Ayo Kakak juga " Kata Ana tak enak hati kepada Cila.


" Ngak usah " Kata Cila menggeleng lemah.


" Ayo dong Kak,malu diliat orang lipstik udah nyampe pipi gitu " Kata Ana mencoba menghibur.


Cila menatap kesal ponaan sengkleknya itu,tapi Cila tak bisa menolak karna wajahnya benar2 aneh..


" Gih sana ngak papa " Kata David lembut.


" Abang tunggu adek ya " Kata Ana tersenyum malu.


" Anaaaaaa " Desis Cila mulai geram gadis itu mencari kesempatan menggoda suaminya.


" Becanda Kak,ya elah sensi banget " Kata Ana malas..


David tersenyum kecil melihat istrinya dan Ana tak pernah akur tapi masih saling perduli.


Sinta dan Hanin mengurus Laura sedangkan Ana mengurus Cila.


" Sabar ya " Kata Ana lembut sambil mengusap wajah Cila dengan kapas yang sudah diberi pembersih wajah.


" Kakak merasa bersalah sama Laura Na " Kata Cila kembali berkaca kaca.


" Dihati Laura ada orang lain Kak,dan pria tampan itu orangnya " kata Ana menerawang.


" Ngak bukan gitu,Vero tampan kok,tapi kan masih muda jauh dibawah Laura " kata Ana kelabakan mencari kata yang pas.


" Nama pria itu Justin,memang mereka pernah dekat dulu " Kata Cila menghela nafas.


" Aku rasa Laura masih cinta sama si Justin itu dan Justin pun cinta sama Laura " Kata Ana yakin.


" Gimana kamu tau ?" Tanya Cila menyelisik.


" Hanya orang gila yang mau batalin pernikahan orang tanpa sebab,apalagi Justin bersedia pulang dari amerika demi Laura " Kata Ana serius.


Cila terdiam,omongan Ana ada benarnya juga meski gadis itu sering omong kosong.


" Dari mana kamu tau Justin pulang dari Amerika ?" Tanya Cila menyelisik.


" Apa yang tidak Andreana Salders tau ?" Tanya Ana balik dengan menekankan marga orang tuanya.


" Heleh sombong sekali anda !" Hujat Cila.


" Ya i know " Kata Ana santuy.


Cila menghela nafas lagi dan melihat Laura yang memejamkan mata.


" Aku tak menyangka akan menyakiti hati gadis malang ini,apa aku terlalu egois memikirkan perasaan Vero hingga lupa dengan kebahagiaan Laura " Batin Cila sedih.

__ADS_1


Ditempat lain seorang pria menunduk dihadapan kedua orang tuanya.


" Puas kamu sekarang hah !" Bentak Mama Justin geram.


" Kamu sudah mempermalukan kami didepan keluarga itu !" Kata Mama Justin meledak ledak.


" Ma,aku hanya ingin mengejar cinta aku Ma " Kata Justin mendongak.


" Cinta ? Cinta anak pungut itu hah !"


" Ma sudah " Tegur Daddy Justin kepada istrinya.


" Dia bukan anak pungut Ma,orang tuanya sudah meninggal " Kata Justin emosi.


" Sama saja,dia tak punya keluarga Justin,mau taruh dimana wajah Mama kalau sampai keluarga lain tau " kata Mama Justin kesal.


" Mama selalu memandang orang sebelah mata,Laura gadis yang baik Ma dia pun diterima baik dikeluarga besar orang tua angkatnya " Kata Justin berdiri.


" Justin !" kata Daddy Justin memberi peringatan.


" Maaf Dad,aku tidak bisa menerim Laura terus di hujat oleh Mama " Kata Justin menahan emosi.


" Dasar anak kurang ajar,Mama begini demi kamu,demi masa depan kamu dan demi nama keluarga kita Justin !" Kata Mama Justin emosi.


" Hah masa depan ?? Laura masa depan aku Ma,jika Mama tidak mau menerimanya terserah,aku akan tetap menikahi kekasihku itu !" Kata Justin tegas.


Justin pun langsung bangkit dan berjalan keluar dari rumah orang tuanya.


" Justin !" Panggil Mama Justin geram.


Justin tak menoleh atau menyahut lagi pria itu tersulut emosi saat cintanya tak direstui.


" Lihat anak kamu Dad,dia bahkan tak memikirkan kita !" kata Mama Justin duduk disofa mengurut kepalanya yang mulai pusing.


" Sudah lah Ma,Justin sudah dewasa biarkan saja dia memilih pasangan hidupnya sendiri " Kata Daddy Justin lembut.


" Kamu selalu membela anak itu,kamu tau kan Justin anak kita satu2 nya,dia akan memberi keturunan keluarga ini !" kata Mama Justin geram.


" Ya aku tau,tapi tak sepatutnya kita melarang Justin berhubungan dengan perempuan itu toh dia gadis yang baik menurut Justin "


" Alah,gadis itu licik Dad,dia mau sama Justin karna Justin kaya seorang pemilik harta warisan tunggal !" Cibir Mama Justin.


Daddy Justin menggeleng pelan,lelaki itu bingung kenapa istrinya selalu menilai orang sebelah mata..


" Ma,Daddy tau Mama lahir dari keluarga berkecukupan dan juga lengkap,Mama tak pernah merasa kesusahan 1 hari pun,apa yang Mama mau pasti dituruti,bedahal dengan gadis yang disukai Justin,aku lihat anak itu sangat tulus kepada Justin,bahkan dia bisa merubah Justin menjadi lebih baik ntah dengan cara apa aku tak perduli,apa kamu mau Justin selamanya menjadi bajingan jalanan yang suka bermain perempuan silih berganti ? pikirkan itu Ma,kita sudah tua jika Justin masih keluyuran siapa yang akan mempertahankan nama keluarga ?" Tanya Daddy Justin lembut.


Mama Justin terdiam dengan nafas memburu.


" Ah sudah lah,aku pusing " kata wanita tua itu tidak mau lagi membahas.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya


__ADS_2