Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Hotel


__ADS_3

Rania terlihat tenang,gadis itu tidak grasak grusuk lagi setelah minum air kemasan dimobil.


" Kau belum tidur ?" tanya Arshad memecah keheningan.


Rania menoleh dan menggeleng.


" Tadinya mau tidur,tapi gak bisa " Jawab Rania pelan.


" Kenapa ?" tanya Arshad lagi.


" Aku mengantuk,aku akan tidur dulu nanti jika sudah sampai,bangunkan aku " Jawab Rania mengalihkan.


Arshad mendengus dan menambah laju kendaraan.


Jarak lokasi cukup jauh mengingat berada ditengah kota.


Arshad tidak tau mau membawa anak gadis orang itu kemana,mau bawa kerumah juga bukan pilihan yg tepat.


Rania menatap samping jendela dengan wajah sayu,ntah apa yg dipikirkan gadis itu hanya dirinya dan Tuhan yg mengerti.


" Tenang Ran,semua akan baik2 saja " Batin Rania lirih.


Tak ingin berpikir semakin jauh,gadis itu memilih memejamkan mata.


Arshad melihat kesamping dengan helaan nafas pelan.


Cukup banyak Arshad sudah tau apa masalah Rania,pria itu juga merasa iba dan kasihan,tapi karna sikapnya yg dingin membuat Arshad seperti tak perduli dan masa bodoh dengan urusan orang lain.


Pria itu terus melaju hingga mereka tiba disalah satu hotel mewah.


Arshad memarkirkan mobilnya dan memakai masker.


" Ran " Panggil Arshad.


Rania masih tidur menyender kejendela.


" Ran,kita sampai " Ucap Arshad menepuk bahu Rania.


" Hah,dah sampe surga ?" Tanya Rania kelabakan.


" Eehhh Surga apaan ?" Tanya Arshad syok


Rania mengusap matanya dan melihat sekeliling.


" Masih di dunia Syad ?" tanya Rania polos.


" Lah emang mau dimana lagi ?" Tanya Arshad mengusap wajahnya.


Rania menggaruk kepala dan keluar.


Arshad menggeleng pelan,gadis itu benar2 membuat Arshad lelah.


Pria itu juga ikut turun.


" Ini hotel Syad ?" tanya Rania.


" Iya " Jawab Arshad mengunci mobil.


" Mewah amat,emang ada yg 500an?? " Tanya Rania polos.


Arshad diam,ia memang membawa Rania kehotel kakeknya yg begitu mewah.


Arshad tidak tau harus membawa gadis itu kemana lagi,apalagi Rania ingin sembunyi dari banyak orang.


" Ayok masuk " Ajak Arshad berjalan.


" Begini ?" tanya Rania menunjuk dirinya yg acak2an.


" Kamu ga liat aku ?" Tanya Arshad juga menunjuk dirinya yg hanya pakai piyama tidur.


" Hahahahaha " Rania ngakak seketika.

__ADS_1


Keduanya terlihat begitu kocak dengan penampilan sendiri.


" Yok lah,ga ada kenal juga kan " Kata Rania mencoba percaya diri.


Arshad tersenyum mengangguk.


Keduanya pun berjalan dengan tenang,saat tiba akan gerbang receptionist,Rania menarik tangan Arshad.


" Kenapa ?" tanya Arshad mengernyit.


" Bawa uang lebih kan ?" Tanya Rania sedikit pucat.


Arshad diam,pria itu menatap Rania yg terlihat takut2.


" Kan uang kamu ada " Jawab Arshad tenang.


" Ini cuma 1 juta Syad,maksimal kamar 500.000 " Bisik Rania.


Arshad menahan senyum,gadis itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan dengan tingkah lakunya yg random.


Tanpa bicara Arshad mendekati pelayan yg sudah menyambut didepan.


Tanpa basabasi,Arshad menyerahkan sebuah kartu dan langsung membuat 2 pekerja tersebut saling melihat.


" Kamar yg biasa saja 2 bed " Ucap Arshad tenang.


" Baik Pak " Jawab receptionist mengerti.


Keduanya langsung mempersiapkan kamar yg dimaksud.


Rania beberapa kali menelan ludah kasar,sungguh gadis itu tidak menyangka Arshad akan membawanya kehotel yg mewah.


Ornamen ruangan saja sudah membuat bulu kuduk Rania merinding,maklum gadis itu jarang cek in..


" Ini sandalnya nona " Ucap salah satu receptionist memberikan sepasang sandal hotel kepada Rania.


Gadis itu terlihat terkejut dan memberi kode kepada Arshad.


Receptionist membalas dengan senyuman hangat.


" Aduhhh aku malu2in amat sih,harusnya tadi aku ambil sandal didepan dulu sebelum kabur " Batin Rania ingin menghilang.


" Kamarnya sudah siap Pak " Tegur receptionist.


Arshad mengangguk,lelaki itu pun berjalan dulu dan dikejar Rania.


" sini aku bantu bawa " Kata Arshad mengambil salah satu plastik yg ntah apa isinya.


" Dari tadi kek " kata Rania menyindir.


Arshad diam,lelaki itu pun melangkah masuk kedalam lift.


Keduanya melaju menuju kamar istirahat.


" Ehh itu siapanya Pak Arshad ?" Desas desus receptionist mulai menggibah.


" Ga tau,apa itu pacarnya ?"


" Mana mungkin ? Masa pacarnya ga pake sandal "


" Eh terus Pak Arshad juga pake pimaya,emangnya mereka dari mana ?"


Percakapan demi percakapan terus terjadi membuat para karyawan kebingungan dan menerka dipagi hari.


Sesampai dikamar,Arshad langsung merebahkan diri disalah satu bed.


Seperti keinginannya,dikamar cukup luas itu di isi dua ranjang terpisah.


Rania menghela nafas lega,ia sempat berpikir bahwa Arshad akan pakai satu bed besar untuk berbagi kasur.


" Aku akan beres2 dulu " kata Rania tak enak.

__ADS_1


Arshad diam memejamkan mata,terlihat pria itu masih sangat mengantuk.


Rania langsung berjalan ke kamar mandi dan Arshad tidak perduli lagi.


Setelah selesai berberes,Rania duduk diranjangnya dan menatap Arshad yg sudah tertidur pulas.


Pria itu terlihat begitu tampan,wajah lugunya dan sikapnya yg nano2 membuat Rania terharu.


" Makasih Syad udah mau nolong aku,kalo ga ada kamu,aku ga tau mau minta tlong ke siapa,Toni lagi diluar kota dan aku ga punya siapa2 selain kalian " Ucap Rania sedih.


Hati kecil gadis itu tersentuh,ditengah dukanya ternyata Tuhan masih mengirimkan orang baik un membantu setiap proses kehidupan.


Merasa lelah,Rania pun ikut berbaring dan menarik selimut.


Gadis itu ingin istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.


Tak terasa matahari pun terbit.


Sepasang suami istri terdiam melihat moment didepan mata mereka saat ini.


" Tania " tegur Denis tegas.


Gadis yg sedang terlelap itu terbangun mengenali suara.


" Papa " Ucap Tania kaget.


Gadis itu melihat kesamping dan terkejut juga karna wajah Reka sangat dekat dengan dirinya.


" Mana Rania ?" Tanya Denis dengan wajah datar.


Miska diam melihat aura Denis berubah.


Reka melenguhkan badan dan membuka mata,pria itu juga sama kagetnya melihat Denis dan Miska didepan mereka.


" Kak Rania didalam Pa " Jawab Tania.


Denis tanpa basa basi langsung berjalan kedepan dan mengetuk pintu rumah.


Miska mendekati putriny dan menegur Tania.


" Kenapa kamu malah pelukan sama Reka ?" Tanya Miska pelan.


" Maaf Ma,aku ketiduran " Jawab Tania menunduk.


" Maaf Tante,kami ga ngapain2 hanya tidur " Kata Reka tak enak.


" Ga harus pelukan juga disini " Kata Miska mengusap wajahnya.


Reka diam menunduk,sungguh pria itu juga tak enak hati kepada orang tua Tania karna kebablasan.


" Rannn,buka pintu nya Nak,ini Papa " Ucap Denis mengetuk pintu rumah.


Hening tak ada jawaban.


" Raniaa sayang,buka pintunya Nak,Mama minta maaf Ran " Ucap Miska.


Tetap tak ada jawaban.


" Apa benar Rania didalam sini ?" Tanya Denis


" Iya Pa,semalam Kak Ran disana,makanya aku nunggu disini sampe dia buka pintu " Jawab Tania yakin.


Denis melihat putrinya,gadis itu terlihat sungguh2.


" Tanya sama ibu kosnya Mas " Kata Miska hati2.


Denis langsung berjalan kedepan mencari rumah si pemilik kost tersebut


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2