
Disebuah rumah seorang gadis terbangun dari tidurnya,sudah semingguan ini Hani demam.
Gadis itu jatuh sakit lantaran selalu pulang kehujanan.
Sampai detik ini Hani belum mendapatkan pekerjaan.
Ia sudah berusaha mencari ke berbagai tempat tapi rejeki seolah belum memihak kepadanya.
2 bulan dikota orang membuat gadis itu sedikit setres.
Ia bingung harus bagaimana karna tak ada yg ia kenali.
" Huh sakit sekali " Ucap Hani meraba kepalanya.
Tak ada siapapun disana,ia benar2 tinggal sendirian bahkan untuk makan pun Hani harus mengumpulkan tenaganya untuk memasak nasi dan lauk seadanya kadang juga ia beli diluar.
Hani harus pandai berhemat agar perutnya terus terisi.
Rasa kecewa begitu ia rasakan,bagaimana tidak David yg membawanya kemari malah menghilang begitu saja.
Nomor hape pun tak ada yg aktif satupun,nomor Laura juga sepertinya sudah diganti meski sebelumnya sempat terhubung tapi tidak diangkat.
Tak tau sudah berapa banyak air mata yg jatuh begitu saja membasahi wajah manisnya.
Hati gadis itu benar2 sudah hancur lebur tak tersisa.
" Huh aku bisa,jangan sedih lagi Hani kamu harus bangkit " ucap Hani menguatkan dirinya.
Hani tak berani menelfon Cila maupun Vero,melihat kelakuan David sudah sangat melukai hati gadis malang itu,ia pikir David tulus ingin membawanya keluar dari masalah yg ia hadapi,tapi ternyata yg ada malah lelaki itu kembali membuangnya sama seperti saat ia masih hidup bersama Ayahnya.
Rasa trauma kembali dirasakan gadis itu,kadang Hani ingin menyerah tapi mengingat alm.ibunya membuat gadis itu bertahan.
Hani yakin suatu saat nanti,hari bahagia pasti akan ia dapatkan seperti ucapan Reka yg selalu menguatkan dirinya..
Hani bangun dari keterpurukannya dan membuka pintu luar.
Suasana cerah dengan matahari yg bersinar diatas langit.
Gadis itu menghirup udara memenuhi rongga dadanya hingga penuh dan mengeluarkan perlahan.
" Huh hari ini aku harus cari kerjaan lagi,uang ku semakin menipis,aku gak mungkin pinjam uang Reka buat makan " Ucap Hani mengingat tabungannya tak banyak lagi..
Wanita beranjak 21 tahun itu menutup pintu dan bersiap2 pergi.
Meski sedikit pusing tapi Hani tak mau bermanja.
Ia harus cepat dapat kerjaan agar hidupnya berjalan lancar.
Setelah bersiap,ia keluar dari rumah dan mulai menyusuri jalanan.
Targetnya hari ini merupakan perusahaan2 kecil yg mungkin butuh tenaga kerja.
Kemarin Hani sudah banyak melamar diberbagai kedai seperti toko baju,butik bahkan restoran dan cafe tapi para pemilik semua itu mengatakan bahwa mereka tak butuh karyawan baru karna karyawan lamanya masih ada.
Rasa panas mulai menyengat kepala,bermodal baju kemeja hitam dan celana hitam Hani terus berjalan tanpa arah.
Sungguh sulit menjadi gadis itu,tapi Hani tak ingin menyerah dan berjanji pada dirinya tak akan pernah ada kata nyerah selama nyawanya masih dibadan.
__ADS_1
" Oh itu,aku akan bertanya pada satpamnya " Ucap Hani melihat sebuah kantor yg tak terlalu besar..
Dengan berani gadis itu menghampiri Satpam yg berdiri diambang pintu masuk.
" Pak " Panggil Hani semangat
Pria dengan seragam lengkap itu menoleh.
" Iya ada apa ?" tanya Satpam sopan.
" Pak ada lowongan pekerjaan gak ?" tanya Hani tersenyum manis.
" Kerjaan ?" tanya satpam mengernyit.
" Iya Pak,saya butuh kerjaan " jawab Hani tersenyum malu.
Lelaki itu melihat penampilan Hani dari ujung kaki hingga kepala..
" Hm gak ada Neng " Jawab satpam menggeleng.
" Yaaahhh tolong lah Pak,saya butuh kerjaan nih " Ucap Hani melas.
" Lagi gak ada Neng disini,tapi kalo Neng mau Neng boleh lihat ini " Ucap Satpam masuk ke pos.
Hani menunggu dengan wajah penasarannya
" Ini Neng " Ucap Satpam menyerahkan slembar kertas.
" Apa ini Pak ?" tanya Hani bingung.
" Ini tes Polwan Neng,coba aja ikut siapa tau ada rejeki " Jawab si Satpam melihat Hani dari ujung kaki hingga kepala.
" Dicoba dulu Neng,katanya sih gak dipungut biaya " ucap Satpam serius.
Hani diam,sedikit pun tak ada bayangannya untuk menjadi anggota kepolisian.
" Dibawa aja dulu Neng,siapin berkasnya siapa tau ada rejeki disana " Bujuk Satpam.
Hani menghela nafas,gadis itu pun mengambil selembaran dan menatapnya nanar.
" huh mana bisa aku jadi beginian " Gumam Hani menggeleng pelan.
Satpam berlari tiba2 membuat Hani kaget,ternyata lelaki itu menyambut sebuah mobil yg akan keluar dari pintu lain.
Hani menyingkir dari sana dengan langkah lesu.
" ahh panas banget " Gumam Hani mencoba mencari tempat teduh lain.
Ia terus berjalan tanpa henti,hingga tak terasa hari sudah mau magrib.
" Ya Tuhannn mana kerjaan untuk ku ??? aku dah cape cari sehariannn " Gumam Hani mendongak.
Langit terlihat kekuningan tanda akan datangnya malam.
Suasana jalanan mulai padat,para pengendara sudah ramai memenuhi jalan menuju pulang.
Hani duduk ditaman dan diam melihat anak2 berlarian mengelilingi taman yg tak banyak pengunjung.
__ADS_1
Manik gadis itu terhenti saat melihat sepasang anak manusia berjalan dengan hati2 dengan tangan saling bertautan.
" Pelan2 Yank,nanti jatuh " Ucap Si pria kepada istrinya.
" iya ini hati2 kok " jawab si Istri terlihat gemas.
" Huh duduk disana aja " Ucap lelaki itu menunjuk kursi kosong.
Hani terus menatap keduanya dengan tatapan nanar.
" Pasti Vero juga gitu ya sama istrinya,kan Mba Yuna lagi hamil " Gumam Hani teringat.
Hatinya kembali tergores,seberapa hebat apapun Hani melupakan tapi sedkit banyak bayangan Vero masih melekat dikepalanya.
" Huhhh please Hani,lupakan lelaki itu dia bukan milik mu lagi " ucap Hani menyadarkan dirinya.
Tak mau terlalu menghayal yg bukan2 gadis itu memilih pulang saja.
Ditempat lain,seorang pria baru pulang dari rumah dalam keadaan lelah..
Berapa hari ini Vero harus lembur karna produk mereka terjual laris manis.
" Maaa " Panggil Vero mencari ibunya.
Vero terus berjalan hingga ia menemukan Cila duduk sendirian di depan kandang ayam..
" Mama kenapa ?" tanya Vero kaget.
Cila menoleh dan menghela nafas melihat anaknya.
" Kenapa Ma ?" tanya Vero bingung.
" Tuh ulah istri mu " jawab Cila menunjuk kandang.
" Kenapa ?" tanya Vero makin bingung.
Lelaki itu masuk kedalam dan...
" Loh yg lain pada kemana ?" tanya Vero terkejut melihat dikandang hanya ada berapa ekor saja.
" Disuruh main sama istri kamu " Jawab Cila lesu.
" Apa !" pekik Vero terbelalak..
Lelaki itu keluar dan menatap ibunya dengan wajah terkejut..
" Mama cape Vero,mau istirahat aja diakhirat " ucap Cila menatap anaknya.
" Ehhh " Pekik Vero syok.
" Kamu sama dia pindah aja dari rumah,kasihan Papa mu kalo Mama mati muda,mana masih cakep2nya lagi " Kata Cila menghela nafas panjang.
Glek....
Vero menelan ludah kasar,secara tidak langsung wanita itu memintanya untuk angkat kaki dari rumah..
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.