
Pagi ini suasana terasa dingin,air hujan berguyuran turun membasahi atap rumah.
Disebuah kamar,seorang gadis baru terbangun dari tidurnya.
" Hmm ujan " Ucap gadis itu serak.
Sania bangun mengusap wajahnya sambil melihat sekeliling.
Sepi,yap itulah yg ia rasakan saat ini.
Sudah 1 minggu orangtuanya berada diluar kota.
Setiap hari Sania merasakan rindu,bagaimana tidak,biasany setiap hari gadis itu selalu dikelilingi oleh penghuni yg cukup ramai dan heboh apalagi adik kecilnya yg setia membangunkan tidur dikala pagi.
Sania berjalan kedapur dan menghela nafas.
Sarapan makan pagi belum tersedia,gadis itu diam sejenak.
Dari semalam ia belum makan,Sania bingung mau masak apa karna bahan makanan sudah pada habis.
" Apa aku keluar aja ya ke pasar ?" Gumam Gadis itu berpikir.
" Tapi kalau aku keluar dan bertemu banyak orang nanti aku....." Ucap Sania mulai ragu.
Dengan kondisinya yg sekarang gadis itu sungguh tak percaya diri,apalagi tetangganya pun menganggap Sania seperti monster.
" Huufttt aku harus bagaimana ?" Ucap gadis itu bimbang.
Sania diam sejenak,masih tersisa 1 butir telur dikulkas.
Histi dan Serkan akan diperkirakan pulang 3 harian lagi karna lelaki itu punya tugas dadakan.
Bukan hanya mengurus dirinya sendiri,Sania juga sebenarnya harus datang ke sekolah Sutar untuk meminta izin lanjutan tapi Sania tak berani dan akhirnya Histi meminta Ana yg datang untuk menemui guru.
Drt drt...
Hape Sania berdering,gadis itu melihat nama dilayar dan langsung mengangkatnya.
" Halo assalamualaikum " Sapa Sania hangat.
" Sayang kamu udah bangun ?" Tanya seorang wanita diseberang.
" Iya Ma udah " Jawab Sania.
" Udah sarapan ?" tanya Histi lagi.
Yap,yg setia menelfon pagi2 hanyalah keluarga kecilnya yg begitu perduli.
" Hm belum Ma " Jawab Sania jujur.
" Kenapa belum ?" tanya Histi terdengar terkejut.
" Belum lapar " Jawab Sania berbohong.
Hening,Histi diam mendengar jawaban putrinya.
" Bahan makanan masih ada ?" Tanya Histi berlanjut.
" Hm maaf Ma,sudah habis " jawab Sania jujur.
Histi menghela nafas,sepertinya wanita itu mengerti kenapa anaknya belum makan.
" Mau kepasar ?" tanya Histi lagi.
Sania diam.
" Maaf ya,Mama belum bisa pulang,Papa mu masih harus meeting sama klain " Jelas Histi merasa bersalah.
" Iya Ma gapapa " Balas Sania.
" Atau Mama minta Angel ya nemenin kamu beli bahan2 " Ujar Histi punya ide.
" Ga usah Ma,Kak Angel kerja " tolak Sania.
__ADS_1
" Haissst bisa diatur " Balas Histi terkekeh.
Sania diam,memang tempat kerja Histi adalah perusahaannya sendiri jadi mungkin tidak heran kalau Angel bisa mangkir sebentar.
" Ya udah,Mama telfon Angel dulu " Kata Histi memutuskan.
Sania mengiyakan dan panggilan pun terputus.
Gadis itu menaruh hapenya dimeja dengan helaan nafas panjang.
Sebenarnya Sania tidak ingin menyusahkan siapapun,tapi untuk menghadapi dunia dan cacian manusia rasanya gadis itu juga belum siap.
Mental Sania benar2 dihajar habis2an,ia tak percaya diri sama sekali bahkan didepan keluarga.
Disebuah rumah Angel menerima telfon dari Histi dengan wajah kaget.
" lah,aku udah siap kerja ini Kak " ucap Angel melihat penampilannya dikaca.
" Ck,temenin bentar,kasihan Sania mau makan ga ada lauk " Paksa Histi diseberang.
" kan dia bisa beli sendiri " Kata Angel sewot.
Histi diam,Angel pun ikut diam dan tersadar dengan ucapannya yg mungkin menyinggung.
" Ya kamu benar,dulu Sania memang bisa melakukan apapun sendiri,tapi sekarang...." Balas Histi menggantung.
Angel menelan ludah kasar,nada suara Histi sudah berubah membuat Angel tak enak hati.
" mmm maaf Kak,ya udah ini aku jalan kesana " Putus Angel.
" Kamu mau ?" Tanya Histi kembali girang.
" Iya " Balas Angel
" ya udah sekarang ya " Kata Histi semangat.
" Iya Kak " Jawab Angel.
Tut.
" Meski bentukan ku begini dan mulut ku sangatlah pedas,tapi ternyata aku masih punya hati yg lembut dan rendah diri " ucap Angel tersenyum kecil.
Walaupun banyak yg bilang Angel tak tau aturan tapi sebenarnya gadis itu begitu baik,hanya saja banyak yg salah paham akan prilakunya yg bar2.
Angel keluar kamar dan bertemu Lulu.
" Bibi kenapa ?" tanya Angel mengernyit melihat Lulu berpegangan pada peyangga anak tangga.
" Ga papa Njel " Jawab Lulu pelan.
" Lagi sakit ?" tanya Angel lagi.
Lulu menggeleng pelan.
" Mau kerja ya ?" tanya Lulu tersenyum.
Angel mengangguk.
" Arshad udah bangun ?" tanya Angel mengingat saudaranya tersebut.
" Kayaknya udah berangkat " Jawab Lulu mengingat.
" Apa ! Pagi banget " Kata Angel syok.
" Kayak ga tau Arshad aja " Balas Lulu terkekeh.
" Haissttt tuh anak mau kerja apa dikerjain sih,rajin amat " Cibir Angel heran.
Lulu tertawa,Angel pun berpamitan mengingat dirinya harus menemani Sania dulu.
Lulu menatap gadia ceria itu dengan wajah senang.
" Jika kamu dan Arshad ga bersaudara mungkin aku sudah meminta Arshad nikahin kamu Njel " Ucap Lulu terkekeh.
__ADS_1
Lulu tau Angel gadis yg baik dan sebenarnya cocok dengan Arshad yg dingin,tapi apa daya keduanya mempunyai ikatan darah yg kental membuat keduanya tak mungkin bersatu.
" Ueeekk " Lulu kembali mual.
Wanita itu berjalan cepat menuju kamarnya sebelum ada yg melihat.
Angel diantar pak supir,hujan masih turun tapi tidak selebat tadi.
Dirumah,Sania sudah siap.
Gadis itu menggunakan hoodie panjang yg menutupi hampir seluruh badannya.
" Kak Angel jadi kesini ga ya ?" Gumam Sania ragu
Hampir 20 menit akhirnya yg ditunggu pun sampai.
Angel buru2 masuk dan bersamaan ponselnya berdering.
" Halo Syad " Ucap Angel tenang.
" Kamu dimana ?" tanya Arshad diseberang.
" Aku dirumah Kak Histi,kenapa ?" tanya Angel.
" Duhh,bisa ga kamu kesini Njel " Pinta Arshad terdengar sedikit panik.
" Ada apa ?" Tanya Angel bingung.
" Gadis itu kemari Njel " Jawab Arshad menghela nafas.
" Gadis mana ?" Tanya Angel lupa.
" itu yg Kakek mau "
" Apa ! Dia datengin kamu kekantor ?" tanya Angel syok.
" Iya " Jawab Arshad malas.
" Waduhh gawat,dia mau ngapain kesana,demo ?" tanya Angel heran.
" Makanya kamu cepetan kesini " Jawab Arshad
" Tapi aku...
" Bughhhh....
Terdengar suara bogeman membuat Angel dan Sania terbelalak saling melihat.
" Arshaddd " panggil Angel panik.
Tak ada jawaban,suara bogeman kembali terdengar.
" Arshaddd,kamu dimana Syaddd " Pekik Angel makin panik.
" Kak Arshad kenapa ?" tanya Sania ikut panik.
Tut.
Panggilan terputus,Angel menatap Sania dan detik kemudian berlari keluar.
" Kak aku ikut " Ucap Sania ikut berlari mengejar Angel.
Keduanya pun langsung naik mobil dan meminta supir untuk segera ke perusahaan.
" Cepetan Pakkkk " Teriak Angel tak sabaran.
" I iya Non " Jawab Supir kelabakan.
" ya Tuhannnn,Syad kamu kenapa ?" Gumam Angel tak tenang.
Disebuah tempat,suara gaduh terdengar ramai.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.